Friday, July 14, 2017

Sekarang, sebutlah dengan nama : LAUT NATUNA UTARA

"Goodbye" Laut Cina Selatan
Lagi iseng buka facebook, lalu mata tertuju pada sebuah link artikel yang dibagikan seorang teman di wall FB nya tentang Natuna. Link yang di copy dari situs berita tempo.co tersebut menjelaskan bahwa ada perubahan-perubahan yang dilakukan oleh Pemerintah. Terakhir Pemerintah mengupdate peta Indonesia pada tahun 2005. Banyak faktor yang mendasari perubahan peta ini diataranya adalah perkembangan hukum Internasional, pembaruan perjanjian antara Indonesia - Singapura, dan Indonesia -  Filipina, dan perkembangan terbaru proses batas maritim Indonesia dengan Malaysia, Singapura dan Filipina. 
Peta Natuna, via http://www.netralnews.com

Perubahan peta Indonesia ini melibatkan Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan 21 perwakilan Kementrian dan Lembaga Negara. Dalam update nya kali ini, salah satu perubahannya adalah adalah penamaan nama laut di utara Kepulauan Natuna. Sebelumnya laut di utara kepulauan kaya migas ini bernama Laut Cina Selatan, seperti yang tercantum dalam dokumen International Hydrographic Organization (IHO) pada tahun 1953. Dan terhitung tanggal 14 Juli 2017 ini laut tersebut berganti nama menjadi LAUT NATUNA UTARA. 
Letak Laut Natuna Utara, via http://economy.okezone.com
Pembaruan ini semakin memperkuat wilayah yuridiksi Indonesia. Mengingat di Laut Natuna Utara ini menyimpan potensi migas yang luar biasa. Seperti yang kita tahu, cadangan minyak bumi di Laut Natuna mencapai lebih dari 290 juta barel, sedangkan gas bumi mencapai lebih dari 55 triliun kaki kubik. Cadangan ini terletak di laut, dengan jarak beberapa mil dari Pulau Natuna. Hal ini banyak menggiurkan negara-negara tetangga untuk mengambil alih Natuna. Tiongkok dan Malaysia sangat sering masuk dalam headline berita tentang ketertarikannya pada sumber daya alam di laut Natuna ini.
Peta Cadangan Minyak Bumi, via http://migas.esdm.go.id

Peta Cadangan Gas Bumi Indonesia, Natuna yang terbesar, via http://migas.esdm.go.id

Saya pikir perubahan nama akan laut di utara pulau tempat kelahiran saya ini tepat, semakin menjelaskan bahwa Natuna berada dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia. Juga akan berdampak sangat bagus, terutama pada bidang ekonomi, (semoga, ya). Pernah suatu waktu ketika saya menunjukkan peta Natuna pada rekan-rekan, mereka bertanya-tanya apakah Natuna itu masih Indonesia atau bukan, tambahan pula laut di dekat Natuna bernama Laut Cina Selatan. Efeknya saya harus bersabar hati meluangkan waktu untuk menjelaskan betapa Natuna itu, Indonesia banget. Hhe


Anyway, terimakasih saya ucapkan pada Pemerintah atas perubahan nama ini. Semoga berdampak lebih dari sekedar bidang ekonomi karena adanya sumber daya alam yang melimpah di tempat kami ini. Lebih jauh adalah semoga kedaulatan NKRI semakin jaya selalu, mengingat Natuna merupakan pintu gerbang “utama” Negara-negara luar untuk masuk ke Indonesia. 
#NKRIhargamati

sumber berita : tempo.co