Saturday, July 4, 2015

Natuna Berduka : Antisipasi yang (boleh dikatakan) Terlambat

Sebenarnya saye malas naktulis-tulis ini, nanti tentulah ada yang komen "ndeksek gune koar-koar kat sini, ndekkan didengu gek".
Tapi tak apa lah, karena untuk saat ini hanya ini yang bisa saya lakukan, semoga yang kecil ini bisa membawa perubahan.

Setelah musibah baru nak semue pade sibok. Jadi pepatah "LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI" yang selalu di gaung-gaungkan itu seakan hanya sampai dimulut saja, tidak dilaksanakan. Terbukti kan  setelah kejadian baru nak surati PELNI agar tetap layani Natuna. Deghi lok ti gimene jek itak yau? Kenapa setelah kejadian baru dilakukan?
via http://www.haluankepri.com/
Padahal pengalihan jalur kapal ini hampir tiap tahun dilakukan oleh PELNI, dengan alasan membackup pemudik dari Jawa dan Kalimantan. Emang dari dan ke Natuna tidak ada pemudik? semacam pulau hantu tak berpenghuni gitu?
Dulu, "tingkah" ini seperti tak dipedulikan, dulu-dulu tak ada perhatian. Sekarang setelah terkena efek seperti ini barulah nak sibuk surat menyurat. Kita, saya tidak mengatakan mereka yang barusan saja. Kita, sepertinya memang terdidik untuk melakukan aksi saat sudah terjadi kejadian, tidak menganalisa terlebih dahulu untuk melakukan tindakan preventif.

Pernah juga dulu saya ingat betul, jalan didepan rumah, sudah rusak parah, berlubang hingga kedalaman sekian puluh cm dan dengan lebar yang tak kecil. Tidak ada tindakan preventif pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut hingga terjadi beberapa kecelakaan dan yang terkahir kecelakaan parah hingga menyebabkan pengendara meninggal, baru lah jalan itu diperhatikan. Itu pun hanya ditampal dengan semen seadanya, "jek pade ndek" kata orang Ranai.

Tidak ada dana? Bohong! APBD Natuna itu Triliunan, keliatan secara signifikan apa saja yang dibangun? apa saja yang berubah? Listrik masih sering mati, jalan masih lobang-lobang, selokan parit amburadul, pembangunan asal jadi. Malah yang ada Gedung Srindit yang bersejarah itu dirobohkan.
via http://economy.okezone.com
Mari kita contohi orang-orang dan kinerja pemerintah di luar, Jogja misalnya. Jalan di Jogja itu rusak tidak rusak selalu ada perawatan, agendanya berlangsung tiap tahun! dan begitu juga di kota lain. Kenapa tidak dicontoh? 

Saya sering mendengar tentang kunjungan kerja, kesini lah kesitu lah. Yang di dapat apa? Yang dicontohi apa? Ngapain saat kunjungan kerja ramai-ramai yang menghabiskan uang rakyat ratusan juta rupiah itu? Karoke? ke belenje betu akik?

Semoga kita semua sadar, saling nasehat menasehati saja dalam melakukan kebaikan dan amal, itu salah satu kunci sebuah negeri akan maju dan berkembang. Aamiin.

Natuna Berduka : Tinggal 5 Jenazah yang Belum Teridentifikasi

"Terimakasih kepada rekan-rekan BBM dan grup Berita Natuna dalam membagi informasi mengenai kecelakaan pesawat ini."

Perlu diketahui, memang menggunakan pesawat Hercules sebagai moda transportasi umum adalah hal yang tidak sesuai prosedur. Namun ini adalah bukti nyata bahwa kami masyarakat Natuna sangat membtuhkan moda transportasi yang murah dan memadai. Tidak semua masyarakat kami mampu menggunakan moda transportasi reguler yang biayanya sangat tinggi. Dan diperparah dengan kebijakan PELNI yang meniadakan kapal rute dari dan ke Natuna dengan alasan antisipasi untuk Pulau Jawa dan Kalimantan. Kami memang Pulau Kecil, kami terletak di ujung utara Indonesia. Masihkah kau bilang NKRI harga mati? kami juga ingin mudik nyaman, aman dan selamat tanpa embel-embel ilegal!

Tulisan diatas (yang tidak diketahui sumbernya) kerap kali mengisi status dan profil picture rekan-rekan BBM saya, sebagai luapan kesedihan atas keadaan yang kami alami saat ini, terutama masalah transportasi. Semoga dengan ini semua elemen sadar, bahwa kita semua masih mengharapkan transportasi untuk pulang kampung halaman dengan aman dan selamat.
 
Sudah lewat 4 hari dari hari terjadinya kecelakaan Pesawat Hercules yang jatuh di pemukiman warga di Medan, Sumatera Utara. Pesawat pengangkut logistik itu jatuh saat hendak melanjutkan penerbangannya ke Tanjung Pinang - Natuna dan terakhir ke Pontianak. Pesawat tersebut tak hanya mengangkut logistik namun juga beberapa warga sipil dan keluarga anggota yang menumpang untuk pulang. Penumpang terbanyak adalah dengan Tujuan Natuna dengan total kurang lebih 60 orang.

Seperti yang sudah kita ketahui, kecelakaan ini merenggut lebih dari 100 korban yang terdiri dari penumpang pesawat dan warga sipil di sekitar pemukiman. Berita menyebutkan seluruh penumpang pesawat meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Pada tanggal 1 juli lalu, penerbangan ekstra dilakukan oleh Pesawat Wings Air guna mengangkut keluarga korban dari Natuna untuk dibawa ke Batam, selanjutnya ke Medan guna membantu proses identifikasi korban. dan Alhamdulillah sebagian besar korban sudah teridentifikasi, dan berturut hingga kemarin, korban meninggal sudah diterbangkan ke Natuna untuk diserahkan ke keluarga untuk di shalatkan dan dikebumikan di kampung halaman.
Proses Pengantaran Jenazah di Hangar Lanud Ranai.

Sampai saat ini sudah ada 18 (sumber Bankom RAPI Natuna) dari 23 jenazah yang sudah terindifikasi dan juga sudah dipulangkan ke Natuna untuk dikebumikan. 
Foto sebagian dari Korban jatuh Pesawat Hercules, (sumber display picture BBM)
Sementara 5 orang lagi masih dalam proses identifikasi dan menunggu hasil, semoga cepat terlaksana dan cepat ditemukan, aamiin.






Friday, July 3, 2015

Natuna Berduka : Bukti Bahwa Natuna dan Pulau-pulau Terluar Lainnya (masih) Belum Diperhatikan

Natuna berduka, sumber : @tirexx_
Private Message (PM) dari rekan-rekan BBM saya masih berkutat dengan ucapan belasungkawa kepada korban-korban Pesawat Hercules yang jatuh akhir juni lalu. Begitu juga dengan akun instagram, hingga facebook yang tak kalah luar biasanya memberikan informasi terkait kecelakaan ini.

Jujur, ini merupakan musibah besar bagi kami, warga Natuna. Terlebih terjadinya dibulan Ramadhan yang penuh berkah ini, dan waktu yang mendekati idul fitri yang sebentar lagi. Seharusnya saat ini mereka sudah berkumpul dengan sanak saudara masing-masing berbagi cerita dari seberang, atau bermain futsal dengan sejawat untuk sekedar tertawa melepas rindu setelah merantau di negeri orang. Seharusnya..... 

Tapi takdir berkehendak lain, kita menyayngi mereka, namun cinta Allah melebihi cinta kita semua. Allah memanggil mereka menghadap kepada_Nya. Korban-korban pesawat Hercules sebagian besar adalah masyarakat Natuna, masyarakat asli, dan sebagian hanya ditugaskan di sana (TNI) dan yang lain mereka yang ingin berlibur.

Setau saya, pesawat Hercules ini memang rutin melakukan penerbangan diakhir bulan untuk mengantar keperluan logistik, biasanya dengan rute Malang, Jakarta, Pekanbaru, Medan, Tj. Pinang, Natuna dan Pontianak. Berita menjelaskan bahwa penumpang dari Natuna adalah yang terbanyak yang menjadi korban. Ya, kami tidak memungkiri hal itu.

Tapi mengapa banyak diberita tidak dicantumkan tentang warga sipil dari Natuna yang sebagian besar menjadi korban? tidak tahu? atau sengaja?

Kami, warga sipil Natuna kerap menggunakan pesawat Hercules ini sebagai sarana transportasi udara yang murah dan cepat untuk mencapai kampung halaman, disamping KELEWAT BATASnya harga tiket pesawat reguler, dan KETIDAKJELASANnya jadwal kapal PELNI. Kami harus membayar sekitar 1 juta lebih untuk rute Natuna - Batam, dan harus menambah lagi jika ingin melanjutkan ke tempat lain, bandingkan dengan di Jakarta misalnya, harga segitu sudah bisa Jakarta - Bali pp. 
Perbandingan Tiket Natuna - Batam pp, dengan Jakarta - Batam pp, di tanggal yang sama. Dengan jarak tempuh danfasilitas yang berbeda. sumber : traveloka.com

Jika kapal PELNI "kumat", alternatif lain adalah dengan kapal Perintis, dari Tanjung Pinang ke Natuna ditempuh dalam waktu berpuluh-puluh jam. Beruntung jika tidak kena badai di laut, dan juga penumpang tak hanya kami saja. Terkadang kami harus berbagi dengan binatang ternak. Karena sejatinya tu adalah kapal barang yang dijadikan kapal penumpang.

Menggunakan pesawat Hercules sudah lama dilakukan oleh masyarakat Natuna, sebagai bukti solidnya kami dengan TNI di wilayah kami. Saya sendiri pernah naik pesawat ini beberapa kali, memang di dalam tidak tersedia tempat yang memadai, duduk pun berhadap-hadapan khas tentara saat naik pesawat seperti difilm-film hollywood itu. Wanita, orang tua, dan anak kecil adalah prioritas utama untuk dapat tempat duduk. Sedangkan pria dewasa terpaksa berdiri dan/atau duduk di atas tumpukan-tumpukan barang.
Keadaan di dalam pesawat.
Pesawat ini dipilih ya karena inilah satu-satunya transportasi yang murah dan cepat, mengingat sekarang semua seakan berpacu dengan waktu. Pesawat ini dipilih karena kami sebagian besar tidak mampu untuk membayar harga tiket pesawat reguler yang sangat mahal serta jadwal kapal yang tidak jelas, malah diakhir-akhir ramadhan pernah terjadi saat musim mudik PELNI memindahkan rute kapalnya dengan TIDAK MELEWATI Natuna. Padahal ada ribuan pemudik yang ingin menggunakan jasanya, baik dari dan tujuan ke Natuna. 

Natuna juga Indonesia.

Kami tidak lah minta merdeka atau pisah negara. Kami hanya ingin diperlakukan layak sebagai "penjaga" pintu gerbang daulat maritim Negara ini. Jika boleh memanja, kami ingin dapat perhatian lebih, ada timbal balik dari apa yang sudah kami beri. Negara mendapat banyak hasil bumi dari Natuna, tapi transportasi kami saja masih sebegini adanya.


"Yang Indonesia itu Natuna apa HASIL BUMInya saja?"

Mudah-mudahan dengan kejadian ini, mata dan hati kalian, kita semua, menjadi terbuka, sadar bahwa ada setitik pulau di ujung utara ini. Sadar bahwa ada banyak rakyat yang berharap mendapat hak yang adil dengan yang lainnya. Beri fasilitas yang pantas dengan harga yang terjangkau tentunya. Semoga musibah ini yang terakhir.

Aamiin.

Thursday, July 2, 2015

Wow! Kota di Amerika ini menerapkan Hukum Islam

Mendengar kata Amerika, yang terbesit di fikiran kita adalah Negara metropolis super dengan segala teknologi canggihnya. Negara bebas namun memiliki perundang-undangan yang ketat. Negara yang memproduksi berbagai film kelas dunia, dan juga negara Adidaya yang ingin menguasai dunia.

Namun siapa sangka, di negara besar yang sempat benci kepada agama Islam ini terdapat sebuah kota yang mendapat wewenang untuk mengatur kotanya dengan sistem syariat Islam. Kota Dearborn namanya.

Lokasi Kota Dearborn, Michigan, Amerika Serikat
Kota Dearborn merupakan bagian dari Michigan dan merupakan kota ke 8 terbesar di negara bagian Michigan tersebut dengan populasi sekita 98.000 jiwa. Penduduk kota ini terdiri dari etnis Arab-Amerika yang sangat peduli dengan pendidikan, bakat dan pengakan disiplin dalam setiap aspek kehidupan. Bahkan remaja Amerika sering meplesetkan nama kota ini menjadi "Deadborn" karena saking disiplinnya kota ini. Penegakan hukum islam di kota ini bukan tanpa alasan, kota Dearborn dihuni oleh 40% etnis Arab-Amerika atau keturunan Arab, itu lah yang membuat kota ini menerapkan sistem hukum yang berlandaskan Al-quran.
Muslim Amerika, via reportergary.com
Kota muslim ini merupakan tempat lahirnya Henry Ford, pendiri perusahaan raksasa berlabel "Ford". Dearborn juga merupakan kota yang lengkap dengan infrastruktur pasar dan pendidikannya. Tercata kota ini memiliki kampus bernama Universitas Michigan dan Henry Ford Community College.
Kegiatan muslim Kota Dearborn, via www.arrahmah.com


sumber : http://www.brilio.net

Kisah Sam'un "SAMSON" Ghozi dan Lailatul Qadr.

Tau cerita Samson? seorang pria yang mempunyai kekuatan luar biasa hingga bisa meruntuhkan istana, namun mempunyai kelemahan yang terdapat di rambutnya?

Ternyata Samson adalah seorang Nabi! bernama asli Samun Ghozi 'Alaihi Salam. Kisah ini berasal dari cerita Nabi Muhammad yang menceritakan tentang seorang Nabi yang hidup di zaman Romawi, yang bernama Sam'un Ghozi. Beliau adalah Nabi dari kalangan Bani Israil, yang juga merupakan hakim ketiga terakhir pada zaman Israel kuno.

Nabi Syam’un al-Ghazi As, memiliki beberapa nama; dalam bahasa Arab, beliau disebut dengan Syamsyawn atau Syam'un. dalam bahasa Ibrani, disebut Šimšon; sedangkan dalam bahasa Tiberias, disebut Šhimšhôn; lalu dalam Alkitab Nasrani, disebut Samson. Nama Syam’un sendiri artinya "yang berasal dari matahari”, sedangkan al-Ghozi, artinya “yang berasal dari Ghazi” (Ghaza,Palestina sekarang).

Kisah Samun Ghozi atau Samson 'Alaihi Salam diceritakan dalam kitab Musyafaqatul Qulub dan Qishaashul Anbiyya. Nabi Samun Ghozi memiliki mujizat bisa melunakkan besi dan dapat merobohkan istana. Cerita tentang Samun ini merupakan cerita Israiliyat yang diceritakan turun temurun di jazirah Arab, jauh sebelum Nabi Muhammad lahir.


Dari Abi Zar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi, “Jumlah para nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi.” “Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka?” Beliau menjawab, “Tiga ratus dua belas (312).” (Hadits riwayat At-Turmuzy)

Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam'un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.

Dikisahkan Nabi Sam'un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah Ta'ala. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam'un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.

Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam'un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam'un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah.

Singkat cerita Nabi Sam'un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya. Karena sayangnya dan cintanya kepada isterinya, nabi Sam'un berkata kepada isterinya, "Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku."


Akhirnya Nabi Sam'um Ghozi AS diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke hadapan sang raja. Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.

Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam'un Ghozi AS berdoa kepada Allah Ta'ala. Beliau berdoa dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas kebesaran Allah.

Do'a Nabi Sam'un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya. Kemudian nabi bersumpah kepada Allah Ta'ala, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan tanpa henti. Semua itu atas Hidayah dari Allah Ta'ala.

Ketika Rasulullah selesai menceritakan cerita Nabi Sam'un Ghozi AS yang berjuang fisabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata : "Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam'un Ghozi AS. Kemudian Rasulullah SAW, diam sejenak.

Kemudian Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan. Itulah lailatul Qadr yang jika kita "mendapatkannya", maka malam itu lebih baik daripada seribu bulan.

Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasullah Muhammad SAW tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, "Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?"

Rasullah menjawab, "Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam'un."


sumber : 
1. http://bumi-tuntungan.blogspot.com/2011/04/kisah-nabi-samun-ghozi-as-samson.html
2. https://www.facebook.com/photo.php?fbid=505313642965619&set=gm.660461470720395&type=1

Wednesday, July 1, 2015

Cerita Kami dari Negeri Perbatasan : Saat Transportasi Laut Sangat Terbatas, dan Harga Transportasi Udara Kelewat Batas

Perkenalkan, kami :
Warga Kepulauan Natuna yang berada di Ujung Utara Perbatasan Negara Republik Indonesia, letak pulau yang paling utara sehingga tak sedikit yang bilang kami milik Malaysia. Sering juga kami dengar pertanyaan "ada kehidupan kah disana?" dari orang-orang yang kami temui di tanah rantau. Tak pernah kami salahkan mereka dengan pertanyaan seperti itu, karena letak pulau yang paling ujung tersebut.

Kami, para perantau selalu memiliki cerita saat akan pulang. Sulitnya transportasi menuju ke Natuna hingga mahalnya harga tiket yang harus kami bayar guna mencapai kampung halaman tercinta merupakan perjuangan yang teramat sangat demi bertemu keluarga tercinta, sanak saudara serta karib kerabat di sana.

Bagi kami yang merantau ke Jawa, alternatif pulang yang murah yaitu dengan kapal Pelni, dengan rute pelabuhan Tj. Priok (Jakarta) - Belinyu (Bangka Belitung) - Kijang (Bintan) - Letung dan Tarempa (Anambas) - Ranai, Midai, Serasan (Natuna). Atau dari Surabaya dengan rute Tj. Perak - Pontianak - Serasan, Midai, Ranai (Natuna). Waktu yang ditempuh dengan moda transportasi laut tersebut berkisar 3 hari, tergantung asal keberangkatan. Atau dengan moda transportasi udara namun harus merogoh saku lebih dalam karena harga tiket yang sangat mahal, bahkan sempat dikabarkan bahwa harga tiket menuju Natuna adalah yang termahal se Indonesia.


Bagi mereka yang merantau di Sumatera, juga tak jauh beda dengan yang kawan-kawan Perantau di Jawa rasakan, untuk transportasi murah dengan menaiki kapal Pelni dari Dumai atau motor veri cepat dari sungai Siak menuju Tanjung Pinang (1 hari 1 malam), kemudian berganti kapal lagi dari Tj. Pinang ke Natuna (kurang lebih 1 hari 1 malam). Juga harus merogoh saku lebih dalam jika ingin mudik dengan moda tranportasi udara.

Hal yang tak jauh berbeda juga dirasakan oleh rekan-rekan yang berada di Kalimantan. terlebih lagi sekarang tidak ada pesawat yang melayani rute Natuna - Pontianak. Jadi hanya transportasi lautlah yang jadi andalan mereka untuk pulang kampung.



Belum lagi dalam beberapa waktu terakhir KM Pelni Bukit Raya sedikit "bertingkah" dengan mengubah rute pelayaran menjelang ramadhan dan idul fitri. Kalang kabut lah kami mencari transportasi apa yang kan kami gunakan untuk pulang. Ada kapal subsidi dari pemerintah, kapal perintis, boleh dibilang kapal barang lah. Kapal ini bernama Natuna Bahari yang melayani Pontianak sampai Ranai, dan Kawaranae dan Sabuk Nusantara dari Tanjung Pinang sampai Ranai. Bagi mereka masyarakat menengah keatas akan harus rela menghabiskan banyak rupiah untuk membeli tiket pesawat. Juga alternatif lain yang cepat dan boleh dibilang terjangkau adalah dengan menaiki pesawat Hercules milik TNI AU yang rutin tiap akhir bulan ke Natuna. 

KM Kawaranae labuh Jangkar di Selat Lampa
Jujur, ini memang sudah kami jalani sejak lama. Saat membaca berita tentang pernyataan KSAU yang mengatakan bahwa akan memecat Komandan yang mengkomersialisasikan pesawat Hercules ini. Saya sedikit heran, oke lah jika memang prosedurnya tidak boleh dikomersialisasikan, namun saya hanya minta pandangilah dari sisi yang lain. 
"Komandan tidak salah, kami hanya butuh transportasi murah"
Kami tinggal diperbatasan, letaknya paling ujung utara Negara ini, penjaga kedaulatan Maritim Negara dari "Pengakuan" Negara asing yang kerap terjadi, kami Natuna penghasil sumber daya mineral terbesar yang bahkan ada yang belum dieksplor sama sekali. Kami memang tidak minta perhatian lebih, namun sadarlah, bahwa kami juga Indonesia yang mempunyai hak-hak yang adil dengan daerah-daerah lain.

Herkules, via m.liputan6.com


Terimakasih kepada para wartawan dan kawan2 seperjuangan yang telah sudi menjadi penyambung lidah dalam menyampaikan aspirasi kita. Penting untuk digaris bawahi, kami masyarakat Natuna dan TNI AU itu adalah dekat dan erat. Bahkan sejak dulu, orang2 tua kami telah merasakan hubungan baik bersama para TNI AU dalam membuka akses mobilitas udara agar terlepas dari keterisoliran. Jika dengan melanggar peraturan mereka lebih peduli dan sangat dekat dengan kami masyarakat Natuna, saya kira perlu aturan khusus atau misi terbang khusus untuk menopang kesejahteraan masyarakat perbatasan sebagai tindakan penjagaan kedaulatan NKRI. Bukan malah mengeksekusi tanpa melihat akar permasalah.. ingat, kedaulatan untuk kemakmuran rakyat.. rakyat tak makmur, kedaulatan akan sering menjadi tanda tanya dalam kepala kecil kami anak perbatasan. (Said M. Qadry)
Baca juga : Surat Terbuka untuk Mr. Presiden dari Natuna





Tuesday, June 30, 2015

Nama-nama Penumpang Pesawat Hercules di Medan asal / tujuan Natuna

Pesawat Hercules milik TNI AU yang jatuh di pemukiman warga di Medan Sumatera Utara membawa sedikitnya 60 penumpang dengan tujuan Natuna, penumpang pesawat dengan tujuan Natuna tersebut rata-rata adalah warga asli Natuna seperti beberapa mahasiswa dan calon mahasiswa baru beserta keluarganya dan beberapa personel TNI. Saat ini berita tentang jumlah korban dilaporkan berjumlah 45 orang dan kemungkinan akan bertambah.

Pesawat Hercules milik TNI AU ini dikabarkan jatuh di Kelurahan Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Lokasi jatuhnya pesawat jenis angkut militer ini di lokasi pemukiman, persis dekat Bandara Lanud Soewondo eks Bandara Polonia Medan. Pesawat ini jatuh setelah 2 menit lepas landas, dan Pilot sempat meminta izin untuk kembali ke landasan sebelum akhirnya jatuh di pemukiman warga. Belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat ini.
Berikut data nama-nama penumpang yang masuk dalam manifestasi pesawat Hercules :
Halim Perdanakusuma (Jakarta) - Ranai.
1. Letda Kal. Bayu. P (TNI AU)
2. Letda Kal Agus Sriyadi (TNI AU)
3. William H.
4. Junita
5. Wildan
6. Armiyanti
7. Leonardo
8. Revaldot
9. Messi Liano
10. Anjar Dea

Pekanbaru - Ranai
1. Musyawir
2. Urai Sri Ramadania
3. Karminto
4. Alvint Syahroni
5. Sariah
6. Lusianti Pane
7. Basmi
8. Rusmiyanti
9. Evrina Agnes
10. Selvi Mastiana
11. Bobi Chandra
12. Anggi
13. M. Nasir
14. Sugiono
15. Ruslinawati
16. Akto Darmizon
17. Rubianto
18. Defri
19. Wahyu Rezqi Putra
20. Anang Andhika
21. Rezky Budy Prakuasa
22. Renaldi
23. Wan Despita
24. Serda Ainul abidin
25. Astuti Indah Sari
26. Rizki Putri Rahmadani
27. M Arif Wicaksono


Medan - Ranai
1. Serda Andi Dando Prastowo (strad)
2. Ester Yosephane
3. Rita Yunita S
4. Risma Purba
5. Ny. Heriyanti
6. Monang Saut Situmorang
7. Jariaman Sinurat
8. Sautan Sinurat
9. Frislin Sitanggang
10. Ivan Gauda Tua Situmorang
11. Indriana Siahaan
12. Novita + Jonathan
13. Anggraini
14. Sahat marta sinaga
15. Rasiah Purba
16. Elrine N Sinaga (15 thn)
17. Lime Simbolon
18. Agus Salim
19. T. BR Hutagaol
20. Eka Purnama Sari
21. Ny. Yuliana
22. Ny. Marzuki Inaga


Total seluruh penumpang tujuan Ranai, Natuna adalah 60 (enam puluh)

Beberapa foto penumpang pesawat yang dihimpun melalui Display Picture BBM
 kita masih berharap ada kabar baik yang segera menyusul, aamiin.

Natuna Berduka (lagi)

Minggu lalu kita baru saja dihebohkan dengan berita tentang Natuna (Pulau Bunguran) yang dilanda gempa. Meski berskala kecil, namun fenomena ini sangat langka mengingat Kepulauan Natuna bukanlah jalur yang dilewati lempeng gempa, ditambah lagi belum ada penjelasan yang memuaskan perihal tersebut.

Masih terbayang-bayang mengenai kejadian tersebut, hari ini, tepatnya tadi siang, warga Natuna kembali mendapat kabar menyedihkan tentang jatuhnya pesawat milik TNI AU jenis Hercules di Medan, Sumatera Utara. Pesawat tersebut membawa beberapa penumpang dengan tujuan Natuna. Tak pelak, berita tersebut mengundang kesedihan yang mendalam kepada keluarga korban, terlebih belum ada kepastian jumlah korban hingga detik ini.

Kondisi Pesawat yang Hangus Terbakar, via http://medan.tribunnews.com

Pesawat TNI AU ini berangkat dari Malang menuju Jakarta (Halim Perdanakusuma), kemudian menuju Pekanbaru, Medan, Tanjung Pinang, Natuna, dan terakhir ke Pontianak. Warga Natuna dikabarkan ramai menaiki pesawat ini dari Pekanbaru, yang rata-rata adalah calon mahasiswa baru dan keluarganya yang baru saja mendaftarkan diri di kampus di Pekanbaru, Riau.

Grafis Jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU, via http://medan.tribunnews.com

Pesawat Hercules milik TNI AU ini dikabarkan jatuh di Kelurahan Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Lokasi jatuhnya pesawat jenis angkut militer ini di lokasi pemukiman, persis dekat Bandara Lanud Soewondo eks Bandara Polonia Medan. Pesawat ini jatuh setelah 2 menit lepas landas, dan Pilot sempat meminta izin untuk kembali ke landasan sebelum akhirnya jatuh di pemukiman warga. Belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat ini.

semoga ada berita baik setelah ini, aamiin.



Monday, June 29, 2015

Surat Rindu Untuk Ayah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ayahku tercinta, semoga kau selalu sehat dalam lindungan Allah Ta'ala, aamiin.
Aku menulis ini dengan penuh rasa kasih dan sayang, setiap huruf ini mewakili seluruh rasa rinduku kepadamu. Setiap kata ini mewakili getar hati yang selalu tertuju untuk bercengkrama denganmu. Bukannya aku tidak mau mengirimkan via pesan BBM atau langsung menelponmu, terlalu panjang untuk menceritakan kisah ini. Yang hanya bisa aku bagi lewat tulisan sederhana ini. Banyak cerita yang ingin kuutarakan padamu.

Ayah,
Alhamdulillah, aku sudah diterima bekerja disebuah perusahaan. Aku sangat senang, dan aku akan bertekad untuk terus bekerja dan berusaha lebih baik lagi. Aku yakin kau juga senang melihatku sudah dengan kesibukan rutinku. Aku bangun pagi, mandi, berangkat kerja, pulang sore hari, dan istirahat dimalam hari. Siklus hidup seperti itu terus kulakukan selama beberapa bulan ini. Namun ada sesuatu hal yang sering membuatku berfikir kala aku bekerja seharian, pulang dalam keadaan letih yang teramat sangat.
Lelah pulang kerja,via modifikasi.com
Rasanya tidak sanggup untuk bekerja dengan rutinitas seperti ini. Namun sejenak nurani berfikir, inikah yang selalu kau lakukan setiap hari? Kau bekerja setiap waktu dari aku kecil hingga bisa mengantarkanku menjadi sarjana.

Dulu, aku hanya tau minta uang, minta uang dan minta uang saja, tanpa pernah mengetahui beratnya pekerjaan yang kau lakukan seharian, untuk memenuhi kebutuhanku. Pernahkah kau mengeluh ayah?


Ayah, izinkan sejenak aku mengingat kenangan ini dari belakang
Masih teringat ketika aku kecil kau menaikkanku di atas pahamu sembari mengendarai sepeda motor, jalan-jalan berkeliling menikmati indahnya senja di kampung halaman kita. Masih ingat aku saat kau menggendongku menuju tempat tidur ketika demam menyerangku. Dan juga masih terasa hangat tangan letihmu mengusap punggungku sebagai syarat agar aku bisa tidur lebih awal.


Saat aku bersekolah, sifat Ayah sedikit berubah.
Ya, aku mulai diajari disiplin, saat pulang sekolah harus ganti baju seragam, jangan keluar rumah saat tengah hari, mengucapkan salam ketika hendak bermain di rumah teman, jam 4 harus mandi sore, dan banyak lagi. Dan kau juga orang yang pertama yang memarahiku saat aku kedapatan aku main kotor-kotor khas anak-anak. Dalam benakku saat itu adalah "kau jahat!!!".
Tegas, via meetdoctor.com
Kau juga orang pertama yang menanyakan aku kenapa bolos TPA, dan dengan sigap menyuruhku mengganti baju koko serta mengantarkanku pergi mengaji di masjid. Tak jarang setengah jam sebelum pelajaran selesai telah ku jumpai engkau menunggu untuk menjemputku. Ayah.


Saat remaja menghampiriku......
Saat usiaku menginjak remaja, darah muda mengalir deras dengan segala kecongkakannya. Membangkang, melawan, dan sifat buruk yang lain sering kutunjukkan pada Ibu dan engkau. Namun engkau hanya diam saja. Aku yakin dadamu sesak menahan rasa marah akibat apa yang telah kuperbuat.
Khawatirnya sang ayah, via dunia.news.viva.co.id
Aku mulai mencoba meminta izin untuk keluar malam bersama sejawat-sejawatku, dan kau juga yang menelpon ketika jarum jam mendekati angka 10 malam, menanyakan kabarku dan menyuruhku cepat pulang karena kau mengkhawatirkan keselamatanku. Terkadang aku menggerutu dalam hati, bahkan pernah terlintas berkata "ayah selalu menahan kebebasanku".

Ketika aku memutuskan untuk pergi merantau...
Ini adalah kali pertama kita berdiskusi, serius. Ketika aku minta pendapat tentang jurusan yang hendak aku ambil saat kuliah nanti. Dan ternyata berbeda dengan apa yang selama ini kau dan ibu harapkan. Aku mencoba berusaha meyakinkanmu akan pilihanku, kita berdiskusi panjang dan akhirnya akulah yang menjadi pemenangnya. Kau menyetujui pilihanku dan mengizinkan ku merantau ke Jawa untuk melanjutkan cita-citaku. Jelas, aku senang sekali, dan aku berfikir akan bebas ketika kuliah.
Yes, aku menang. via adityawikandaru.wordpress.com
Aku masih ingat pesanmu kepadaku agar jangan terlibat narkoba serta aliran radikal yang sedang marak di negeri ini. Dan sebelum berangkat kau memanggilku di kamar, untuk menyerahkan segala dokumen-dokumen penting milikku, ternyata selama ini kau menyimpannya. Ini merupakan saat yang tepat bagimu menyerahkan segala milikku untuk ku jaga sendiri, itu berarti kau sudah mempercayaiku sepenuhnya.

Saat mengantarkanku kembali ke perantauan, di bandara, ibu dengan eratnya memelukku, hingga mencurahkan air mata di bahuku, mencium pipi kanan dan kiri ku. Aku pun tak kuasa menahan tangis, dan ku peluk erat ibu yang sedang tersedu. Hal yang sama juga ingin ku lakukan padamu, tapi ku lihat kau tak seekspresif Ibu. Kau hanya menerima ciumanku di tanganmu, dan membiarkan hanya sebentar bagiku untuk memelukmu, ya hanya sebentar saja, sambil mengusap kepala ku, dan membiarkan ku pergi menuju pesawat. 

"Dan aku menyadari, kau ingin sekali melakukan apa yang seperti Ibu lakukan, namun kau hanya ingin menjaga emosimu."

di Negeri orang...
Aku belajar mandiri, semua ku lakukan sendiri, mulai terbiasa dengan lingkungan baru, terkadang aku lupa menghubungi mu. Aku tahu di sana kau menanti kabar dari ku, sedang aku asyik saja dengan kegiatanku sendiri. Namun ketika kau merasa "kalah", akhirnya engkau duluan yang menghubungiku, hanya sekedar menanyakan kabarku dan apa yang kulakukan hari ini. Ayah menghubungiku memang tak sesering ibu, tapi aku yakin engkaulah yang mengingatkan ibu untuk menghubungiku.
Nelpon minta duit, via www.123rf.com
Hinanya aku dulu, yang hanya menghubungi ketika uang di dompetku sudah menipis akan habis, aku sadar engkau senang mendapat telepon dari ku meskipun dengan percakapan singkat yang intinya minta ditransferkan uang bulanan. Dengan segera kau lakukan agar aku tak mati kelaparan di rantau orang. Ketika aku menelpon di bulan yang sama untuk meminta uang kuliah, pun segera kau turuti.
Kata-katamu yang tak pernah kulupa :
"kalau untuk pendidikanmu nak, berapapun banyaknya, ayah akan berusaha untuk mencukupinya"
Tidak ada yang spesial barangkali dengan kata-kata itu, namun tiap kali mengingatnya aku gemetar, kadang tak jarang mengeluarkan air mata.

Telat menyadari...
Setelah dewasa dan bekerja, barulah aku sadar beginilah caramu memenuhi kebutuhan kami, bekerja seharian demi mecukupi apa saja yang kami pinta. Aku yang baru beberapa bulan saja rasanya sudah tak sanggup lagi untuk meneruskan, namun kau lah alasanku agar tetap terus bertahan.

Aku penggemarmu
Ya benar, engkaulah idola ku. Aku sangat ingin menjadi sepertimu. Engkau pemain bola, aku juga ingin menjadi pemain bola, engkau suka bersepeda, aku juga suka. Apapun, apapun ayah, aku ingin menjadi sepertimu.

Bijak dalam bertindak, sabar dalam mengajari, wibawa dalam keseharian, tegas dalam keputusan, selalu merasa cukup, dan penyayang yang tak tergambarkan.


Satu Pintaku......
Ayah, bahagiamu adalah hal yang senantiasa ku pinta kepada Allah. senangmu senantiasa ku nanti. Satu pintaku ayah, tetaplah sehat hingga nanti aku bisa membalas segala jasamu, memang tak bisa semua, tapi aku harap aku bisa melakukan yang terbaik untuk mu dan Ibu.


Salam dari Bujang mu dengan rindu yang tak terbendung. :)