Saturday, April 2, 2016

Review Film : Jurassic World (2015)

Jejeeeeeng, bagi penikmat film Jurassic, kehadiran film ini sangatlah ditunggu-tunggu. Film ini menyegarkan dahaga para pecinta film dino yang hits banget sekitar 20 tahun yang lalu ini. Hanya saja film ini dibuat dengan teknologi super canggih. Dan dinosaurusnya lebih nyata terlihat. Karakter film ini masih diambil berdasarkan novel ciptaan orang yang sama, Michael Crichton. Dan sutradara film Jurassic yang dulu, Steven Spielberg menjadi eksekutif producer di film ini. Sedangkan sutradaranya dipercayakan pada Colin Trevorrow. Film ini dibintangi oleh Chris Pratt, Bryce Howard, Nick Robinson, Ty Simpkins, Irrfan Khan, Vincent D'Onofrio, BD Wong, dll. Sebelum melanjutkan reviewnya, baca dulu nih sinopsisnya yah.
via www.slashfilm.com
Cerita ini bersetting sekitar 20 tahun setelah tragedi di Isla Nublar (Jurassic Park). Belasan tahun setelah tragedi di Isla Nublar, taman ini kembali dibuka dan dikunjungi puluhan ribu pengunjung. Termasuk dua orang keponakan Claire (Bryce Howard), sang penanggung jawab Jurassic Wolrd, yakni Zach (Nick Robinson) dan Gray (Ty Simpkins). Claire dan investor merasa bosan dengan makhluk yang itu-itu saja. Masrani (Irrfan Khan), sang investor memberi izin untuk membuat makhluk hibrida untuk menambah keseruan di taman tersebut agar menarik pengunjung yang lebih banyak, namun tanpa perhitungan yang matang. Maka diciptakanlah dinosaurus dengan memadukan berbagai macam DNA baik binatang purba maupun binatang saat ini, maka terciptalah dinosarus "modern" yang mereka namakan Indominus Rex.

Dilain cerita, Owen (Chris Patt), yang merupakan seorang tentara dipercayakan untuk melatih raptors, sejauh ini ia sudah berhasil "menghubungkan" dirinya dengan empat dino tersebut. Namun rekannya yang sesama tentara Hoskins (Vincent D'Onofrio) memandang ini dengan cara lain, ia ingin menjadikan mereka sebagai senjata hidup guna membantu tentara dalam perang.

Kekacauan terjadi ketika Indominus Rex keluar dari kandang dan membunuh apa saja yang bergerak dan ini akan mengancam keselamatan puluhan ribu pengunjung. Claire yang khawatir dengan keselamatan ponakannya meminta bantuan Owen untuk mencari dan menyelamatkan mereka. Kekacauan makin parah ketika Indominus Rex memasuki kandang Pterodactyl dan membuat mereka keluar dari sarangnya dan menyerang para pengunjung. Usulan Hoskins untuk menggunakan raptors guna memburu Indominus Rex ini akhirnya disetujui oleh Owen dan ia memimpinnya. Namun usaha tersebut gagal karena sang Indominus Rex bisa berkomunikasi dengan para raptors yang akhirnya berbalik menyerang tim Owen. Owen menyelamatkan diri, dan kembali bersama Claire dan dua ponakannya. Mereka menyelamatkan diri ke pusat laboratorium di taman.

Sempat hampir diserang raptor namun akhirnya ikatan antara Owen dan raptor kembali "terjalin". Sementara Indominus Rex juga akan menyerang mereka, para raptor ini menyerang Indominus Rex namun pertarungan tidak seimbang. Claire akhirnya berinisiatif mengeluarkan T-Rex dari kandangnya untuk "membantu" raptor menyerang Indominus Rex, epic battle terjadi disini, setelah lama bertarung akhirnya Indominus Rex kalah dengan sekali serangan oleh Mosasaurus, sang dino air.
Epic Battle


Lanjutan Review. 
Film ini seperti menggabungkan cerita-cerita jurassic sebelumnya. Ada beberapa adegan yang hampir sama dengan film-film jurassic sebelumnya. Adegan dua ponakan Claire datang berkunjung hampir sama konsepnya dengan cucu-cucu Hammond yang berkunjung di film Jurassic Park, karakter Gray juga hampir sama dengan Tim yakni selalu tertarik dengan dinosaurus, sedangkan karakter Zach boleh dibilang sama dengan Lex pada bagian tidak interested dengan binatang ini. Adapula adegan saat tim keamanan InGen memburu Indominus Rex, sama saat tim InGen memburu T-rex pada film The Lost World : Jurassic Park. Ada adegan saat Owen dikepung oleh raptor hampir sama dengan saat Dr. Grant dikepung Raptors di Jurassic Park III, meski "cara" selamatnya yang berbeda. Adegan saat T-rex melawan Indominus Rex juga mengingatkan kita dengan pertarungan antara T-Rex melawan Spinosaurus Aegypticus di Jurassic Park III. Bedanya di Jurassic Park III si T-Rex mati, tapi disini si lawannya yang mati, itu juga dengan "bantuan" Mosasaurus. John Hammond sepertinya mendapat kehormatan dengan dibuatnya patung perunggu diruangan utama laboratorium, nama laboratorium ini juga diberi dengan nama beliau. Ada juga adegan yang menunjukkan gedung lama Jurassic Park dengan beberapa isi nya yang masih bisa berfungsi.

Dinosaurus baru yang dikenalkan di film ini adalah Mosasaurus, sang dinosaurus air yang memakan Indominus Rex, juga Pteranodon dinosaurus bersayap dengan Pterodactyl. Para raptor yang selalu nampil disetiap film Jurassic, dan T-Rex tentunya, meski mendapat jatah waktu nampil yangsedikit, namun kedatangannya membuat film ini menjadi seru, kaya superhero gitu deh. Epic battle. T-Rex juaranya. :D



Lanjutan.
Sepertinya bakal ada ni lanjutannya, dan memang bakal ada kayanya, akan dirilis 2018. Namun jalan ceritanya belum bisa ditebak. Lanjutannya ini ditandai dengan dibawanya embrio-embrio oleh Dr. Henry Wu (BD Wong) ke suatu tempat. Dr. Henry Wu adalah kepala laboratorium Jurassic World dan merupakan satu-satu pemain dari Jurassic Park (1993) yang bermain difilm ini.
Dr. Henry Wu (BD Wong) Jurassic Park (1993) kiri, dan Jurassic World (2015) kanan.



Kutipan-kutipan difilm ini antara lain:

Jurassic World mengingatkan betapa kecilnya kita. (Masrani)

Lebih baik berusaha hari ini daripada berjanji dihari esok (Karen)

Hewan yang dibesarkan dalam isolasi tak selalu berfungsi benar (Owen)

Monster adalah istilah yang relatif, bagi burung kenari, kucing adalah monster, kita hanya terbiasa menjadi kucing. (Dr. Henry Wu)

Review Film : Jurassic Park III (2001)

Masih dengan sekuel film Jurassic Park, film Jurassic Park III ini masih disutradarai oleh sutradara yang sama di dua film Jurassic sebelumnya, dan juga diangkat berdasarkan novel dari orang yang sama pula. Pemainnya kembali lagi di Jurassic Park yang pertama, hanya saja tanpa Jeff Goldblum dan ada beberapa tambahan karakter baru. Film ini dirilis pada tahun 2001 ini dibintangi oleh Sam Neill, William H. Macy, Tea Leoni, Alessandro Nivola, dan Trevor Morgan.
sumber : jurassicpark.wikia.com
Berawal dari hilangnya Eric (Trevor Morgan) dan ayah tirinya disebuah pulau yang dihuni dinosaurus (Isla Sorna), tempat dimana perusahaan ingen melakukan percobaan pembuatan dinosaurus. Kemudian orang tua mereka, Paul Kirby (William H. Macy) dan Amanda (Tea Leoni) berniat mencari Eric di pulau tersebut. Lalu dibawalah Dr. Alan Grant (Sam Neill) dan Billy (Alessandro Nivola) asistennya menuju pulau tersebut, semula Dr. Grant menolak karena ia tidak ingin lagi menginjakkan kaki di pulau itu karena peristiwa beberapa tahun silam. 
sumber : www.chud.com
Namun setelah ditawari -yang kemudian diketahui bahwa ia ditipu- dengan sejumlah uang, akhirnya ia dan asistennya memenuhi ajakan orang tua Eric tersebut. Malang, pesawat mereka jatuh dan diserang dinosaurus. Lolos dari jenis ini, kembali dikejar oleh jenis lain. Hingga akhirnya, Dr. Grant mendapatkan kesempatan untuk menelpon rekannya Ellie (Laura Dern), kemudian Ellie meminta bantuan AL dan Marinir untuk menyelamatkan mereka.
sumber : thatwasabitmental.com


----------------------------
Di film ini, kembali dihadirkan beberapa jenis dinosaurus yang baru, Spinosaurus Aegypticus sang predator super, Pterodactyl, dinosaurus terbang dan raptor yang sepertinya tidak bisa lepas dari sutradara film ini. Mereka kembali mendapat peran penting dalam film yang ketiga ini.





Beberapa quotes dari film ini antara lain :
Mengapa menyewa pakar tapi tak mau dengarkan sarannya. (Paul)

Kau akan terkejut dengan kemampuan orang jika terpaksa. (Dr. Grant)

Beberapa hal terburuk dilandasi dengan niat baik. (Dr. Grant)

Review Film Armageddon (1998)


Hmmm, sepertinya ini bakal jadi rubrik baru di blog saya. Padatnya pekerjaan dan sedikitnya waktu yang didapat membuat saya jarang bisa menulis dan mendapatkan inspirasi. Harus putar otak dan berfikir keras. Hhhe. Akhirnya dapat ide untuk meulis review tentang film, tapi ya ini film-film yang telah lama diputar dan ditambah dengan quotes mantap sepanjang film yang akan saya kutip. Ide ini juga sinkron dengan hobby saya yang suka menonton kembali film-film lama dari leptop, itung-itung ngilangin suntuk lah ye. Yuk ah.

 

Armageddon merupakan film pertama yang akan saya review, siapa coba yang gak tau film ini? Soundtrack nya adalah lagu Aerosmith dengan judul I dont wanna miss a thing yang legend itu. Film ini merupakan film fiksi ilmiah yang dirilis pada 1 juli 1998, di sutradarai oleh Michael Bay dan dibintangi oleh artis-artis keren, ada Bruce Willis, Ben Affleck, Billy Thornton, Liv Tyler, dan lain-lain.

Ceritanya adalah mengenai asteroid raksasa seukuran Texas yang akan menghantam bumi dalam waktu kurang dari 3 minggu yang akan mengakibatkan kepunahan semua mahkluk hidup yang ada di bumi. Petinggi-petinggi NASA dan pemerintah AS harus memutar otak untuk mencari solusi bagaimana asteroid ini tidak menghantam bumi. Berbagai ide dan metode diberikan untuk memecahkan masalah ini, hingga tercetus ide tentang meledakkan inti asteroid dengan nuklir dengan cara di bor terlebih dahulu.

Maka dipanggillah Harry Stamper (Bruce Willis). Harry dikenal sebagai ahli pengeboran yang handal, ia merupakan generasi ketiga dari keluarga Stamper pemilik Stamper Oil, perusahaan pengeboran minyak dunia. Awalnya Ia sendiri sempat ragu untuk mengiyakan, namun akhirnya ia menerima dengan syarat ia harus pergi ke angkasa bersama kru nya sendiri. Maka dikumpulkanlah kru nya yang sempat berpencar setelah tragedi blow out di lokasi pemboran mereka. Kru Harry merupakan kru yang konyol, namun mereka merupakan yang teraik dibidangnya masing-masing. 

Harry dan kru nya, via ftpmirror.your.org

Pemerintah AS awalnya sama sekali tidak yakin kepada kru Harry, selain bertindak konyol, rata2 mereka juga merupakan pengoleksi catatan kriminal. Namun tidak bagi Trump (Billy Thornton), kepala NASA ini yakin kepada Harry dan kru nya, dan mereka melakukan serangkaian test dan mereka dilatih secara kilat mengenai angkasa sebelum diluncurkan kesana.

Persiapan take off, via www.dailymail.co.uk

Terjadi beberapa adegan epic untuk menambah ke dramatisan film ini. Konflik ayah yang tidak setuju dengan anak gadis yang mencintai salah satu kru Harry, konflik keluarga Chick (Will Patton), sikap sok pahlawan, pergulatan pendapat dengan pemerintah pusat, dan lain-lain. Namun banyak juga pesan moral yang bisa dipelajari yakni cinta tulus sang Ayah, kepercayaan pada tim, rasa kekeluargaan dan persahabatan yang kuat.

Hal yang paling greget menurut saya adalah ketika Harry memutuskan untuk tinggal di asteroid guna meledakkannya secara manual karena pemicu bom otomatis telah rusak di hantam badai yang datang tiba-tiba. Awalnya A.J. Frost (Ben Affleck) lah yang mendapat tugas setelah mereka melakukan pengundian, namun ketika A.J hendak keluar dari lift pesawat tiba-tiba tabung oksigen A.J ditarik oleh Harry, dan ia mendorong A.J masuk ke dalam lift sementara ia yang keluar.

"Harry, ini tugasku, ini tugasku!" teriak AJ. 


"tugasmu adalah menjaga putriku sekarang"
"aku selalu menganggapmu sebagai putraku, namun aku lebih bangga jika kau menikahi putriku". 
Harry

Kemudian ia berbicara kepada putrinya untuk yang terakhir kali lewat "video call" (gak tau dulu namanya apa yak).

"aku berharap bisa disana mengantarkanmu ke panggung pernikahan".
"Aku akan menjagamu sepanjang waktu, sayang"
-Harry

Bagaimanapun juga, sikap seorang ayah adalah selalu ingin bersama dan melindungi anaknya. :') 

Tim yang tersisa ketika kembali pulang, via animatedviews.com

Meski pun termasuk film lama (tahun 1998), namun film ini tetap saja enak ditonton, selain banyak juga berisi pesan moral, film ini memiliki desain grafis yang boleh dibilang terbaik dizamannya. Menurut saya film ini merupakan film terbaik sepanjang masa yang pernah ada. Film yang berdurasi sekitar 2,5 jam ini berhasil mengobrak-abrik emosi penonton dalam setiap adegannya. So, kembali penasaran? Atau memang belum pernah menonton? Yuk cuss, tidak ada salahnya kembali memutar film ini untuk menontonnya kembali. :)

Saya pribadi mempunyai cerita unik tentang film ini, pertama kali menontonnya ketika masih SD, belum mengerti apa-apa hanya mengambil keseruannya saja. Kemudian setelah kuliah di Perminyakan, saya mendapat tugas dari senior saya untuk menganalisa mengapa blow out terjadi di rig Stamper ketika diawal-awal film ini. Ini membuat saya dan kelompok harus menonton lagi, dan menganalisa ulang menurut pemikiran masing-masing. :D
Menurut lo kenapa tu hayo?



Beberapa quotes mantap yang saya dapati dari film ini adalah :

"Drilling isn't a science, it is an art."
Mengebor bukan hanya ilmu sains, itu adalah seni. (Harry)




"I am only the best, because I work with the best, You dont trust the men you're working with, you are as good as dead."
Aku menjadi yang terbaik karena aku bekerja dengan orang2 terbaik, kau tidak percaya dengan partnermu bekerja, kau sama saja sudah mati. (Harry)


"I think we are close enough (to God), He might have heard ya."
Ku rasa kita cukup dekat (dengan Tuhan), ku rasa dia pasti mendengarmu. (Max)

"I've been drilling holes in the earth for thirty years. And I have never, never missed a deep that I have aimed for. And by God, i am not gonna miss this one."
Aku sudah mengebor lubang di Bumi selama 30 tahun, dan aku tak pernah, sama sekali tak pernah tidak berhasil mencapai kedalaman yang ku inginkan. Dan demi Tuhan aku takkan gagal mengebor lubang yang satu ini. (Harry)


"I promised my little girl that I'd be comin' home. Now I dont know what you people are doing down there, but we've got the hole to dig up here."
Aku janji pada gadis kecilku, bahwa aku akan pulang. Sekarang aku tak tau apa yang kaian lakukan di bawah sana, tapi ada lubang yang harus kami gali di sini. (Harry)

"Everything good that I have inside of me. I have from you. I love you so much, and I'm so proud of you."
Segala hal baik yang ada dalam diriku, kudapatkan darimu, ku sangat mencintaimu ayah. Aku sangat bangga padamu. (Grace)

"Harry will do it, he doesn't know how to fail."
Harry akan melakukannya, dia tak tahu cara untuk gagal.
(A.J)

Thursday, March 31, 2016

Review Film The Lost World : Jurassic Park II (1997)

Film ini merupakan sekuel dari film jurassic park yang pertama, masih boleh dibilang sebagai film keluarga, karena sangat layak ditonton bersama-sama anggota keluarga dirumah. Film ini dirilis pada tahun 1997, masih dengan sutradara yang sama, dan juga diangkat dari novel karya orang yang sama. Hanya saja ada beberapa bintang di Jurassic Park I yang tidak ikut ambil bagian di film ini. Film ini dibintangi oleh Jeff Goldblum, Julianne Moore, Arliss Howard, Ricard Attenborough, Vince Vaughn, Vanessa Lee Chester, dan Richard Schiff. 
sumber : bsgdownload.wordpress.com
Film ini bersetting waktu 4 tahun setelah kejadian di film pertama. Berawal dari terungkapnya rahasia yang dibeberkan sendiri oleh John (Ricard Attenborough), ia mengatakan bahwa taman jurassic yang ada (di jurassic park) merupakan taman yang memang seharusnya disetting untuk pengunjung, sedangkan mereka mempunyai pulau lain 80mil dari Isla Sorna yang khusus digunakan untuk mengembangbiakkan mahkluk tersebut. John lalu mengirim tim ke pulau tersebut untuk melakukan penelitian tentang mengapa makhluk tersebut masih bertahan hidup, padahal mereka menerapkan sistem lysine-deficient, yaitu mereka akan mati jika selama 7 hari tidak di suntikkan enzim suplemen pada mereka. Ian Malcolm (Jeff Goldblum) yang semula tidak ingin ikut dalam tim akhirnya pergi karena ia tau bahwa Sarah (Julianne Moore), pacarnya yang merupakan ahli paleontologis sudah dikirim dulu oleh John bersama beberapa orang. Hal lain yang tidak terduga adalah ikut sertanya putri Ian, Kelly Curtis (Vanessa Lee Chester) secara diam-diam dalam tim tersebut.
sumber :  collider.com
Diluar dugaan, perusahaan InGen, tempat John bekerja dulu, juga mengirimkan tim besar-besaran untuk menangkap beberapa dinosaurus atas perintah Peter Ludloww (Arliss Howard) keponakan John Hammond dan akan membawanya ke San Diego sebagai pelengkap kebun binatang yang akan dibuka ditengah kota di sana.
sumber : www.heyuguys.com
Setelah berjibaku melawan velociraptor, Ian, Sarah, Owen (Vince Vaughn) dan Kelly berhasil menyelematkan diri dengan naik helikopter setelah dihubungi oleh Owen melalui radio di kantor pusat tengah pulau. Lain halnya dengan tim InGen, mereka berhasil menangkap T-rex dan membawanya ke San Diego dengan kapal. Bencana bermula ketika t-rex terlepas dari kandangnya dan membuat gaduh seisi kota, namun akhirnya sang t-rex bisa dibawa kembali ke kapal oleh Ian dan Sarah dengan umpan bayi t-rex sendiri, dan mereka dibawa kembali pulang ke pulau tersebut.
sumber : www.thefilmleague.com



---------------------------------------
Film ini masih menceritakan tentang rekayasa genetika dengan t-rex dan raptor yang masih menjadi "bintangnya", juga dibeberapa segmen dikenalkan beberapa jenis dinosaurus herbivora. Yang jelas film ini masih menjadi film kesukaan saya sebagai pencinta dinosaurus. :)





Beberapa quotes yang saya ambil dari film ini adalah :

Kau senang punya anak, tapi tak senang bersamanya. (Kelly)

Aku mencintaimu, tapi sekarang aku tak membutuhkanmu. (Sarah)

Hewan ini butuh ketidakhadiran kita untuk hidup, bukan bantuan kita. Jika kita bisa menyingkir dan percaya pada alam, hidup akan temukan jalannya. (John Hammond)

Wednesday, March 30, 2016

Review Film : Jurassic Park (1993)

Film yang dibuat berdasarkan sebuah novel karya Michael Crichton ini dirilis pada tahun 1993 dengan sutradaranya Steven Spielberg. Bintangnya adalah Sam Neil, Laura Dern, Jeff Goldblum, Richard Attenborough , dll.
Jurassic Park, via youtube.com
Cerita bermula ketika John Hammond (Richard Attenborough), seorang pengusaha kaya raya yang merupakan kepala BioTeknik dari perusahaan InGen, terobsesi dengan dinosaurus dan ingin membuka taman di sebuah pulau Isla Nublar yang ia sewa dan berisikan makhluk langka itu. Maka diadakan rekayasa genetika dengan memadukan DNA Dinosurus yang diambil dari fosil nyamuk yang terperangkap pada getah pohon jutaan tahun lalu, kemudian dilengkapi dengan DNA katak. Maka terciptalah dinosaurus-dinosaurus tersebut.

Untuk merealisasikan keinginannya, John Hammond memerlukan persetujuan dari para ahli dan pengacara. Oleh karena itu ia menemui Dr. Alan Grant (Sam Neil) ahli dinosaurus, Dr. Ellie Sattler (Laura Dern) paleobotanis, dan Dr. Ian Malcolm (Jeff Goldblum) ahli matematika. Ketiga ahli ini tidak menyetujui usulan Hammond dengan berbagai pertimbangan mereka. Namun karena tekad dan ambisis Hammond yang sudah membulat, ia tak hiraukan pendapat para ahli tersebut. Malah ia mengundang dua cucunya, Lex (Ariana Richards) dan Tim (Joseph Mazzelo) untuk mengadakan pre-tour melihat langsung dinosaurus seperti di kebun binatang.

T-rex, via blogs.wsj.com
Bencana terjadi ketika karyawannya sang ahli otomatisasi, Nedry (Wayne Knight) mematikan seluruh sistem di taman, Nedry sebelumnya sudah melakukan jual-beli ilegal embrio dinosaurus kepada orang lain. Ketika sistem taman dimatikan, dinosaurus yang berada di kandang keluar dengan leluasa, dan mengeluarkan insting aslinya. Yaitu memburu.
Raptors, via hereandnow.wbur.org
Dr. Grant yang ikut tour dengan para cucu John tersebut harus menyelamatkan mereka dari T-rex yang buas, sehingga akhirnya mereka bertemu kembali di kantor pusat dengan Hammond, Ian dan Ellie, berbagai usaha yang mereka lakukan, mulai dari menyalakan kembali sistem secara manual, kemudian menyelamatkan diri dari velociraptor (Raptor) yang cerdas, hingga akhirnya mereka bisa keluar dari pulau tersebut karena "bantuan" T-rex.
Ending, via jurassicpark.wikia.com


________________________________

Film yang dirilis taun 1993 ini sangat layak ditonton bersama keluarga, meski kalau ditampilkan sekarang bakal banyak sensornya oleh LSI )Lembaga Sensor Indonesia) dan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) :D

Film menggunakan efek yang boleh dibilang canggih dimasanya. Seakan-akan dinosaurus tersebut nyata. Di film ini dikenalkan beberapa jenis dinosaurus, dan t-rex serta raptor yang merupakan dino pemangsa yang mendapatkan waktu tampil lebih banyak.

Saya pertama kali menonton saat masih SD, dan ketika itu saya sangat menyukai dinosaurus, namun disisi lain saya juga takut jika makhluk tersebut masih ada. Film ini seperti mengajarkan kita tentang rekayasa genetika makhluk hidup, dan bisa jadi juga beberapa tahun yang akan datang -dari film ini dibuat- dinosaurus bisa "dihidupkan" kembali.


Berikut beberapa quotes dari film ini :
Sejarah pada Evolusi telah mengajarkan kita kehidupan tak boleh dikendalikan. Mereka bebas menemukan hidupnya. Melalui halangan, penderitaan bahkan bahaya. (Ian Malcolm)

Kekuatan Genetika adalah yang paling mengagumkan di planet ini, tapi kau permainkan bagai anak kecil yang temukan pistol ayahnya. (Ian Malcom)

Dinosaurus pernah ada. Alam memilih mereka untuk punah. (Ian Malcolm)

Yang kau sebut penemuan, bagiku pemerkosaan dunia yang alami. (Ian Malcom)

T-rex hanya melakukan yang harus dilakukannya. (Dr. Alan Grant)

Aku membuat kesalahan, kita tak menaruh hormat pada kekuatan alam. (Dr. Ellie)

Kehidupan akan menemukan jalannya. (Dr. Ian Malcolm)


Monday, March 28, 2016

Menyejukkan Fikiran di Luweng Sampang

Jogja, Jogja, udah hampir 5 taun disini juga masih belum bisa njelajahi semua tempat. Secara ya, tempat-tempat baru acapkali ditemukan oleh para tukang explore, yang kemudian diupload disosmed.

Hmmm, kali ini tempat yang kami datangi adalah Luweng Sampang, pertama kali melihat fotonya di akun instagram. Sangat indah memang, dengan caption "green canyon" nya Jogja. Jadi ya, pas ada kesempatan cuti kantor, ye ane ke Jogja deh, ngobatin kangen adalah tujuan utama, jalan-jalan, termasuk pergi ke Luweng Sampang adalah tujuan berikutnya. Hhe.
Curug Luweng Sampang, via LS ridiculoustravel.wordpress.com
Setelah oke bersama teman-teman, kami berangkat pukul 10.30an, masing-masing buta arah, hanya berharap pada mbah gugel mep nya aja. Mulailah perjalanan dari Seturan menuju Luweng Sampang, menurut mbah gugel, ada 3 alternatif jalan. Namun kami memilih jalan melewati arah Prambanan karena terkesan gampang, lurus-lurus, terus belok kanan, belok dikit belok dikit, nyampe, menurut gugel loh.

Pukul 11 kita udah sampe dekat dengan lokasi. Namun terjadi sedikit masalah, motor kombet temen tiba-tiba mati karena tidak kuat dengan jalanan menanjak. Istirahat sebentar deket warung disitu. Kemudian iseng-iseng nanya sama pemilik warung, dia bilang ada jalan yg lebih enak : balik belakang, kalo ngikutin jalan ini bakal lebih dekat ke Nglanggeran malah, begitu katanya. Hmmm, akhirnya kami mengikuti saran ibu-ibu pemilik warung ini, muter arah ambil mencari jalan yg dimaksud, tanya-tanya sama penduduk setempat kemudian istirahat sebentar untuk shalat jumat, dan kemudian melanjutkan perjalanan. 
Suasana Pemandangan Sepanjang Perjalanan
Sekitar 30 menit perjalanan dari tempat terkahir kami berisitirahat tadi, akhirnya kami tiba di Curug Luweng Sampang. Meski tak seheboh yang di posting di medsos, Luweng Sampang memiliki pesona yang memang indah, tentram dan adeem. Air terjun kecil diapit oleh bebatuan khas yang memiliki garis-garis lapisan, seperti bebatuan yang tersingkap. Eksotis sekali. Ukiran ini seakan-akan dibentuk oleh tangan-tangan manusia dengan sentuhan rasa dan seni yang luar biasa. Deru air terjuan yang jatuh dari ketinggian 5 meter berpadu dengan suara alam bak simponi musik yang menenteramkan jiwa. Daerah ini terletak di Jl. Juminahan, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Luweng Sampang

Kami memarkirkan motor dan turun ke bawah, mengambil beberapa gambar tentunya. Sepertinya timing yang kami ambil memang kurang pas. Ya iya lah hari jumat gitu loh, sepi, hanya ada mbah-mbah tukang parkir, tidak ada warung untuk beli cemilan dan sebagainya. Tapi semuanya bisa diobati dengan ademnya tempat ini. Lumayanlah untuk melepas lelah melupakan sejenak pekerjaan. Kami beristirahat sebentar, kemudian pulaang.
Rekomendasi untuk kalian yang ingin pergi ke Luweng Sampang ini : Jika dari Jogja, ambillah jalan Jogja-Solo, kemudian belok kanan ketika menemukan pertigaan setelah museum Gula -google map-. Nah jalan dari situ lebih nyaman karena cenderung tidak berkelok-kelok, jauh dikit emang kalau dari Jogja, tapi lumayan, persentasi terseatnya kecil. Namun kalau rasanya tersesat, jangan malu bertanya. Orang Jogja ramah-ramah kok. Selamat jalan2men!