Monday, July 13, 2015

Menyelami Indahnya "Bunaken" Natuna : Senoa

Alam memang tak pernah henti-henti menawarkan sejuta pesona keindahannya. Mulai dari puncak hingga ke dalam lautan. Tak kalah indah dengan pemandangan alam yang kita lihat dari ketinggian, ternyata laut dengan sejuta misterinya juga menyimpan keindahan yang luar biasa.

Lihat saja di Puau Senoa, kecamatan Bunguran Timur, pulau "ibu Hamil" ini tak hanya menyimpan keindahan alam pasir pantai dan bebatuannya saja, namun alam bawah lautnya juga menyimpan keindahan yang luar biasa indahnya.
Pulau Senoa dari Batu Sindu
Pulau Senoa merupakan satu dari 4 pulau yang ada di Kecamatan Bunguran Timur, terletak di sebelah timur pulau Bunguran dan menghadap langsung ke arah Laut Cina Selatan. Perjalanan menuju ke sana bisa dimulai dari Pelabuhan Teluk Baruk, dengan menyewa perahu / mutur (sengaja gak nyantumin harga, karena harga bisa berubah-ubah). Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit. Perjalanan kesana tidak akan terasa hampa karena pemandangan alam Natuna yang luar biasa akan menemani anda selama perjalanan menuju Pulau Senoa.

Lihatlah sebelah kanan, akan tersaji pemandangan baju Sindu di Tanjung Senubing, jika anda melihat sebelah kiri, akan jelas terlihat susunan bebatuan dari komplek Batu Alif serta Tanjung Datuk yang seakan "menunggu" dari kejauhan, melihat kebelakang akan terpampang sang raksasa Gunung Ranai yang gagah "menjaga" Pulau Bunguran, dan di depan, pohon kelapa Pulau Senua sudah memanggil kamu semua. Sungguh perjalanan yang sangat luar biasa kan?

Nah bagi anda penyuka olahraga diving atau snorkling, laut Senoa merupakan tempat yang pas dan sebenarnya dia pun sedang menunggumu untuk diselami. Bayangkan saja, 100 meter lebih sebelum sampai di pulau kalian sudah disuguhkan dengan pemandangan bawah laut yang luar biasa, jernih, tenang, dan karang-karang yang indah. 

Eit, tunggu dulu, sebelum menyelam, mintalah kepada pengantar untuk membawa keliling pulau dengan pompongnya, pergi ke "telinga"nya yang merupakan tempat bersarang burung walet, melewati "kepala"nya, "perut"nya, sampai ke "anak" pulaunya. Kalau sudah, silahkan ke pulau untuk menyimpan barang-barang dan eksplor lautnya, selami apa yang sudah disediakan Tuhan untuk kamu nikmati.

Berikut beberapa gambar yang didapat dari rekan-rekan disana :




Sunset Senoa

Setelah menyelam, jangan buru-buru pulang, sempatkan untuk merebahkan diri di pantai sambil menikmati indahnya senja di pulau ini, dirikan tenda, siapkan api unggun dan bakar ikan, sambil memainkan lagu-lagu kesayangan akan mebuat sebuah kenangan luar biasa tak terlupakan bersama teman-teman.


 "selami lautnya, agungkan Penciptanya, dan jaga alamnya"

ENJOY NATUNA. :)
sumber foto : instagram @bung_onee

baca juga :
Legenda Pulau Senua
Pulau Senua, pulau Eksotik di Natuna


Untuk Kamu Para Pemudik : Ini Adab-adab Musafir yang Harus Kamu Ketahui

Sekarang kita sudah memasuki musim mudik, musim dimana jalan-jalan, laut, dan udara dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan yang digunakan untuk pulang ke kampung halaman. Mudik merupakan sebuah tradisi kita ketika hendak menyambut Idul Fitri. Nah selama dalam perjalanan mudik ke kampung halaman, secara otomatis kita bertransformasi menjadi seorang musafir.

Kata Rasulullah dalam hadist riwayat imam Bukhari, safar adalah separuh siksa dunia, karena ibadah menjadi kacau, apa lagi shalat. Tetapi, saat safar adalah juga termasuk dalam kriteria do'a yang dikabulkan. :)

Nah, seperti yang sudah dikutip dari akun line Dakwah Islam,  sekarang saya ingin share tentang adab musafir, agar perjalanan kita tidak sebatas capcus aja, tapi juga bernilai pahala di Mata Allah Ta'ala. Apa aja? Yu mareeee...

1. Dirikanlah shalat sunat 2 rakaat sebelum keluar rumah, Semoga Allah permudah segala urusan.
Salat sunnah 2 rakaat, via abuazmashare2014.blogspot.com
"tidaklah seseorang meniggalkan sesuatu bagi keluarganya yang lebih baik dari 2 rakaat yang dilakukan di sisi mereka ketika berniat untuk musafir" (HR. Imam Thabrani)

2. Sunnah memulai perjalanan pada hari kamis, atau selain itu, namun sebisa mungkin hindari berpergian pada hari jumat, agar tidak menggangu waktu shalat jumat.
Kamisssss, via www.canstockphoto.com
"Rasulullah berangkat ke Perang Tabuk pada hari Kamis. Rasulullah menyukai memulai perjalanan pada kamis." (HR. Imam Bukhari) 

3. Meminta izin kepada keluarga
Izin mau mudik, via www.kaskus.co.id

"Apabila seorang dari kamu akan bermusafir, hendaklah meminta izin kepada saudara-saudaranya, sebab sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan pada doa mereka" (daiambil dari kitab al-Azkar Imam Nawawi)

4. Hendaknya memulai perjalanan pada malam hari. Karena malam hari tenang dan pendek waktunya, dan sedikit waktu shalat fardu.
Perjalanan di sunnah dimalam hari, via www.szaktudas.com

"Berjalanlah pada waktu malam hari, karena bumi dijadikan pendek pada waktu malam" (HR Imam Abu Daud)

5. Hendaknya membawa teman, jika lebih dari 3 orang, disunnahkan melantik pemimpin diantaranya.
Mudik Bareng, via nasional.news.viva.co.id
"Jika manusia mengetahui bahaya bermusafir sendirian sebagaimana aku mengetahui, tentu mereka enggan bermudafir sendirian" (HR Imam Bukhari)

6. Membaca doa sebelum musafir, baik doa naik kendaraan dan doa ketika memasuki tempat orang.
Doa, via untuk-islam.blogspot.com
Seorang lelaki bertanya : Wahai Rasul, saya akan bermusafir, jadi berikanlah nasihat kepada saya. Nabi berkata : hendaklah engkau bertaqwa kepada Allah dan bertakbir setiap kali melewati tempat tinggi. Selepas lelaki itu pergi, Nabi berkata, "Ya Allah, dekatkanlah jarak perjalanannya dan mudahkanlah perjalanannya" (HR Imam Tirmidzi)

7. Bertakbir ketika melalui tempat tinggi, dan bertasbih ketika menuruni tempat tinggi. Termasuk saat naik pesawat.
Doa di pesawat, via www.merdeka.com
Dari Jabir r.a. dia berkata : "Apabila kami naik kami bertakbir, dan apabila turun kami bertasbih" (HR Imam Bukhari)

8. Membeli buah tangan untuk dibawa pulang.
Ini adalah hal yang sering kita lakukan, tanpa sadar bahwa kita sudah melaksanakan salah satu sunah rasul, tinggal perbaiki niatnya, ya. :)

9. Bersujud syukur sesampainya di tempat tujuan
Sujud Syukur, via kalsel.kemenag.go.id
Sampaikan rasa syukurmu ketika telah sampai ditujuan dengan melakukan sujud syukur. Syukur atas keselamatan yang Allah berikan kepadamu, syukur atas kesempatan yang diberikan kepadamu untuk bertemu orang-orang yang kamu cintai.

10. Meminta musafir untuk mendoakan kita.
Doa yang mustajab adalah ketika sedang berpergian, via arjunapratama.blogspot.com

Doa seorang musafir adalah doa yang mustajab, sesuai dengan hadist nabi :
"Tiga doa orang yang sangat mustajab; yang berpuasa, yang di dholimi, dan yang sedang berpergian" (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi).

 Ohya, apabila kita bersafar sejauh lebih dari 89 km (dua marhalah), maka kita dianjurkan untuk shalat qasar dan jamak. Ini merupakan suatu keringanan yang diberi oleh Allah Ta'ala kepada hamba-hamba_Nya.

Selamat mudik... :)