Tuesday, February 21, 2017

Wisata Batu Madu, Objek Wisata yang Tengah Naik Daun di Natuna

Sebenarnya cerita ini sudah hampir 8 bulan yang lalu saat libur lebaran, kami sekeluarga rekreasi ke komplek wisata Batu Madu di Kecamatan Bunguran Selatan. Seperti sebuah tradisi di sini, saat lebaran idul fitri hari ke 3 atau hari ke 4, masyakaratnya pergi rekreasi. Ya mungkin untuk me-refresh-kan fikiran sebelum masuk kerja esok hari nya, dan tentu saja sambil silaturahim dengan kerabat yang ditemui di tempat rekreasi di sana. Sambil melepas lelah, sambil menambah pahala dengan silaturahim (insya Allah). Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya (disini), komplek wisata Batu Batu terletak di Batu Bayan, kelurahan Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, masih di satu Pulau Bunguran Besar di Natuna. Dari pusat kota Ranai menempuh waktu kurang lebih 20an menit saja dengan kecepatan rata-rata lebih dikit.

Kawasan Wisata Batu Madu

Nama Wisata Batu Madu ini di ambil dari nama “pulau” batu yang ada tak jauh dari pantai, namanya Batu Madu. Kenapa disebut dengan Batu Madu? Karena dulu di tumpukan-tumpukan batu granit yang indah ini terdapat sarang madu, agak aneh memang, yang biasanya madu atau lebah bersarang di dahan pohon di hutan, ini malah bersarang di batu, di tengah laut pula (belum tau ni spesies madu apa, hhe). Meski sekarang madu nya sudah tidak ada lagi, namun bekas sarangnya masih bisa terlihat.

Bekas Sarang Madu

Diakhir pekan saat hari biasa, tempat ini ramai dikunjungi, apalagi saat libur lebaran ini, sepertinya bakal penuh. Wisata Batu Madu menawarkan pantai yang indah, dengan ombak yang tenang serta angin yang sepoi-sepoi, pemandangan jadi lebih indah ditambah dengan dua “pulau” batu di depannya, Batu Kuoun dan Batu Madu. Lalu terdapat juga Pulau Kemudi yang terletak agak jauh dari pantai, namun tetap indah terlihat. Objek wisata ini juga menawarkan berbagai fasilitas untuk memanjakan rekreasi kita. 
Sepeda air.
Sepeda air

Ada penyewaan pelampung untuk berenang, air laut nya tenang dengan ombak-ombak kecil, tidak berarus kuat, sangat aman untuk anak-anak kecil yang berenang, meski harus tetap dalam pengawasan. Juga ada penyewaan tikar untuk alas duduk (semacam piknik ala-ala barat gitu). Lalu ada juga penyewaan perahu “sampan kulek” dan rakit bagi anda yang ingin ke Batu Madu dan Batu Kuoun tanpa ingin basah. Dan yang terbaru, ada sepeda air, asyik loo, coba deh. Di objek wisata ini juga terdapat sungai kecil yang bermuara dekat dengan batu Kuoun, selanjutnya mungkin akan dikembangkan wisata sungai atau wisata mangrove disini. Kita lihat saja nanti ya.

Batu Madu

Fasilitas lain adalah adanya lapangan voli bagi kamu kamu yang senang olahraga, juga ada mushala bagi wisatawan muslim, toilet dan tempat bilas juga disediakan untuk membersihkan diri setelah berenang di laut. Memasuki area wisata ini tidak dipungut biaya alias gratis, namun parkir lah kendaraan yang rapi. Peraturan lainnya adalah jauhi pohon kelapa karena buahnya bisa jatuh dan menimpa anda, dan jangan sekali-kali membawa minuman beralkohol serta obat-obat terlarang dan hal-hal lain yang melanggar peraturan serta syariat, bisa didenda nanti looo. Silahkan membawa bekal dari rumah. Namun jika tidak membawa bekal, jangan khawatir, Batu Madu juga menyediakan berbagai kuliner minuman dan makanan khas Natuna untuk mengatasi masalah keroncongan perut kamu.
Usah nyacak sambah weii
Dilarang maboook
Kami pergi agak pagi, untuk menghindari ramainya pengunjung, meski sudah “booking” tempat dulu, Hhe. Ohya, Batu Madu ini dikelola oleh swasta, saudara ane ni (saudara seiman), keluarga pak Usman namanya. Anaknya Eka, teman ane, jadi insya Allah gampang aja urusan. Saat kami sampai, sudah ada beberapa pengunjung yang datang. Dan Alhamdulillah, semesta mendukung refreshing kami kali ini. Langit biru dan cerah, air pasang sedang, angin juga menyapa dengan manja nya.


Kawasan Wisata Batu Madu, diambil dari atas batu Kuoun
Pulau Batu Kuoun
Kesempatan ini tak datang dua kali sepertinya, langsung aja ane dan adik serta ditemani Eka, yang punya, pergi ke Batu Kuoun untuk mengambil beberapa gambar, juga ane penasaran dengan bentuk di belakang batu Kuoun yang menyerupai ………….. hmmmm liat gambar aja deh nanti ya, hhe. Nanti insya Allah aka nada postingan sendiri mengenai sejarah atau cerita rakyat mengenai Batu Kuoun ini. Meski air pasang, perjalanan ke Batu Kuoun tidak perlu memakai rakit, jarak yang dekat membuat air pasangpun hanya berkisar selutut orang dewasa ganteng seperti ane ni. 
Batu Kuoun, hayo mirip apa hayo???
Pemandangan dari atas Batu Kuoun juga saat indah, bebatuan granit yang terhampar di laut seakan tersusun membentuk pola, pola alam, gunung Ranai di sebelah utara jauh juga terlihat gagahnya dari sini, pulau Kemudi dan Pulau Jantai seperti tepar pesona minta diperhatikan, luar biasa indah, alamku.  
Dari atas batu Kuoun
Numpang narsis bentar
Setelah dari Batu Kuoun, kami pergi ke Batu Madu. Itu tadi yang ane bilang semesta mendukung, alam “membuat” jalan ke Batu Madu sangat indah, pasir-pasir laut “muncul” menuntun jalan kami kesana. Batu Madu merupakan tumpukan-tumpukan batuan granit yang besar, meski tak sebesar Batu Kuoun. Dan memang, bekas sarang Madu atau lebah masih bisa dilihat di Batu ini. Juga yang tak kalah menariknya, goresan-goresan yang terpahat secara alami di Batu Madu ini membentuk lafadz Allah, masha Allah, luar biasa.
Batu Madu : Lafadz Allah

"Yaa Rabb, sungguh indah ciptaan_Mu, bantu kami menjaganya."
Hari sudah beranjak sore, pengunjung pun makin ramai memadati objek wisata ini. Kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat di rumah. Letih setelah puas-puas bermain dan mengambil beberapa gambar, ponakan ane juga dengan girangnya berenang di laut tadi, dan saya juga akan mempersiapkan diri untuk kembali merantau, mencari arti hidup dan jodoh, cieeeh. See ya.

6 comments:

  1. Sarang lebahnya udah ada pernah lihat? Atau batunya hanya kena dentuman ombak yang belasnya terlihat mirip seperti sarang lebah?

    Btw batu kuoun nya unik ya. Hahaha

    ReplyDelete
  2. Ia mas sarang lebahnya saya udah lihat,

    Kalo Batu Kuoun nya, hhe.
    Ada legenda nya tu, nanti saya posting insya Allah.

    ReplyDelete
  3. Ampun dah. Batu Kuoun itu porno banget. Hahaha. Apa otak aku yang porno nih. *celupin kepala ke air buat bersih-bersih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhe, begitulah adanya.
      ada ceritanya ini, tapi bayak versi, ntar dikumpulin dulu ya. hhe

      Delete
  4. Replies
    1. jalan ke Cemage, sebelum Batu Kasah, kalau dari Sungai Ulu

      Delete