Wednesday, May 27, 2015

Balada Anak Pulau yang Merantau ke Jogja (part III, habis)

part II klik disini


20. Yang Bikin Homesickmu Kambuh Lagi Adalah........
Selain sakit, ada hal lain yang bikin kamu homesick sesaat adalah saat Ramadhan tiba, apalagi hari pertama sahur yang biasanya bareng keluarga, tapi malah sendiri, atau paling tidak sama teman-teman kost, yang biasa sahur dibangunin sekarang kamu harus menset alarm di HP berkali-kali agar tak ketinggalan sahur. Biasanya setelah sahur, kamu nelpon tu keluarga, nanyain masak apa, makan sahur apa? eh ujung-ujungnya nangis. Perjuangan banget kan yak. hha
Masak, masak sendiri, makan sahur sendiriiiii, via m.infospesial.net

21. Dan Tentu Saja, yang Satu Ini Akan Membuatmu Berlinang Air Mata...
"Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Laailaahailallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillah ilhamd."
Ketika Bulan Suci pergi, Hari yang Fitri menghampiri, sebagian dari kita ada yang tidak bisa pulang kampung untuk merayakan hari yang penuh suka cita ini bersama keluarga dengan berbagai alasan. Ada yang libur kampusnya cuma sebentar, ada yang tidak kebagian tiket, macam-macam. Ini yang membuat kamu lebaran di tanah rantau tanpa ditemani keluarga. Ini juga ni yang bikin kagak nahan untuk nahan air mata, rasa sedih bercampur rindu sudah muncul saat pagi hari kamu bersiap-siap menuju ke tempat shalat ied.
Lebaran kurang lengkap :(
Belum lagi dengar Khatib yang khutbahnya tentang maaf-maafan dengan keluarga, belum lagi setelah shalat kamu lihat orang di sekitar saling maaf-maafan bercengkerama bersama handai taulan. Dan saat kamu menelepon atau ditelpon keluarga dari seberang, dari kamu mungkin ada yang cuma angkat telpon tapi gak bisa ngomong, mata udah penuh aja oleh air yang siap tumpeh-tumpeh. :(
Ada sedikit obat, yakni berkumpul di asrama bersama teman-teman senasib yang sama-sama lebaran di perantauan. Bercanda mengobati rindu yang sesak memenuhi dada.

22. Kamu "Terpelongo" Ketika Pembicaraan Beralih ke Bahasa yang Tidak Kamu Kuasai
Itak buel mbeu nak????, via kaskus.co.id
Roaming sering terjadi saat kamu ngumpul dengan teman-teman sekampus. Terutama di Jogja dengan Jawa nya yang "medok". Dengan asyik nya ketika rapat atau forum-forum tertentu temanmu ngobrol bersama yang lain dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Hal yang bisa kamu lakukan adalah "pelongo", menjadi pendengar yang baik sambil mendengarkan secara seksama. terkadang kamu juga bakal ikut tertawa, meski kamu tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. :D

23. Kamu Akan Diajari Bahasa Jawa : "Kulo Segawon"
Kamu : "coy, ajarin aku bahasa Jawa, donk"

Teman: "oke, yang gampang dulu ya, nanti kalo kamu lewat depa orang tua, kamu sapa dia, sambil bilang kulo niki segawon pak, itu artinya permisi"

Kamu : "oke"

-----dan kamu mempraktekkannya dengan wajah tanpa dosa.....-----
Hahaha, ya gitu deh, bukan temen namanya kalo gak usil. Memang kedengarannya kata "segawon" merupakan bahasa yang halus dan elegan, sopan sekali saat kamu mengucapkannya. Namun segawon itu berarti anjing, dalam bahasa Jowo Kromo. :D
Segawon, via tilulas.com

24. Gempa dan Merapi, Coooyyyy!!!
Saat pertama kali ngerasain gempa di Jogja, kamu mungkin akan merasakan "goyang-goyang" seperti saat kamu naik perahu saat di kampung. Tanpa ekspresi kaget ataupun panik. Kamu baru tahu kalau itu gempa setelah kamu mendengar teriakan temen-temenmu yang pernah merasakan dan mereka berlari keluar sambil teriak "gempa", ya kamu juga ikut keluar deh, paniknya belakangan, ludi. Trus baru bilang "oooh itu toh rasanya gempa".
Kepanikan saat gempa (atas) dan abu vulkanik Merapi (bawah)
Begitu pula dengan erupsi Gunung Merapi, Gunung Berapi aktif yang terletak di utara kota Jogja ini. Dalam 20 th terakhir, tercatat Gunung Merapi meletus 3 kali, yaitu pada 2001, 2006, dan 2010. Ini pengalaman baru yang kamu rasakan, yaitu merasakan "salju" di Jogja. Ia abu vulkanik dari letusan gunung sampai ke kota, dan kamu harus pake masker kemana-mana.

25. Orang Lain Akan Bilang ke Kamu : "Bro, Ngomongnya Selo Aja, Bro!!"
Selo aja bro ngomongnya, via adelitakhairani-tugastik.blogspot.com
Emang logat kita kalau ngomong agak sedikit cepat dan bernada sedikit keras, tapi ya maksudnya kan baik. Sedangkan di Jogja, bahasanya pelan, santun, lembut, jadi saat mereka mendengar kamu berbicara, mereka anggap kamu marah-marah deh karena dengerin intonasi suaramu. "Selow aja bro, ngomongnya". Hahaha, sabar bro, butuh prosesss.

26. Ketemu Teman Sekampung Merupakan Pelampiasan "Nafsu" Rindumu
Pernah mungkin, secara gak sengaja, di kampus atau tempat lain kamu kenalan sama orang lain, dan ternyata dia berasal dari satu daerah. Tentu deh kamu girang banget jadinya. Kamu bakal ngerasa punya teman untuk berbagi kerinduan akan kampung halaman. Kalian bakal berbagi cerita tentang hal-hal sepele hingga gosip-gosip lokal di sana. Tanpa sadar, keluar deh logat dan bahasa aslimu, dan kamu pun tidak peduli dengan orang sekitar yang bingung mendengar kalian berbicara.
Kamu gak sendiriiii

27. Tak Jarang, Kamu Bakal Menemukan Jodohmu di Sini, di Jogja
ketemu jodoh, via aqlislamiccenter.com
Jelas saja, di Jogja kamu bakal nemuin ribuan umat manusia dengan segala bentuk rupa dan karakternya. Dari sekian banyak itu, sebagian dari kamu akan menemukan tambatan hati, ada yang beda daerah, atau malah ada jodohnya emang tetangga sebelah dikampung sana, hmmm. Entah itu hanya temen dekat, TTMan, gebetan, pacar, bahkan ada yang sampai mengikat janji suci dalam sebuah ikatan pernikahan.

28. Atau, Rasa Sedih yang Tak Terkira, Ketika Kamu Tahu, Waktumu di Jogja Tinggal Sebentar Lagi

Nangis Bombai, via cinta25hb.blogspot.com
Tujuan kita di Jogja adalah untuk belajar, menuntut ilmu, melanjutkan cita-cita serta menyelesaikan harapan orang tua. Senang rasa hati ketika mendapat tambahan "SARJANA" di belakang nama kita. Namun, dengan mendapat titel "SARJANA" tersebut itu berarti kamu harus akan pulang kembali ke kampung halamanmu, membangun daerahmu setelah beberapa tahun kamu tinggalkan. Artinya kamu harus meninggalkan Jogja. Kota yang menjadi rumahmu selama ini akan segera kau tinggalkan. Meninggalkan Jogja merupakan kenyataan dan keputusan berat. Panggilan boarding di bandara atau pengumuman keberangkatan di terminal atau stasiun kereta merupakan batu pemecah bendungan air di kelopak matamu, air mata berderai jatuh menganak sungai membasahi pipimu seraya berjalan meninggalkan kota yang selama ini bersamamu.

29. Ibarat Kamus > 
JOGJA (kata benda) : Adalah Tempat Dimana Aku Akan Kembali. :)



Ya, Jogja dengan segala keunikan, keasrian dan keramahannya akan menjadi cerita dalam buku ingatanmu ketika kamu kembali pulang ke kampung halamanmu. Jogja dengan Merapinya, Gempanya, Kraton dan Sultannya, Parangtritisnya, Bukit Bintangnya, Sunday Morningnya, alamnya, penduduknya, semuanya akan melekat dalam ingatanmu sebagai cerita terindah yang sulit untuk kau lupakan. Jika selama di Jogja kamu menjalani hidup dengan sewajarnya, dengan baik-baik tanpa melakukan tindakan yang bertentangan, maka Jogja akan membalas dengan segala keunikan, khas dan kenangannya, dan itu akan membuatmu tersenyum sambil berkata : "Jogja, aku akan kembali lagi".
JOGJA ISTIMEWA, via jogjapos.com

selesai...... :)

Balada Anak Pulau yang Merantau ke Jogja (part II)




part I klik disini


11. Kali Code dan Kopi Joss Akan Menjadi Tempat Barumu Bagi Kamu yang Suka Nongkrong
Nongkrong dulu, nikmati malam di Kota Istimewa
Bagi kamu yang suka nongkrong, sekedar ingin bercengkrama dengan teman-teman. Kopi Joss dan Kali Code merupakan pilihan tepat daripada kebanyakan milih. Rasakan sensasi nongkrong di tepian sungai yang berhulu dari gunung Merapi ketika nongkrong di Kali Code, atau nikmati hangatnya kopi campur arang khusus dalam balutan ademnya malam di pinggiran Stasiun Tugu. Di sini kamu akan bertemu berbagai macam manusia dengan tujuan yang sama, nongkrong, bercanda sambil menikmati alunan lagu musisi jalanan Jogja, sambil melewati malam. :)


12. Kamu Tetap Akan ke Borobudur
Borobudurrr
Candi megah yang masuk dalam 7 keajaiban dunia ini letaknya di Magelang Jawa Tengah, sekitar 45 km dari Kota Jogja. Candi dari simbol agama Budha ini tak pernah sepi pengunjung, paling tidak sekali seumur hidup selama di Jogja, kamu pernah ke sini, nunggu-nunggu waktu masuk kuliah, atau bahkan ajak jalan-jalan orang tua ketika mereka ke Jogja menghadiri wisudamu. Tol ndek?


13. Berfoto di Tugu dan Jalan Malioboro
Siapa coba anak Jogja yang tak tau Tugu? Ikon Jogja ini merupakan tempat nongkrong para penghuni Jogjakarta. Dulu bentuknya tidak seperti ini, bahkan lebih tinggi dari yang ada seperti sekarang, namun telah mengalami perubahan-perubahan, hingga jadilah seperti sekarang ini. Tugu Jogja paling rame kalau malam, tengah malam lebih rame lagi. Kata orang kalau belum foto di sini, itu artinya kamu belum sah ada di Jogja. :D
Cekrek dulu biar eksis
Nah, Malioboro pula, hapou anak Natuna yang ndek nal tembat ni? Malioboro merupakan pusat perbelanjaan di Jogja, dari awal hingga ujung jalan akan kalian dapati mall hingga pasar pedagang kaki lima. Kalau malam, tempat ini juga dijadikan tempat nongkrong, dekat dengan stasiun Tugu, Keraton, dan Alun-alun, sempatkan foto di plang nama jalan yang JOGJA banget ini, oke.


14. Uang Receh Sangat Berharga
Duit cileng mbe ite abo. Di tempat kita uang receh ini seakan tiada gunanya. Namun jangan lakukan itu saat kamu ada di Jogja, uang receh ini sangat bermakna, barangkali saat nongkrong trus ada musisi jalanan, atau belanja di market. Dan yang paling penting diakhir bulan, saat dompet udah kosong bolong tapi cacing dalam perut udah demo, uang receh yang kamu punya bisa tu kamu kumpulkan, cleng cleng cleeeng, makan di angkringan, lumayan kan?
Recehan, via forum.liputan6.com


15. Sebagian Dari Kamu Hanya Akan Menelpon Keluargamu Satu Kali Sebulan, Yaitu........
Kamu : "Halo assalamu'alaikum, ape kabar yah"
Ayah : "wa'alaikumsalam, alhamdulillah baik, ape kabar nak?"
Kamu : "alhamdulillah kalau apak sehat, yak kat sini kurang sihat yah, lum makan dari pagi ti, ni lapa perut, duit lah abis upe e"
Ayah : (panik) "astaghfirullah, ye ke? tunggu benta ye yak, ni ayah transfer duit"
Kamu : (lompat-lompat kegirangan) "alhamdulillah, makasiiih yaah"
atau yang EXTRIM :
Kamu : "halo, assalamu'alaikum mak"
Mak : "wa'alaikumsalam yak, mbe cite?"
Kamu : "mak, yak lah kat depan ATM ni, bile nak kirim duit?"

Narik uang dulu lah, via cekonline.xyz
Fasilitas di Jogja terkadang emang bikin lupa waktu. Kadang membuat kamu lupa untuk menghubungi keluarga di kampung halaman. Baru dihubungi kalau ada maunya saja. Usah kohndok bro, ndek kacak laku. Ok.

16. Helm Adalah Benda yang Wajib Dimiliki Meskipun Kamu Nggak Punya Sepeda Motor
Jualan helm, via visualjalanan.org
Dimasa-masa awal perantauanmu, kamu mau gak mau harus beli barang yang namanya helm ini, tak peduli kamu punya sepeda motor atau bahkan kamu bisa mengendarai motor atau tidak, yang jelas kemana-mana saat berkendara, kamu harus menggunakan helm, (bukan Aek Lakon ni nak ndek pakai helm aman-aman jek). Dan dalam beberapa kesempatan kadang-kadang kamu menenteng helm mu, sebagai persiapan kalau-kalau ada yang bisa ditumpangi. :D

17. Mau Gak Mau, Kamu Juga Harus Beli Baju Batik
Indonesia ini punya beragam suku dan budaya, kalau ditempat kita familiar dengan baju kurung dan kain songket, nah begitu di Jogja kamu harus biasakan menggunakan batik. Batik adalah khas Indonesia yang diakui dunia. Minimal kamu punya satu lah. Karena nanti tentu akan ada event atau acara yang mewajibkan batik sebagai dresscode nya.
Batik, via www.jurukunci.net
18. Saat Bertanya Letak Suatu Tempat Ketika Hilang Arah, Kamu Malah Bertambah Bingung.
Kamu : "permisi mas, jalan ke Stadion lewat mana ya?"
Mas-mas : "oh, itu mbak nya lurus ke UTARA, nanti ketemu prapatan, mbaknya ke BARAT, lurus lagi sampe mentok mbaknya ke SELATAN, nah stadionnya di TIMUR jalan, mbak"
Kamu : "hah, (pelongo), oh ya ya mas, makasih ya" (padahal gak paham, trus kembali nyasar)
Nanya arah jalan. via www.youtube.com
Namanya aja daerah baru, sesat, hilang arah merupakan hal yang wajar, dan kamu butuh waktu untuk menghafal jalan dan daerah sekitar. Nah masalahnya saat kamu hilang arah, jika bertanya pada orang sekitar mereka akan menggunakan arah mata angin untuk memberi petunjuk jalan, memang rada bingung, karena yang kita tahu hanya kiri - kanan - lurus - belok, saja. Bagi kamu yang mantan anak Pramuka atau memahami kompas, mungkin memerlukan waktu yang sebentar saja untuk memahaminya.
Ada bocoran dikit ni biar lebih cepat hafalnya, kalau kamu sedang berada di kota Jogja, arah UTARA adalah Gunung Merapi, itu patokannya, selanjutnya belajar sendiri ya. Sebenarnya sih emang lebih akurat petunjuk dengan arah mata angin, daripada kiri-kanan-maju-mundur cantik itu. Tol ndek?


19. Sakit Adalah Hal yang Sangat Tidak Menyenangkan
Opname di RS via www.rsroyaltaruma.com
Pola makan (anak kos) yang tidak teratur serta proses adaptasi dengan lingkungan yang baru biasanya akan membuat kamu jatuh sakit. Mak Apak jauh di seberang, duit tinggal 15 ribu kat ATM (itupun tak bisa diambil, -_-), ditambah lagi sedang sakit. Lengkap kan penderitaan. Sakit dan jauh dari orang tua ternyata tersiksa banget, sakitnya tuh disini men, dan ini juga salah satu hal yang membuat kamu merindukan kampung halaman. Namun akhirnya, temen-temen kost, temen-temen asrama, atau saudara yang kebetulan kuliah di Jogja bakal menjadi malaikat penyelamatmu yang bakal menolongmu saat kamu sedang sakit, mereka secara bergantian menjagamu yang terbaring lemah di rumah sakit.


BERSAMBUNG.........
klik untuk part III :)

Balada Anak Pulau yang Merantau ke Jogja

Jogjakarta, daerah yang berada di pesisir Selatan Pulau Jawa ini merupakan tujuan hampir seluruh lulusan SMA untuk melanjutkan pendidikan. Yah jelas, secara Jogja memiliki lebih dari 140 perguruan tinggi berbagai tingkat yang siap menampung kamu untuk melanjutkan impian dan cita-cita. Dan bagi kamu yang berasal dari daerah-daerah terpencil nun jauuuuh disana <sebut saja Natuna>, melanjutkan pendidikan di Jogja merupakan sebagian nazar yang harus diwujudkan, tentunya dengan berbagai konsekuensi, diantaranya jauh dari orang tua dan kampung halaman yang sudah belasan tahun kamu tempati.
Dan, namanya juga tinggal di Pulau yang (maaf) jauh dari fasilitas yang memadai, dan ketika merantau ke kota, tentu saja kamu akan menemukan banyak hal yang tidak biasa, ganjil, aneh dan seru. Mulai dari hal-hal kecil, hingga yang tak dapat kamu lupakan seumur hidup. Mungkin sebagian ulasan ini pernah kamu alami. Nak tau??? song bece.....

1. Pelabuhan dan Bandara Akan Menjadi Panggung Air Mata
Menangis, via mylittleworld-ismi.blogspot.com
Ketika kamu pergi merantau untuk pertama kalinya, tentulah kamu akan diantar oleh keluargamu. Dan bandara atau pelabuhan bakal jadi panggung teater bak film India yang penuh dengan air mata. Apalagi saat sirine kapal berbunyi dan saat boarding sudah dekat. Derai air mata yang membasahi pipi disertai ribuan doa mengantarkanmu pergi merantau.

2. Kamu Akan Tersepona Saat Naik Kereta atau Pesawat
Rute tercepat untuk sampai di Jogja adalah naik pesawat udara. Saat di Bandara Ranai semuanya akan aman-aman saja karena kamu akan dibantu oleh orang tua atau siapa saja yang kamu kenal yang paham, dan masalah mulai datang saat kamu berangkat sendirian atau bersama teman-teman yang juga baru pertama kali ini naik pesawat. Kamu bakal deg-degan dan sedikit kebingungan, mulai dari cek in tiket, ke ruang tunggu, boarding, dan lain-lain. Dan kamu bakal memperhatikan instruksi pramugari pesawat saat menjelaskan petunjuk keselamatan penerbangan, serta hal-hal lain. Nyah ndek?
Naik Kereta, via www.lintas.me
Rute kedua yang tidak menguras kantong (tapi menguras tenaga) adalah naik kapal laut dengan rute Natuna - Jakarta atau Natuna - Surabaya, nah setelah sampai, kamu harus naik kereta api atau bus lagi untuk tiba di Jogja. Secara, ya memang saat ini fasilitas kereta baru tersedia di Jawa dan sedikit bagian di Sumatera. Ngaku jek lah, dari kamu semua ada yang merasa takjub kan saat naik kereta api untuk pertama kalinya, duduk di jendela, dan nikmati pemandangan Jawa. yaa kan? yaa kaaaaan?

3. Rasa Makanan yang Beda Sama Selera Lidahmu
Makanan membawa kesedihan, via s198.photobucket.com

Kebanyakan masakan Jawa terkenal dengan yang manis-manis. Makanya, rasanya akan sangat berbeda dengan lidahmu, bahkan diawal-awal kamu makan masakan Jawa, ada yang "tidak bertahan lama" dalam perut, setelah masuk, langsung keluar lagi deh.

4. Hanya Masakan Padang yang Mengerti Perutmu
Rumah Makan Padang via forum.detik.com
Karena belum terbiasa dengan masakan Jawa, alternatif untuk menikmati makanan yang agak pas di lidahmu adalah masakan Padang. Di Jogja, rumah makan padang timbun aghok (banyak banget), tinggal pilih aja yang sesuai.

5. Tapi, Harganya Akan Membuat Kamu Shock.!
Makan terussssssss, via baru-terupdate.blogspot.com
Kamu : "mbak, nasi ayam, minumnya es teh manis"
Mbak warung : "7 ribu mas"
Kamu : -hening- (ulangi lagi), "nasi ayam sama es teh mbak?"
Mbak warung : "ia mas 7 ribu"
Kamu : (masukin dompet, keluarin uang sibu 7 lai), "ini mbak, makasih ya"
Beda daerah, beda rasa, juga beda harga bro. Di Natuna 7 ribu baru dapat es teh dengan gorengan sutek. Tapi di Jogja 7 ribu bisa dapat 7 gelas es teh. Bagi yang hobi makan, di sini surga mu. :D

6. Kamu pun Mulai Terbiasa Dengan Burjo dan Angkringan
Burjo sangat menjamur di Jogja, dimana ada populasi makhluk yang tinggal di kos-kosan, ya disitulah ada bangunan bernama burjo. Burjo sendiri merupakan singkatan dari bubur kacang ijo, namun tak semua burjo di Jogja menyiapkan menu kacang ijonya. Juga, kebanyakan anak kos-kosan saat kesini pesennya nasi telor, internet (indomie telor kornet), gorengan dan es teh. Kadang-kadang cuma numpang nonton TV doank. :D
Burjo dan Angkringan

Lain burjo, lain pula angkringan, meskipun sama-sama banyaknya di Jogja. Angkringan berasal dari bahasa Jawa, angkring, yang berarti alat dan tempat jualan makanan keliling yang pikulannya berbentuk melengkung keatas. Dan sekarang angkringan sudah dimodifikasi mengikuti perkembangan zaman, angkringan adalah "the best and the cheapest fast food in the world". Kamu datang, duduk, pesen minum sambil ngunyah gorengan, roti, sate telur, dan "special cat rice". Total = 7.500.

7. Dalam Hal Makanan, Dunia Seakan Terbalik
Nasi ayam, via www.ayamrempahjogja.com
Ya, di Natuna sana, makan ayam adalah hal yang sangat jarang, meskipun ada yang beternak ayam. Biasanya makan ayam pada saat ada acara-acara besar. Beda dengan ikan, di sana hampir setiap hari kita makan ikan laut segar. Nah keadaan seperti itu bakal terbalik saat kamu ada di Jogja. Ayam adalah makanan sehari-harimu, sebaliknya kamu akan susah untuk mendapatkan ikan laut segar.

8. Saat Kamu "Ngebet" Pengen Makan Seafood, Kamu Tau Harus Kemana
Seafood di Pantai Depok, via www.ayamrempahjogja.com
Kamu : "woi, piwang ase lideh nak 'akan ikan"
Kawan : "deak aok, awan pun ni yau"
Kamu : "song lah minggu ni ite gi 'akan ikan"
Temen : "mantap alu, song lah, isak awan abo kawan-kawan laen"
Dimana, hayo? Yap. Pantai Depok di Bantul yang selalu menyediakan makanan laut segar, kita bisa memilih sendiri makananannya kemudian mereka yang siapkan, ikan + udang + kepiting + cumi + seafood lainnya + es kelapa + laut dan pantai = SURGA.

9. Saat Mengetahui Ada Orang yang Kamu Kenal Akan ke Jogja, Kamu Tau yang Harus Kamu Pesan
Ikan Salai (ikan diasepin), via www.flickr.com
Mak : "yak, kak Maya wisuda ke minggu depan?"
Kamu : "iye mak, mane mak tau?"
Mak : "tadik ti mak temu ngan mak ye kat pasa, lusa ni orang ndok benggat"
Kamu : "ye ke maak???, maaak oiii, titip IKAN SALAAAI"
:D
Hahaha, ya seperti itu lah, saat kamu tau akan ada tetangga atau orang yang kamu kenal akan pergi ke Jogja, apa pun urusannya, kamu akan menitip berbagai macam makanan. Kalau pakai paket kiriman kan lama dan makanan akan basi duluan, jadi ya terpaksa nitip. Lauk yang biasa dititip adalah ikan salai, sambal teri, pedek, calok, keripik ikan, dan lain-lain deh, pokonya khas Natuna. Asli buatan Natuna, apalagi buatan emak, asli sedap dan kenyaaaang.
Alhamdulillah.

10. Sedih Saat Jauh Dari Orang Tua dan Kampung Hanya Berlangsung Sementara, Selanjutnya Kamu Akan Menganggap Jogja Sebagai "Rumah Barumu".
Betahhhhhhh, via theindonesiahealthy.wordpress.com
Rindu kampung halaman, orang tua, nangis bombay tiap malam mungkin akan kamu rasakan sebentar saja. Entah mengapa, Jogja pintar sekali "membujuk" mu untuk tidak larut dalam kesedihan berkepanjangan, magic! Itulah istimewanya Jogja. Asalkan kamu tinggal di Jogja dengan baik-baik saja, tidak macam-macam. Jogja akan memberikan rasa nyaman kepadamu hingga kamu betah berlama-lama di sana.


BERSAMBUNG......
lanjut part II yee. :)