Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Thursday, June 6, 2024

Sejarah Perminyakan di Bumi Lambung Mangkurat

Sudah lama kiranya aku tak menulis. Ku akui semangat ini menurun beberapa waktu terakhir. Banyak hal-hal dan informasi yang tertinggal. Namun setelah mengumpulkan niat dan membulatkan tekad, sekarang mari kita lanjutkan lagi berbagi ilmu ini. Kali ini kita lanjut dengan sejarah penemuan migas di bumi Lambung Mangkurat: Kalimantan Selatan. Yap, jom!

Kalimantan Selatan yang biasa disingkat dengan Kalsel merupakan sebuah provinsi yang terletak di Pulau Kalimantan / Borneo. Meski menyandang predikat provinsi dengan luas terkecil di Kalimantan (38.744,23 km2), Kalsel merupakan salah satu provinsi tertua di Kalimantan. Ia berdiri pada tahun 1950 setelah sebelumnya merupakan 1 dari 3 keresidenan di Provinsi Borneo. 

Sebagai salah satu pulau besar di dunia, Kalimantan memiliki berbagai macam sumber daya alam yang dikandungnya. Mulai dari permukaan tanah berupa air, dan ribuan jenis tanaman dan hewan, hingga sampai ke perut bumi yang berisi emas, batubara hingga migas.

Menara pengeboran minyak di Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong. (PERTAMINA)

Sejarah perminyakan di Bumi Lambung Mangkurat -julukan Kalsel- ini bermula di suatu tempat bernama Murung Pudak yang menjadi bagian dari wilayah administratif Kabupaten Tabalong saat ini. Di suatu tempat bernama Warukin, pada tahun 1898, perusahaan Belanda bernama Mijn Bouw Maattschappij Martapoera mulai mencari minyak di daerah tersebut, namun belum menemukan hasil yang memuaskan.

Pada tahun 1912, eksplorasi migas dilakukan oleh lagi perusahaan migas Belanda lainnya yang bernama Dortsche Petroleum Maattschappic. Karena keterbatasan sesuatu dan lain hal, pada tahun 1930 Dortsche Petroleum Maatschappic tak mampu bekerja untuk mengeksplorasi migas di daerah tersebut hingga akhirnya memilih bergabung dengan NV BPM (Bataafsche Petroleum Maattschappic), perusahaan minyak yang berhasil mengeksplorasi wilayah Kalimantan Timur.

BPM adalah sebuah perusahaan afiliasi dari Royal Dutch Shell yang mengkhususkan kegiatannya pada eksploitasi dan produksi, sedangkan Royal Dutch Shell sendiri merupakan merger dari dua perusahaan yaitu Royal Petroleum Company (De Koninklijke Nederlandsche Petroleum Maatschappij) dengan Shell Transport and Trading Company pada tahun 1907. Untuk kegiatan pemasaran dilakukan oleh perusahaan afiliasi BPM yaitu Asiatic Petroleum sedangkan untuk transportasi ditangani oleh perusahaan afiliasi BPM yang lain yaitu Anglo Saxon Petroleum Company. BPM pada saat itu memiliki wilayah konsesi minyak di Sumatera Utara (Telaga Said & Perlak), Kalimantan (Sanga sanga, Balikpapan, Tarakan, Samboja, Bunyu dan Tanjung), serta Jawa (Cepu). Selain menangani operasional dan produksi, BPM juga memiliki unit kerja yang lain yaitu instalasi pipa-pipa penyalur serta operasional pengolahan berupa kilang-kilang penyulingan minyak bumi. Pada rentang waktu tahun 1930 – 1939 di bawah pengelolaan BPM, di daerah Tabalong ditemukan pula sumur-sumur minyak yang lain yaitu lapangan Warukin, lapangan Dahor dan lapangan Kambitin.
Wilayah Murung Pudak (Kabupaten Tabalong saat ini)

Di Murung Pudak, BPM aktif mengeksplorasi hidkrokarbon. Hingga akhirnya mereka menemukan struktur minyak di daerah Tanjung Tabalong (1934), Warukin Tengah (1937) dan Kambitin (1939). Pencarian tersebut terus dilakukan hingga tahun 1940 meski tak sempat diproduksi dalam skala besar karena pecahnya perang dunia II saat itu.

Pada tahun 1942, di saat wilayah Nusantara dikuasai Jepang. Pencarian migas di Murung Pudak-Tanjung dilakukan oleh Jepang. Dengan segala sisa yang ada, Jepang kembali mengeksplorasi migas yang pernah dilakukan oleh BPM tersebut. Usaha Jepang ini dilakukan untuk mensuplai kebutuhan energi guna mendukung perang Asia Timur Raya yang sedang bergejolak.

Jejak Jepang dalam pencarian migas di wilayah Murung Pudak-Tanjung tak berlangsung lama. Setelah kalah pada perang tahun 1945, secara otomotatis semua kegiatan ke-Jepang-an di Nusantara juga ikut terhenti. 

Setelah lama terhenti, kegiatan migas di Murung Pudak ini kembali aktif pada sekitar tahun 1957-1958. Perusahaan BPM kembali mendapat kepercayaan untuk mencari sang "emas hitam" tersebut. Karena perkembangannya yang cukup signifikan. BPM membangun jaringan pipa penyalur sepanjang lebih dari 200 km menembus gunung dan hutan belantara dari Tanjung menuju Balikpapan yang memiliki kilang minyak. Jalur pipa dengan fasilitas pemompanya yang terletak di Manunggul ini selesai dibangun selama 3 tiga tahun dan selesai pada tahun 1961.

Pengelolaan minyak di Murung Pudak diambil alih oleh Royal Dutch Shell, dan mereka mencapai jayanya pada tahun 1963 dengan angka produksi 46.800 bopd. Namun kiprah perusahaan tersebut tak lama. Ia berakhir pada nasionalisasi perusahaan. Semuanya diserahkan pada PN Permina yang dipimpin Letjend Dr. Ibnu Sutowo pada tahun 1965 yang selanjutnya menjadi Pertamina pada tahun 1968.

Usaha eksplorasi minyak di wilayah Kalimantan Selatan terus berlanjut di era Pertamina. Lapangan-lapangan baru ditemukan, produksi ditingkatkan. Situs Tapian Timur ditemukan tahun 1967 dan baru diproduksi tahun 1977 dan dipompakan langsung ke Balikpapan. Situs Kambitin yang semula juga terkendala transportasi berhasil diatasi dengan membangun Test Unit dan saluran pipa yang juga dikirim ke Balikpapan. 


Minyak Tanjung Raya berasal dari jebakan cekungan Barito. Sekalipun bersumber dari cekungan yang sama, uniknya minyak Tanjung Raya bervariasi titik tuangnya (pour point). Guna meningkatkan produksi minyak Tanjung (Murung Pudak), PN Pertamina berusaha menemukan sumur-sumur minyak baru, dan menjalin kerja sama dengan perusahaan asing yang berminat mengelola minyak bumi di Tanjung (Murung Pudak).

Beberapa perusahaan asing yang menjalin kerja sama dengan PN Pertamina untuk mengelola minyak bumi di Tanjung (Murung Pudak) di antaranya adalah PT Shoutern Cross, PT Bow Valley, dan yang terakhir sampai saat ini adalah PT Talisman dari Kanada.

Pertamina mengundang Talisman Energy pada era 1990an karena keahlian mereka pada kegiatan Perolehan Minyak Tahap Lanjut / Enhanced Oil Recovery (EOR), khususnya metode waterflood (injeksi air). Hal ini menjadikan Lapangan Tanjung menjadi lapangan pertama di lingkungan Pertamina yang menerapkan EOR waterflood. Teknologi ini menaikkan produksi ke level sekitar 5.000–10.000 bopd (puncak waterflood), meski kemudian menurun lagi. Mereka juga menerapkan program hydraulic fracturing (propped hydraulic fracturing) yang membantu menjaga produksi stabil di sekitar 7.000 bopd selama beberapa tahun dan menambah cadangan recoverable.

Kerja sama pengelolaan minyak bumi di Tanjung (Murung Pudak) tersebut kemudian dikenal dengan nama JOB PTTL (Join Operating Body Pertamina Talisman Tanjung Limited).

Saat ini, PT. Pertamina terus berusaha menemukan sumur-sumur minyak baru dan menjalin kerjasama dengan perusahaan asing yang berminat mengelola minyak di bumi Tabalong.

Salah satu sumur yang di kelola Pertamina EP Tanjung (foto diambil tahun 2016)

Meskipun sudah berumur 100 tahun lebih sejak pemboran pertamanya (mature field), lapangan Tanjung saat ini masih berproduksi dan dikelola 100% oleh PT Pertamina EP Tanjung Field (Zona 9, Regional 3 Kalimantan), di bawah naungan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan bekerjasama dengan SKK Migas.



Sumber:
https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/11/04/menelusuri-tempat-bersejarah-di-kalsel-penggalian-minyak-di-murung-pudak
http://nurindarto.blogspot.com/2011/06/ladang-minyak-tabalong-1898-sekarang.html
https://hasanzainuddin.wordpress.com/2012/06/30/kota-tanjung-dengan-ratusan-subur-minyak/
https://metro7.co.id/daerah/kalimantan-selatan/tabalong/dari-tabalong-untuk-indonesia-seabad-tetesan-minyaknya-melayani-dengan-tulus-pembangunan-negeri/2020/

Thursday, March 2, 2023

Mengunjungi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Dari Sejarah Hingga Karya Fenomenal

Menjadi kebiasaan yang kubuat sendiri, bilamana ke suatu tempat minimal harus mengunjungi tempat bersejarahnya. Baik itu situs, ataupun museum. Nah kali ini, "targetnya" adalah museum di Kota Tanjungpinang: Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.

Ruang Depan Museum

Meski sering wara-wiri di Tanjungpinang, museum ini sering kali terlewatkan, ada saja kendalanya. Padahal letaknya yang berada di pusat kota seharusnya tiada alasan untuk tidak ke sini. Dulu pernah sudah sampai masuk gerbang, tapi museumnya tutup, lalu ketika museumnya buka, kitanya yang gak mood. Ya gitu deh ya.

Kemarin, dengan tekad kuat yang sudah terkumpul, akhirnya sampai juga ke museum kebanggan kota ini. Kali ini diriku tak sendiri, ada junior dan mamake yang nemenin. So, song ite explore!

Museum ini terletak di jalan Ketapang no 2 Kemboja, di dekat area pasar lama, pusat keramaian di Tanjungpinang. Lokasinya juga berdekatan dengan GOR Kaca Puri, Masjid Agung Al-Hikmah, pelabuhan penyeberangan dan kawasan wisata kota taman tepi laut.

Nama museum ini diambil dari nama Sultan yang pernah memerintah Kerajaan Riau Johor Pahang Lingga yakni Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Ia memerintah pada tahun 1722 - 1760 yang pusat kerajaannya terletak di Sungai Carang (wilayah Kota Tanjungpinang saat ini). 

Gedung dari museum ini merupakan bekas sekolah dasar masa penjajahan yang bernama Hollan Indische School (HIS) pada tahun 1918. Ia berganti nama menjadi Futsuko Gakko kala Jepang menginvasi Nusantara pada 1942-1945, lalu berganti menjadi sekolah rakjat dan menjadi SD 01 hingga tahun 2004. Atas dasar nilai sejarah yang dimilikinya, gedung ini direkomendasikan menjadi museum oleh pemerintah kala itu.

Museum ini diresmikan pada tahun 2009 oleh walikota Tanjungpinang saat itu. Dalam perjalanannya, museum ini mengalami berbagai perubahan untuk mengikuti perkembangan zaman, namun tidak menghilang nilai aslinya.

Pada bagian luar museum terdapat meriam dan miniatur gedung. Kami berfoto sejenak di liuar, sebab di ruang depan sedang ada kunjungan dari siswa-siswi sekolah. Setelah mengisi buku tamu, kami masuk ke ruangan museum. 

Ruang utama berisi beragam peninggalan sejarah, mulai dari uang logam hingga perkakas kerajaan. Pada dinding-dinding museum tersaji informasi mengenai sejarah masuknya islam di Riau juga peninggalan zaman kolonial seperti senjata dan helm perang. Terus berjalan hingga ke belakang tersaji foto-foto sejarah masa lalu dimana kunjungan kepala negara hingga foto pemimpin-pemimpin di Kota Tanjungpinang.

Koleksi teknologi tempo dulu juga menghiasi isi museum di gedung utama ini. Di bagian akhir, kita akan disusguhkan dengan manuskrip-manuskrip tua serta karya sastra fenomenal Gurindam 12 karya Raja Ali Haji yang sangat mendunia itu. 

Di sini langkahku terhenti, mencoba membaca dalam-dalam beberapa bait syair dari sang maestro ini. Decak kagum dan rasa bangga memenuhi dada, membaca syair yang sarat makna juga pesan moral yang begitu universal. Orang-orang zaman dahulu sudah sebegini luar biasanya dalam bersastra. Masya Allah. Semoga Allah merahmati Raja Ali Haji yang juga sudah dinobatkan sebagai pahlawan nasional di republik ini.

Dari gedung utama saya berjalan menuju gedung sebelah yang berisi studio. Pada saat itu saya memilih untuk tidak masuk, selain karena si junior yang sudah menunjukkan gelagat tidak betahnya, ada pengunjung lain dari sekolah yang sudah memenuhi ruangan. Asyik juga belajar dengan turun langsung ke lapangan seperti ini.

Saya bergegas menuju ruang terakhir, di ruang ini, informasi tentang kebudayaan dipamerkan. Mulai dari tenun, potret kehidupan maritim, perkakas kehidupan sehari-hari, seni tradisi, permainan tradisional, hingga gambaran pakaian dan gambaran majelis pernikahan adat melayu. Semuanya tersaji di museum kebanggaan Kota Tanjungpinang ini. Setelah kiranya sudah mengeksplor seluruh ruangan (kecuali studio), rasa penasaran saya terbayarkan, dan saya bisa kembali pulang ke Ranai dengan tenang.






Sumber :
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbkepri/jejak-sejarah-sultan-sulaiman-badrul-alamsyah-i-1722-1760/
https://gokepri.com/berwisata-sejarah-di-museum-sultan-sulaiman-badrul-alamsyah/

Sunday, February 12, 2023

Kenalan Dengan "Saudara-saudara" Tenis Lapangan

Tenis Lapangan atau yang familier disebut dengan tenis merupakan salah satu olahraga populer di dunia dengan jutaan pemain dan penggemar. Olahraga dari Prancis yang awalnya dimainkan dengan tangan ini menjadi cepat berkembang dan berinovasi sejak awal dikenalkan dan menjadi terkenal sampai seperti saat ini.
Secara garis besar, tenis adalah olahraga yang menggunakan raket dan bola sebagai medianya, lalu dimainkan di atas lapangan dengan ukuran tertentu dan dipasangkan net di tengah-tengah sebagai indikator untuk skor atau poin dalam menghitung permainan. Seiring berkembangnya waktu dan dengan berbagai inovasi, olahraga yang menggunakan raket, tempat, dan net tak hanya "milik" tenis saja, ada beberapa olahraga lain yang hampir serupa dengan tenis. Berikut ini kita bahas satu persatu saudara-saudara tenis ini, yap!


1. Tenis Meja (Table Tennis)
Tenis Meja atau biasa yang disebut pingpong merupakan salah satu olahraga populer di Indonesia. Sesuai dengan namanya, tenis meja dimainkan di atas meja berukuran panjang 274 cm, lebar meja yaitu sebesar 152,5 cm, tinggi meja dari lantai yaitu 76 cm, dan tebal garis sisi yaitu sebesar 2 cm.
Tenis meja bisa dimainkan secara tunggal maupun ganda. Permainan ini menggunakan raket yang biasa disebut dengan bet, dan bola kecil. Di Indonesia tenis meja berada di bawah organisasi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Jika mau kepo kegiatannya yang lain bisa kunjungi instagram ni di pp_ptmsi.

2. Soft Tennis (Tenis Lembut)
Soft Tennis merupakan olahraga yang dikembangkan dari tenis lapangan. Dan juga dimainkan diatas lapangan yang sama. Perbedaannya hanya pada raket, bola dan perhitungan.

Raket yang digunakan merupakan raket yang didesain khusus, meski secara kasat mata sama seperti raket tenis lapangan. Bola yang digunakan juga berbeda dengan bola tenis lapangan, bola dalam permainan soft tennis cenderung lembut (soft) dan bisa dipompa. Begitupun dengan perhitungan, jika dalam permainan tenis dihitung dengan 15, 30, 40 dan game, dalam soft tennis perhitungannya adalah 1, 2, 3 dan game.
Soft Tennis, sumber
Di Indonesia, sejauh ini belum kami temui organisasi yang membidangi Tenis Lembut (Soft Tennis) secara khusus, bisa jadi karena bermain pada lapangan yang sama, Tenis Sentuh ini masih berinduk pada organisasi Tenis yaitu PELTI dan instagramnya di tennis indonesia.

3. Touch Tennis (Tenis Sentuh)
Jika sepak bola punya futsal, maka tenis lapangan punya tenis sentuh atau touch tennis. Tenis Sentuh adalah tenis lapangan dengan versi yang kecil. Ukuran lapangan tenis sentuh adalah 12 m x 5 m untuk permainan tunggal, dan 12m x 6m untuk permainan ganda. Raket dan bola yang digunakan juga sedikit berbeda dari permainan tenis lapangan.

Tenis sentuh diciptakan oleh Rashid Ahmad pada 2002/2003 yang semula untuk menghibur putrinya di halaman rumah. Lalu akhirnya olahraga ini berkembang pesat dan dimainkan di banyak negara hingga saat ini.
Touch Tennis, sumber
Peraturan tenis sentuh juga tak jauh beda dengan tenis lapangan. Perhitungan skor 0, 15, 30, 40, game. Jika skor sama 40-40 maka diberlakukan golden point, yaitu yang mendapat poin pertama kali setelah 40-40 adalah pemenangnya. Tenis sentuh dimainkan dalam 4 game, dimana bila skor 4-4 akan dilakukan tie break.

Sama seperti tenis lembut, tenis sentuh masih bernaung di bawah organisasi Tenis yaitu PELTI dan instagramnya di tennis indonesia.

4. Skuas / Tenis Dinding
Olahraga skuas (squash) ini menurut saya merupakan olahraga unik. Tak seperti kebanyakan olahraga lain, dimana pemain akan berhadapan dengan lawannya. Namun pada skuas, pemain akan "berdampingan" dengan lawannya.

Secara umum, tenis dan skuas memiliki kesamaan yakni sama-sama dimainkan dengan menggunakan raket dan bola. Hanya saja skuas secara umum dimainkan pada lapangan berukuran kecil (9,75 m x 6,4 m) sehingga lapangan skuas biasa ditemui di pusat kebugaran dan nebeng di stadion-stadion bola.
Squash, sumber
Pemain saling berbalas memukulkan bola skuas ke sebuah sisi ruangan yang menghadap pada kedua pemain (kegiatan ini disebut rally). Hal ini terus berlangsung hingga salah seorang pemain gagal mengembalikan bola hasil pukulan lawan atau melakukan kesalahan (misalnya memukul bola hingga 'out' atau memukul bola setelah memantul lebih dari dua kali). Perhitungan pada skuas memiliki 2 sistem, yaitu sistem tradisional dan sistem Amerika. Namun pada perhitungan internasional yang digunakan adalah sistem tradisional dimana hanya pemain yang melakukan servis (orang pertama yang mulai memukul bola) yang berhak memperoleh angka jika pemain lawan gagal mengembalikan bola hasil pukulan sang pemain atau melakukan kesalahan.

Di Indonesia, olahraga skuas berada di bawah naungan PSI (Persatuan Squash Indonesia). Bisa dikepoin di akun IG nya di psi_squash_id.

5. Pickeball / Tenis Dayung
Olahraga ini merupakan salah satu olahraga baru. Ia merupakan campuran dari 3 "saudaranya" yakni tenis, bulu tangkis dan tenis meja. Pickleball dimainkan di lapangan seukuran bulu tangkis, dengan net setinggi net pada permainan tenis. Raket yang digunakan seperti bet pada permainan tenis meja namun dengan ukuran yang lebih besar. Bola yang digunakan juga didesain khusus, bola pickle ball berlubang-lubang dengan berat tertentu. Olahraga ini bisa dimainkan secara tunggal maupun ganda.
Pickleball
Meski sudah ditemui pada tahun 60an, pickleball baru masuk ke Indonesia pada tahun 2019 setelah diperkenalkan oleh Jeff Van Der Hulst, ambassador International Federation Pickleball (IFP) yang datang ke Fakutas Ilmu Keolahragaan (FIO), Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Meski tergolong baru, namun perkembangan pickleball termasuk cepat di Indonesia. Olahraga ini berada di bawah naungan Federasi Pickleball Indonesia (Indonesia Pickleball Federation).

6. Padel
Padel merupakan olahraga yang juga menggunakan raket, bola dan net. Saudara tenis satu ini juga boleh dibilang unik. Hampir sama dengan pickleball, olahraga padel menggabungkan beberapa olahraga dari saudara-saudara tuanya seperti tenis, badminton, dan skuas. Raket yang digunakan hampir sama dengan pickleball / tenis dayung, dan bola yang digunakan seperti bola tenis dengan sedikit modifikasi. Ukuran lapangan olahraga padel adalah 1/3 dari ukuran lapangan tenis biasa.
Padel
Padel dimainkan untuk permainan ganda, dan pemainnya "dikurung" di dalam tempat semacam kerangkeng tak beratap. Oleh karena itu, olahraga ini tidak mengenal istilah "out", kecuali jika bola benar-benar melambung melewati batas tinggi tembok atau kerangkeng.

Di Indonesia, olahraga padel termasuk olahraga baru, belum semua tempat memiliki fasilitas olahraga ini. Sejauh yang terpantau, baru tersedia di Jawa dan Bali. Induk dari olahraga padel adalah PPSI (Perkumpulan Padel Seluruh Indonesia), bisa dikepoin di padelindonesia.org atau di instagram ppsi.

7. Tenis Pantai / Beach Tennis
Tenis Pantai merupakan cabang dari olahraga tenis lapangan. Sesuai namanya, permainan ini dimainkan di pantai, atau paling tidak dengan lapangan berpasir sama dengan pasir pantai. Tenis lapangan adalah bulu tangkis yang menggunakan bola tenis. Artinya permainannya mirip bulu tangkis, dimana bola tidak boleh menyentuh tanah sebagaimana permainan tenis pada umumnya.
Tenis Pantai
Raket dan bola yang digunakan juga sedikit berbeda dari tenis. Raket tenis pantai menyamai padel dan pickleball, dan bola yang digunakan juga merupakan bola khusus. Di Indonesia, tenis pantai belum begitu populer. Olahraga ini masih berinduk pada organisasi Tenis yaitu PELTI dan instagramnya di tennis indonesia.

8. Royal Tennis / Tenis Kerajaan
Royal Tennis, atau beberapa yang lain menyebut Real Tennis merupakan cikal dari tenis modern saat ini. Sesuai namanya, Royal Tennis dimainkan oleh para bangsawan, dan ini berlaku pada awal mula tenis berkembang.
Royal Tennis, sumber
Royal tenis dimainkan di dalam ruangan, lapangan berukuran panjang dan tidak memiliki garis tepi, karena garis tepinya adalah dinding. Raket yang digunakan memiliki diameter kepala raket yang lebih kecil dari raket tenis modern. Saat ini lapangan indoor untuk Royal Tennis masih tersedia di Inggris.

9. Sphairistike
Olahraga ini merupakan salah satu cikal bakal tenis lapangan saat ini. Sphairistike diciptakan oleh Mayor Walter Wingfield. Ia merupakan seseorang yang berjasa dalam perkembangan tenis masa lalu. Sphairistike dimainkan di lapangan yang berbentuk jam pasir, atau bentuk trapesium, bisa dimainkan secara tunggal maupun ganda.
Sphairistike
Permainan ini juga menggunakan raket, bola, dan net sebagai medianya. Kami belum mengetahui apakah olahraga yang menjadi "bapak" dari tenis modern ini masih eksis atau tidak.

10. Bulu Tangkis
Bulu Tangkis atau Badminton merupakan salah satu olahraga populer di dunia. Terlebih di Indonesia, olahraga ini begitu mendapat tempat di hati masyarakat, sebab Indonesia memiliki segudang atlet badminton yang banyak mengahrumkan bangsa.
Badminton, sumber
Badminton dimainkan dalam lapangan berukuran 13.40 meter x 6.10 meter, menggunakan raket dan bola yang disebut kok (shuttlecock). Tak seperti saudara-saudaranya yang lain, net pada permainan badminton "menggantung" di udara dan tidak menjejaki lantai lapangan.

Di Indonesia, bulu tangkis berada di bawah organisasi induk PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan bisa juga dikepoin IG nya di pbsibadminton.









Sumber:
https://www.sfidn.com/article/post/olahraga-pickleball-101-pengertian-aturan-dan-cara-bermain
https://aturanpermainan.blogspot.com/2019/12/cara-menghtung-set-dan-angka-permainan-olahraga-squash.html
https://padelindonesia.org/about/

Friday, November 18, 2022

Cerita Tenis Lapangan: Masuknya Tenis ke Natuna dan Perkembangannya

Setelah terbentuk pada tahun 1935, PELTI dengan segala lika-liku perjalanannya telah melewati berbagai masa. Mulai dari pengaruh kolonial Belanda, tidak aktif dimasa Jepang, hingga perjuangan menghidupkan kembali pada masa pasca kemerdekaan. Semua dilalui PELTI dengan teguh dan pantang menyerah, sesuai dengan slogan pada logonya: PANTANG SURUT.  Pelti terus mengembangkan program kerjanya dalam mengenalkan tenis ke seluruh pelosok Nusantara. 

Dan itu terbukti dengan banyaknya atlet-atlet tenis di luar Jawa yang ikut serta dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang berlangsung sejak tahun 1948 di Solo. Masa keemasan tenis Indonesia pada kurun 1968 hingga 1987 berimbas juga pada penyebaran olahraga ini di pelosok tanah air. Tak terkecuali di Natuna, sebuah kepulauan di ujung utara Republik ini.

Tenis diperkirakan masuk ke Natuna pada tahun 1970an, ia kemungkinan besar dibawa oleh para pekerja minnyak dan gas pada awal mula eksplorasi di laut Natuna ini berlangsung. Tahun 1960-1980 merupakan tahun-tahun dimana eksplorasi migas besar-besaran dilakukan di laut Natuna setelah ditemukannya cadangan hidrokarbon yang besar di perairan sebelah barat kepulauan itu. 

Dalam kurun waktu 1970an itu pula, beberapa pulau di Natuna mendapat kunjungan tamu dari luar, baik dari pusat maupun negara asing. Ada yang tinggal dalam beberapa waktu, ada pula yang sebentar seperti melakukan perjalanan dinas kerja. Orang-orang dari luar inilah kemungkinan yang berperan besar dalam membawa tenis lapangan ke Natuna.

Lapangan tenis pertama di Natuna ada di pusat kota Ranai, tepatnya di dekat Simpang Empat. Lapangan tenis ini berjumlah dua buah dan terbuat dari semen. Menurut keterangan papa saya, Noorhidayat (Buyung), tahun 1970an ia sudah menjadi ballboys ketika ayahnya (kakek saya) bermain tenis dengan bule di lapangan tersebut. Raketnya yang digunakan masih berbahan kayu. Daerah tersebut memang merupakan pusat olahraga sekaligus pusat hiburan, karena di sebelahnya juga terdapat lapangan bola dan gedung pertemuan yang digunakan dalam berbagai acara.

Bekas Lapangan Tenis di SMP Negeri 1 Bunguran Timur

Tenis lapangan lambat laun mendapat tempat di hati masyarakat Natuna khususnya di Ranai dan sekitarnya. Pada tahun 1980an ada dua lapangan tenis tambahan yang dibangun, yang pertama di dekat SMPN 1 Bunguran Timur, papa menceritakan bahwa lapangan tenis ini berasal dari lapangan voli yang dialihfungsikan. Lalu yang kedua adalah di pangkalan udara TNI AU, lapangan ini dibuat oleh TNI AU dan perusahaan minyak (yang saat itu memiliki basecamp di hangar LANUD Ranai). Belum diketahui yang mana terlebih dahulu dibangun antara dua lapangan ini.

Seiring berjalannya waktu, tenis mendapat perhatian dari pemerintah. Ini terlihat dengan dibangunnya lapangan tenis pemda Natuna di kawasan Batu Kapal. Karena lokasi yang dekat dengan kota, lapangan tenis ini menjadi tempat lokasi favorit baru bagi para pecinta tenis. Sehingga lahir komunitas tenis yang diberi nama Natuna Tennis Community.

Lapangan Tenis Batu Kapal

Giat tenis di lapangan pemda (selanjutnya lebih akrab dengan sebutan Lapangan Tenis Batu Kapal) ini semakin berkembang. Tak hanya sebagai ajang melepas hobi bagi para pemain dewasa, namun juga membuka kesempatan latihan bagi petenis muda untuk regenerasi kedepannya. Bahkan tenis junior Natuna pernah ikut serta dalam ajang Batam Tennis Junior Open pada tahun 2005. Dan pada tahun yang sama, salah satu atlet tenis junior Natuna menjadi delegasi kontingen Provinsi Kepulauan Riau (kontingen peninjau) dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2005 di Medan.

Saya kembali mengingat, kala itu masih kelas 3 SD, papa mengajak saya ke lapangan tenis, bermain, dan kemudian dilatih oleh bang Yanto, lalu dilanjutkan oleh bang Udin. Pertengahan taun 2000an, Pengkab Pelti Natuna mendatangkan pelatih tenis junior nasional asal Pontianak, bapak Zulkarnain (pak Jul) untuk melatih para petenis junior Natuna. 

Latihan intens mulai dilakukan oleh pak Jul, metode pelatihan yang menyenangkan menarik banyak peminat petenis muda. Sayang, program ini tak bertahan lama. Pak Jul kembali ke Pontianak. Kepelatihan Tenis dilanjutkan oleh pak Rahman (alm), bang Kas, coach Nyat (Jamiat), dan lain-lain.

Kian hari, tenis di Natuna semakin banyak peminatnya, ia datang dari berbagai kalangan. Lalu, agar terciptanya wadah tempat para petenis ini bernaung, akhirnya dibentuklah Pengurus Kabupaten (Pengkab) PELTI Natuna dengan ketua pertamanya Darmansyah (alm). Pengurus PELTI pertama ini banyak melakukan kegiatan-kegiatan seperti tur persahabatan dengan Pengurus Kota (Pengkot) PELTI Pontianak, Kalimantan Barat, ikut serta dalam berbagai lomba tingkat provinsi, bahkan sampai ke negeri jiran, dan lain-lain. Bersamaan dengan itu, pembinaan atlet muda juga terus dilakukan. 

Tim Tenis Natuna pada Porprov Kepri 2022 di Bintan

Tenis Natuna juga ambil bagian dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau, dari edisi pertama tahun 2006, hingga yang ke V di tahun 2022 ini. Meski dengan prestasi yang naik turun, namun tenis Natuna sudah bisa unjuk gigi dalam beberapa ajang perlombaan. 

Ketua PELTI kedua adalah bapak Kamaruddin, yang menjadi plt Ketua Umum setelah bapak Darmansyah meninggal dunia. Lalu dilanjutkan dengan bapak Marsidi yang menjadi ketua Pengkab PELTI Natuna hingga tahun 2020. Tampuk kekuasaan Pengkab PELTI Natuna berpindah dari bapak Marsidi ke bapak Iskandar Dj, sayang baru beberapa hari menjabat, beliau wafat secara mendadak karena serangan jantung. Ketua Umum Pengkab PELTI Natuna selanjutnya dipegang oleh Daeng Ganda Rahmatullah untuk periode 2020-2025.

Pelantikan Penkab PELTI Natuna 2020-2025

Monday, October 10, 2022

Masuknya Tenis di Indonesia, Berdirinya PELTI dan Perjalananannya Pada Masa Kolonial: Cerita Tenis Lapangan

Setelah populer pada penghujung abad 19, olahraga tenis terus berkembang saat memasuki abad 20. Perkembangan olahraga ini sudah hampir menyebar di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, negeri kita. Tenis masuk ke Indonesia (yang pada saat itu masih bernama Hindia Belanda) diperkirakan pada awal abad akhir abad 19 dan awal abad ke 20. Hal ini terlihat dari arsip dokumen Belanda di Tropen Museum yang memperihatkan anggota klub tenis Belanda di Surabaya. Keterangan dalam foto tersebut tertulis "orang Belanda di klub Tenis Surabaya 1895-1910".

Awal Tenis di Indonesia (sumber foto)

Sejauh ini ada dua versi mengenai masuknya tenis ke Hindia Belanda. Pertama adalah dibawa oleh orang Belanda yang kala itu menjajah Indonesia, dan yang kedua adalah dibawa oleh pelaut-pelaut Inggris yang lewat dan singgah di pulau-pulau Nusantara.

Pada awal 1920, tenis sudah berkembang di sekolah-sekolah elit di Jawa seperti Stovia, Rechrschool, dan Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS). Olahraga tenis yang masih "dikuasai" oleh kalangan elit pada saat itu membuat hanya sedikit pribumi yang dapat kesempatan untuk mengayunkan raket tenis. Selebihnya dimainkan oleh Belanda dan kawan-kawannya. Siswa-siswi pribumi yang mendapat kesempatan belajar di sekolah elit tersebutlah yang menjadi "duta" tenis dalam mengenalkan olahraga ini ke kalangan yang lebih luas. Beberapa organisasi pemuda yang eksis kala itu kerap mengikut sertakan tenis dalam setiap kegiatan olahraganya. Dan menjadi salah satu olahraga penghimpun masa sehingga menjadi objek pengamatan bagi kaum nasionalis yang menginginkan bangsa ini merdeka.

Setelah peristiwa Soempah Pemoeda tahun 28 dengan ikrarnya yang melegenda itu, gerak-gerik pribumi semakin mendapat pantauan Belanda, baik yang bersifat non-politik, terlebih lagi yang bersifat politik. Atas dasar itu, beberapa orgnanisasi pemuda melebur menjadi satu dengan membuat organisasi bernama Indonesia Moeda, hasil dari Kongres Pemuda di Solo pada 28 Desember 1930-2 Januari 1931. Indonesia Moeda lahir berlatarbelakang dari larangan yang diberlakukan bagi beragam kegiatan yang mereka buat. Mereka berkeyakinan, hanya dengan menggerakkan aktivitas sosial masyarakat baru bisa dicapai persatuan seluruh rakyat menuju kemerdekaan. Di dalamnya juga termasuk kegiatan olahraga. Setiap pemuda yang sehat dan ingin sehat tentu menggernari olahraga, yang di dalamnya sportivitas dan sifat kompetitif merupakan satu sisi dari mata uang, dan pada gilirannya dapat membangkitkan patriotisme.

Sumber

Paralel dengan hal tersebut, tenis di Tanah Air terus berkembang dan mulai melahirkan pemain-pemain top dari kalangan pribumi. Hal ini terbukti dari kejuaraan Tenis Nasional yang diselenggarakan oleh De Alegemeene Nederlandsche Lawn Tennis Bond (ANILTB), organisasi Tenis milik Belanda. Kejuaraan yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur, pada akhir 1934 itu penuh dengan kejutan. Wakil pribumi yang ikut serta dalam kejuaraan tersebut secara mengejutkan "melumat habis" para penjajah dengan ayunan raketnya. Di partai tunggal putra, dua saudara Soemadi dan Samboedjo Hoerip maju babak final, yang pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Samboedjo. Dua partai berikutnya tak kalah menarik. Yang pertama, pasangan ganda putra Hoerip Bersaudara, menggilas pasangan Belanda, Bryan/Abendanon, 6-3, 6-4 di final. Juara ganda campuran juga diraih keluarga Hoerip, Samboedjo dan Soelastri berhasil mendepak pasangan “penjajah”, Bryan/Nn. Schermbeek, 6-4, 6-2 sekaligus mencetak gelar pemegang juara turnamen ANILTB tiga kali beruntun, tahun 1932-1934. 

Prestasi gemilang pribumi ini mendorong organisasi Indonesia Moeda mengadakan Kejuaraan Olahraganya sendiri. Kejuaraan ini dihelat setiap tahun bersempena dengan pertemuan tahunan Indonesia Moeda. Tenis juga mnejadi salah satu olahraga yang ditandingkan. 

Wanita bermain tenis (sumber: Leiden University Libraries)

Kejuaraan pertamanya dilaksanakan pada Desember 1935 di Semarang yang juga sekaligus menjadi saat dicetuskannya pembentukan Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PELTI). Kejuaraan ini sendiri diprakarsai oleh dr. Hoerip yang diakui sebagai Bapak Tennis Indonesia. Ia menghimpun 70 petenis dari seluruh Jawa dalam turnamen itu. Pada momen langka itu, Mr. Budiyanto Martoatmodjo -seorang tokoh tenis dari Jember- menggagas pendirian organisasi yang menjadi wadah pecinta tenis di tanah air, utnuk selanjutanya disepakati dengan nama Persatuan Lawn Tennis Indonesia.

Kejuaraan itupun dipantau dan mendapat perhatian serius dari kolonial Belanda. Itu tercermin dengan dimuatnya peristiwa penting bagi olahraga tennis tersebut dalam surat kabar De Locomotif 30 Desember 1935 dengan Judul yang kalau diterjemahkan berbunyi : “Kejuaraan Tenis Seluruh Jawa dari Persatuan Lawn Tennis Indonesia”. Berita ini secara tidak langsung juga merupakan pengakuan Belanda bahwa ANILTB telah mendapatkan saingannya. 

Mr. Boedijarto Martoatmojo yang kemudian dianggap sebagai pencetak dasar utama pendirian organisasi PELTI, menguraikan azas dan tujuan pendirian organisasi tersebut. Ia mengatakan bahwa PELTI sebagaimana organisasi kebangsaan lainnya, sama sekali tidak mengasingkan diri. Tujuan praktis utama PELTI adalah mengembangkan dan memajukan permainan tennis di tanah air dan bagi bangsa sendiri. PELTI juga akan menyebarluaskan peraturan permainan, memberi keterangan dan bantuan dalam pembuatan lapangan tennis. Juga mengadakan dan mengatur serta menyumbang bagi terlaksananya pertandingan, di samping berusaha memasyarakatkan permainan tenis itu sendiri.

Gagasan pendirian PELTI ini mendapat dukungan yang memadai, khususnya pada kalangan yang berani mengambil resiko berhadapan dengan pemerintah kolonial, termasuk dari kalangan yang terpandang. Di Semarang saja, para simpatisan semacam itu tidak sedikit jumahnya. Misalnya: Dr. Boentaran Martoatmodjo, Dr. Rasjid, Dr. Mokhtar, Dr. Sardjito, R.M. Soeprapto, Nitiprodjo, dan beberapa lainnya. Dari Para tokoh berbagai kota Iainnya seperti: Mr. Boedhijarto Martoatmodjo (Jember), R.M. Wazar (Bandung), Djajamihardja (Jakarta), Mr. Susanto Tirtoprojo (Surabaya), Mr. Soedja (Purwokerto), serta Mr. Oesman Sastroamidjojo, ahli olahraga tennis yang namanya terkenal di Eropa.

Sejatinya, gagasan dari dr. Hoerip tentang pembentukan PELTI sudah ada sejak 1930 (tahun dimana PSSI terbentuk). Namun pengalaman pahit pada saat-saat pendirian PSSI tampaknya menjadi cermin pembanding bagi para pelopor PELTI, hingga mereka memilih bersikap Iebih hati-hati menghadapi reaksi pemerintah Belanda yang tidak senang melihat setiap kegiatan yang bersifat mempersatukan kekuatan. Para pendiri PELTI tidak Ingin organisasi yang akan mereka dirikan mati dalam kandungan. Itulah sebabnya PELTI baru berdiri lima tahun kemudian, tahun 1935. Dan tanggal 26 Desember 1935 ditetapkan sebagai hari lahirnya PELTI (Persatuan Lawn Tennis Indonesia).

Logo PELTI

Mr. Boedijarto Martoatmojo ditunjuk sebagai ketua PELTI pertama. Namun karena ia tinggal di Jember dan pusat PELTI ada di Semarang, tampuk kekuasaan PELTI ia serahkan kepada saudaranya Dr. Boentaran Martoatmodjo yang menjadi ketua PELTI 5 tahun berturut-turut sejak 1935.

Berkembang pesatnya PELTI membuat "saudaranya" merasa sangat tersaingi. ANILTB mencari berbagai macam cara agar PELTI bisa tunduk di bawahnya, salah satunya adalah dengan cara memaksa PELTI untuk bergabung dengannya. Bahkan dengan nada yang mengancam keselatan dan keberlagsungan PELTI itu sendiri. Hal itu terjadi pada kejuaraan PELTI di Yogyakarta pada 1937. Ancaman ini sempat menggoyahkan organisasi tennis Indonesia itu, sampai lahir usul agar diadakan scmacam gentlemen's agreement (perjanjian persahabatan). Tapi usul itu ditentang keras oleh PELTI.

Dalam keadaan demikian, PELTI tidak ingin gegabah dalam melangkah. PELTI memilih menggeser waktu pertandingan tahunannya, dari hari-hari Libur Natal (Desember) ke hari liburan Paskah (April). Dengan demikian, mereka menghindari hentrokan dengan ANILTB. Hal tersebut mulai dilakukan PELTI saat merayakan lustrumnya yang pertama, april 1939 sekaligus berlangsungnya kongres pertama PELTI di Bandung.

Paralel dalam kurun waktu sebelum 1939, banyak klub-klub tenis daerah yang berdiri dan eksis. Persatuan Tenis Indonesia Bandung (PTIB) berdiri, begitupun di Jakarta. Klub-klub tenis ini tentunya diisi oleh pribumi tanah air dengan prestasi yang tak kalah dibanding dengan penjajahnya. Bahkan bisa membuat kejuaraan-kejuaraannya sendiri. Hadirnya mereka seakan menjadi saingan dari organisasi tenis ciptaan kolonial seperti Bandoengsche Tennis Unie (BTU), Kedirische Tennisbond, dan lain lain. 

Pada Kongres Pertama ini, tema keanggota menjadi objek serius yang didiskusikan. Sebab meski "sekandung" PELTI dan PSSI memiliki perbedaan saat pendiriannya. PSSI berdiri atas dasar perwakilan kelompok-kelompok sepakbola. Sedangkan PELTI atas dasar perorangan. Hal keanggotaan itu sempat dimanfaatkan oleh kolonial Belanda melalui ANILTB untuk melakukan politik pecah belahnya. Namun, sekali lagi sejarah membuktikan bangsa kita adalah bangsa yang kuat, hampir di segala lini, termasuk olahraga. Setelah keanggotaan ditetapkan, PTIB adalah anggota resmi PELTI yang pertama.

Kejuaraan Tenis Nasional di Bandung pun kembali menjadi sorotan Belanda. Tuan Janz, ketua Bandoengsche Tennis Unie (BTU) yang menyaksikan turnamen di Bandung atas undangan, menyarankan kepada ANILTB agar mengakui PELTI sebagai induk organisasi tenis, sehingga dapat berjalan berdampingan dalam suasana yang bersahahat. Dengan harapan berbagai turnamen ANILTB tidak akan ditinggalkan para pemain Tanah Air. Saran itu diikuti oleh ANILTB, selain karena saran Janz, kemungkinan juga karena kondisi politik saat itu, yang jelas ANILTB tak lagi mengintervensi petenis tanah air dan PELTI.






Refrensi:

https://www.kompas.com/sports/read/2021/11/03/15400028/sejarah-tenis-lapangan--asal-usul-dan-awal-masuk-indonesia?page=all
https://kumparan.com/info-sport/itf-adalah-federasi-internasional-yang-menaungi-olahraga-apa-1xkk97xudlW/full
http://peltikrw.blogspot.com/2011/04/sejarah-pelti.html
https://towamatano.co.id/sejarah-singkat-persatuan-tenis-lapangan-seluruh-indonesia/

Thursday, October 6, 2022

Organisasi Tenis Dunia, Turnamen Bergengsi Hingga Era "Terbuka": Cerita Tentang Tenis Lapangan

Dua tulisan sebelumnya kita membahas tentang sejarah hingga perkembangan tenis lapangan pada abad 19. Nah kali ini kita bahas mengenai organisasi tenis internasional hingga beberapa turnamen bergengsinya, yak. Jom!

Tenis Lapangan semakin menjadi olahraga yang begitu populer. Perkembangannya sudah sampai ke timur jauh. Ini terbukti dengan digelarnya Kejuaraan Nasional Australasia pada tahun 1905. Saat itu secara bergiliran menjadi tuan rumah antara Australia dan Selandia Baru. Kejuaraan tersebut saat ini lebih dikenal dengan Kejuaraan Australia Terbuka (Australian Open Championship).

Peserta konferensi berdirinya ILTF

Mendunianya tenis lapangan ini memndorong para pecinta tenis seluruh dunia untuk menginisiasikan suatu wadah yang mampu menaungi tenis secara universal. Maka pada tahun 1913 lahirlah Federasi Tenis Lapangan Internasional (International Lawn Tennis Federation: ITLF). Konferensi Umum tentang berdirinya organisasi yang membawahi olahraga tenis lapangan seluruh dunia ini berlangsung di Paris, Prancis. Ada 15 negara peserta konferensi tersebut, diantara Prancis, Australia, Inggris Raya, Denmark Austria, Belgia, Jerman, Hungaria, Italia, Belanda, Rusia, Afrika Selatan, Swedia, Swiss dan Spanyol. Tujuan awal berdirinya ITLF ini adalah untuk mengoperasikan 4 kejuaraan yang ada seperti Wimbledon, US Open, France Open dan Australia Open. Selain itu juga memastikan tenis lapangan berkembang pesat dengan aturan standard yang disepakati.

Nama Lawn Tennis digunakan karena pada saat itu lapangan rumput masih mendominasi permainan tenis.
Tenis semakin berkembang dan melakukan berbagai invoasi dan penyesuaian. Pada 1 Januari 1924, ILTF menerapkan peraturan tenis yang baru, dan pada saat yang sama juga meresmikan kategori baru bagi 4 kejuaraan tenis besar yang digelar tiap tahun seperti Kejuaraan di Inggris (Wimbledon), Kejuaraan AS Terbuka, Kejuaraan Prancis Terbuka (Rolland Garros), dan Kejuaraan Australia Terbuka. Keempat turnamen akbar tersebut saat ini kita kenal dengan nama Grand Slam.

4 turnamen Grand Slam

Tahun 1924, tenis lapangan menarik diri dari kepesertaan cabang olahraga dalam perhelatan olimpiade. Beberapa sumber menyebutkan terjadi ketidak-profesionalan dalam pengaturan tenis ditambah lagi perselisihan dengan Komite Olimpiade Internasional. Imbasnya pada tahun 1927, ILTF memutuskan untuk tidak ikut serta dalam perhelatan Olimpiade tahun 1928.

Perjalanan tenis melewati masa ke masa, termasuk dalam "panggung" perang dunia kedua. Akibatnya, kantor ILTF berpindah dari Paris ke London pada tahun 1939. Saat itu ILTF sudah memiliki 59 anggota.

Tenis berkembang tak hanya dalam lingkup peraturan permainan saja, peralatan permainan juga ikut berimprovisasi. Jika dahulu saat masa-masa awal dimainkan dengan tangan, lalu berubah dengan raket ketika pertama kali dikenalkan di Italia, kini penggunaan raket pada tenis juga mengalami perubahan, raket dengan satu bagian kayu berubah menjadi raket dengan kayu lapis, dan pada tahun 1967, untuk pertama kalinya Wilson memproduksi raket yang terbuat dari metal. Raket yang diberi nama T2000 tersebut merupakan raket pertama dan sekaligus menjadi legenda setelah legenda tenis Jimmy Connor mengadopsinya. Menyusul pada tahun 1976 dimana raket grafit dan fiberglass dikenalkan untuk pertama kalinya. Perkembangan dan penyesuaian tenis berlaku juga dengan bola, pada tahun 1948 komite bola internasional dibentuk untuk membuat standarisasi bola tenis di seluruh dunia. Penggunaan bola tenis terus berkembang mengikuti zaman. Sampai pada tahun 1972 mulai digunakan bola tenis berwarna kuning seperti yang kita lihat saat ini. 

Raket tenis dari masa ke masa

Era tenis terbuka dimulai pada tahun 1968, setelah melalui perdebatan panjang para anggota ILTF sejak 1960an. Sebelumnya kejuaraan tenis diadakan secara terpisah antara profesional dan amatir saja. Namun pada tahun 1968, turnamen tenis terbuka mulai diselenggarakan. Turnamen "terbuka" pertama ini berlangsung di Bournemouth, pantai selatan Inggris. Dan Prancis Terbuka yang merupakan salah satu bagian dari Grand Slam, menjadi kejuaraan tenis pertama yang diadakan pada era "terbuka". Ken Rosewall menjadi orang pertama yang memenangkan 2 kejuaraan tersebut.

Era terbuka terus berlanjut. Pada tahun 1969, Rodney "Rod" Laver dari Australia menjadi orang pertama yang memenangi 4 kejuaraan Grand Slam era "terbuka" ini. Bagi Rod Laver ini merupakan gelar Grand Slam keduanya. Grand Slam pertama ia dapati pada tahun 1962 sebelum era "terbuka" bergulir. Sejauh ini, Rod Laver merupakan satu-satunya petenis dalam sejarah yang mencapai dua Grand Slam.

Tahun 1970 menjadi tahun pertama penggunaan peraturan terbaru "Tie Break". Pertama kali diterapkan di kejuaraan AS Terbuka. Bila kedua pemain mendapat poin yang sama. Maka akan kembali diadu untuk siapa yang pertama kali dapat poin 5, dan sistem sudden dead bila sama-sama berada di poin 4-4. Dan pada tahun 1974, sistem tie break disetujui sebagai salah satu alternatif penilaian pertandingan.

Pada Tahun 1972, Asosiasi Petenis Profesional (Association of Tennis Profesional; ATP) dibentuk. Direktur eksekutif pertamanya adalah Jack Kramer dan Cliff Drysdale sebagai presiden. Setahun setelahnya, pada 1973 Asosiasi Petenis Wanita Profesional (Women's Tennis Association; WTA) dibentuk oleh Jean King. ATP dan WTP merupakan wadah yang beranggotakan petenis profesional pria (ATP) dan wanita (WTA) seluruh dunia guna melindungi kepentingan-kepentingan pemainnya. Dari ATP dan WTA ini lah peringkat petenis dunia diatur. 

Dan pada tahun 2019, Novak Djokovic mendirikan Asosiasi Petenis Profesional yang ia beri nama Profesional Tennis Player Association (PTPA), Novak menilai ATP yang didirikan pada tahun 1972 tersebut tak lagi menjalani fungsinya dengan baik sesuai dengan yang telah diamanahkan. Setelah mengalami proses yang panjang PTPA secara resmi berdiri pada tahun 2021. PTPA berkomitmen pada kesejahteraan petenis pada semua tingkatan, bebas dari semua kepentingan, sehingga mereka bisa fokus latihan, bertanding, dan menang.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1977, International Lawn Tennis Federation atau ILTF membuang kata Lawn pada federasinya. Perubahan ini dilakukan sebagai bentuk pengakuan bahwa permainan tenis sudah berkembang dengan pesatnya sehingga tak hanya dimainkan pada lapangan rumput (lawn) saja. Turnamen-turnamen besar menggunakan lapangan semen, hingga tanah liat dalam kompetisinya. Akhirnya disepakati perubahan nama induk olahraga tenis dunia ini menjadi ITF (Interational Tennis Federation) seperti yang kita kenal hingga saat ini.

Tenis Lapangan kembali menjadi peserta dalam cabang olahraga olimpiade pada Olimpiade 1988 di Seoul Korea Selatan setelah absen selama 60 tahun. Kembalinya cabang olahraga tenis lapangan ini bersempena dengan perayaan hari jadi ke 75 tahun ITF.

Era terbuka tenis lapangan terus berlanjut dengan banyak melahir petenis ternama dunia. Sejak dimulainya era terbuka pada tahun 1968, sudah banyak nama-nama besar yang lahir seperti: Ken Rosewaal, Rod Laver (yang menginisiasikan Laver Cup), Jack Kramer, Bjorn Borg, Stefi Graf, Martina Navratilova, Venus dan Serena William, Pete Sampras, Andre Agassi, Maria Sarapova, Andi Roddick hingga "the big three" Roger Federer, Rafael Nadal dan Novak Djokovic.


 

 

Sumber refrensi:
https://www.tennistheme.com/tennishistory.html
https://www.itftennis.com/en/about-us/organisation/history-of-the-itf/
https://www.britannica.com/sports/tennis
https://www.rookieroad.com/tennis/history/
https://olympics.com/ioc/news/a-brief-history-of-tennis
https://hmn.wiki/id/Tennis_at_the_Summer_Olympics
https://www.itftennis.com/en/news-and-media/articles/history-of-tennis/
https://www.wtatennis.com/about
https://kumparan.com/info-sport/itf-adalah-federasi-internasional-yang-menaungi-olahraga-apa-1xkk97xudlW/full
https://ptpaplayers.com/about/

Saturday, October 1, 2022

Cerita Tentang Tenis Lapangan : Dari Olahraga Telapak Tangan Hingga Favorit Para Bangsawan

Pensiunnya Roger Federer beberapa waktu lalu membuat "gempar" para penikmat olahraga dunia, terutama penggemar tenis lapangan. Pecinta olahraga mana yang tak kenal dia. Sang Master, The King, The GOAT, serta banyak gelar dan julukan lain yang disematkan pada pria berkebangsaan Swiss tersebut. Legenda Tenis Lapangan ini telah membuat orang banyak jatuh cinta pada tenis lapangan, olahraga yang telah membesarkan namanya.
Roger Federed (via scotsman(dot)com)
Laver Cup 2022 kemarin menjadi pertandingan resmi ATPnya yang terakhir. ATP (Association of Tennis Professionals) merupakan wadah perkumpulan para petenis profesional berkumpul. Roger Federer yang berada dalam tim Eropa berduet dengan rival sekaligus sahabatnya, Rafael Nadal. Meski tak menang, namun pertandingan itu menjadi sangat emosional. The last dance, begitu para fans menyebutnya.

Tenis Lapangan (atau familiar dengan sebutan tenis saja) merupakan salah satu olahraga populer di dunia. Data world atlas menempatkan tenis sebagai olahraga favorit nomor 4 dunia dengan 1 miliar orang penggemar. Tapi sebelum mengulik lebih jauh, mari kita cari tau seluk beluk tentang olahraga populer ini.

Apa itu Tenis Lapangan?
Meski sudah begitu populer, namun tak ada salahnya kita menjelaskan secara singkat mengenai olahraga ini. Kali aja ada yang belum tahu, ye kan? Tenis Lapangan merupakan olahraga yang menggunakan raket dan bola kecil (kami masyarakat Natuna menyebutnya dengan bola kasti) sebagai alat permainannya, permainan ini dimainkan di lapangan berukuran persegi panjang dan dipisahkan dengan net setinggi kurang lebih satu meter yang melintang di tengah-tengah lapangan.
Tenis Lapangan (via thredbo(dot)com(dot)au)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Tenis Lapangan adalah permainan yang menggunakan bola (sebesar kepalan) sebagai benda yang dipukul dan raket sebagai pemukulnya, dimainkan oleh dua pemain (dua pasang), di lapangan yang dibatasi oleh jaring setinggi kira-kira satu meter. Sementara itu pengertian tenis lapangan atau lawn tennis menurut Encyclopedia Britannica adalah permainan di mana dua pemain berlawanan (tunggal) atau pasangan (ganda) menggunakan raket yang diikat dengan kencang untuk memukul bola dengan ukuran, berat, dan memantul di atas jaring (net) di lapangan berbentuk persegi panjang.

Pemenang dalam permainan tenis dihitung dengan set dan/atau game. Dalam turnamen-turnamen besar, permainan tenis dimainkan dengan 3 sampai 5 set, satu set terdiri dari 6 game, dan satu game terdiri atas 4 kali hitungan yang terdiri dari 0, 15, 30, dan 40, serta pemain akan memenangkan satu game setelah skor 40. Apabila skor mencapai 40-40, diberlakukan sistem deuce, atau advantage (keuntungan pemberi / keuntungan penerima) yang dalam bahasa "pasar" tenis, poin tersebut disebut dengan one in (keuntungan pemberi/pemegang service) dan one out (keuntungan penerima service).

Hitungan tenis yang boleh dibilang unik ini konon berasal dari waktu satu jam (60 menit), dimana tiap poin diambil dari seperempat jam, 15 (fifteen), 30 (thirty) dan 45 (forty five). Oleh karena pelafalan 45 dalam bahasa Inggris menjadi 3 suku kata (for-ty-five), jadi penyebutan 45 diganti menjadi 40 (forty) saja.

Jika dalam satu set terdapat game dengan angka yang sama yaitu 5-5, maka game akan ditentukan oleh pemain yang mencapai game 7. Jika permainan sengit dan skor game menjadi 6 - 6, maka dilanjutkan dengan hitungan tie break. Mencari satu game dengan skor 1 sampai 7. 

Sejarah Tenis Lapangan
Sejarah tenis lapangan menurut laman tennistheme sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Para peneliti olahraga menemukan bukti-bukti bahwa cikal bakal permainan tenis lapangan sudah dimainkan sejak zaman Yunani Kuno.

Lalu dikembangkan menjadi permainan bola tangan yang berkembang di Prancis pada abad 12 dengan sebutan "paume" yang berarti telapak tangan. Dalam beberapa tahun, "paume" menjelma menjadi "jeu de paume" yang berarti permainan telapak tangan. Permainan ini pertama kali dibuat oleh para biarawan Eropa sebagai hiburan pada acara resmi. Awalnya bola dipukul dengan tangan, lalu berinovasi dengan sarung tangan kulit. Sarung tangan kulit ini berganti dengan pegangan adaptif agar menjadi efektif saat memukul dan servis bola. Ini kemudian menjadi cikal bakal lahirnya raket tenis. Tak hanya raket, bola tenis dalam sejarahnya juga mengalami berbagai perkembangan. Bola tenis pertama terbuat dari kayu, lalu berkembang dengan diisi bahan selulosa agar mudah untuk memantul.
Cikal Bakal Permainan Tenis (via tennistheme(dot)com)
Permainan ini menjadi populer di kalangan biarawan selama abad 14. Meski tak begitu mendapatkan dukungan dari gereja, namun permainan ini berkembang dan menyebar, serta menjadi populer di Eropa. Terlebih lagi permainan ini diadopsi oleh keluarga kerajaan.

Salah satu raja yang 'gila' akan permainan ini adalah Raja Prancis Louis X, ia menjadi orang pertama yang membangun arena permainan ini di dalam ruangan (indoor) dengan gaya modern, ini dilakukan karena sang Raja tidak suka main di luar. Desain lapangannya menjadi acuan dan menyebar di seluruh istana Kerajaan di Eropa. 
Raja Prancis Louis X, via theeuropeanmiddleages(dot)com
Namun sayang, pada bulan Juni 1316, Raja Louis X meninggal setelah bermain "jeu de paume". Beberapa sumber menyebutkan ia meninggal karena kelelahan karena setelah pertandingan yang melelahkan ia meminum banyak anggur dingin yang menyebabkan radang paru-paru, ada pula yang beranggapan bahwa ia diracun. Namun, kematian Raja Prancis ini tak meredam popularitas permainan tenis, permainan ini terus berkembang.

Selama abad 16 hingga 18, permainan jeu de paume mendapat perhatian oleh para Raja dan Bangsawan. Para pemain Prancis akan memulai permainan ini dengan meneriakkan kata Tenez! yang berarti Mainkan! Dan inilah awal dari kata Tenis berasal. 

Abad 16 juga menandakan dimulainya perkembangan olahraga ini dengan masif. Pada tahun 1530an, Raja Inggris Henry VIII membangun lapangan tenis di Hampton Court Palace. Ini merupakan lapangan tenis pertama yang dibangun. Disusul pada tahun 1539 juga dibangun lapangan tenis di Falkland.
"Guinnes world record menempatkan lapangan Falkland sebagai lapangan tenis tertua di dunia"
Selang setengah abad berikutnya, yaitu sekitar tahun 1583, raket tenis pertama dibuat dan dikenalkan di Italia. Olahraga ini biasa disebut dengan Real Tennis atau Royal Tennis. Penyebutan ini dikarenakan permainan tennis dimainkan oleh para bangsawan dan kerajaan saat itu.
Hampton Cort Palace (via pinterest(dot)co(dot)uk)
Dalam literatur lain menyebutkan, kata tenis berasal dari sebuah tempat di tepi sungai Nil bernama Tinnis. Pada sumber yang sama juga menyebutkan asal kata raket berasal dari rahat (bahasa Arab yang berarti telapak tangan).
Tenis semakin berkembang pada abad 19. Pada tahun 1870, di distrik Wimbledon didirikan All England Croquet Club. Pada masa ini, olahraga tenis masih merupakan permainan dalam ruangan yang dimainkan orang-orang kaya. Seiring berjalannya waktu All England Croquet Club berubah menjadi All England Lawn Tennis and Croquet Club pada tahun 1899.
Permainan Tenis di dalam ruangan, via tennistheme 
Tahun 1873, seorang bernama Mayor Walter Wingfield menciptakan versi tenis yang bisa dimainkan di luar ruangan tepatnya di halaman rumput. Permainan itu disebut 'Sphairistike' (bahasa Yunani yang berarti "bermain bola") dan ia pertama kali memperkenalkannya ke Wales (UK). Permainan ini dimainkan di lapangan yang berbentuk seperti jam pasir di halaman rumput Manor House oleh orang-orang kaya Inggris, tempat dimana tenis dewasa ini berkembang.

Wingfield menjelaskan permainan Sphairistike yakni pada sebuah tempat dengan dua tiang, jaring, raket, dan bola karet India, ditambah dengan peraturan-peraturan permainan. Pada masa ini, Wingfield sudah memulai memainkan tenis modern. Seiring berjalannya waktu, penyebutan Lawn Tennis (tenis rumput) dipilih untuk digunakan dari pada Sphairistike, dan Wingfield mulai mengganti sebutan olahraga itu dengan lawn tennis.
Wingfield dan ilustrasi permainan sphairistike
Penggunaan kata Lawn Tennis (Tenis Rumput) masih terus digunakan meski dewasa ini lapangan tenis sudah mulai bervariasi. Organisasi Tenis Internasional juga mengawali namanya dengan ILTF (International Lawn Tennis Federation) dan berganti menjadi ITF (International Tennis Federation). Penggunaan kata Lawn Tennis juga sampai ke Indonesia, organisasi induk tenis Indonesia hingga detik ini masih bernama PELTI (Persatuan Lawn Tennis Indonesia), baik sejarah ITF dan PELTI akan kita bahas kemudian, ok!



Sumber:
https://www.tennistheme.com/tennishistory.html
https://deepublishstore.com/materi/tenis-lapangan/
https://bobo.grid.id/
https://www.itftennis.com/en/news-and-media/articles/history-of-tennis/
https://www.guinnessworldrecords.com/world-records/113969-oldest-real-tennis-court
https://id.quora.com/Kenapa-skoring-dalam-tenis-15-30-40-bukankah-lebih-mudah-1-2-3-atau-aturan-skoring-pada-umumnya-Apa-fungsinya-dibuat-begitu


Sejarah Perminyakan di Bumi Lancang Kuning: Langkah Nekat Hopper dan Lapangan Terbesar se-ASEAN.

Bumi Sumatra tak pernah habis memberi kejutan, setelah beberapa tahun lalu saya menulis tentang jejak penemuan minyak pertama di pulau ini, ...