Monday, October 13, 2014

Saudara-Saudara Kabupaten Natuna

Logo Daerah Kabupaten Natuna

Tanggal 12 Oktober kemarin merupakan hari jadi Kabupaten Natuna yang 15, memang tak sadar sudah 15 tahun saja Kabupaten ini berdiri. Kabupaten Natuna berdiri sesuai dengan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 1999. tapi tahukan anda, ternyata tak hanya Natuna saja yang lahir pada tanggal 12 Oktober 1999 ini, ternyata Kabupaten ini mempunyai banyak "saudara kembar", satu contoh saja adalah Kabupaten Karimun. dan masih banyak lagi Kabupaten-kabupaten lain yang dibentuk pada tanggal, bulan dan tahun yang sama dengan Natuna, sesuai dengan Undang-Undang tersebut tentunya :

joooom lah kite tengok.


1. Kabupaten Karimun (Kepulauan Riau)
Logo Daerah Kabupaten Karimun
Saudara Kembar Kabupaten Natuna yang pertama (juga yang terdekat) adalah Kabupaten Karimun, Kabupaten ini masih berada dalam naungan Provinsi Kepulauan Riau, sama seperti Natuna. Kabupaten ini dimekarkan bersamaan dengan Kabupaten Natuna dari Kabupaten induknya adalah Kabupaten Kepulauan Riau (sekarang Kabupaten Bintan). Karimun memiliki lokasi yang sangat strategis, berbatasan dengan Pulau Batam disebelah Timur, Malaysia dan Singapura di sebelah Utara, Kabupaten Lingga di sebelah selatan dan Provinsi Riau di sebelah barat.
Ibu kota Kabupaten Karimun terletak di Tanjung Balai Karimun. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 7.984 km², dengan luas daratan 1.524 km² dan luas lautan 6.460 km². Kabupaten Karimun terdiri dari 198 pulau dengan 67 diantaranya berpenghuni.
web : www.kab-karimun.go.id

2. Kota Batam (Kepulauan Riau)
Logo Kota Batam
Meskipun sudah dikenal sejak lama, ternyata Pembentukan Kota Batam secara resmi juga melalui UU no 53 tahun 1999. Kota Batam merupakan pengembangan dari Kota Madya Batam di daerah Tingkat 1 Riau, (tahun 1999 saat UU ini dikeluarkan, Batam, Natuna, Karimun dan Kepulauan Riau masih dibawah Provinsi  Riau).
web : batamkota.go.id/

3. Kabupaten Siak (Riau)
Logo Kabupaten Siak
Kabupaten Siak berada di Provinsi Riau, Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, bersamaan dengan Kabupaten Rokan Hilir. Ibukotanya terletak di Siak Sri Indrapura. Diawal Pemerintahan Republik Indonesia, Kabupaten Siak ini merupakan Wilayah Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak. Barulah pada tahun 1999 berubah menjadi Kabupaten Siak
web : www.siakkab.go.id/

4. Kabupaten Rokan Hilir (Riau)
Logo Kabupaten Rokan Hilir
Awal mula Rokan Hilir dibentuk dari tiga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah Putih. Negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Kerajaan Siak. Distrik pertama didirikan Belanda di Tanah Putih pada saat menduduki daerah ini pada tahun 1980. Setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Cina berkembang pesat, maka Belanda memindahkan Pemerintahan Kontroleur-nya ke Kota Bagansiapiapi pada tahun 1901. Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap dikota Bagansiapiapi guna mengimbangi pelabuhan lainya di Selat Malaka hingga Perang Dunia Pertama usai. Setelah kemerdekaan Indonesia, Rokan Hilir digabungkan kedalam Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. 
Bekas wilayah kewedanaan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanah Putih, Kubu dan Bangko serta kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Kabupaten Baru dari pemekaran Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau sesuai dengan Undang-undang Nomor 53 tahun 1999. Selanjutnya dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2008 ditetapkan Bagansiapiapi sebagai Ibukota Kabupaten Rokan Hilir.
web : http://www.rohilkab.go.id

5. Kabupaten Rokan Hulu (Riau)
Logo Kabupaten Rokan Hulu
Dahulunya daerah Rokan Hulu dikenal dengan nama Rantau Rokan atau Luhak Rokan Hulu, karena daerah ini merupakan tempat rantauan suku Minangkabau yang ada di Sumatera Barat, Rokan Hulu pada saat ini juga diistilah kan sebagai "Teratak Air Hitam" yaitu Rantau Timur Minangkabau di sekitar daerah Kampar sekarang. Kabupaten Rokan Hulu berada di Provinsi Riau, Kabupaten ini dimekarkan dari Kabupaten Kampar. Ibukota Kabupaten ini terletak di Pasir Pangaraian.
Sumber :
http://www.riaudailyphoto.com
www.rokanhulukab.go.id

6. Kabupaten Pelalawan (Riau)
Logo Kabupaten Pelalawan
Berawal dari nama sebuah kerajaan yaitu Kerajaan Pelalawan yang cukup maju dan memberikan peranan penting dalam perkembangan perekonomian di sepanjang aliran sungai Kampar dan Pesisir Timur Sumatera dahulunya, maka tidaklah berlebihan jika tokoh masyarakat yang ada di diwilayah Kampar hilir dan sekitarnya mengabadikan nama kerajaan tersebut menjadi nama salah satu Kabupaten yang terbentuk dari pemekaran wilayah Kabupaten Kampar ini. Dengan disahkan Undang-undang Nomor 53 tahun 1999, maka mulai tanggal 12 Oktober 1999 resmilah Kabupaten Pelalawan memisahkan diri dari Kabupaten Kampar dan merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Propinsi Riau dan beribukota di Pangkalan Kerinci.
Sumber :
http://www.pelalawantourism.com
www.pelalawankab.go.id/

7. Kabupaten Kuantan Singingi (Riau)
Logo Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Kuantan Singingi pada awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Indragiri Hulu, namun setelah dikeluarkannya Undang-undang Nomor 53 tahun 1999, Kabupaten Indragiri Hulu dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten yaitu Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi dengan Ibu Kotanya berkedudukan di Teluk Kuantan. 
www.kuansing.go.id

Dahulunya, daerah Rokan Hulu dikenal dengan nama Rantau Rokan atau Luhak Rokan Hulu, karena merupakan daerah tempat perantauan suku Minangkabau yang ada di daerah Sumatera Barat. Rokan Hulu pada masa ini juga diistilahkan sebagai ‘Teratak Air Hitam’ yakni Rantau Timur Minangkabau di sekitar daerah Kampar sekarang. - See more at: http://www.riaudailyphoto.com/2013/03/profil-kabupaten-rokan-hulu.html#sthash.wbgrmwwG.dpuf

15 Tahun Kabupaten Natuna


Bismillahirrahmaani rrohiim.

Kabupaten Natuna dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999. Dan pada tanggal 12 Oktober 1999 secara resmi lahirlah Kabupaten yang memiliki Sumber Daya Alama terbesar di Asia Tenggara ini, mungkin itu merupakan salah satu alasan sebuah kecamatan kecil diujung Utara Indonesia ini bertransformasi menjadi Kabupaten. Yak, tepat pada tanggal 12 Oktober 2014 (kemarin) merupakan hari jadi Kabupaten Natuna yang ke 15. 15 tahun. 

15 Tahun, bagi manusia merupakan usia dimana seseorang sedang "panas-panas" nya mencari tahu "SIAPA AKU?" berbagai macam tindak tanduk kelakuan dibuat hingga akhirnya menemukan suatu yang pas pada dirinya yang ia "tetapkan" sendiri sebagai dirinya. Usia remaja, remaja labil kata orang sekarang. namun bagi suatu Kabupaten, 15 tahun adalah waktu yang cukup matang untuk membuktikan mengapa ia layak menjadi kabupaten. Melalui pencapaian-pencapaian yang dilandaskan dengan Tujuan dan Cita-cita asal mula kabupaten ini terbentuk.

namun sayang, hal ini belum aku lihat di kabupaten dimana aku dilahirkan. miris, sedih memang. Kabupaten yang terletak di Ujung Utara Indonesia dan memiliki 154 gugusan pulau dan tak sampai 20% saja pulau yang dihuni oleh manusia. terlalu jauh jika melihat ke pelosok-pelosok kecamatan. mari kita "menilik" ke pulau terbesar sekaligus memiliki penduduk terbanyak di Kabupaten ini. tidak ada pembangunan yang berarti. Tidak seperti pembangunan yang seharusnya dimiliki oleh sebuah Kabupaten yang berusia 15 tahun. sangat tidak sinkron dengan nilai APBD Kabupaten ini yang katanya sekianan TRILIUN. kenapa? siapa yang salah?
Jika dibandingkan dengan "saudara kembarnya", Kabupaten Karimun. aaah, terlalu banyak malu yang dikeluarkan jika Natuna dibandingkan dengan Karimun. 

15 tahun Natuna :
Lapangan Kerja belum tersedia dengan layak, membuat paradigma rakyat Natuna tertuju pada satu profesi pekerjaan : PNS.
Pengangguran masih tinggi.
Pelayanan publik : hhhmmmmm coba saja pergi ke kantor-kantor pemerintahan disana, dan rasakan "pelayanannya"

Sumber Daya Alam : seperti yang sudah saya nyatakan sebelumnya, bahwa Natuna memiliki cadangan sumber daya alam (hidrokarbon) terbesar se Asia Tenggara. Tapi apa, sampai saat ini belum ada kelihatan hasil.

Saya bercerita, saat saya pertama kali menginjakkan kaki di tanah Jawa, dan memperkenalkan diri saya. ketika saya bilang Natuna, memang sebagian orang tidak mengerti. Namun bagi mereka yang mengerti jelas sekali tampak raut muka terkejut dan terkagum-kagum, hampir sama semua kata-kata pertama yang kekluar dari mulut mereka "WAH, ITU DAERAH KAYA.!!", aku hanya tersenyum dan menjawab dalam hati, "MEMANG, KAYA ALAMNYA, TIDAK BAGI PENDUDUKNYA".
Begitulah, orang-orang luar selalu menganggap Natuna beserta penduduknya makmur. memang begitu harapannya, namun harapan hanya harapan, dan belum menjadi kenyataan.

Tapi yang jelas, Natuna tetaplah kampung halaman yang aku juga mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkannya, semoga 15 tahun Natuna ini bisa menjadi renungan bagi kita semua untuk membuat Kabupaten Natuna menjadi seperti yang diinginkan. minimal NATUNA MAS 2020.

SELAMAT ULANG TAHUN KE 15 KABUPATEN NATUNA, 
TETAPLAH SAKTI,
TERUSLAH BERTUAH,
NATUNA LAWA.!!!!!!!!!!!!!