Friday, December 8, 2017

Untuk Kamu Generasi 90an : Masih Ingat gak Dengan Mereka?

Banyak yang bilang kalau generasi 90an adalah generasi terbaik, generasi 90an adalah generasi transisi antara "kejadulan" dengan teknologi. Kami generasi90an adalah generasi yang kreatif, membuat mainan sendiri, bukan langsung membeli. Bersosialisasi dengan baik, janji selalu ditepati walau belum punya HP. Sudah menjadi"arsitek" cilik dengan mebuat rumah dari pelepah pohon kelapa, atau kain-kain sarung yang diikat disana sini.

Dari segi hiburan, acara-acara televisi saat itupun sangat mendidik, kalaupun ada yang "brengsek" itu pun boleh dibilang sedikit. Contohnya saja sinetron keluarga Tuyul dan Mbak Yul, Jin dan Jun, Jinny oh Jinny, Bidadari, Saras 008, Gerhana, hingga Panji Manusia Milenium. Sinetron-sinetron yang saya sebut tadi adalah yang seta menemani sore hingga malam hari generasi 90an, entah nonton berkumpul bersama keluarga, atau sambil mengerjakan pekerjaan rumah.

Nah, bagi kamu penggemar sinetron-sinetron diatas, masih ingatkah kamu dengan mereka?
Yuk nostalgila bentar. :)

1. Kentung "Tuyul dan Mbak Yul"
Nama aslinya adalah Bambang Triyono, artis yang tenar di era 90an berkat peran Kentung, jin tambun dalam serial Tuyul dan Mbak Yul ini mengalami hidup yang miris dimasa tuanya. Beliau hanya tinggal di kost-kostan dengan ukuran 3x4 meter di daerah Sleman, Yogyakarta. Hidup beliau sangat memprihatinkan, ia tak sanggup lagi berdiri, bahkan untuk berpindah tempat saja, dia harus bersusah payah dengan mengelundungkan badan. Ini dikarenakan pada saat tenar dahulu ia sering berfoya bagai "ayam lupa daratan". Ibarat sehari bisa mendapatkan 5 juta, sehari itu pula uang tersebut habis olehnya.

sumber : http://www.brilio.net/news/ingat-si-kentung-film-tuyul-mbak-yul-kini-kabarnya-sungguh-tragis-150628s.html

2. Om Jin "Jin dan Jun"
via m.gayahidup.rimanews.com
Artis berikutnya adalah "Om Jin" dalam serial Jin dan Jun, bernama lengkap M Amin. Beliau juga mendapatkan cobaan dimasa tuanya. Bahkan saat beliau meninggal di tahun 2013, media pun tak banyak yang meliputnya. Setelah berhenti memerani Om Jin, M. Amin tidak memiliki pekerjaan tetap, yang ia lakukan hanya berkeliling-keliling komplek di sekitar rumahnya di kawasan Rawa Belong, Kebon Jeruk Jakarta.

sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-om-jin-pemeran-jin-dan-jun-hidup-sengsara-di-ujung-karir.html


3. Jinny : "Jinny oh Jinny"
via youtube.com
Artis yang tenar era 90an ini bernama Diana Pungky, sempat tak terdengar kabarnya di dunia hiburan rupanya dia sudah memutuskan untuk berhenti jadi artis. Dan sekarang tengah sibuk dengan bisnis spa yang ia kembangkan.

sumber : http://hiburan.metrotvnews.com/read/2014/10/10/303042/alasan-diana-pungky-mudur-dari-sinetron


4. Gerhana, "Gerhana"
Piere Roland "Gerhana" via hot.detik.com
Anak Generasi 90an pasti tau sinetron ini, GERHANA. Film superhero Indonesia yang berkisah tentang seorang anak yang lahir saat Gerhana dan memiliki kekuatan super untuk membela kebenaran. Sang Gerhana dimainkan oleh Piere Roland. Namun setelah film Gerhana tidak lagi ditayang di TV, sosok sang bintang pun hilang entah kemana. Lama menghilang dari dunia hiburan, ternyata kini sang Gerhana telah hidup bahagia dengan keluarga yang lengkap.

sumber : http://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/indonesia/foto-ingat-pierre-roland-si-gerhana-apa-kabar-dia-sekarang.html

Thursday, December 7, 2017

Selemut, Surga tersembunyi di Bunguran Selatan

Selama ini, Selemut hanya diketahui sebagai nama tempat biasa. Selemut terletak di desa Cemaga Selatan, lebih tepatnya sebelum desa Setengar, setelah Penarik Pian Padang jika perjalanan dari Kota Ranai ke arah Selat Lampa. Perjalanan ke Selemut dari Kota Ranai memakan waktu kurang lebih 2 jam berkendara dengan kecepatan rata-rata.
Selama ini, saya hanya melewati daerah ini, tidak tahu bahwa disini merupakan tempat indah yang layak dikunjungi, mau lihat? Berikut saya tampilkan beberapa dokumentasi dari seorang rekan yang memang suka bereksplorasi.

jom tengook.

Berjalan Kaki adalah Cara Menikmati Indahnya Alam
Ya, cara menikmati alam adalah dengan berjalan kaki. Parkirkan kendaraan di desa terdekat, dan jelajahilah Selemut dengan berjalan kaki. Disarankan kamu berjalan kaki saat berada di Selemut atau saat berada di tempat lain, akan ada banyak hal yang kamu temui ketika berjalan kaki. :)


Istirahatlah Sejenak Sambil Memandang Indahnya Alam Ciptaan Tuhan

Berisitirahatlah sejenak ketika letih berjalan, ketika sudah sampai ditujuan, sambil memandang indahnya ciptaan Tuhan_Mu. Selemut merupakan daerah sungai yang dekat dengan pantai, airnya tenang sehingga terkesan seperti danau. Mengingat-ingat lagi,  untuk kamu yang pernah naik Semeru, barangkali kamu merasakan dejavu, pemandangan ini mengingatkan kamu pada Ranu Kumbolo, gak sih? :D

Dirikan tenda, dan nikmati indahnya malam di Selemut.


Pemandangan seindah ini sangat sayang jika hanya dinikmati dalam beberapa jam. Kamu harus menikmati pemandangan alam yang luar biasa indah di tempat ini lebih lama lagi. Mulailah mencari tempat dan dirikanlah tenda, nyalakan api unggun dan nikmati indahnya malam bertabur bintang di Selemut, bercengkrama dengan teman, apalagi teman hidup. :D







informasi dan gambar : Muttaqien Natuna.

Wednesday, November 22, 2017

Menikmati Deburan Ombak Selat Makassar di Pantai Ambalat

Mendengar nama Ambalat hal pertama kali yang terlintas adalah sebuah pulau di bagian utara Kalimantan yang menjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia. Maklum, saat masih suka nonton berita hal itu sedang hangat-hangatnya jadi topik pemberitaan. Namun ternyata Ambalat juga merupakan nama suatu pantai tersembunyi yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di Dusun Selok Batu, RT IV Kelurahan Amborawang Laut, Kecamatan Samboja. Berbatasan dengan kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Pantai Ambalat itu sendiri merupakan akronim dari AMBorAwang LAuT, nama desa tempat pantai tersebut berada.

Meskipun termasuk wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, akses terdekat menuju pantai ini adalah dari Kota Balikpapan, dengan jarak sekitar 30 km dari pusat kota. Saya sudah lama ingin ke pantai ini sebenarnya, setelah sebelumnya googling tempat wisata disekitaran Balikpapan, namun belum juga menemukan waktu dan rekan yang bisa diajak jalan. Baru kemarin saya pergi ke pantai ini, bertepatan dengan acara HUT Indobarca Chapter Balikpapan yang kebetulan saya juga anggotanya. Itulah asyiknya berkumpul dalam banyak komunitas. Kali ini konsep ulang tahunnya adalah "camping" yang berarti saya dan rekan-rekan akan menginap disini. Yeaay! 😀
Camping ceria
Mengendarai kuda besi pinjaman, saya berangkat dari kost di Kariangau menuju jalan poros Balikpapan - Samboja. Membutuhkan waktu sekitar 90 menit berkendara dengan kecepatan rata-rata -agak ngebut dikit-. Kemudian dari jalan poros, ada jalan masuk menuju pantai dengan ditandai petunjuk arah bertuliskan "Pantai Ambalat : muter belakang", becanda denk, krik krik. Tulisannya gini : "Pantai Ambalat". Dari jalan poros menuju pantai lumayan jauh yaitu sekitar 7 km, jadi jangan sok-sokan untuk kesana jalan kaki ya, apalagi merangkak. Namun akses sudah mudah dengan jalan semenisasi hingga pantai. Masuk dari jalan poros menuju pantai, kita juga akan ditemani oleh suguhan suasana desa yang asri, rumah-rumah penduduk, sungai kecil, hingga pohon kelapa dan perkebunan waga menjadi pemandangan tenang yang menemani saat menuju pantai.
Fasilitas-fasilitas Pantai Ambalat
Sampai disana hari sudah petang mendekati senja, maklum saya berangkat agak telat setelah sebelumnya melaksanakan inspeksi di galangan kapal. Saat tiba disana, tenda-tenda sudah terpasang, lampu, spanduk-spanduk pelengkap acarapun sudah disiapkan, ternyata panitia sudah datang lebih awal untuk persiapkan segalanya. Good job, mate. Saya mengambil tempat dan memilih tenda didekat pantai, saya menikmati alunan deburan ombak yang menepi. Tak banyak yang bisa diekplor karena malam sudah akan tiba. Saya hanya mengambil gambar pantai berlatar belakang jingga sunset
Pohon pinus pantai Ambalat
Malamnya kami hanya berfokus pada acara yang diadakan komunitas, bakar-bakar ayam, ikan, makan-makan dan acara inti, serta ada juga nonton bareng Barcelona vs Leganes, menang 3 - 0 donk, lega. Malam itu pula hujan deras menemani acara kami, dan tidur di tenda masing-masing adalah hal yang bisa kami lakukan, sambil menunggu hujan reda. 
Ekosistem Bakau

Kegiatan hari minggu pagi seperti biasa, sarapan, permainan dan kuis serta penutupan. Disela-sela acara ini saya ambil kesempatan untuk eksplor-eksplor tempat ini, sambil mencari spot-spot foto yang bagus kan, lumayan untuk ngisi galeri dan upload ke instagram. Pantainya tergolong bersih dengan pasir berwarna coklat, jarang memang bisa menemukan pantai berpasir putih disini. Lautnya juga tenang, cocok untuk berenang. Pantai ini kurang mendapat "polesan" pemerintah, mungkin karena letaknya jauh dan tersembunyi kali ya, dan pantai menunggu tangan-tangan kreatif untuk mengambil gambar dan menceritakan akan amazingnya plesiran ketempat ini. Untuk masuk ke kawasan ini saya tidak dipungut biaya karena sudah dikoordinir oleh panitia. Namun menurut berbagai sumber yang saya baca, biaya retribusi masuk pantai ini kurang lebih Rp. 5.000 / sepeda motor, dan Rp. 15.000 / mobil. 
Pantai Ambalat saat surut
Saat siang, air laut menjadi surut dan pantai Ambalat seakan "timbul" menampakan wujudnya. Panjang pantai ini kurang lebih 2 km dengan lebar ketika surut adalah 60 sampai 100 meter. Saat surut ini yang dimanfaatkan oleh wisatawan untuk bermain-main di pantai. Saya mengambil sepeda motor pinjaman yang kemarin dan pergi menyusuri pantai, mengambil beberapa gambar untuk menemukan spot foto yang ajiiiiib.
Pantai ini dikelola secara sederhana oleh masyarakat setempat, adalah LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Kelurahan Amborawang Laut yang mengelolanya dan bagian Keamanan dipercayakan pada Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kelurahan Amborawang Laut. Meski dikelola secara sederhana, namun fasilitas-fasilitasnya juga tak kalah dengan pantai-pantai lain. Toilet dan tempat bilas tersedia dengan biaya mulai dari 2.000, ada juga mushala, gazebo-gazebo untuk bersantai, hingga villa semi permanen dan permanen milik warga.
Setiap unit disewakan dengan harga kisaran dari 500.000 / malam, dengan fasilitas standar seperti dapur berikut kompornya, ranjang plus kasur, juga tangki air layak konsumsi, serta listrik. Fasilitas lain adalah penyewaan ban pelampung bagi kamu kamu yang berenang dengan membawa anak kecil, juga dilengkapi dengan warung-warung pelengkap untuk mencicipi kuliner khas pantai Ambalat yaitu air kelapa segar + serutan kelapanya. Kelapa disini sangat banyak, bahkan diekspor hingga Balikpapan dan Samarinda.



 







Sumber :
http://kec-samboja.blogspot.co.id/p/pantai-ambalat-samboja.html
http://www.infolegit.com/2017/10/pantai-ambalat-balikpapan.html
http://godiscover.co.id/index.php/2016/04/08/pantai-ambalat/