Saturday, January 14, 2017

Angkringan Balikpapan : Little Jogja in Oil City

Baru beberapa hari lalu ni ceritanya, berawal dari perut yang minta jatah malam, ditambah oleh lidah yang mau nyoba rasa baru dan hati yang rindu (lagi) dengan Jogja, serta dompet yang udah kaya jeruk (nipis). Akhirnya kaki juga yang harus berkorban untuk berjalan mencari-cari kebutuhan tubuh. Keluar kost sambil nyari-nyari tempat, akhirnya kepikiran untuk gak makan nasi, mau beli martabak ceritanya. Nah pergilah ke tempat biasa beli martabak di dekat kost. Namun dari jauh liat bentuk yang familiar dan khas. Penasaran, makin dekat, dekat, makin kenal ni bentuknya. Masih belum puas, terus lagi, lagi lagiii dan aha! ANGKRINGAN TJOOY. Hahaha 
Angkringan duluu kita,
Pucuk dicinta ulampun tiba, kata pepatah jaman baheulak ya kan. Alhamdulillah, malam ini pas seperti apa yang dimaui badan. Perut lapar, lidah pengen rasa baru, dan hati yang (sedikit terobati) kangennya dengan Jogja. Ada angkringan, dekat ma kost lagi, luar biasa banget, #bahagiaitusederhana_banget ya. Nama angkringannya Angkringan Van Java, terletak di jalan jendral Sudirman, Balikpapan. Kalo kita dari patung Beruang Madu, letaknya sebelum pom bensin di depan Brimob. Saya mampir diangkringan dengan sumringah, melihat menunya tidak ada beda dengan angkringan di Jogja pada umumnya. Nasi kucing, gorengan, sate telur, sate usus, waaaaa, saya langsung excited kegirangan gitu, lebay. Lalu juga terdapat fasilitas bakar-bakar, bagi kita yang kembali ingin merasakan hangatnya makanan. Saya mengambil 2 nasi kucing, tempe goreng dan sate, minumnya air putih (wajib) dan teh anget. 
Jadi Kangen Jogja, :')
Rasa makanannya pun tak jauh beda, sambal nasi kucingnya juga mirip. Tambah lagi dengan lokasinya dipinggir jalan, ah jadi makin baper dengan Jogja ni. Mas-mas penjualnya (mungkin juga yang punya) orang jawa ni mesti. Jadi rasanya pas gitu bagi saya yang bertahun-tahun tinggal di Jawa. 
Menu ala angkringan yang kompliiit
Yah, angkringan, alternative makan para pencari ilmu di Jogja. Ada yang bilang angkringan is the cheapest fast food in Indonesia. Simpel dan mengenyangkan, murah pula. Emang kan, sekali makan paling total 10 ribuan, udah nasi, gorengan, es teh tu. Dulu sih sama bos di kampong, saya tidak diijinin makan di angkringan, namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, larangan itu dicabut, hha. Di angkringan juga kadang-kadang ide-ide kreatif diciptakan oleh para pemikir hebat ketika mereka sedang bertukar fikiran ditempat ini. Saling sapa degan teman sebelah yang tak saling kenal awalnya, karena bangkunya emang sempit, jadi terpaksa berbagi tempat duduk, sambil silaturahim kan, kali aja nemu jodoh. Tapi itu di Jogja dulu, lain di Balikpapan, saya tidak punya teman untuk ngobrol, nongkrong dan bertukar fikiran. Hanya bisa menyantap sajian makanan sederhana ini dengan diam, sepi. Ah, pengen sekali rasanya kembali ke Jogja, jika ada kesempatan nanti. 
The cheapest fast food ini Indonesia : Angkringan
Sebelum pulang saya mengambil beberapa gambar, untuk dipostingkan kelak. Saat hendak membayar, rada kaget dengar harga yang dibilang mbak-mbaknya yang jaga. Tadi saya makan 3 nasi kucing, gorengan, sate usus, air putih dan es teh : 20rb. Kaget sebentar, namun segera bangun dari lamunan karena sadar bahwa ini di Kalimantan yang apa-apa harga agak mahal, hhe. Tapi worth it lah untuk mengisi perut dan mengobat rindu akan Jogja. Dan saya bakal sering ni kesini. :)

Thursday, January 12, 2017

Waroeng Jagongan : Perpaduan Antara Kuliner dan Dakwah

Ceritanya lagi jalan-jalan ni, suntuk kan di kost lama-lama, belumut pulak nanti. Akhirnya minjam motor temen yang lagi kerja untuk keluar sebentar. Mengitari kota Balikpapan yang rada-rada panas ini. Kebiasaan ane kalo lagi di jalan itu, mata suka seliweran kiri kanan, liat situasi gitu. Ini ane lakuin kalau berjalan kaki atau bersepeda, nah kebiasaan itu berjangkit ketika bawa kendaraan juga, bahaya kan? Usah ditiru ye. 

Lagi-lagi seliweran gitu, tiba-tiba mata ter-autofocus pada plang nama restoran, tulisannya yang khas mengingatkan ane akan rumah makan kesukaan di Jogja, dekorasinya juga hampir sama. Apa ownernya buka cabang disini ya? Tapi namanya beda, tapi dekornya sama, ah au ah. Ane terusin aja perjalanan, namun pas jalan pulang, mata kembali menangkap plang nama itu. It made me curious. Jadi ane cari waktu dan mood serta isi dompet yang pas untuk bisa mampir disana. Dan Alhamdulillah, selang beberapa hari ada kesempatan untuk coba makan ditempat ini : THE WARUNG JAGONGAN. 
Bagian luar
Warung Jagongan terletak di jalan Jendral Sudirman, Balikpapan Selatan, gampang beut untuk menemukan tempat ini karena terletak dipinggir jalan dengan plang nama restoran yang besar. Ane pergi sendirian, saat jam makan siang. Kebetulan pula saat itu gak terlalu rame jadi gak malu untuk foto-foto ni tempat, udah ijin juga sama mas-mas nya. Yang tadi ane bilang tulisan dan suasananya mirip dengan yang di Jogja itu ada rumah makan / resto yang tergabung dalam WARO*NG GROUP. Suasananya juga hampir pir pir sama. Yang jelas harga nya ni yang beda, ya iyalah, Kalimantan gitu. 
Icip icip duluu.
Resto yang memiliki motto “kami siap mensukses nongkrong anda“ ini terdiri dari 3 tempat, lantai satu dan lantai dua, serta lantai luar, hhe. Ia ada tempat bagi mereka yang mau nongkrong beratapkan langit Balikpapan.

Ane pesan nasi goreng om telolet, katanya ini yang special. Tadi dimenu juga ada nasgor kampong teri Medan, cuma ane coba menu yang katanya special dulu deh. Lalu minum air putih dan mango squash (gak pesen banyak-banyak, yang sesuai dengan kebutuhan perut dan isi dompet, wkwkwk). Nasi goreng om teloletnya terdiri dari paduan ayam goreng dan kentang goreng. Rasa nasgor om teloletnya lumayan lah, Cuma porsinya yang agak kurang banyak aja, menurut ane nih. Tapi yang joss itu mango squashnya, apalagi saat itu lagi panas-panasnya pilkada Jakarta, loh gak nyambung, lagi panas-panas hari. Segernya sampe daleeem.  
 
Namun yang membuat ane interested sama ni tempat adalah dekorasi dan lukisan-lukisan dindingnya yang islami banget. Sudah tentu pemiliknya mengamalkan quran surat Al-Ashr (103) ayat 3 yang :
Saling nasehat menasehati dalam kebenaran, dan saling nasehat menasehati dalam kesabaran”.
Barokah bangat.

Dan juga mempraktekan hadist Rasulullah riwayat Imam Bukhari yang :
Sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat”.
Joss, barokah broo. Ini bisa dilihat didinding-dinding resto, pesan-pesan islami amat kental disini. Didinding samping ane duduk tulisannya Ridho Allah, Ridho Orang Tua. Lalu didinding dekat tangga terpampang terjemahan surah Ar-Rahman yang terkenal itu : “Maka nikmat Tuhan mu yang mana yang kau dustakan?”. Belum lagi tulisan-tulisan dakwah di tembok luar, diatas tempat cuci tangan. Ya pokoknya sambil makan, sambil nongkrong, pengunjung juga bakal diajak untuk berdzikir tentunya. Nah ini yang ane bilang susananya hampir sama dengan WARO*NG GRUP yang ada di Jogja, ada pesan-pesan islami di sudut resto yang mebuat kita selalu dekat dengan Sang Pencipta. Ane belum tau ni, apa mereka satu owner, atau satu grup beda owner, atau satu komunitas, atau atau atau. Belum sempat nanya ke empunya jadi kurang tau deh, ane udah terlanjur tersepona dengan pesan-pesan yang ada resto ini. 
Yang mana lagi yang kau dustakan?
The Warung Jagongan juga mempunyai fasilitas lain yaitu panggung kecil di pojok resto bagian luar serta mushala tentunya. Jadi insya Allah tidak ada masalah jika ente-ente berkunjung di jam rawan (terutama untuk wanita dan musafir ya). Konsep seperti ini, baru di warung jagongan yang ane tau yang ada di Balikpapan. Kuliner & Dakwah. Luar biasaa. So, yang ingin nongkrongnya sukses, dapat pahala (insya Allah). Yo monggo mampir tjoyy. 
Panggung, (pojok kiri) dan Mushala
 Ini ni refrensi makanan dan minuman yang ane dapat di menu :
  1. Paket Spesial nasgor om telolet : 35k
  2. Nasgor kampong, teri Medan : 22k
  3. Aneka snack mulai dari 15k
  4. Aneka mie (rebus, goreng, seblak, mie jamur, spagety) mulai dari 18k
  5. Paket fried chiken mulai dari 19k
  6. Pake fire chiken mulai dari 22k
  7. Aneka juice 18k
  8. Aneka Coffee mulai dari 8k
  9. Teh mulai dari 3k