Saturday, June 13, 2015

Kecamatan Bunguran Timur

Kecamatan Bunguran Timur meruapakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Natuna dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu sekitar 24.000 jiwa. Di Kecamatan ini pula tempat pusat pemerintahan Kabupaten Natuna. Ibukota Kecamatan Bunguran Timur adalah Ranai, yang juga merupakan ibukota Kabupaten Natuna. Wilayah ini terletak di pinggiran pantai dan mempunyai 5 pulau kecil yang belum berpenghuni, diantaranya adalah pulau Senoa, Selahab, Simbok, Sebala, dan Selanglang.

Batas-batas Kecamatan.
Utara    : Bunguran Timur Laut
Selatan : Bunguran Selatan
Timur   : Laut Cina Selatan
Barat    : Bunguran Tengah dan Bunguran Barat


Kelurahan/Desa di Kecamatan Bunguran Timur :
1. Kelurahan Ranai, beribukota di Ranai
2. Kelurahan Ranai Darat, beribukota di Ranai Darat
3. Kelurahan Bandarsyah, beribukota di Bandarsyah
4. Desa Sungai Ulu, beribukota di Lemang
5. Desa Sepempang, beribukota di Sepempang
6. Desa Batu Gajah, beribukota di Sebakung

sumber : http://www.academia.edu/5123880/Bunguran_Timur_2011

Kecamatan Bunguran Timur


next : Peta Wisata Kecamatan Bunguran Timur




Thursday, June 11, 2015

Untuk Kamu yang Suka Menjelajah Alam yang KATANYA "Mensyukuri Nikmat Allah"

ZZ : woi bro, suka banget jalan-jalan, gak capek ya?
YY : Capek si bro, tapi ya mau gimana lagi, udah hobby.

ZZ : gak sayang duit, bro?
YY : duit bisa dicari, bisa nabung bro. Tapi pengalaman baru sulit ditemui. :D

ZZ : apa sih yang kamu dapat dari jalan-jalan sampai ngabisin waktu, tenaga dan uang?
YY : banyak lah bro, coba aja deh ntar aku ajak kamu ya kalo aku mau ngetrip, kamu  bisa nemuin tempat baru, pengalaman baru, kamu bisa nikmati alam sambil mensyukuri nikmat Tuhan yang udah diberikan sama kamu. Makanya jangan di kost doank. :D
Ya yang namanya hobby ya, mau gimana juga tetap aja  digeluti, biarpun bakal ngorbanin waktu, tenaga dan uang, namanya juga hobby. Akan ada kepuasan tersendiri bila hobby itu sudah dilampiaskan. :D
Pendaki, via www.tumblr.com
Nah ini untuk kamu yang hobbynya menjelajah tempat-tempat baru, yang udah bela-belain makan di angkringan untuk hemat duit biar bisa ngetrip bareng temen-temen, yang udah bela-belain olaharga tambahan biar badan tetap fit, agar bisa menjelalah dan menikmati alam ini yang kamu sering bilang dengan "mensyukuri nikmat Tuhan".
Sebelum ngelakuin itu semua, pastikan kamu lakuin hal-hal ini dulu :

1. Sebelum rela-rela jauh jalan kaki untuk nemuin taklukin tempat tujuanmu, pastikan masjid disekitar tempat tinggalmu udah kamu samperin untuk shalat wajib 5 waktu.

Khusus yang cowok ni, shalat 5 waktu wajib di masjid (kalau yang cewek itu pilihan, mau di masjid atau di rumah). Jadi ya jangan bangga dulu foto di puncak gunung dengan caption tentang "mensyukuri nikmat Tuhan" tapi masjid jarang kamu datangi. Malu ma sejadah.

2. Sebelum meresapi indahnya ayat-ayat alam ciptaan Allah, pastikan ayat-ayat suci Al-quran nya kamu baca, tidak hanya rapi tersimpan di lemari saja.
Baca ayat Allah, baik quran maupun alam, via www.angkisland.com
ya kan? kamu sibuk mengagumi ciptaan Allah dengan alamnya, tapi ciptaan Allah dalam surat Al-quran tak pernah disentuh, padahal disitulah dasar kamu bagaimana cara menikmati alam yang sesungguhnya.

3. Sebelum menjelajah, pastikan dulu sejadah dikost sudah ada "cap" kening mu, jangan jadikan alas untuk setrikaan aja.
Shalat Sunnah, via www.konsultasisyariah.com

Kalau jalan-jalan yang kamu bilang sebagai bentuk syukur atas nikmat nikmat Allah, shalat sunnah juga bentuk dari syukur itu sendiri. Bukankah Nabi yang sudah pasti masuk surga saja shalat sunnah hingga kaki nya bengkak, ketika ditanya, beliau menjawab "apakah tidak boleh jika aku termasuk hamba yang selalu bersyukur?"

Memang, bentuk syukur orang itu beda-beda, namun alangkah baiknya jika diawali dengan kegiatan yang "nyata" menjadi prioritas utama perintah_Nya terlebih dahulu. Sebelum kamu menjelajah alamnya yang super luas ini, sambil mengagumi dan menghayati betapa kecilnya kita sebagai insan yang hanya "numpang" singgah di dunia ini.
Masjid, via ink361.com


mohon maaf bila ada kata yang salah. :)



Wednesday, June 10, 2015

Untuk Kamu Muslim Sejati, Minimal Ini 7 Persiapanmu Untuk Menyambut Bulan Suci

Assalamu'alaikum, warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga selalu sehat dan waras, lahir bathin.
Marhaban yaa Ramadhan, via hellobunda.com
Subhanallah, kurang lebih SEMINGGU lagi bulan suci segera menghampiri. Bulan BONUS dan PROMO dari Illahi, semua amalan dilipatgandakan, akses menuju kebaikan dan pahala yang besar siap menanti. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi siapapun yang melewati bulan ini dengan sungguh-sungguh. Namun akan jadi bumerang di akhirat bila kita lewati bulan ini dengan biasa-biasa saja. Ingat, PROMO ini hanya terjadi 1 tahun sekali selama 30 HARI. Buruan.!

Banyak sekali hadist yang menjelaskan tentang keistimewaan bulan Ramadhan ini yang tidak bisa saya jelaskan satu persatu. Ndek muat laman ni yau. Namun pada intinya kesempatan meraup sebanyak-banyak berkah dan pahala hanya ada dibulan ini. Namun tentu juga akan ada ujian yang harus dihadapi.  Maklum, bulan ramadhan ini bukan hanya Allah saja yang memberi promosi, mall, butik-butik, toko kue hingga toko furniture juga tak mau ketinggalan. 

Oleh karena itulah, kita harus waspada, jangan sampai hal-hal ini membuat lalai hingga ramadhan kita lewati dengan santai. Nah, untuk kamu wahai saudaraku seiman, sehidup semati dan insha Allah sesyurga kelak, (aamiin), ini ada 7 persiapan untuk menghadapi bulan Ramadhan agar Bulan ini tak dilalui dengan sia-sia.

1. Lakukan "Pemanasan".
Ramadhan layaknya sebuah kompetisi, kompetisi untuk mendapat predikat "Taqwa" seperti yang telah Alquran jelaskan. Bulan Ramadhan juga kerap disebut dengan "Olimpiade"nya orang-orang bertaqwa.
Belajar bersedekah, via www.amwiner.org

Layaknya sebuah kompetisi atau pertandingan, lomba lari lah misalnya, pertandingan dimulai pukul 7 pagi, sedangkan kamu baru sampai di lokasi pukul 6.57 misalnya, tak sempat pemanasan langsung masuk ke lapangan dan berlari. Bisa jamin sampai finish dengan selamat? atau sudah dilanda kram otot karena tidak pemanasan sesaat setelah start.
Begitu juga dengan ibadah dibulan Ramadhan, masih ada waktu untuk melakukan "pemanasan-pemanasan" itu, mulai sering bersedekah, mengaji, perbanyak shalat sunnah dan ibadah-ibadah pendukung lainnya. Agar saat "berlomba" nanti kamu bisa mencapai finish dengan sempurna hingga mendapat mendali taqwa dari Allah Ta'ala.

2. Pahami Ilmu dan Pengetahuan Tentang Bulan Ramadhan Telah Komplit
Hadist mengatakan "tuntutlah ilmu sebelum berbuat dan beramal"
Menuntut ilmu, via himmatunayat.org
Karena jika kamu beribadah tanpa didasari oleh ilmu maka ibadahmu akan sia-sia. Ilmu juga yang membuat kita paham mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. Pelajari dengan baik fiqih ramadhan, apa yang membuat puasa kita batal, apa saja yang dianjurkan saat berpuasa, apa saja yang dilarang. Sehingga jika kita mengetahui hal tersebut, maka dijamin puasa ramadhan kita bernilai dan berkualitas. Mantap.

3. Memahami Makna Dibalik Ibadah-ibadah yang Kita Kerjakan
Masih berkaitan dengan point 2 di atas. Melalui ilmu kita bisa memahami sehingga ibadah yang kita jalani bernilai tinggi dihadapan Illahi. 
Lawan Nafsu, via gubukdunia.blogspot.com

Apa sebenarnya makna puasa Ramadhan?
- Allah mengajari, bahwa dalam kehidupan ini harus "menginjak pedal rem", jangan "gas terus". Jika selama 11 bulan ini kita selalu mengikuti kehendak dan nafsu, maka ramadhan mengajari kita untuk menahan hawa dan nafsu yang buruk. Bukankah Ramadhan juga diartikan sebagai Bulan Pelatihan? Kita dilatih selama 1 bulan agar bisa membiasakan diri dibulan-bulan lain.
Godaan dan cobaan merupakan tantangan besar yang harus kita lewati.

4. Perbanyak Istighfar
Istighfar banyak-banyak, via realisasikata.blogspot.com

Perbanyak memohon ampun kepada Allah. Banyak mengingat dosa yang sudah kita lakukan selama 11 bulan yang lewat. Karena dosa yang ada pada diri kita, sangat berpengaruh terhadap ibadah yang kita kerjakan. Dosa membuat kita cepat merasa malas saat melakukan ibadah. Astaghfirullah.

5. Syiar Ramadhan : Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah
Tiada Daya dan Upaya Melainkan Pertolongan Allah.
Laahaulawalaa quwwata illa billah, via ibra84.wordpress.com
"Ah udah biasa ni, tahun lalu juga beres puasaku". Jangan sekali-kali mengatakan hal tersebut saat berpuasa, jangan takabbur. Jangan mengandalkan ilmu, kekuatan, dan pengalaman ketika melakukan ibadah puasa ramadahan. Karena ibadah itu adalah taufiq dari Allah, maka merendahlah dengan selalu mengharap pertolongan Allah Ta'ala.

6. Bikin Target, Bikin Jadwal
Berfikirlah futuristik untuk akhirat yang lebih baik. Buatlah perencanaan ibadahmu selama ramadhan ini, jangan lupa cantumkan target yang HARUS KAMU CAPAI. Kalo misal ramadhan tahun lalu hanya baca setengah alquran, tahun ini harus khatam 1 sekali, kalau bisa dengan terjemahannya sekalian, nah dari situ bisa tu bikin jadwal rutin mengaji. Setelah sahur 1 lembar, setelah subuh 2 lembar, dhuha 1 lembar, zuhur bisa 3 lembar, ashar 1 lembar, maghrib 1 lembar, isya 1 lembar, udah 1 juz perhari, sebulan khatan tu Quran. Aamiin.
Bikin Jadwal dolooo, via faim89wiedha.blogspot.com
Atau niat tiap minggu mau membelikan hidangan untuk berbuka puasa, sisihkan uang jajan 10rb perhari, seminggu udah terkumpul tu 70rb, lumayan bisa bantu beli takjil untuk orang-orang yang berpuasa. dan banyak lagi deh.
Dan juga disini, kita harus bisa membatalkan atau mengorbankan kegiatan-kegiatan yang bersifat duniawi yang bisa mengganggu ibadah ramadhan kita.

7. Doktrin Dalam Diri Kita : INI ADALAH RAMADHAN TERAKHIRKU...
Masalah usia, hanya Allah lah penentunya, itu merupakan kejadian yang sudah ditetapkan Allah, kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Oleh karena itu lah, dengan mendoktrin diri sendiri bahwa ini adalah Ramadhan terakhir kita, maka semangat untuk selalu melakukan hal yang terbaik selalu datang. 
Khusyu beribadah, via imansulaiman.com
Ibadah menjadi khusyuk dan fokus. Karena belum tentu kita kan bertemu dengan ramadhan tahun depan. Oleh karena itu lakukanlah yang terbaik.


Semoga Allah Ta'ala meberikan kesempatan kita dan keluarga untuk bertemu dengan ramadhan tahun ini, hingga tahun berikutnya, berikutnnya, teruuuus teruusss. Semoga kita semua bisa memenangkan "kompetisi" ini, hingga mendapat mendali taqwa dari Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aamiin.
 
Medali Taqwa, via www.beritaaktual.com
Selamat berpuasa, mohon maaf lahir dan bathin atas segala salah dan khilaf.

*intisari Kajian Meet and Greet Ramadhan,
Ustadz Nuzul Zikri.
Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran, Jakarta. 10062015.

Sunday, June 7, 2015

Museum Nasional, Museumnya INDONESIA.

Mumpung lagi di Jakarta, saya memanfaatkan waktu untuk mengexplore apa yang ada di Ibukota Negara tercinta ini, berhubung saya menyukai sejarah, akhirnya museum adalah pilihan saya untuk memulai menjelajah Ibukota. Ada banyak museum yang ada di Jakarta, salah satunya adalah Museum Nasional, atau ada juga yang menyebutnya dengan Museum Gajah.

Alamat...
Museum ini terletak di Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110, dengan nomor telepon (021) 3868172.

Lokasi Museum Gajah, (berbagai sumber + edit)
Akses menuju lokasi
Akses menuju museum ini sangatlah mudah karena terletak di jantung Kota, kita hanya tinggal naik Busway Koridor 1 Blok M - Kota dan berhenti di halte Monumen Nasional (Monas), nah Museum Nasional ada di seberang halte tersebut.

Waktu dan biaya berkunjung...
Museum ini dibuka setiap hari kecuali hari senin dan hari libur nasional,
untuk hari selasa - jum'at, buka dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore,
untuk hari sabtu dan minggu, buka dari jam 8 pagi hingga 5 sore,

biayanya beragam tergantung usia dan jumlah orangnya,
Perorangan dewasa 5.000, anak-anak 2.000
Rombongan (minimal 20 orang) dewasa : 3.000, anak-anak (TK - SMA) : 1.000
Pengunjung Asing 10.000.

Sejarahnya....
Eksistensi Museum Nasional diawali dengan berdirinya suatu himpunan yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778. Pada masa itu di Eropa tengah terjadi revolusi intelektual (the Age of Enlightenment) yaitu dimana orang mulai mengembangkan pemikiran-pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1752 di Haarlem, Belanda berdiri De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen (Perkumpulan Ilmiah Belanda). Hal ini mendorong orang-orang Belanda di Batavia (Indonesia) untuk mendirikan organisasi sejenis.

Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) merupakan lembaga independen yang didirikan untuk tujuan memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, Berta menerbitkan hash penelitian. Lembaga ini mempunyai semboyan "Ten Nutte van het Algemeen" (Untuk Kepentingan Masyarakat Umum).

Museum ini sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya penduduk Jakarta. Mereka menyebutnya "Gedung Gajah" atau "Museum Gajah" karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Kadang kala disebut juga "Gedung Arca" karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode.
Pada tahun 1923 perkumpulan ini memperoleh gelar "koninklijk" karena jasanya dalam bidang ilmiah dan proyek pemerintah sehingga lengkapnya menjadi Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Pada tanggal 26 Januari 1950, Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen diubah namanya menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Perubahan ini disesuaikan dengan kondisi waktu itu, sebagaimana tercermin dalam semboyan barunya: "memajukan ilmu-ilmu kebudayaan yang berfaedah untuk meningkatkan pengetahuan tentang kepulauan Indonesia dan negeri-negeri sekitarnya".

Mengingat pentingnya museum ini bagi bangsa Indonesia maka pada tanggal 17 September 1962 Lembaga Kebudayaan Indonesia menyerahkan pengelolaan museum kepada pemerintah Indonesia, yang kemudian menjadi Museum Pusat. Akhirnya, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, No.092/ 0/1979 tertanggal 28 Mei 1979, Museum Pusat ditingkatkan statusnya menjadi Museum Nasional.

Kini Museum Nasional bernaung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Museum Nasional mempunai visi yang mengacu kepada visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu "Terwujudnya Museum Nasional sebagai pusat informasi budaya dan pariwisata yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan peradaban dan kebanggaan terhadap kebudayaan national, serta memperkokoh persatuan dan persahabatan antar bangsa".

Koleksinya....
Museum Nasional memilik beragam koleksi yang berasal dari seluruh Indonesia. Mulai dari peninggalan manusia purba masa lampau, peninggalan kerajaan-kerajaan di Indoesia, hingga seni dan budaya Nusantara.
Ruang Peraga
 
Koleksi Keramik China

Satu dari sekian banyak koleksi-koleksi Museum Indonesia adalah keramik-keramik yang berasal dari negara-negara Asia. Pada zaman dahulu Indonesia yang terdiri dari Kerajaan-kerajaan sering melakukan kerjasama dengan kerajaan-kerajaan negeri tetangga, seperti China (Tiongkok), Thailand, Myanmar, dan keramik digunakan sebagai alat tukar menukar (barter) atau juga sebagai hadiah tanda kenang-kenangan.






Selain keramik-keramik, museum nasional juga mengoleksi miniatur rumah adat serta beragam budaya-budaya nusantara. Seperti sisir, alat berburu, transportasi, dan lain-lain.

Bagian Tengah Museum Nasional yang berarsitektur Romawi
Sebuah prasasti yang terdapat di batu.

Juga terdapat koleksi dan prasasti dari zaman batu.



Sebagai Negara Kepulauan, sektor Maritim yang kuat merupakan hal yang harus dimiliki oleh Indonesia, dan itu sudah terbukti dengan adanya beragam bentuk kapal layar dan juga cerita-cerita tangguh Nenek Moyang kita yang sedang melaut. Sampe-sampe ada lagunyakan,

"Nenek Moyang ku seorang pelaut"
Meriam
Koleksi berlanjut hingga ke peninggalan-peninggalan perang, seperti meriam, senjata api, dan lain-lain.


Juga terdapat ukiran seni khas nusantara.

Hingga wall of fame peta suku-suku di Indonesia, cocok deh bagi kamu yang hobby potopoto.


Fasilitas....
Di museum ada tempat parkir luas di basement, kemudian juga terdapat mushala, ruangannya luas berAC, toilet, kantin dan juga toko souvenir.

Masih banyak lagi koleksi-koleksi Museum Nasional ini, hanya saja ada beberapa tempat yang tidak boleh diambil fotonya dengan berbagai alasan. Penasaran? Silahkan saja berkunjung. :D


(sumber : http://www.museumnasional.or.id)