Friday, January 3, 2014

Drilling Rig : Sistem Putar (Rotating System)

Fungsi utama system pemutar adalah untuk memutar rangkaian pipa bor dan memberikan beratan diatas pahat member lubang. Sistem pemutar terdiri dari tiga sub-komponen, yaitu Peralatan putar (rotary assembly), Rangkaian pipa bor dan Mata bor (bit).

Rangkaian pipa bor menghubungkan antara swivel dan mata bor berfungsi untuk :
  • Menarik-turunkan mata bor
  • Memberikan beban diatas pahat untuk penembusan (penetration)
  • Meneruskan putaran ke mata bor
  • Menyalurkan fluida pemboran yang bertekanan ke mata bor
  • Mata bor merupakan peralatan yang langsung menyentuh formasi, berfungsi untuk menghancurkan dan menembus formasi.


1. Peralatan Putar (Rotary Assembly) 
Peralatan putar ditempatkan pada lantai bor di bawah crown block diatas lubang, fungsinya adalah untuk memutar rangkaian pipa bor selama operasi pemboran berlangsung dan menggantungkan rangkaian pipa bor yaitu dengan slip yang dipasang (dimasukkan) pada rotary table ketika disambung atau melepas bagian-bagian drill pipe. Peralatan putar terdiri dari Meja Putar, Master Bushing, Kelly Bushing dan Rotary Slip.
Meja putar, master bushing dan kelly bushing digunakan bersama-sama untuk memutar rangkaian pipa bor. Sedangkan meja putar, master bushing dan rotary table digunakan untuk menggantung rangkaian pipa bor di dalam lubang pada saat menyambung/melepas section drillpipe dengan bantuan “make-up and break-out tongs”.

Meja Putar (Rotary Table)
  • Meja putar berfungsi untuk :
  • Meneruskan gaya putar dari drawwork ke rangkaian pipa bor melalui Kelly bushing dan Kelly.
  • Menahan pipa bor dalam lubang pada saat penyambungan atau pelepasan pipa bor dilakukan. Kecepatan meja putar dapat diatur oleh seorang driller man dengan beberapa handle yang ada di drawwork.
Hubungan rotary table dengan prime mover ada dua macam :
  • Hubungan dengan rantai ke drawwork
  • Hubungan langsung ke prime mover


Master Bushing  
Master bushing merupakan alat yang dapat dilepas dari rotary table. Master bushing berfungsi sebagai dudukan (penempatan) Kelly bushing atau rotary slip. 


Kelly Bushing 
Kelly bushing selama operasi pemboran berlangsung berfungsi untuk meneruskan transmisi gaya putar dari rotary table ke kelly dan seterusnya ke rangkaian pipa bor. putaran dari rotary table ke rangkaian pipa bor.
Kelly Bushing

Rotary Slip 
Jika rotary slip dimasukkan ke dalam master bushing, maka rotary slip akan berfungsi sebagai penggantung rangkaian pipa bor pada saat dilakukan penyambungan atau pelepasan section rangkaian pipa bor. Kunci utamanya adalah meja putar.
Fungsi lain alat ini adalah untuk menahan drill string yang menggantung ketika melakukan koneksi, menaikkan dan menurunkan drill string ke drill hole. Dijepitkan pada rangkaian drill string saat pemasangan atau pelepasan, agar tidak terlepas ataupun jatuh kedalam lubang bor.
Rotary Slip


2. Rangkaian Pipa Bor
2.a. Swivel
Swivel adalah ujung teratas rangkaian pipa bor, yang berfungsi untuk memberikan kebebasan kepada rangkaian pipa bor untuk berputar dimana swivelnya sendiri tidak ikut berputar, memberikan perpaduan gerak vertikal dengan gerak berputar agar dapat bekerja bersama-sama. Juga sebagai penghubung antara rotary hose (pipa karet) dengan Kelly sehingga memungkinkan lumpur bor untuk sirkulasi tanpa mengalami kebocoran. Bagian-bagian dari swivel terdiri dari :

  1. Bail : bagian atas dari swivel yang berfungsi sebagai penggantung swivel pada hook di bawah travelling block
  2. Goosneck : merupakan pipa yang berbentuk seperti huruf “U” yang terletak di bagian atas dari swivel, berfungsi untuk menghubungkan rotary hose dengan swivel
  3. Washpipe assembly (internal) terletak pada bagian atas swivel bannet yang berfungsi untuk menghubungkan rotary hose (dari goosneck) dengan rotating swivel stem. Washpipe assembly dapat diambil dari swivel untuk dibersihkan.
  4. Bonnet : merupakan metal yang berfungsi sebagai pelindung washpipe assembly
  5. Houshing : merupakan suatu baja yang berfungsi sebagai pelindung washpipe dan sebagai rumah rotating stem assemblies
  6. Rotating swivel stem : merupakan poros perputaran pada swivel
  7. Pin : merupakan ulir pada bagian atas dari kelly cock.


2.b. Kelly
Kelly merupakan rangkaian pipa bor yang paling atas dimana bentuk irisan luarnya dapat berbentuk segi tiga, segi empat, segi enam. Kelly ini dimasukkan ke dalam kelly bushing. Kelly bushing berfungsi untuk meneruskan gaya putar (torsi) dari meja putar ke kelly dan selanjutnya keseluruh rangkaian pipa bor. Selama kelly ini tidak dipergunakan (dilepas) misal pada waktu mencabut string, maka kelly ini dimasukkan ke dalam rathole yang terdapat di lantai bor. Dalam keadaan ini kelly bushing selalu ikut terbawa demikian pula swivelnya.


2.c. Upper Kelly Cock
Merupakan suatu valve yang dipasang diantara swivel dan kelly. Fungsi utamanya (pada saat tertutup) adalah untuk menjaga agar tidak terjadi tekanan dari lubang bor yang bertekanan tinggi.

2.d. Lower Kelly Cock (Mud Silver Valve)
Mempunyai valve otomatis atau manual berfungsi untuk menahan cairan pemboran dalam kelly pada saat dilakukan penyambungan.

2.e. Drillpipe (DP)
Drillpipe merupakan bagian rangkaian pipa bor yan terpanjang, artinya jumlahnya paling banyak dalam satu rangkaian pipa bor untuk mencapai kedalaman lubang bor yang diinginkan. Saat digunakan, drillpipe terletak di atas drill collar atau HWDP (heavy weight drill pipe). Rangkaian pipa bor satu sama lainnya di hubungkan dengan tool joint dan disambung dengan drill collar sehingga memungkinkan untuk diperpanjang dan diputar serta menjadi jalan bagi cairan pengeboran agar mengalir dengan lancar dari swivel ke dasar sumur. Fungsi utama drillpipe adalah untuk :
  • menghubungkan kelly dengan drillcollar dan mata bor di atas lubang bor
  • memberikan rangkaian panjang pipa bor, sehingga dapat menembus formasi yang lebih dalam
  • memungkinkan naik turunnya mata bor
  • meneruskan putaran dari meja putar ke meja bor
  • meneruskan aliran lumpur bor dari swivel ke mata bor 

Drill Pipe
2.e.1. Penyambung Drill Pipe
Setiap section atau joint drillpipe standart mempunyai dua bagian pokok, yaitu tube (pipe), dan tool joint pada kedua ujungnya. Tool joint terdiri dari dua jenis :
  • Pin connection : tool joint pada bagian bawah drillpipe (DP) dimana ulir dibuat pada bagian luar, disebut “PIN".
  • Box connection : tool joint pada bagian atas drill pipe (DP) dimana ulir dibuat pada bagian dalam, disebut “BOX”.

2.e.2. Karakteristik Drill Pipe
a) Tipe utama drill pipe, ada 2 macam :
  1. Standart drill pipe : digunakan dari permukaan sampai pada top drill collar. Pada umumnya drill pipe diikuti drill collar di atas mata bor (bit).
  2. Heavy weight drill pipe : digunakan pada kondisi khusus, yaitu pada waktu terjadi down hole problem seperti pipa terjepit, dan sebagainya. HWDP yang merupakan rangkaian drillstring terletak di antara drill pipe dan drill collar. Fungsinya adalah untuk menghubungkan dan menambah panjang rangkaian pipa pemboran dan menambah beban tekan pada drillstring.
Heavy Weight Drill Pipe

b) Ukuran dan panjang :
  1. Range 18’ – 22’ (jarang dijumpai)
  2. Range 27’ – 30’
  3. Range 39’ – 45’

c) Drillpipe joint biasanya disambung atau dilepasdari section pipa bor. Section ini disebut “stand’. Jumlah joint dalam satu stand ditentukan oleh tinggi menara dan ring drill pipe yang digunakan.

d) Penyimpanan drill pipe : drill pipe disimpan bila tidak digunakan pada dua rak pipe didekat rig. Rig storage bisa dilepas dari rangkaian pipa bor, drill pipe joint ditempatkan (disandarkan) pada rak pipa di sisi menara. Near Rig storage drill pipe joint ditempatkan pada rak yang terletak di seberang rig.


2.f. Drill Collar (DC)

Drillcollar berbentuk seperti DP, tetapi diameter dalamnya lebih kecil dan diameter luarnya sama dengan diameter luar tooljoint drill pipe. Jadi dindingnya lebih tebal daripada drillpipe. Dinding yang tebal ini memungkinkan dibuatnya grade pada dinding tersebut sehingga tdak memerlukan tool joint. Pada drill collar juga dapat dipasangkan alat-alat spesial sehingga hasil pengeboran formasi dapat maksimal.
Drill Collar yang merupakan rangkaian pipa bor dan/atau bottom hole assembly (BHA) ditempatkan pada rangkaian pipa bor bagian bawah diatas mata bor dan dibawah drill pipe. Fungsi utama dari Drill Colar :
  • Sebagai pemberat (wight on bit = WOB), sehingga rangkaian pipa bor dalam keadaan tetap tegang pada saat pemboran berlangsung, sehingga tidak terjadi pembelokkan lubang.
  • Membuat agar putaran rangkaian pipa bor stabil
  • Memperkuat bagian bawah dari rangkaian pipa bor agar mampu menahan puntiran.
  • Dengan demikian diharapkan akan berjalan dengan laju yang besar, lubang bor lurus dan kerusakan DP kecil.
Drill Collar
2.f.1. Karakteristik Drill Collar
Perbedaan pokok antara drillpipe dengan drillcollar adalah ukuran, berat dan strength. Pada gambar terlihat drillcollar tidak mempunyai tool joint, karena drillcollar dindingnya tebal sehingga ulir cukup dibuat pada dindingnya sendiri.
Standart drillcollar parts
Ukuran drill collar :
  • Biasanya mempunyai panjang 30 ft atau kurang
  • Tebal dindingnya 3 ½ inch atau lebih
  • Berat lebih dari 3 tons
  • Di bawah batang bor dapat dipakai 2 – 60 drillcollar

2.f.2. Jenis-Jenis Drill Collar
  1. Standart drillcollar mempunyai permukaan yang halus dengan box connection terletak pada tiap top dan pin connection terletak pada bottom.
  2. Spiraled drillcolar mempunyai permukaan beralur seperti spiral, digunakan pada kondisi khusus untuk mencegah terjadinya differential wall sticking.
  3. Zipped drillcollar permukaannya terdapat ceruk (lekukan) yaitu pada bagian ujung atas drillcollar. Digunakan untuk menjaga keseimbangan.

3. Mata Bor (Bit)
Mata bor merupakan peralatan yang langsung menyentuh formasi, berfungsi untuk menghancurkan dan menembus formasi, dengan cara memberi beban pada mata bor. Bagian – bagian penting dari mata bor antara lain :
  • Shank: merupakan suatu alur (threaded pin), dimasukkan ke dalam box connection pada bottom collar atau bit sub di bawah collar.
  • Bit lugs : merupakan peralatan yang berfungsi untuk dudukan poros dan cones.
  • Cones : merupakan roda-roda bergigi (gerinda) yang berputar pada mata bor.
  • Fluid passageway (jets) : merupakan nozzle yang terdapat pada bottom untuk menyemprotkan lumpur bor langsung ke formasi.
Jenis-jenis mata bor :
3.a. Drag Bit
Drag bit ini tidak mempunyai roda-roda yang dapat bergerak dan membor dengan gaya keruk dari blandenya. Pada masa yang lampau, biasanya untuk pemboran permukaan (spud in) dilakukan dengan bit ini, tetapi dewasa ini telah digeser oleh roller- cone bit. Letak jet nozzle pada drag bit ini dirancang agar supaya lumpur yang keluar dari rangkaian pipa bor langsung menyemprot blandernya, hal ini dimaksudkan agar blandenya tetap bersih pada waktu mengebor. Drag bit biasanya digunakan untuk membor formasi-formasi lunak dan plastik (lengket). Blande drag bit dibuat dari macam-macam baja paduan dan pada bagian muka (faced) yang keras umumnya diperkuat dengan tungsten carbide. Persoalan-persoalan yang timbul dalam penggunaan drag bit adalah sebagai berikut :

  • lubang bengkok
  • lubang berdiameter kurang dari yang diminta (undergauge)
  • balling (dilapisi padatan) pada pemboran formasi shale
Lubang bengkok dapat dikurangi dengan pemakaian drill collar, sedang undergauge dapat dikurangi dengan membuat otomatis pada nozzle, dimana bila bitnya rusak, nozzle bertumpu pada lubang dan tertutup secara otomatis, sehingga menaikkan tekanan pompa dipermukaan. Balling dapat dikurangi dengan menggunakan jet nozzle pada balandenya.

3.b. Roller-Cone (Rock Bit)
Roller-Cone adalah bit yang mempunyai kerucut (cone) yang dapat berputar untuk menghancurkan batuan. Bit ini pertama kali didesain oleh howard R. Houghes (1909) dan hingga sekarang banyak dilakukan untuk pemboran di lapangan minyak. Pada masing-masing terdapat gigi-gigi. Jika diperhatikan secara seksama maka bentuk gigi tersebut untuk setiap bit berbeda. Gigi yang panjang dan jarang letaknya atau sedikit jumlahnya digunakan untuk formasi batuan lunak. Sedang gigi-gigi yang pendek dan rapat letaknya adalah digunakan untuk formasi medium hard atau hard (keras).
Umumnya jumlah conner pada setiap bit adalah tiga, setiap cones mempunyai sumbu yang berbeda, setiap asnya berpotongan pada satu titik. Panjang jarak gigi-gigi serta pola dari bit dibuat untuk memperoleh laju pemboran yang tertinggi dengan minimum pengaruh balling pada gigi-gigi tersebut. Roller cone bit ada dua macam, yaitu steel tooth bit dan insert bit.

a. Steel tooth bit (Milled tooth bit)
Merupakan satu diantara jenis mata bor (bit) yang paling banyak dipakai, dikenal dari gigi-gigi pemotongnya yang dibentuk dengan jalan menggiling/memotong conenya, sehingga menjadi gigi.

b. Insert bit (Tungsten carbite bit)
Gigi-gigi dibuat dari karbit tungsten yang tahan keausan. Biasanya mata bor jenis ini digunakan untuk menembus lapisan yang paling keras atau paling abrasif.
Roller Cone Bit (Steel Tooth Bit)
3.c. Diamond Bit
Pengeboran dengan diamond bit ini sifatnya bukan penggalian (pengerukan) dengan gigi berputar, tetapi diamond bit ini membor batuan berdasarkan penggoresan dari butir-butir intan yang dipasang pada matrix besi (carbite) sehingga menghasilkan laju pemboran yang relatif lambat. Kontak langsung antara intan-intan dengan formasi menyebabkan kerusakan yang cepat karena panas yang ditimbulkan. Pemakaian intan dipertimbangkan karena intan merupakan zat padat yang sampai sekarang dianggap paling keras dan abrasif. Pada prakteknya diamond bit jarang/tidak selalu digunakan di lapangan. Keistimewaan dari diamond bit ini adalah mempunyai umur pemakaian yang relatif panjang (awet) sehingga mengurangi frekuensi roundtrip, dengan demikian biaya pemboran dapat biperkecil.


Peralatan tambahan
1. Bit Breaker
Bit Breaker

 2. Bit Sub
Bit Sub

Specialized Down Hole Tools
Specialized Down-Hole Tools merupakan peralatan khusus yang digunakan sebagai “bottom hole asembly” pada rangkaian pipa bor. Peralatan ini digunakan untuk mengontrol kerja bit selama operasi pemboran berlangsung. Ada tiga jenis Specialized Down-Hole Tools, yaitu stabilizer, rotary reamers dan shock absorbes (shock subs.


1. Stabilizer
Stabilizer digunakan sebagai “bottom hole assembly” untuk menjaga kestabilan bit dan drillcollar dalam lubang bor selama berlangsung operasi pemboran. Pada umumnya stabilizer di gunakan untuk tujuan sebagai berikut (fungsi) :
  • Untuk menungkatkan penembusan (increased penetration). Stabilizer akan memberikan WOB yang lebih besar pada drillcollar sehingga meningkatkan laju pemboran (penetration rate)
  • Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya patah lelah (fatique) pada sambungan drillcollar.
  • Untuk mencegah terjadinya ‘well sticking”. Stabilizer dapat menahan permukaan rangkaian pipa bor tetap tidak menyentuh dinding lubang bor.
Ada empat jenis stabilizer, yaitu :
  • Non-rotary sleave type stabilizer
  • Sleave type rig repairable stabilizer
  • Replaceable wear pid rig repairable stabilizer
  • Blande stabilizer
Stabilizer

2. Rotary Reamers
Rotary Reamers merupakan peralatan yang digunakan pada operasi pemboran terutama menjaga ukuran lubang bor atau untuk memperbesar ukuran lubang bor. Ada tiga jenis rotary reamers :
  • 3-point string type
  • 6-point bottom hole type
  • 3-point bottom hole type

3. Shock Absorbers

Sering juga disebut “shock sub” merupakan peralatan yang diletakkan pada bagian bawah section drillcollar untuk mengurangi getaran dan kejutan yang ditimbulkan oleh “cutting section of the bit” ketika membor batuan keras, patahan dan selang-seling batuan keras lunak, hal ini mengurangi terjadinya kerusakan rangkaian pipa bor dan bahkan rignya sendiri. Fungsi utama shock absorbed adalah untuk mengurangi :
  • - patah lelah pada sambungan drillcollar dan drillpipe
  • - beban kejutan pada bit, melindungi gigi-gigi dan bearing (as)
  • - kemungkinan kerusakan pada peralatan di permukaan.
Hal ini akan membuat laju pemboran yang lebih cepat karena WOB dan RPM yang optimum dapat dicapai dan juga dapat memperpanjang umur pahat (bit). 


Next :
Sistem Sirkulasi (Circulating System)

Thursday, January 2, 2014

Drilling Rig : Sistem Angkat (Hoisting System)

Sistem pengangkatan (hoisting system) merupakan salah satu komponen peralatan pemboran, yang berfungsi untuk memberikan ruang kerja yang cukup untuk pengangkatan dan penurunan drill string dan casing kedalam lubang bor selama operasi pemboran berlangsung.

Sistem pengangkatan memegang peranan penting mengingat bahwa sistem ini adalah sistem yang mendapat atau mengalami beban yang paling besar, baik beban secara vertikal maupun beban horizontal. Beban vertikal berasal dari beban menara, drillstring (drill pipe dan drill collar), casing string, tegangan dead line, tegangan dari fast line serta tegangan dari block-block. Sedangkan beban horizontal berasal dari tiupan angin serta drill pipe yang disandarkan pada menara. Beban yang disebabkan oleh tiupan angin ini sangat mempengaruhi beban sistem pengangkatan pada saat pemboran berlangsung dilepas pantai (off shore), seperti dilapangan laut utara dimana kecepatan angin sangat besar sekali.

Sistem pengangkatan ini terdiri dari dua sub komponen utama, yaitu struktur penyangga (supporting structure) yang dikenal dengan nama “rig” dan peralatan pengangkatan (hosting equipment).

1. Struktur Penyangga (Supporting Structure)
Struktur pengangga (rig) adalah konstruksi menara kerangka baja yang ditempatkan diatas titik bor, berfungsi untuk menyangga perlatan pemboran. Struktur penyangga terdiri dari s
ubstructure, lantai bor (floor) dan menara pemboran (drilling tower) yang ditempatkan diatas struktur dan lantai bor.

1.a. Substructure
Substructure adalah konstruksi kerangka baja sebagai platform yang dipasang langsung diatas titik bor. Substructure memberikan ruang kerja bagi peralatan dan pekerja diatas dan dibawah lantai bor. Tinggi substructure ditentukan oleh jenis rig dan ketinggian blow out preventer stock. Substructure mampu menahan beban yang sangat besar yang ditimbulkan oleh derrick atau mast, peralatan pengangkatan meja putar, rangkaian pipa bor (drill pipe, drill collar dan sebagainya) dan beban casing.

Substructure

1.b. Lantai Bor (Rig)
Lantai bor merupakan bagian penting dalam perhitungan kedalaman sumur, karena titik nol pemboran dimulai dari lantai bor. Lantai bor berada diatas substructure dan berfungsi untuk :

  • Menampung peralatan-perlatan pemboran yang kecil-kecil.
  • Tempat berdirinya menara.
  • Mendudukan drawwork.
  • Tempat driller dan rotary helper (roughneck).
Susunan lantai bor terdiri dari :
  • Rotary table : Memutar rangkaian pipa bor (drill pipe, drill collar, bit).
  • Rotary drive : Meneruskan (memindahkan) daya dari drawwork ke meja putar (rotary table).
  • Drawwork : Merupakan “hoisting mechanism” pada rotary drilling rig.
  • Drillers console : Merupakan pusat instrumentasi dari rotary drilling rig.
  • Make-up and break-out tongs : Kunci-kunci besar yang digunakan untuk menyambung atau melepas bagian-bagian drill pipe dan drill collar.
  • Mouse hole : Lubang dekat rotary table pada lantai bor, dimana drill pipe ditempatkan pada saat dilakukan penyambungan dengan kelly dan rangkaian pipa bor.
  • Rat hole : Lubang dekat kaki menara pada lantai bor dimana kelly ditempatkan pada saat berlangsung “cabut pasang pipa” (round trip).
  • Dog house : Merupakan rumah kecil yang digunakan sebagai ruang kerja driller dan penyimpanan alat-alat kecil lainnya.
  • Pipe ramp : Merupakan jembatan penghubung antara catwalk dengan rig floor, berfungsi sebagai lintasan pipa bor yang ditarik ke lantai bor.
  • Cat walk : Merupakan jembatan penghubung antara pipe rack dengan pipe ram, berfungsi untuk menyiapkan pipa yang akan ditarik ke lantai bor lewat pipe ramp.
  • Hydraulic catheat : Digunakan untuk menyambung dan melepas sambungan jika dipasang drill pipe yang besar atau drill collar akan ditambahkan atau dikurangkan dari drill string pada saat “perjalanan” masuk atau keluar dari sumur bor.

1.c. Menara Pemboran (Drilling Tower)
Fungsi utama menara pemboran adalah untuk mendapatkan ruang vertikal yang cukup untuk menaikkan dan menurunkan rangkaian pipa bor dan casing ke dalam lubang bor selama operasi pemboran berlangsung. Oleh karena itu tinggi dan kekuatannya harus disesuaikan dengan keperluan pemboran.
Menara ini jika dilihat dari keempat sisinya akan memiliki konstruksi yang berbeda. Sisi dimana drawwork berada selalu berlawanan dengan pipe ramp maupun pipe rack. L.C.Moore, Ideco Worl Field, National Card Well, mengemukakan bahwa ada dua tipe menara, yang pertama adalah Tipe standart (derrick) dan berikutnya adalah Tipe portable (mast).

Bagian-bagian menara yang penting :

  • Gine pole : Merupakan tiang berkaki dua atau tiga yang berada di puncak menara, berfungsi untuk memberikan pertolongan pada saat menaikkan dan memasang crown block (gine pole hanya dipasang menara tipe standard).
  • Water table : Merupakan lantai di puncak menara yang berfungsi untuk mengetahui bahwa menara sudah berdiri tegak.
  • Cross bracing : Berfungsi untuk menguatkan menara, ada yang berbentuk k dan x.
  • Tiang menara : Merupakan empat tiang yang berbentuk menara, berbentuk segi tiga sama kaki, berfungsi sebagai penahan terhadap semua beban vertikal dibawah menara dan beban horizontal (pengaruh angin dsb).
  • Girt : Merupakan sabuk menara, berfungsi sebagai penguat menara.
  • Monkey board : Tempat kerja bagi para derrickman pada waktu cabut atau menurunkan rangkaian pipa bor. Serta tempat menyandarkan bagian rangkaian pipa bor yang kebetulan sedang tidak digunakan (pada saat dilakukan cabut pipa). Monkey board terletak di tengah-tengah ketinggian menara pemboran, crew yang bekerja di monkey board disebut monkey man.
Monkey Board

1.c.1. Menara Tipe Standart (Derrick)
Jenis menara ini tidak dapat didirikan dalam satu unit, tetapi sistem pendiriannya disambung satu-persatu (bagian-bagian). Demikian jika dipindah harus melepas dan memasang bagian-bagian tersebut, kecuali untuk jarak yang tidak terlalu jauh dapat digeserkan. Menara jenis ini banyak digunakan untuk pemboran dalam, dimana membutuhkan lantai yang luas untuk tempat pipa, pemboran ditengah-tengah kota, daerah pegunungan dan pemboran di lepas pantai dimana tidak tersedia cukup ruang untuk mendirikan satu unit penuh.

1.c.2. Menara Tipe Portable (Mast)
Jenis menara ini posisi berdirinya dapat vertikal atau hampir vertikal, terdiri dari bagian yang dikaitkan satu sama lain dengan las atau sekrup (biasanya terdiri dari dua tingkat), tipe menara ini dapat didirikan sebagai unit menara penuh, menara ditahan oleh teleskoping dan diperkuat oleh tali-tali yang ditambatkan secara tersebar. Tipe menara ini jika dibandingkan dengan menara standart mempunyai kelebihan, karena lebih murah, mudah dan cepat untuk mendirikannya, serta biaya transportnya murah, tetapi penggunaannya terbatas pada pemboran yang dangkal.

Mast (Portable Rig)


2. Peralatan Pengangkatan (Hoisting Equipment) 
2.a. Drawwork

Drawwork

Drawwork merupkan otak dari suatu unit pemboran, karena melalui drawwork ini seorang driller dapat melakukan dan mengatur operasi pemboran, sebenarnya drawwork merupakan suatu sistem transmisi yang kompleks. Sebagai gambaran adalah seperti sistem transmisi pada mobil (gear bock). Drawwork akan berputar bila dihubungkan dengan prime mover (mesin penggerak). Drawwork terletak di belakang derrick atau juga berada di dekat meja putar.

Konstruksi drawwork tergantung dari beban yang harus dilayani, biasanya didesain dengan horse power (hp) dan kedalaman pemboran, dimana kedalaman disini harus disesuaikan dengan ukuran drill pipenya.
Fungsi utama drawwork adalah untuk :

  1. Meneruskan tenaga dari prime mover (power system) ke rangkaian pipa bor selama operasi pemboran berlangsung.
  2. Meneruskan tenaga dari prime mover ke rotary drive.
  3. Meneruskan tenaga dari prime mover ke catheads untuk menyambung atau melepas bagian-bagian rangkaian pipa bor.
Komponen-komponen utama drawwork terdiri dari :
  1. Revolling Drum : Merupakan suatu drum untuk menggulung kabel bor (drilling line).
  2. Breaking System : Terdiri dari rem mekanis utama dan rem pembantu hidrolis atau listrik, berfungsi untuk memperlambat atau menghentukan gerakan kabel bor.
  3. Rotary Drive : Berfungsi untuk meneruskan tenaga dari drawwork ke meja putar.
  4. Catheads : Berfungsi untuk mengangkat atau menarik beban-beban ringan pada rig floor dan juga berfungsi untuk menyambung atau melepas sambungan pipa bor.

2.b. Overhead Tools
Overhead tools merupakan serangkaian peralatan yang menunjang operasi pemboran. Overhead tools terdiri dari crown block, traveling block, hook, dan elevator.

Crown block : Merupakan kumpulan roda yang ditempatkan pada puncak menara (sebagai block yang diam). Crown block berfungsi untuk melilitkan tali-tali pemboran, dan sebagai katrol untuk membuat sistem pengangkat dapat bekerja. 
 
Crown block berupa katrol-katrol pada puncak menara, yang dihubungkan pada travelling block dengan menggunakan drilling line, untuk meringankan beban pengangkatan berbagai peralatan pemboran. Travelling block merupakan susunan pul-pul dimana tali baja dililitkan, hal ini memungkinkan travelling block berjalan naik turun di bawah crownblock dan diatas rig floor.
Crown Block (sumber gambar atas : goldenman.win.mofcom.gov.cn)

Traveling block : Merupakan kumpulan roda yang digantung di bawah crown block, di atas lantai bor yang berfungsi sebagai block yang bergerak naik-turun untuk mengangkat hook block.
Travelling Block (Sumber insert : www.made-in.china.com


Hook : Berfungsi untuk menggantungkan swivel dan rangkaian pipa bor selama operasi pemboran berlangsung. Hook terletak di bawah traveling block
Hook (sumber insert : img.directindustry.com)

Elevator : Merupakan klem (penjepit) yang ditempatkan (digantungkan) pada salah satu sisi travelling block atau hook dengan elevator links. Elevator berfungsi
untuk menjepit atau memegang drill pipe dan drill collar bagian demi bagian sehingga dapat dimasukkan atau dikeluarkan ke dan dari lubang bor.
Elevator


2.c. Drilling Line
Drilling line berada di dekat drawwork. Drilling line menghubungkan semua komponen dalam sistem pengangkatan, karena tali ini dililitkan secara bergantian melalui crown block dan puli travelling block, kemudian digulung pada revolving drum yang berputar. Selain itu ada juga tali yang tidak bergerak yang ditambatkan pada substructure (dead line).
Drilling line sangat penting dalam operasi pemboran karena berfungsi untuk menahan atau menarik beban yang diderita oleh hook. Untuk menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi karena keausan maka dibuat “cut off program”. Cut of program ini dibuat berdasarkan kekuatan kabel terhadap tarikan dan dinyatakan dengan ton line yang diderita kabel. Beban-beban berat yang diderita oleh drilling cable terjadi pada saat :
  • Cabut dan masuk drill string (round trip).
  • Pemasangan casing (running casing).
  • Operasi pemancingan (fishing job).
Drilling Line

Susunan drilling line terdiri dari :
  • Reveed “drilling line” : Tali yang melewati roda-roda crown block dan roda-roda travelling block.
  • Dead line : Tali tidak bergerak yang ditambatkan pada substructure (tali mati).
  • Dead line anchor : Biasanya ditempatkan berlawanan (berseberangan dengan drawwork, diklem pada substructure).
  • Storage or supply : Biasanya ditempatkan pada jarak yang dekat dengan rig.

Peralatan-peralatan Lain
1. Sand Line

Sand Line

Fungsi dan letak sand line hampir sama seperti drilling line. Sand line menghubungkan semua komponen dalam sistem pengangkatan, karena tali ini dililitkan secara bergantian melalui crown block dan puli travelling block, kemudian digulung pada revolving drum yang berputar. Selain itu ada juga tali yang tidak bergerak yang ditambatkan pada substructure (dead line).

2. Tong

Tong
Tong merupakan kunci pas, untuk mengencangkan dan melonggarkan koneksi pada drill string / untuk membuka dan menutup pada rangkaian pipa bor. Dalam kondisi standbye tong harus berada di dekat lantai bor atau dog house.

3. Dog House

Dog House
Dog house berfungsi untuk memberikan tempat untuk para driller beristirahat pada waktu istirahat atau jam makan siang. Dog house berada di atas rig floor. Dog house merupakan rumah kecil yang digunakan sebagai ruang kerja driller dan penyimpanan alat-alat kecil lainnya.

4. Cat Walk

Cat Walk
Cat walk merupakan wadah untuk meletakkan pipa-pipa pemboran sebelum diletakkan di lereng pipa. Cat walk terletak di depan rig. Cat walk ini menghubungkan antara piperack dan v-door/drill floor. Pipa diletakkan diatas cat walk kemudian disalurkan dengan menggunakan trolleys.

5. V-Ramp

V-Ramp
V-ramp merupakan jembatan penghubung antara catwalk dan rig floor. berfungsi sebagai lintasan drill pipe yang akan ditarik ke rig floor. V-ramp terletak berdekatan dengan cat walk.

6. Top Drive

Top Drive
Top Drive merupakan teknologi yang digunakan dalam pemboran khususnya dalam hoist dan rotary system dengan menggunakan putaran dari motor dalam top drive, sehingga tidak perlu menggunakan rotary table. Adanya lintasan khusus dari top drive untuk sistem pengangkatan. Top drive terletak di bawah hhok dan berfungsi untuk memberikan tenaga angkat, putar dan sebagai alat sirkulasi.


7. Link

Link
Link berfungsi sebagai pengait antara hook dengan elevator, dan berlokasi di dekat hook. Ruang kerja link adalah hanya sebagai penggantung saja. Link dirangkai dengan elevator seperti pada saat round trip.

Drilling Rig : Sistem Tenaga (Power System)

Kita masih lanjut dengan tulisan kemarin, kali ini kita akan membahas sistem pada rig pemboran yang pertama, yaitu sistem tenaga, dimana sistem ini memegang peranan penting dalam pemboran (semuanya juga penting sih). Hanya saja sistem tenaga ini adalah sumber dari segala sistem yang akan digunakan, yop ikut penjelasannya.

1. Sistem Tenaga (Power System)
Sistem tenaga pada operasi pemboran terdiri dari dua sub-komponen utama, yaitu :
  1. Power Supply Equipment, yang dihasilkan oleh mesin-mesin besar yang dikenal sebagai “Prime Mover” (penggerak utama).
  2. Distribution Equipment (transmition), meneruskan tenaga yang diperlukan untuk operasi pemboran.
Sistem transmisi dapat dikerjakan dengan salah satu dari sistem, yaitu sistem transmisi mekanis atau sistem transmisi listrik.

1.a. Prime Mover Unit
Hampir semua rig menggunakan “Internal Combution Engines”. Penggunaan jenis dan jumlah mesin ini ditentukan oleh besarnya tenaga yang diperlukan untuk mengebor sumur yang didasarkan pada casing program dan keadaan sumur. Tenaga yang dihasilkan sebuah prime mover berkisar antara 500 sampai 5000 hp.

Jumlah unit mesin yang diperlukan :
  1. Dua atau tiga, pada umumnya operasi pemboran memerlukan dua atau tiga mesin.
  2. Empat, untuk pemboran yang lebih dalam memerlukan tenaga yang lebih besar sehingga mesin yang diperlukan dapat mencapai empat mesin.
Jenis mesin yang digunakan :
  1. Diesel ( copression ) engines.
  2. Gas ( spark-ignition ) engines.
Prime Mover (sumber : http://dickalive.blogspot.com)
Fungsi utama dari prime mover unit adalah untuk mendukung seluruh sistem lainnya dengan menyediakan suatu sumber tenaga yang diperlukan dalam operasi pemboran modern. Letak prime mover tergantung pada sistem transmisi yang digunakan dan ketersediaan ruang, umunya prime mover terletak di bawah rig, di atas lantai bor, di samping atau di sisi rig, baik di atas tanah maupun di atas lantai bor pada struktur yang terpisah, dan terletak jauh dari rig . Tenaga yang dihasilkan oleh suatu Prime Mover harus disalurkan kebagian-bagian pekerjaan utama dari sistem pemboran. Transmisi tenaga ini dilakukan melalui salah satu dari dua cara yang ada, yaitu:
  • Transmisi tenaga mekanis (Mechanical Power Transmission).
  • Transmisi tenaga listrik (Electric Power Transmission).
Biasanya di rig, prime mover berada di dalam wadah (kontainer) untuk alasan keamanan dan keselamatan peralatan. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Letak Prime Mover

1.b. Distribusi Tenaga Pada Rig
Rig tidak berfungsi dengan baik bila distribusi tenaga yang diperoleh tidak mencukupi. Sebagian besar tenaga yang dihasilkan mesin, didistribusikan untuk drawwork, rotary table dan mud pump. Disamping itu juga diperlukan untuk penerangan, instrumen rig, engines fans, air conditioner, dan tenaga transmisi. Tenaga transmisi diperoleh dari salah satu metode sebagai berikut :
  • Mechanical power transmission.
  • Electrical power transmission.

1.2.1. Mechanical Power Transmision
Mechanical Power Transmision (transmisi tenaga mekanik) berarti tenaga yang dihasilkan oleh mesin-mesin harus diteruskan secara mekanis.


Sistem Transmisi Mekanik (sumber : http://dickalive.blogspot.com)
Sistem ini berfungsi sebagai penghubung untuk menghubungkan tenaga power yang berasal dari prime mover ke peralatan – peralatan atau mesin – mesin yang ada di rig. Tenaga yang dihasilkan oleh prime mover harus dihubungkan bersama-sama dengan mesin-mesin yang lain untuk mendapatkan tenaga yang mencukupi. Hal ini dilakukan dengan Hydraulic Coupling (Torque Converters), yang dihubungkan bersama-sama (compounded). Tenaga ini kemudian diteruskan melalui elaborate sprocket dan chain linking system (sistem rantai), yang secara fisik mendistribusikan tenaga ke unit-unit yang memerlukan tenaga. Sistem ini sekarang banyak digantikan dengan tenaga listrik (susunan electrical power transmision).

1.2.2. Electrical Power Transmission
Sebagian besar drilling rig sekarang telah menggunakan sistem transmisi tenaga listrik yang harus dialirkan melalui kabel. Pada sistem ini mesin diesel memberikan tenaga mekanik dan diubah menjadi listrik oleh generator listrik, yang dipasang didepan block. Generator menghasilkan arus listrik, yang dialirkan melalui kabel ke suatu “Control Unit” (kontrol kabinet).
Dari control kabinet, tenaga listrik diteruskan melalui kabel tambahan ke motor listrik yang langsung dihubungkan ke sistem peralatan yang lain, seperti sistem angkat, rotary, sirkulasi, penerangan, dan lain-lain. Beberapa keuntungan penggunaan electric power transmission :
  1. Lebih fleksibel letaknya.
  2. Tidak memerlukan rantai penghubung.
Umumnya lebih kompak dan portable, dan lebih mudah dikontrol.

Sistem Transmisi Elektrik (sumber : http://dickalive.blogspot.com)
Berfungsi untuk mentransmisikan tenaga yang dihasilkan oleh prime mover ke seluruh peralatan pemboran melalui kabel (elektrik). Alternator memproduksi AC power yang dikirmkan melalui kabel ke electric switch-and-control gear. Dari sini, sebagian besar degenerated menjadi DC dan dikirimkan melalui kabel ke electric motor yang terpasang langsung pada peralatan bersangkutan. 


Next :
Sistem Angkat (Hoisting System)

Pengenalan Teknik Pemboran

Dalam industri perminyakan, pemboran adalah suatu kegiatan penting yang harus dilakukan untuk mendapatkan hidrokarbon di bawah permukaan. Pemboran adalah suatu kegiatan membuat lubang dari permukaan menuju target (reservoar) yang telah ditentukan. Kesuksesan operasi pemboran menentukan kelanjutan industri minyak dan gas bumi kita. Dalam operasi pemboran, banyak hal-hal yang harus dilakukan dan mempunyai resiko yang tinggi apabila hal-hal tersebut gagal. Ada beberapa macam tahapan pemboran, yakni pemboran Eksplorasi, Pemboran Delinasi, Pemboran Pengembangan, Penmboran Sumur-sumur Sisipan.


1. Pemboran Eksplorasi
Adalah pemboran sumur-sumur yang dilakukan untuk membuktikan ada tidaknya hidrokarbon serta untuk mendapatkan data-data bawah permukaan sebanyak mungkin. Langkah-langkah Pemboran Eksplorasi adalah sebagai berikut :
  • Pembuatan rencana pemboran : titik koordinat, elevasi, perkiraan lithologi dan tekanan formasi, program lumpur, konstruksi sumur, program coring, analisa cutting, logging dan testing.
  • Persiapan pemboran : pembuatan jalan, jembatan, pemilihan menara bor dan peralatan yang sesuai, pemasangan alat pembantu (jaringan telekomunikasi, air, listrik, dsb), perhitungan biaya pemboran.
  • Pemboran eksplorasi, sekaligus mengumpulkan data-data formasi melaluui coring dan pemeriksaan cutting
  • Test produksi dengan Drill Stem Test (DST) dan survei lubang bor dengan logging
2. Pemboran Delinasi
Adalah pemboran sumur-sumur yang bertujuan untuk mencari batas-batas penyebaran migas pada lapisan penghasilnya. Langkah-langkah pemboran delinasi adalah sebagai berikut :
  • Pemboran Delinasi (biasanya 3 atau 4 buah sumur, masing-masing di sebelah utara, selatan, timur, dan barat dari antiklinnya)
  • Analisa data
  • Perhitungan perkiraan besarnya cadangan dengan metoda volumetrik.
  • Perencanaan jumlah dan letak sumur pengembangan yang harus dibor untuk mengeksploitasi lapisan tersebut.

3. Pemboran Pengembangan
Adalah pemboran sumur yang akan difungsikan sebagai sumur-sumur produksi. Langkah-langkah pemboran Pengembangan adalah sebagai berikut :
  • Perencanaan dan persiapan pemboran.
  • Pemboran sumur-sumur pengembangan.
  • Penyelesaian sumur-sumur pengembangan.
  • Perencanaan dan persiapan pemasangan fasilitas produksi.
  • Kegiatan memproduksikan dan transportasi.

Pemboran Sumur-sumur Sisipan (infill well)
Adalah pemboran sumur-sumur yang letaknya diantara sumur-sumur yang telah ada, tujuannya adalah untuk mengambil hidrokarbon dari area yang tidak terambil oleh sumur-sumur sebelumnya yang telah ada. Fungsi sumur-sumur sisipan ini adalah sebagai proyek percepatan pengurasan reservoar.


-------------------------------------------------------------

Nah, dalam kesempatan ini, saya akan membahas tentang peralatan-peralatan apa saja yang digunakan pada saat operasi pemboran berlangsung. Hal ini saya dapat ketika saya melaksanakan Tugas Akhir di suatu perusahaan minyak, dan mereka menyuruh saya untuk ke lapangan, karena disana sedang ada pengerjaan WorkOver (kerja ulang) pada salah satu sumur disana. Orang di lapangan bilang ini namanya WIP (well intervension program) pada sumur PanasBumi. Saya mengambil kesempatan tersebut untuk mendokumentasikan peralatan-peralatan yang digunakan, letak dan fungsi masing-masing alat tersebut, karena selama ini yang kita lihat hanya di literatur-literatur atau pada praktikum peralatan pemboran, dan saat ini saya akan menjelaskan sejauh yang saya bisa.

Pemboran terbagi dalam 5 sistem utama, yaitu Sistem Tenaga (Power System), Sistem Angkat (Hoisting System), Sistem Putar (Rotating System), Sistem Sirkulasi (Circulating System), dan Sistem Pencegah Semburan Liar (BOP System). Saya akan menjelaskan persistem yang akan saya posting secara berkala (maklum, sibuk coy), dan sebelumnya saya mohon maaf apabila sebagian alat tidak disertakan gambar. Semoga bermanfaat. O:)
Rig Offshore, via www.cnbc.com
Land rig, via http://www.punjtanenergy.com


Next :

Sunday, December 29, 2013

Satrie Paduke nye Natuna.

Assalamu'alaikum,
Nah kalau kemarin saya sudah memposting tentang lirik lagu Satrie Paduke yang dinyanyikan oleh Ene dalam album Dendang Melayu Natuna. Sekarang ini postingan saya akan akan bercerita tentang Satrie-satrie Paduke nye Kabupaten Natuna, alias Bupati-bupati Kabupaten Natuna dari awal berdirinya sampai sekarang ini. Merekalah yang memegang tampuk kekuasaan serta mengatur roda pemerintahan negeri Laut Sakti Rantau Bertuah yang kita cintai ini. Siapa saja mereka?

Jooom tengooook.

1. Andi Riva'i Siregar
Andi Rivai Siregar via tanjungpinangpos.co.id
Beliau merupakan Bupati pertama Natuna sejak Kabupaten Natuna terbentuk berdasarkan Undang-Undang No. 53 Tahun 1999 yang disahkan pada tanggal 12 Oktober 1999. Drs. H. Andi Rivai Siregar dilantik menjadi Bupati Natuna oleh Menteri Dalam Negeri ad interm Jenderal TNI Faisal Tanjung di Jakarta. Kalau tak salah saya, beliau ini hanya sebagai Plt saja, karena saat itu Kabupaten Natuna baru terbentuk. Beliau merupakan "pimpinan sementara" kabupaten Natuna sebelum Natuna mengadakan pemilihan Bupati baru. Periode jabatan beliau adalah dari 1999-2001.

2. Hamid Rizal
Hamid Rizal via tanjungpinangpos(dot)co.id

Nah, Bupati selanjutnya adalah beliau ni, namanya Drs. H. Hamid Rizal. Beliau ini adalah bupati pertama Kabupaten Natuna yang terpilih secara resmi oleh suara DPRD Kabupaten Natuna menggantikan Drs. Andi Rivai Siregar. Saat beliau menjabat beliau didampingi oleh Drs. H Izhar Sani sebagai Wakil Bupati. Beliau menjabat selama satu periode penuh (5 tahun) dari 2001 - 2006. Secara sejarah, bapak Abdul Hamid Rizal tidak asing bagi Natuna, lulusan IPDN ini dahulu pernah menjadi Camat Bunguran Timur pada tahun 1980an.

Pada masa kepemimpinan Beliau, dibangun pula Kantor Bupati Natuna yang berlokasi di Bukit Arai. Gedung megah yang berdiri di atas bukit yang merupakan komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Natuna.
Kantor Bupati Natuna via natuna(dot)tv

3. Daeng Rusnadi
Daeng Rusnadi via tanjungpinangpos(dot)co.id
Nah ini dia, orang Ranai siapa yang mengenal beliau, sosok pemimpin yang murah senyum, sangat merakyat. Yup, yang tak lain adalah Drs. H. Daeng Rusnadi M.Si. Sebelum menjabat bupati, beliau adalah Ketue DPRD Kabupaten Natuna pade mase kepemimpinan Bupati Hamid Rizal. Drs. H. Daeng Rusnadi M.Si. memenangkan Pilkada Kabupaten Natuna pada tahun 2006 bersama wakilnye Drs H. Raja Amirullah Apt, orang kenal dengan sebutan Daeng-Raja. Mereka berdua adalah "Satrie Paduke" terpilih untuk memimpin "Sang Bidadari" ini hingge tahun 2011. Periode kepemimpinan beliau ini lah yang mempunyai misi "NATUNA MAS 2020", MAS berarti Masyarakat Adil Sejahtera, dengan slogan "NATUNA GERBANG UTARAKU", "Gerakan Membangun Untuk Kesejahteraan Anak Cucuku".

Pade mase kepempinan beliau ni, lanjutan pembangunan mulai banyak dilakukan, salah satu yang tampak adalah Masjid Agung Natuna, yang diresmikan pada taun 2008, bertepatan dengan Natuna menjadi tuan rumah MTQ Provinsi Kepri ke II. Siapa yang tak tau Masjid Agung yang ikon Kabupaten Natuna ini? Masjid kebanggaan masyarakat Natuna, terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. 

Pada masa kepemimpinan beliau juge banyak pemekaran Kecamatan yang terjadi di Kabupaten Natuna. Pemekaran Kabupaten Kepulauan Anambas berdasarkan UU No 33 Tahun 2008 tanggal 21 Juli 2008 juga terjadi pada saat beliau memimpin Natuna. "Adik bungsu" dari Kabupaten Natuna ini adalah Kabupaten terkaya di Kepulauan Riau dengan hasil minyak dan gas buminya.

Tak banyak informasi yang saya tahu tentang beliau ni karena kurangnya refrensi yang saya miliki. Yang saye ingat waktu SMA -tahun 2008 kalau tak salah- dulu, pernah ada tentara Singapura ingin mengadakan latihan perang di laut Natuna, beliau secara tegas menolak wacana tersebut, hal ini pun didukung oleh masyarakat Natuna, sehingga diadakan upacara rakyat yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, dari pelajar, hinngga tokoh-tokoh adat. Beliau saat itu menjadi pemimpin upacara, dalam Pernyataan Sikapnya, ditengah-tengah lantang pidatonya, beliau tiba-tiba menangis. Bukan itu saja, beliau juga tak mau berdiri di mimbar Pemimpin Upacara, saat naik keatas mimbar, beliau langsung turun ke lapangan, dan merasakan panasnya cuaca saat itu, sama seperti peserta upacara lainnya. Luar Biasa meeen.!!
Masjid Agung Natuna


4. Raja Amirullah
Raja Amirullah via sosbud.kompasiana(dot)com
Bupati selanjutnye adalah Drs H. Raja Amirullah Apt, sebelumnye beliau adelah Wakil Bupati Natuna bersame pak Daeng Rusnadi. Namun pada tahun 2009, Drs. H. Daeng Rusnadi M.Si dinon-aktifkan menjadi bupati sebelum habis masa jabatannya karena tersandung masalah hukum (2004) dan digantikan oleh beliau sebagai Plt. Bupati. Kemudian beliau dilantik menjadi Bupati Defenitif pada tahun 2010 – 2011.


5. Ilyas Sabli
Ilyas Sabli via sosbud.kompasiana(dot)com
Ini Bupati Natuna sekarang, nama beliau adelah Drs. Ilyas Sabli, M.Si, beliau bersame pak Imalko dipercayakan sebagai "the next Satrie Paduke of Natuna" setelah memenangkan pemilu pada tahun 2011. Sebelumnye pade mase kepemimpinan pak Daeng dan pak Raja, beliau menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna. Beliau dan pak Imalko akan mempimpin Natuna dari 2011-2016 mendatang. Berikut sekilas tentang biografi beliau yang saya kutip dari situs tetangga.

Beliau adelah putra daerah asli "produk" Natuna, hhe. Lahir di Serasan, 31 Agustus 1960. Selama menjadi bupati, Ilyas mendapat kejutan dari Lembaga adat Melayu (LAM). Baru satu tahun menjabat jadi Bupati Natuna, dia telah berhak menyandang gelar Datok Setia Amanah. Salah satu gelar kebesaran bangsawan Raja Melayu. Rasa senang yang tak terhingga tampak di raut wajah sang pemimpin itu. Hal itu bisa dilihat dari tawa canda sang Bupati saat ritual saklar Penganugerahan gelar hendak dimulai, dengan pakaian adat lengkap, warna kuning keemasan dia duduk bak raja di Gedung Serbaguna Komplek Masjid Agung Natuna.

---------------------

Luar Biase kan Satrie Paduke kite ni.

Yap, siapapun Bupati atau Satrie Paduke kita, kita semua berharap seperti pencipta lagu "Satrie Paduke" yang lah kita bahas sebelumnya, jika Kitabullah dijadikan fatwa, serta adat dan budaya dijadikan busane jiwa, maka makmur negeri, sejahtera, akan segera dirasakan. Hadist pun lah menjamin bahwa Pemimpin yang adil tidak lain akan dapat jaminan dari Allah, yakni surga. Aamiin.




Sumber-sumber.
http://profil.merdeka.com
http://www.natunakab.go.id
http://www.natuna.org

Tentang Lagu Satrie Paduke

Assalamu'alaikum,
Pada postingan kali ni saya ingin menceritakan tentang lagu "Satrie Paduke" yang sudah saya posting sebelumnya. Entah kenapa, excited sekali saya dengan lagu ini. Liriknya penuh makna dan mendalam. Serta nasehat dan harapan akan ciri-ciri pemimpin dan kepemimpinan untuk semua daerah, dalam hal ini Natuna tentunya.

Satrie Paduke dalam lagu ini mempunyai arti tentang Kepemimpinan, seorang pemimpin bangsa idaman, putra daerah yang santun, dan berani, serta tetap berpegang teguh pada Kitab Allah sebagai pegangan hidup, yang ini terdapat dilirik:
"Syara' Kitabullah jadi fatwe
Adat dan budaye busane jiwe
Anak negeri berbudi bahase,
Murke ditempe, petuah dijage"
Lanjut, kalau disimak lebih jauh tentang lagu ini, banyak tersimpan makna yang dalam, sepertinya penciptanya menyimpan sebuah harapan besar tentang pemimpin masa depan yang dicita-citakan selama ini. Seperti yang kita tau, bangsa kita sekarang ini sedang berada dalam kebobrokan mental. *macam tau aje saye ni, mantap betul.


Ye kalau saye liat berita di TV dan internet kini hari tu, korupsi dimana-dimana, keadilan dan kenyamanan hanya untuk orang berdompet tebal saja. Indonesia ini negara kaya, tapi masih ade yang mati karena "keracunan makanan basi karena tak sanggup nak beli makan" (http://www.oke-lagi.com/2013/12/tukang-becak-meninggal-akibat-makan.html). Betul tak tu? Na'udzubillahimindzalik.

Lirik berikutnye menjelaskan tentang harapan sang pembuat lagu akan apa yang didapat jika para pemimpin menerapkan kepemimpinan dengan baik. 
"Bumi permaialam pesone
kaseh sejati pelipur sejahtere.
berkah diberi Yang Maha Ese,
jaye Melayu tiade duenye"
Masih nyambung dengan lirik diatas, kalaulah semua pemimpin seperti lirik lagu yang telah disebut pencipta tadi, negeri makmur "baldatun thayyibatun wa robbun ghaffur" pun bukan hal yang sulit untuk dicapai, betulkan? *mantap betul saye ni :D.
"makmur negeri sejahtere dirase,
rembuk pemuke selalu dipelihare,
jati diri tak pernah binase,
membele bangse dari bencane"
Mantap kan lagu nye, sayang saye tak link lagu untuk didengarkan. Kalau nak dengar beli albumnya. Hhe. patut diacungi jempol lah pencipte lagu ni, semoga dari bumi Natuna ni, hadir musisi-musisi hebat. Aamiin.

*bardasarkan analisa sendiri*
silekan komen untuk kebaikan postingan kedepan. :D

Lirik Lagu Satrie Paduke, (album dendang Melayu Natuna)

Tapak Bertahte Intan Permate,
satrie Paduke sanggam perkase,
tanjak mahkote jadi mahligai,
hati mulie melekat di dade.

Syara' Kitabullah jadi fatwe,
adat dan budaye busane jiwe,
anak negeri berbudi bahase,
murke ditempe petuah dijage,


Reff :
Bumi permai alam sentose
kasih sejati pelipur sejahtere,
berkah diberi Yang Maha Ese,
jaye melayu tiade duenye.

makmur negeri sejahtere dirase,
rembuke pemuke slalu dipelihare,
jati diri tak pernah binase,
membele bangse dari bencane.


lagu diambil dari album "Dendang Melayu Natuna"
dinyanyikan oleh Ene (Suparman)
*maaf kalau ade lirik yang salah, tolong beritau, nanti diperbaiki. :)

Cerita Pickleball di Natuna: Gema "Tiktok" di Ujung Utara

Sudah empat episode cerita pickleball yang saya tulis di blog ini, mulai dari  sejarah kelahirannya ,  momen ekspansinya ,  gerakan era mode...