Tuesday, November 1, 2016

Tulisan Perantau : Masjid Al-Abrar, istana megah di Belantara Borneo

Kalau kalian mencari masjid Al-Abrar via google map dan yang keluar adalah gambar di bawah ini : 
Lokasi Masjid Al-Abrar menurut gugel mep
 Plis, it's a trap! Jangan ikuti.

Kebisaan saya saat berada ditempat baru adalah mencari sesuatu yang khas. Ntah itu tempat wisata, ikonnya, dan tempat ibadahnya. Nah setelah beberapa hari berada di Tanjung, saya menemukan banyak masjid, yang menandakan negeri ini dihuni oleh mayoritas muslim. Kemudian sejenak berfikir, tempat ini tentunya punya Masjid Agung / Islamic Center seperti ditempat-tempat lain. Nah iseng-iseng cek gambar di mbah gugel : "masjid agung Tanjung", maka yang keluar dari koreksi di gugel adalah Masjid Al-Abrar, pencet search maka yang keluar adalah suatu bangunan megah berwarna putih dengan beberapa menaranya. Foto-foto indah hasil jepretan para fotograper itu membuat saya segera ingin kesana dan juga mengabadikannya.

Karena baru berada ditempat ini, gugel mep lah yang bisa ditanyai. Searching nama, dan keluar peta seperti gambar diatas itu, yah its a trap, dan akan saya ceritakan disini. Setelah mengikuti persis alur yang ditunjukkan oleh peta, kami sudah berada diluar kota, masuk perkampungan dengan jalan setapak ditemani kebun karet kiri dan kanan. Awalnya kami sama sekali tidak curiga, apalagi di salah satu artikel mengatakan bahwa masjid ini terletak di tengah-tengah hutan Kalimantan. Namun setelah ditelusuri lanjut, masjid yang dicari tak kunjung ditemukan. Putus asa, kami berbalik arah, karena saat itu waktu ashar juga sudah dekat, dalam perjalanan pulang, kami bertemu penduduk kampung setempat dan menanyakan lokasi Masjid Agung ini, dan jawabanya adalah ; "jauuuh mas e, dekat Maburai", dengan logat khas Tanjung nya.
Masjid Al-Abrar

Merasa sudah fix salah, kami melanjutkan perjalanan pulang, istirahat ashar dimasjid Raya Tanjung "Ash-Shiraatal Mustaqiem" yang terletak ditengah kota, dengan harapan bisa bertanya pada orang-orang disana nantinya. Setelah ashar, ditempat parkir, saya bertanya pada seorang yang parkir nya bersebalahan dengan motor kami, dia menunjukkan detail jalannya, dan dengan baiknya dia bersedia mengantarkan kami kesana. Wau, mantap kan.
Lokasi yang benar
Perjalanan dari Masjid Kota ke Masjid Agung agak jauh memang, melewati jalan utama, Jl. Ir. PH. Moch Noor hingga bertemu Tugu Obor Tanjung, lalu belok ke kanan atau ke arah Banjarmasin, jalan Ahmad Yani lurus terus sekitar 3-5 km, kemudian ada pertigaan dan belok kiri, nah disanalah masjid agung yang ada di gugel imej itu berada. Megah memang. Dan memang juga berada "ditengah-tengah hutan". Sepertinya lahan ini baru dibuka, dan akan dibangun beberapa kantor atau yang lainnya sebagai sarana penunjang daerah. Saya kembali melihat gugel mep, jauh sekali jarak antara yang ditunjukkan dengan yang aslinya, apa mungkin si mbah ini salah? atau memang ada masjid Al-Abrar juga disana? Hmmm. Wes ah, udah sampai ini, ya kan.
Masjid Al-Abrar Tanjung Tabalong
Namanya Masjid Al-Abrar. Masjid kebanggaan warga Tanjung kabupaten Tabalong. Al-Abrar berarti golongan yang suka melakkan kebajikan kepada Allah Ta'ala. Bangunan yang dilapisi cat berwarna putih ini semakin menunjukkan nilai-nilai islam yang suci, dihiasi oleh 7 menara yang menjulang, serta bentuk kubahnya yang khas, kubah terbalik, seperti parabola. Unik, elegan, dan menawan.
Masjid Al-Abrar
Ohya, saya akan kenalkan seorang yang menunjukkan bahkan menyempatkan waktunya untuk mengantarkan kami disini. Namanya Jali, masih bersekolah di SMA N 2 Tanjung, saya lupa jurusannya. Yah setidaknya pahlawan kami untuk hari ini, membantu menjawab rasa penasaran akan indahnya Islamic Center Kabupaten Tabalong yang sebelumnya hanya kami lihat di gugel imej saja. Juga meredam letih dan amarah akibat ditipu-tipu oleh gugel mep. Emang dah kata lagu kan, "Bang Jali.... Bang Jali.... Orangnya bikin hepi, bukak sitik, joss!!!"
Masjid Al-Abrar Tanjung
Oke, balik ke Islamic Center ya. Nama kompleknya adalah Islamic Center Darul Napis Tabalong, dibangun oleh raksasa tambang batubara, PT Adaro Indonesia sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan diresmikan pada Agustus 2012. Pembangunan ini sejalan dengan visi Kabupaten Tabalong : Mewujudkan Masyarakat Agamis dan Mandiri Secara Intelektual". Masjid Al-Abrar yang merupakan bagian dari Islamic Center ini dapat menampung hingga 3.500 jemaah. Kubah terbalik dibagian atas masjid menyimbolkan tangan yang menengadah berdoa kepada Allah Ta'ala. Selain masjid, komplek ini juga terdapat bangunan-bangunan lain seperti gedung pertemuan, miniatur Ka'bah dan miniatur perjalanan Sa'i dari Shafa ke Marwah, jelas sekali ini diperuntukkan untuk para calon jemaah haji yang akan melakukan ibadah ke tanah suci, ada juga komplek perumahan, perpustakaan, kantor dan auditorium.
Bentuk Kubah terbalik yang Khas membuat Masjid ini beda dari masjid-masjid besar yang lain
Saya memutari masjid, sambil mengambil beberapa gambar. Sayangnya tidak boleh mengambil gambar di dalam masjid (ada tulisannya gitu). Meskipun tidak terlihat penjaga masjid dan juga pengurus masjid disini. Tapi namanya peraturan ya kan, tetap saja saya tidak mengambil gambar didalam. Alhasil gambar-gambar saya ambil dari luar saja.
Miniatur Kabah
Disore hari, biasanya setelah ashar, Masjid ini ramai dikunjungi oleh warga, untuk bersantai, berfoto, sembari menunggu waktu magrib pikirku. Taman Masjid yang indah juga kerap dijadikan tempat foto pre-wedding bagi para calon pengantin. Setelah merasa puas, meskipun minim informasi untuk menanyakan hal yang lebih detail lagi, kami memutuskan untuk pulang, dan berpisah dengan bang Jali yang sudah menemani kami tadi. See you next time, bro!
Miniatur Kabah, Islamic Center Darul Napis Tabalong


Sumber :
Singgahkemasjid.blogspot.co.id
metrotvnews.com

Monday, October 31, 2016

WisKul @Jogja : Icip-icip Pizza murmer neng IBARBO

Bicara tentang Jogja, tanpa menyertai kulinernya? itu sama kaya apa ya? ya itulah pokoknya ya. Nggak lengkap. Ngomongin tentang Jogja, bukan hanya semua sudut kota yang romantis aja, kata pak Anis. Namun harus libatkan juga ribuan macam kuliner karya pengusaha-pengusaha muda bidang "perut" ini. 
Daftar menuuuu.
Nah, mumpung lagi di Jogja (lagi) ni. Kesempatan ini tak akan saya lewatkan. (padahal dulu, kuliah disini gak kepikiran euy, nasiiib). Berawal dari perut yang tiba-tiba demo minta pizza. Mau yang itu tu, tapi mahalnya minta ampun. Jadi kita surfing-surfing neng instagram pake hastag apa gitu, lupa. Akhirnya nemu tempat yang pas, namanya IBARBO coy.. Mumpung dekat, langsuung capcus.

Ibarbo Jogja
IBARBO berlokasi di jalan Nologaten, Depok, Yogyakarta. Kalo dari Seturan, silahkan menuju ke Selokan Mataram, setelah bertemu perempatan OB, teruslah ke selatan, sekitar 200 meter di barat jalan ketemu deh sama tempat ini. Gampang nyarinya, Bangunan khas dari kontainer, berwarna kuning yang dimodifikasi sedemikian rupa, disulap jadi tempat nongkrong yang apik tenan.
Pizza nya Ibarbo ni broooo
Bangunannya khas dari kontainer dengan warna kuning. Logonya juga keren, orang berotot gitu, nyambung dikit sama namanya IBARBO, barbo, barbo, barbel, barbel orang berotot, ya itu lah ya, #cocoklogi. Menu andalannya adalah beragam jenis pizza dengan harga mulai dari 20k. Pizza nya dengan beragam toping loh. 
Pizza dengan harga 20k udah + mozzarela dan saus (tomato, chocolate, dan white saus). Toping yang tersedia juga beragam, beragam rasa dan beragam harga. Pilihan topingnya mulai dari ayam, telur, sosis, jamur, bawang, nanas, oreo, meses sampe keju chedar, ada 18 toping yang bisa kamu pilih sesuai dengan keinginan perut dengan harga mulai dari 3k. Saya sih karena suka coklat dan keju jadi pesan 2 pizza dengan toping keju dan meses + oreo gitu. Dan emang gak salah pesen, rasanya sampe nempel dihati, lebay.
Terus, menu lainnya yang harus kamu coba adalah nasi lidah sapi dengan harga mulai dari 19k, rasanya pedes-pedes ngangeni kaya Jogja, hmmmm, maknyoss. Harganya mahasiswa banget lah ya. yuuk bos monggo mampir.
Ibarbo Jogja

more info : 
instagram @ibarbo.jogja
https://twitter.com/ibarbo_jogja