Saturday, July 23, 2016

Museum Mulawarwan Tenggarong, Wisata Sejarah di Kabupaten Terkaya Indonesia

Alhamdulillah, kembali diberi kesempatan mengunjungi kota Tenggarong. Sambil melanjutkan eksplorasi museum di Kota Raja. Kali ini berlanjut ke Museum Sejarah, Museum Mulawarman namanya. Museum ini terletak di jalan Sudirman di tepian sungai mahakam, berada dalam komplek Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Museum ini merupakan istana Kerajaan Kutai yang dibangun pada tahun 1963 sebagai pengganti istana sebelumnya yang terbakar.

Setelah membeli tiket masuk, kami pun memasuki area museum, ruangan pertama menyajikan singgasana kerajaan Kutai, terdapat dua buah pelaminan tempat duduk Sultan dan Permaisurinya. Disebelah kiri singgasana terdapat replika beberapa baju kerajaan yang biasa dipakai Sultan. Kemudian disebelah kanan singgasana terdapat kursi dan meja santai yang dipakai oleh SUltan Kutai ke 19, A. M. Parkesit. 
Singgasana Sultan
Dari sini perjalan berlanjut ke sisi kiri. Ruangan ini memamerkan berbagai furniture kerajaan, dan mahkota Kerajaan Pasir Balengkong, juga terdapat arca kecil dan pernak pernik kerajaan yang lainnya. Disamping ruangan ini terdapat ruangan yang memamerkan berbagai jenis tombak, senjata yang digunakan untuk berperang dikerajaan Kutai.

Kemudian memasuki lebih museum lebih dalam, terdapat aula besar yang memamerkan alat musik gamelan dan miniatur candi Borobudur dan Prambanan. Di sisi kiri nya terdapat banner yang menjelaskan sejarah singkat Kerajaan Kutai beserta para Raja nya. Wettsss, ternyata tak hanya satu kerajaan Kutai saja, ada lima Kerajaan lain yang ada disekitaran sini (entah itu pecahan atau bawahan dari Kerajaan Kutai, atau memang Kerajaan Independen yang berdiri sendiri). Ada kerajaan Gunung Tabur, yang merupakan kerajaan termuda (1768-1921), Kerajaan Sanduragas (1600--1815), Kerajaan Bulungan (1731-1958), Kerajaan Berau (abad ke XV), dan Kerajaan Sambaliung (1673-1962).
Daftar Kerajaan di sekitar Kerajaan Kutai
Terus berlanjut keruangan berikutnya yang menampilkan berbagai kerajinan adat daerah, pakaian adat serta pernak-pernik yang digunakan oleh masyarakat kerajaan maupun suku dayak di sini. Ruangan berikutnya merupakan aula luas yang menampilkan patung-patung yang menggambar kehidupan suku dayak sehari-hari. Berhubung saya phobia dengan patung jadi perjalanan saya teruskan.

Ruangan berikutnya merupakan Ruang Flora Fauna dan Pertambangan. Ruangan ini menampilkan berbagai macam binatang dan tumbuhan yang kerap ditemui di Bumi Kalimantan, serta kegiatan eksplorasi Produksi hasil bumi Kalimantan. Alangkah besarnya karunia Tuhan terhadap pulau ini, saya fikir pulau ini merupakan pulau yang lengkap, hampir segalanya ada, mulai dari flora dan faunanya yang bermanfaat, hingga hasil buminya yang berguna bagi masyarakat luas. Tinggal kita lagi yang merawatnya dengan benar.
Ruangan Flora Fauna dan Pertambangan
Ruangan selanjutnya menampilkan mesin tenun tradisional dan hasil tenun Kalimantan, dan dilanjutkan dengan ruangan kaya, yakni koleksi uang / alat tukar perdagangan zaman dulu yang digunakan. Terdiri dari uang logam dan uang kertas yang diperoleh dari berbagai negara. Ini menunjukkan bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara zaman dulu merupakan kerajaan penting yang selalu dikunjungi oleh bangsa / kerajaan lain. Ruangan selanjutnya menampilkan beragam senjata tradisional Kalimantan, yang terdiri dari mandau, tombak, sumpit dan berbagai macam keris dengan namanya masing-masing.
Ruang Tenun
Perjalanan masih berlanjut, dipojok kiri bangunan museum, tepatnya di sebelah kiri ruangan utama setelah pintu masuk. Terdapat ruangan yang menampilkan tempat tidur kerajaan dan di seberang ruangan tersebut ditampilkan beberapa pernak-pernik perlengkapan adat bagi bayi yang baru dilahirkan. Terdapat ayunan, kemudian berbagai macam buah, timbangan, dan meja baca alquran yang besar, ini menunjukkan Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak islam yang kuat. Ruangan terakhir yang kami kunjungi adalah ruangan bawah tanah. Weew. Wisata mistis ni kayanya. Tapi tidak seperti yang saya kira, di ruangan ini ditampilan berbagai jenis keramik dan tembikar, dan juga menampilkan berbagai macam pakaian adat dari seluruh Indonesia (dalam bentuk foto), serta patung yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari masyarakat suku di Kalimantan. 
Selfie bareng tourguidenya dulu, biar gaul.
Eksplorasi di dalam museum selesai, achieve unlocked! Namun ini baru setengah perjalanan rupanya, masih banyak tempat lagi yang harus dikunjungi di museum ini. Kami keluar dan melihat ada patung "campuran binatang" yang dulu saya lihat di Pulau Kumala saat pertama kali ke Tenggarong, penasaran dan kami pun kesana, jepret-jepret lah yang terjadi. Kemudian saya dapatkan sebuah nama, yaitu LEMBU SUANA, namun tidak ada artikel yang dapat saya ambil untuk mengetahui apa binatang ini, malah saya disuguhkan dengan teka-teki rakyat :
Lembu Suana
"bermahkota bukannya Raja, berbelalai bergading lainnya Gajah, bersayap bukannya Burung, bersisik lainnya Ikan, bertaji bukannya Ayam, binatang apakah ini"
Ya, Lembu Suana, kata partner saya ini, merupakan makhluk mitologi rakyat Kutai, juga merupakan alat transportasi Raja-Raja Kutai zaman dahulu. Saya pernah mendengar cerita, bahwa Raja-Raja dahulu suka berjalan lintas waktu dan tempat dalam waktu singkat. Makanya mereka memiliki banyak relasi dan link dengan kerajaan-kerajaan lain yang jauh letaknya. Cara itu tak lain adalah dengan menggunakan transportasi ektra cepat, salah satunya mungkin ya Lembu Suana ini. Hmmmmm menarik kan, nanti deh kita sambung dengan artikel khusus. Aseeek.
Komplek Makam Raja-Raja Kutai
Disebelah kanan bangunan museum yang dulunya merupakan Kedaton Kesultanan Kutai ini, terdapat bangunan yang menyerupai pendopo. Karena penasaran, ya kesitu lah saya kan. Rupanya ini adalah komplek makam Raja-Raja Kutai dan keluarganya. Ada puluhan batu nisan disana, saya hanya melihat dari luar, tidak masuk ke dalam, dari luar saya melihat ada beberapa pengunjung yang bertakziah di dalam makam. Di dekat pintu masuk makam terdapat keterangan mengenai Raja-Raja dan silsilahnya mulai dari Kerajaan Kutai Hindu, masa transisi Hindu-Islam sampai pada Kerajaan Islam nya. Sedikit informasi dari yang saya baca, bahwa Kerajaan Kutai ini ada kaitannya pula dengan Kerajaan-Kerajaan besar seperti Tarumanegara, Majapahit, Singosari, sampai Kerajaan di Melaka dan Kamboja, luar biasa. Saya semakin tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi. Emang asyik sepertinya belajar sejarah ini ya.
Daftar silsilah Raja-Raja Kutai
Layaknya tempat objek wisata, Museum Mulawarman juga memiliki fasilitas lain seperti mushala, tempat makan, pusat oleh-oleh yang menjual souvenir-souvenir khas, kain dan batik corak Kaltim, dan lain-lainnya. Di sebelah pusat oleh-oleh, tepatnya bangunan setelah makam Raja-Raja tadi terdapat sebuah pendopo besar, yang sepertinya sedang direnovasi, sepertinya sebuah panggung kesenian. Kemudian seperti komplek-komlek Kedaton / Keraton lainnya, disini terdapat masjid Jami' Kedaton Kutai Kartanegara yang terletak di belakang Museum.
Masjid Jami' Kedaton Kutai
Yap, sepertinya sampai disini dulu pembahasan mengenai Museum Mulawarman, saya akan melanjutkan lagi perjalanannya yang nanti insya Allah akan saya ceritakan. Bhaaay!



sumber tambahan informasi :
id.wikipedia.org

Beragam Penyebab MATELU (Mahasiswa Telat Lulus), Kamu Termasuk Gak Bro?

Wisuda bro, gak pengen?, via suryamalang.tribunnews.com
Bertoga dan berjubah sakral merupakan impian tiap mahasiswa. Kalo sudah mengenakan ini rasanya sudah melewati batas akhir perjuangan (meskipun sejatinya itu adalah gerbang menuju dunia baru toh). Yah setidaknya sudah menuntaskan salah satu amanah dari orang tua, ya kan. Bagi mahasiswa yang visioner bin futuristik, mereka tentu sudah merencanakan ini itu jauh jauuuh hari untuk mencapai target kapan bisa lulus dan wisuda. Namun sekali lagi, setinggi-tingginya kuasa manusia hanyalah bisa menjadi perencana terbaik, pembuat proposal terbaik, dan Tuhan lah yang akan meng-ACC-kannya. Rencana yang sudah kita buat kadang-kadang berhenti ditengah jalan, kadang juga berbelok haluan. Tinggal kita aja yang bagaimana menyikapinya. Saat baru masuk kuliah udah bertekad bahwa harus lulus tahun sekian-sekian, namun apadaya bulan depan udah beda haluan. Sadar atau tidak, kita sendiri tak pernah tau kan. 
Yang awal kuliah biasa-biasa aja tampilannya, gak pinter-pinter amat, eh lulusnya paling awal. Yang getol belajar, ujian keluar duluan lulusnya telat. Ada? BUAANYAAK. Udah merasa paling bisa, paling yakin, eh hampir dapat gelar MA (mahasiswa abadi) atau matelu (mahasiswa telat lulus). Nah yang ini ni, yang mau dibahas, faktor-faktor penyebab kita jadi matelu. Kamu kamu yang mana satu?


1. Gamer
D*TA dulu mameeeen, via www.suara-islam.com
Yap, ini merupakan salah satu faktor pemicu mahasiswa telat/lambat lulus kuliah. GAME ONLINE. Dikota-kota besar khususnya kota yang banyak kampus apalagi mahasiswanya, tempat main game online ini sangat banyak ditemukan, kata orang kampung saya "betabo ighak". Seru, bikin penasaran, dan muraaaah meriah membuat orang yang buka usaha ini bakal bisa langsung naik haji (nyaingin tukang bubur), karena hampir gak pernah sepi. Bahkan ada pelanggan tetapnya kali ya. Kecanduan game online bikin mahasiswa lupa waktu, berjam-jam di sana hanya untuk menyelesaikan misi yang gak seberapa itu untuk memuaskan nafsu ngegamenya. Manalagi saat ngegame bawa semua yang ada dikebun binatang. Bahkan, teman kost ane dulu bilang saat dia masih candu, pernah sampe 5 hari disana, makan minum di sana, sampe merah tu mata. Nah lo. Akibatnya, kuliah jarang masuk, tugas gak dikerjakan, ngulang ngulang dan ngulang dan akhirnya jauh ketinggalan dari rekan-rekan yang lain. Kebayang gak tu. Candu game online ini merupakan salah satu faktor besar yang membuat matelu (mahasiswa telat lulus). Iye kalo kamu gamer pro, tapi kalo skill ngegame mu biasa-biasa aja mending jangan candu banget dah ya. Boleh aja lah main game untuk isi waktu luang aja dan ingat tujuan awal.

2. Aktivis + Organisatoris
Turunkan nilai standar kelulusan!!!, via baranews.co
Faktor kedua yang membuat mahasiswa telat lulus adalah si mahasiswa merupakan aktivis kampus, atau organisatoris. Yah sedikit bermanfaat dari faktor yang pertama. Bergabung dengan organisasi merupakan kegiatan waktu luang yang sangat menyenangkan bagi mereka yang suka menjalaninya. Biasanya di tiap-tiap kampus memiliki berbagai organisasi kemahasiswaan seperti BEM, Senat, Himpunan Mahasisa, DPM, hingga sampai di Unit Kegiatan Mahasiswa, bahkan ada juga organisasi mahasiswa kedaerahan diluar kampus, belum lagi komunitas-komunitas sosial yang bertebaran di luar sana. Boleh-boleh saja bergabung dengan organisasi-organisasi tersebut, bahkan ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan berguna bagi kita kedepan yang tidak kita dapatkan di mata kuliah, bersosialisasi salah satunya. Mereka yang aktif dalam organisasi biasanya orang yang supel dan aktif serta krtis dalam berbicara dan tidak sungkan ketika menghadapi orang banyak. Namun bergabungnya dalam organisasi ini janganlah sampai membuat kita lupa tujuan awal kita, yaitu kuliah. Kebanyakan mahasiswa rela tidak tidur semalaman dan berfikir sepanjang waktu agar kegiatan serta organisasinya berjalan dengan lancar, namun hal itu berbanding terbalik dengan saat ia mengerjakan tugas dari dosen untuk kuliahnya sendiri. Nah, jangan gitu yak. Manjemen waku juga hal yang diajarkan diorganisasi, oleh karena itu aplikasikanlah hal itu dengan benar, dengan mengimbangkan serta memilah mana yang menjadi prioritas. 

3. Keasyikan Kerja/Magang
Magang dolo, biar dapat pengalaman (dan duit), via news.okezone.com
Yang ini sama manfaatnya seperti yang no 2. Nyambi kerja sambil kuliah kerap dilakukan oleh para mahasiswa, baik emang karena kebutuhan finansial maupun karena passion nya begitu. Di kota-kota besar, sangat mudah bagi kita untuk menemukan tempat bekerja / magang, baik full time maupun part time bahkan freelance. Kebanyakan mahasiswa akan mengambilnya pada saat libur panjang akhir semester bagi mereka yang tidak pulang kampung. Ada juga yang mengisi waktu luang saat semester akhiiiir dimana gak ada lagi mata kuliah dan hanya fokus pada skripsi saja. Nah, kadang-kadang ni, keasyikan di tempat kerja membuat kita lupa mengerjakan skripsi, ngadep dosen, dan menyelesaikan penelitian. Apaplagi lingkungan tempat kita bekerja terasa nyaman, bos nya ok, rekan kerja yang asyik, gaji lumayan. Nah bisa-bisa ketagihan kan. Lupa sama tujuan awal kuliah. Apalagi kerja udah bisa hasilin uang untuk jajan sendiri tu. Skripsi, "hmmmmm apa itu?"

4. Dosen Pembimbing
Bimbingan paak, via www.kaskus.co.id
Kamu anak rajin dan pintar, bukan gamer, organisasi-organisasi juga bisa kamu handel, nyambi kerja juga kagak. Tapi telat lulus. Mungkin ini faktornya : dombing / dosen pembimbing. Weh jangan anggap sepele dengan faktor ini ya, dosen pembimbing memegang peranan penting dalam menentukan kelulusan kamu. Beruntung kalau kamu kuliah dikampus yang bisa memilih sendiri dosen pembimbingmu. Nah bagaimana mereka yang dosennya dipilih oleh kampus? Kalau dapat dosen yang rada sensitif, dosen yang super sibuk, dosen "bersayap" alias dosen terbang yang selalu kesana-kemari, dosen KILLER? Waduuh, ini bisa gawat kan yak. Contoh ni kamu dapat dosen yang rada sensitif :

Bimbingan hari ini antar proposal, di ruang dosen.
Kamu : "Pagi buk, ini saya antara proposal penilitian saya"
Dombing : "lhoo, makalahnya mana?"
Kamu : "bukannya proposal dulu ya buk"
Dombing : "bikin makalah dulu, nanti baru ngadep"
 Seminggu kemudian,
Kamu : "Pagi buk, ini makalahnya"
Dombing : "Lhah, proposalmu udah ACC belum?"
Kamu : "tapii buk, kema...(rin)"
Dombing "gimana kamu ini, proposal belum ACC udah bikin makalah"
Kamu : .........................................................
Oke kalau udah disituasi seperti ini, coba kamu berdiri setengah duduk bertumpu pada lutut, dan angkat kedua tanganmu. Lets pray for better future. O:)

5. Malas
Santai bro, Belanda masih jauh, via sarungpreneur.com
Naah ini, kalau kamu punya temen anak nya bukan gamer, organisasi juga gak aktif-aktif amat, magang atau part time juga kagak, dan kamu tau dosen pembimbingnya asyik. Tapi malah dia termasuk dalam kategori matelu (mahasiswa telat lulus), ini mungkin faktor yang bisa kamu simpulkan : MALAS. Gak ada yang lain sih, itu udah fix. Kata-kata maut : NTAR, merupakan kata yang kerap keluar dari moncong si pemalas ini. Kadang juga ditambahin dengan kata-kata ngeselin, 
NTAR BRO SANTAI, BELANDA MASIH JAUH 
(lo kata mau perang?). 
Dan banyak lagi alasan-alasan lain yang keluar untuk meneruskan bakat mereka, yaitu melanjutkan malas. Saking malasnya ya, pengen males-males aja mereka malas. Penyakit malas ini merupakan penyakit yang butuh tekad, niat, ikhtiar usaha yang kuat untuk menyembuhkannya. Karena sejatinya manusia itu gak ada yang bodoh, yang ada hanyalah malas dan tidak nya, itu aja sih. Nanti kalo udah sampai deadline skripsi baru deh keteteran, ya kan. 


Nah itu dia, beberapa faktor yang membuat kita jadi matelu. Mungkin ada yang mau nambah, monggo. Bagi ane, cara untuk melepaskan predikat matelu ini adalah banyak-banyak istighfar, mohon ampun pada Allah, dan tanamkan tekad dan semangat yang kuat membara, dan ingat keluarga menunggu di rumah. Dan selalu ingat, bahwa mereka tak henti-hentinya mendoakan kamu dari sana untuk masa depanmu yang lebih baik. Hargai mereka dengan membantu mewujudkan doa-doa yang keluar dari hati mereka yang tulus dan ikhlas. Okey, kalau gitu BAKAR SEMANGATNYA!!!!!!!!!!!!!!!

Monday, July 18, 2016

Pamali Itu Bernama "CACOK".

...............................................
"mak, yak nak gi Betu Kasah lok ye mak"
-bu saya jalan-jalan ke Batu Kasah dulu ya
"ngan sape yak?"
-Dengan siapa nak?
"ni he ngan kawan-kawan kelas"
-sama teman-teman sekelas bu
"oh ye lah, mbe temu mende lain sah semberong cacok ye, hati-hati"
-baiklah, jika bertemu dengan sesuatu yang "aneh" jangan sembarangan "ditegur" ya"
"ye mak"
-ya bu

....................................
Cacok merupakan bahasa Ranai yang berarti menegur atau menyebut sesuatu. Dalam kontek percakapan diatas, cacok berarti menegur atau menyebut hal-hal aneh yang terdapat disuatu tempat baru. Jika kita pergi ke suatu tempat dan ketika pulang kita terkena penyakit atau bahkan mungkin "kesasau" (kesurupan). Warga setempat mempercayai bahwa selama berada di sana kita ada melakukan perbuatan yang seharusnya tidak boleh dilakukan, sembarangan "cacok" mungkin salah satunya. Boleh percaya boleh tidak, ini merupakan mitos yang ada di wilayah Natuna, Ranai dan sekitarnya khususnya.

Jika dilihat dalam sudut pandang yang lain, memang benar jika kita mengalami sakit karena salah "cacok" ini dikarenakan gangguan makhluk-mahkluk lain penunggu daerah atau tempat tersebut. Tidak bisa kita pungkiri kan, kita memang hidup berdampingan dengan mereka, Al-quran juga sudah menjelaskan. Percayakan bahwa setiap tempat memiliki penghuni atau penunggu. Nah "mereka" di sini bertindak sebagai tuan rumah. Tuan rumah mana yang tak senang jika tempat mereka dikotori, ya kan? Nah salah cacok dan melakukan tindakan-tindakan yang tak dibenarkan merupakan hal-hal yang membuat "mereka" marah, dan imbasnya kita pun akan diganggu bahkan dibuat sakit oleh mereka. Ada pesan pesan moral dari pamali ini, yaitu dimanapun kita berada haruslah bersikap baik dan santun. Karena tak hanya kita (manusia) saja yang ada di dunia ini. Jangan merusak dan mengotori alam, serta selalu jaga keindahannya. 
Pulau Senua, dari Batu Sindu
Daerah Natuna ini dianugerahi oleh alam yang indah, air terjun, pulau-pulau, serta bebatuan pantai yang super amaziiing. Namun dibalik keindahan tempat-tempat ini, masyarakat meyakini adanya "peraturan-peraturan" tertentu ketika kita berkunjung kesana. Ada baiknya sebelum ke suatu tempat yang baru yang belum pernah kita kunjungi, kita menanyakan perihal tempat-tempat tersebut dengan orang lokal, agar tidak terjadi hal-hal tidak baik yang tidak kita inginkan. Ada beberapa cerita mengenai salah cacok yang dialami oleh beberapa teman dekat saya, juga yang diceritakan oleh teman-teman lain. Ada yang pulang langsung demam tinggi, ada juga yang kram kaki, badan tidak bisa bergerak, dan lain-lain.
What is on your mind?
Contohnya seperti ini, ada mitos yang tersebar di Ranai, jika kita pergi ke pulau Senoa lalu bertemu dengan tikus disana, nah jangan sembarang "cacok", jangan menunjukan dan bilang "eh ada tikus" atau yang lain sebagainya. Masyarakat percaya bahwa itu adalah penunggu pulau yang jika kita bertemu dengannya maka panggillah dengan sebutan "Cik Karim". Ada lagi mitos di daerah Bunguran Timur Laut, tentang sebuah sungai namun dihidupi oleh ikan-ikan laut. Sebuah anomali atau fenomena yang tak biasa memang, namun jangan kita "cacok" sembarangan, atau mungkin memancingnya di sungai tersebut. Bisa jadi anda akan terserang penyakit atau hal lain. Juga jika kalian ketempat baru, lalu melihat ada batu yang meyerupai sesuatu (binatang atau semacamnya), sebaiknya diam dan ada baiknya tanya dulu dengan warga setempat. Dan banyak lagi tempat-tempat lainnya.

Percaya tak percaya, namun semua kembali kepada diri masing-masing. Percaya bahwa kita hidup berdampingan dengan "mereka" itu tidaklah masalah, namun kepercayaan dan keimanan hakiki tetaplah hanya pada Allah Ta'ala saja.

Ingat, sah asal cacok ye.

Tulisan Perantau : Sangkimah, Desa Kecil di Tengah Ratusan Sumur Minyak Tua

Untuk yang kesekian kalinya, saya kembali ditugaskan dalam rangka perjalanan dinas kerja. Kali ini tempat yang dituju adalah Sangatta. Tugas kerja rencana hanya beberapa hari saja, namun ketika akan pulang, ada perintah mendadak untuk melanjutkan pekerjaan disini hingga 3 bulan! Wadaww. Mantap kan. Sempat bingung karena belum ada persiapan, sehingga akhirnya setelah koordinasi dengan teman lain, saya ijin ke Balikpapan sebentar untuk mengurusi beberapa keperluan. Dan kembali ke Sangatta beberapa hari setelahnya. 

Gerbang Desa
Kota Sangatta merupakan ibukota Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, letaknya dibagian utara dari Provinsi yang kaya akan hasil bumi ini. Dan Kutai Timur juga merupakan salah satu penghasil bumi tersebut, ada tambang dan migas. Nah tempat yang kerja saya kali ini adalah di Desa Sangkimah, sebuah desa terpencil dibagian selatan Kota Sangatta. Merupakan bagian dari kecamatan Sangatta Selatan. Perjalanan dari Balikpapan memakan waktu kurang lebih 8 jam dengan biaya jasa travel 250rb. 
Desa Sangkimah, desa kecil dengan ratusan sumur-sumur minyak tua peninggalan Belanda. Desa Sangkimah, desa kecil dibelantara Borneo dengan hasil bumi yang luar biasa.
Salah Satu Jalan menuju Desa
Desa Sangkimah terbilang jauh dari Kota, dan hanya satu jasa travel saja yang mau mengantarkan hingga masuk sampai ke Desa, -mungkin saking terpelosoknya tempat ini- :D. Ketika sudah sampai, kita akan disuguhi oleh pemandangan khas desa namun dengan tambahan sedikit "kota". Ya, ada beberapa fasilitas "kota" ditempat ini, karena disini terdapat komplek perumahan perusahaan plat merah yang mengelola sumur-sumur minyak di Kutai Timur. Di dalam komplek terdapat sarana olahraga seperti lapangan tennis, sepak bola, bola voli, basket, golf, badminton, dan tempat hiburan, serta taman. Di seberang komplek terdapat deretan rumah-rumah penduduk Desa Sangkimah, yang terdiri dari orang lokal dan pendatang dari Jawa dan Sulawesi.

Sekitar 2 minggu saya bertugas disana. Waktu yang bagi saya kurang cukup untuk menikmati tempat baru. Alhamdulillah tempat tinggal sudah disediakan. Kami tinggal dikomplek perumahan yang memang kosong, jadi daripada tak dihuni, pihak perusahaan mengizinkan rumah tersebut untuk ditempati. Lokasinya juga lumayan nyaman karena dekat dengan masjid komplek. Tempat makan juga tak terlalu jauh, terletak di rumah-rumah penduduk di seberang komplek. Dan kalau sore hari, banyak yang menjual takjil (saya bertugas disana pada saat Ramadhan) sebagai hidangan untuk berbuka puasa.
Desa Sangkimah
Waktu-waktu kosong saya isi dengan berjalan melihat-lihat komplek dan desa. Di dalam komplek banyak perumahan-perumahan yang kosong tak ada yang menempati. Padahal rata-rata karyawan perusahaan ini adalah orang luar. Fasilitas olahraganya juga sepi, hanya satu dua orang yang bermain tennis ketika sore, lapangan golf sekarang juga sudah diisini oleh sapi-sapi warga karena sudah lama tak pernah ada yang main. Ohya, fyi, desa Sangkimah ini memiliki lapangan terbang ternyata. Mungkin lapangan terbang milik perusahaan yang sekarang sudah tak beroperasi lagi. Terakhir operasi pada tahun 1991 seperti kata pekerja setempat. Hmmmm, dari situ saya menarik kesimpulan bahwa Desa Sangkimah ini pernah benar-benar "bersinar" pada masa jaya nya, yaitu ketika harga minyak sedang tinggi-tingginya dikurun waktu 1970-1990an. Namun sekarang, akibat harga minyak yang cenderung turun banyak dampak yang terjadi, banyak lah pokoknya ya. :D

Disini yang saya tahu terdapat dua buah masjid. Masjid Komplek perusahaan dan Masjid di Desa. Saya biasa bertarawih di masjid komplek, tarawih dengan 8 rakaat yang dimulai setelah tausiyah ba'da isya. Namun hal yang berbeda ketika saya tarawih di masjid desa, tausiyah / ceramah malam ramadhan dilakukan diantara shalat tarawih dan shalat witir. Ini pertama kali saya alami. Unik memang, alhamdulillah satu pengalaman bertambah ketika merantau ini. :) 
Salah Satu alternatif jalan ke Pantai Teluk Lombok
Kami ke Kota hanya sesekali, sesuai kebutuhan. Untuk mengambil uang di ATM misalnya, atau untuk berbelanja kebutuhan hari-hari di supermarket. Karena jarak desa ke kota jauh dan jalan yang kurang bagus membuat kami berfikir dua kali untuk ke kota. Namun seperti kebanyakan daerah penghasil di tempat lain, Kota Sangatta yang merupakan ibukota Kabupaten ini tidaklah merupakan suatu kota besar. Jangan harap menemukan fasilitas-fasilitas yang terdapat di kota besar jika anda kesini. Hanya ada pusat belanja kecil, Sangatta Town Square namanya. Dan beberapa supermarket-supermarket.
Bekas Lapangan Golf yang Beralih Fungsi
Untuk biaya hidup, khas dengan harga daerah KalTim, agak sedikit menguras saku. Tidak jauh beda biaya makan di Desa Sangkimah dan Kota Sangatta ini, yakni berkisar 25rban untuk sekali makan. Di Desa Sangkimah sendiri hanya terdapat beberapa tempat makan. Jadi pendatang sepertinya akan sedikit sulit untuk menemukan variasi makanan disini. Untuk fasilitas pendidikan, di Desa Sangkimah terdapat TK, SD dan SMP. Untuk tingkat SMA, para orang tua harus merelakan anaknya bersekolah diluar Desa. Dan tempat rekreasi terdekat adalah bekas lapangan golf yang sudah menjadi meja makan luas untuk ternak sapi. Dan tak jauh dari desa terdapat pantai Teluk Lombok, yang merupakan wisata andalan Sangatta.

Cukup dulu untuk cerita perantau kali ini, sampai bertemu di lain cerita dan lain tempat. :D