Wednesday, May 27, 2015

Balada Anak Pulau yang Merantau ke Jogja (part III, habis)

part II klik disini


20. Yang Bikin Homesickmu Kambuh Lagi Adalah........
Selain sakit, ada hal lain yang bikin kamu homesick sesaat adalah saat Ramadhan tiba, apalagi hari pertama sahur yang biasanya bareng keluarga, tapi malah sendiri, atau paling tidak sama teman-teman kost, yang biasa sahur dibangunin sekarang kamu harus menset alarm di HP berkali-kali agar tak ketinggalan sahur. Biasanya setelah sahur, kamu nelpon tu keluarga, nanyain masak apa, makan sahur apa? eh ujung-ujungnya nangis. Perjuangan banget kan yak. hha
Masak, masak sendiri, makan sahur sendiriiiii, via m.infospesial.net

21. Dan Tentu Saja, yang Satu Ini Akan Membuatmu Berlinang Air Mata...
"Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Laailaahailallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillah ilhamd."
Ketika Bulan Suci pergi, Hari yang Fitri menghampiri, sebagian dari kita ada yang tidak bisa pulang kampung untuk merayakan hari yang penuh suka cita ini bersama keluarga dengan berbagai alasan. Ada yang libur kampusnya cuma sebentar, ada yang tidak kebagian tiket, macam-macam. Ini yang membuat kamu lebaran di tanah rantau tanpa ditemani keluarga. Ini juga ni yang bikin kagak nahan untuk nahan air mata, rasa sedih bercampur rindu sudah muncul saat pagi hari kamu bersiap-siap menuju ke tempat shalat ied.
Lebaran kurang lengkap :(
Belum lagi dengar Khatib yang khutbahnya tentang maaf-maafan dengan keluarga, belum lagi setelah shalat kamu lihat orang di sekitar saling maaf-maafan bercengkerama bersama handai taulan. Dan saat kamu menelepon atau ditelpon keluarga dari seberang, dari kamu mungkin ada yang cuma angkat telpon tapi gak bisa ngomong, mata udah penuh aja oleh air yang siap tumpeh-tumpeh. :(
Ada sedikit obat, yakni berkumpul di asrama bersama teman-teman senasib yang sama-sama lebaran di perantauan. Bercanda mengobati rindu yang sesak memenuhi dada.

22. Kamu "Terpelongo" Ketika Pembicaraan Beralih ke Bahasa yang Tidak Kamu Kuasai
Itak buel mbeu nak????, via kaskus.co.id
Roaming sering terjadi saat kamu ngumpul dengan teman-teman sekampus. Terutama di Jogja dengan Jawa nya yang "medok". Dengan asyik nya ketika rapat atau forum-forum tertentu temanmu ngobrol bersama yang lain dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Hal yang bisa kamu lakukan adalah "pelongo", menjadi pendengar yang baik sambil mendengarkan secara seksama. terkadang kamu juga bakal ikut tertawa, meski kamu tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. :D

23. Kamu Akan Diajari Bahasa Jawa : "Kulo Segawon"
Kamu : "coy, ajarin aku bahasa Jawa, donk"

Teman: "oke, yang gampang dulu ya, nanti kalo kamu lewat depa orang tua, kamu sapa dia, sambil bilang kulo niki segawon pak, itu artinya permisi"

Kamu : "oke"

-----dan kamu mempraktekkannya dengan wajah tanpa dosa.....-----
Hahaha, ya gitu deh, bukan temen namanya kalo gak usil. Memang kedengarannya kata "segawon" merupakan bahasa yang halus dan elegan, sopan sekali saat kamu mengucapkannya. Namun segawon itu berarti anjing, dalam bahasa Jowo Kromo. :D
Segawon, via tilulas.com

24. Gempa dan Merapi, Coooyyyy!!!
Saat pertama kali ngerasain gempa di Jogja, kamu mungkin akan merasakan "goyang-goyang" seperti saat kamu naik perahu saat di kampung. Tanpa ekspresi kaget ataupun panik. Kamu baru tahu kalau itu gempa setelah kamu mendengar teriakan temen-temenmu yang pernah merasakan dan mereka berlari keluar sambil teriak "gempa", ya kamu juga ikut keluar deh, paniknya belakangan, ludi. Trus baru bilang "oooh itu toh rasanya gempa".
Kepanikan saat gempa (atas) dan abu vulkanik Merapi (bawah)
Begitu pula dengan erupsi Gunung Merapi, Gunung Berapi aktif yang terletak di utara kota Jogja ini. Dalam 20 th terakhir, tercatat Gunung Merapi meletus 3 kali, yaitu pada 2001, 2006, dan 2010. Ini pengalaman baru yang kamu rasakan, yaitu merasakan "salju" di Jogja. Ia abu vulkanik dari letusan gunung sampai ke kota, dan kamu harus pake masker kemana-mana.

25. Orang Lain Akan Bilang ke Kamu : "Bro, Ngomongnya Selo Aja, Bro!!"
Selo aja bro ngomongnya, via adelitakhairani-tugastik.blogspot.com
Emang logat kita kalau ngomong agak sedikit cepat dan bernada sedikit keras, tapi ya maksudnya kan baik. Sedangkan di Jogja, bahasanya pelan, santun, lembut, jadi saat mereka mendengar kamu berbicara, mereka anggap kamu marah-marah deh karena dengerin intonasi suaramu. "Selow aja bro, ngomongnya". Hahaha, sabar bro, butuh prosesss.

26. Ketemu Teman Sekampung Merupakan Pelampiasan "Nafsu" Rindumu
Pernah mungkin, secara gak sengaja, di kampus atau tempat lain kamu kenalan sama orang lain, dan ternyata dia berasal dari satu daerah. Tentu deh kamu girang banget jadinya. Kamu bakal ngerasa punya teman untuk berbagi kerinduan akan kampung halaman. Kalian bakal berbagi cerita tentang hal-hal sepele hingga gosip-gosip lokal di sana. Tanpa sadar, keluar deh logat dan bahasa aslimu, dan kamu pun tidak peduli dengan orang sekitar yang bingung mendengar kalian berbicara.
Kamu gak sendiriiii

27. Tak Jarang, Kamu Bakal Menemukan Jodohmu di Sini, di Jogja
ketemu jodoh, via aqlislamiccenter.com
Jelas saja, di Jogja kamu bakal nemuin ribuan umat manusia dengan segala bentuk rupa dan karakternya. Dari sekian banyak itu, sebagian dari kamu akan menemukan tambatan hati, ada yang beda daerah, atau malah ada jodohnya emang tetangga sebelah dikampung sana, hmmm. Entah itu hanya temen dekat, TTMan, gebetan, pacar, bahkan ada yang sampai mengikat janji suci dalam sebuah ikatan pernikahan.

28. Atau, Rasa Sedih yang Tak Terkira, Ketika Kamu Tahu, Waktumu di Jogja Tinggal Sebentar Lagi

Nangis Bombai, via cinta25hb.blogspot.com
Tujuan kita di Jogja adalah untuk belajar, menuntut ilmu, melanjutkan cita-cita serta menyelesaikan harapan orang tua. Senang rasa hati ketika mendapat tambahan "SARJANA" di belakang nama kita. Namun, dengan mendapat titel "SARJANA" tersebut itu berarti kamu harus akan pulang kembali ke kampung halamanmu, membangun daerahmu setelah beberapa tahun kamu tinggalkan. Artinya kamu harus meninggalkan Jogja. Kota yang menjadi rumahmu selama ini akan segera kau tinggalkan. Meninggalkan Jogja merupakan kenyataan dan keputusan berat. Panggilan boarding di bandara atau pengumuman keberangkatan di terminal atau stasiun kereta merupakan batu pemecah bendungan air di kelopak matamu, air mata berderai jatuh menganak sungai membasahi pipimu seraya berjalan meninggalkan kota yang selama ini bersamamu.

29. Ibarat Kamus > 
JOGJA (kata benda) : Adalah Tempat Dimana Aku Akan Kembali. :)



Ya, Jogja dengan segala keunikan, keasrian dan keramahannya akan menjadi cerita dalam buku ingatanmu ketika kamu kembali pulang ke kampung halamanmu. Jogja dengan Merapinya, Gempanya, Kraton dan Sultannya, Parangtritisnya, Bukit Bintangnya, Sunday Morningnya, alamnya, penduduknya, semuanya akan melekat dalam ingatanmu sebagai cerita terindah yang sulit untuk kau lupakan. Jika selama di Jogja kamu menjalani hidup dengan sewajarnya, dengan baik-baik tanpa melakukan tindakan yang bertentangan, maka Jogja akan membalas dengan segala keunikan, khas dan kenangannya, dan itu akan membuatmu tersenyum sambil berkata : "Jogja, aku akan kembali lagi".
JOGJA ISTIMEWA, via jogjapos.com

selesai...... :)

No comments:

Post a Comment