Monday, February 20, 2017

Hal Greget Ini Hanya Dirasakan Oleh Kamu yang Pernah Jadi Mahasiswa UPN Jogja



"Mahasiswa UPN Veteran,
bersatu padu bernaung dibawah panji,

Menjunjung tinggi sumpah setia,
patuh setia pada negara.."

Masih ingat dengan potongan lirik tersebut? Itu merupakan mars mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta. Kampus yang terletak di jalan lingkar Utara dan daerah Babarsasi Jogja ini memiliki belasan jurusan dengan ribuan mahasiswanya. Kampus yang sering berganti nama dan status ini mempunyai slogan disiplin, kejuangan dan kreativitas. Sebuah slogan penuh “arti dan makna” bila kamu merupakan alumninya. Layaknya kampus-kampus lain, UPN Jogja ini menyimpan berbagai cerita unik bagi para mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan kuliah disana.
Siap-siap nostalgia ya. Capcuss ah.

1. Saat PKK, Peserta dan Panitianya mempunyai sebutan-sebutan unik.
PKK tjoyy, via dpm-km-upnyk.blogspot.co.id
PKK (Pengenalan Kehidupan Kampus) di UPN Jogja merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM KM (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa) UPN "Veteran" Yogyakarta bagi para mahasiswa baru (maba). Acara ini biasanya berlangsung 3 sampai 4 hari. PKK ini bertujuan untuk mengenalkan UPN Jogja secara umum. Saat PKK, para maba disebut dengan Kopral, ketua PKK nya disebut dengan Panglima, koordinator tim P3K nya disebut dengan Jenderal Kesehetan. Unik kan ya? Ya karena mungkin dulunya UPN ini berada dibawah Departemen Pertahanan, jadi nya rada-rada militer gitu ya kan. Lambangnya aja ada Topi Baja nya tu. Sesuai lah ya. :D

2. Ketemu Banyak Kenalan dari Berbagai Kalangan
Berbagai asal muasal, via perpus.upnyk.ac.id 
Namanya Jogja kota pelajar, dan itu juga berlaku di UPN Jogja. Kamu bakal ketemu banyak kenalan, dari Sabang sampai Merauke, bahkan negara-negara tetangga juga ada seperti Malaysia dan Timor Leste. Seakan tak peduli darimana asalmu, suku, dan agama. Kamu berkenalan dengan mereka dan mempunyai rasa yang satu : Mahasiswa UPN Jogja.

3. Puluhdadi, Seturan, Mancasan, Condongcatur, serta sebagian Babarsari merupakan Markas Pusat Bagi Anak-anak UPN
Gerbang Kampung Puluhdadi
Yap, daerah itu merupakan basis terkuat bagi mahasiswa/i yang di kuliah di UPN, selain dekat dengan kampus, disekitar tempat tersebut juga banyak tersedia sarana pendukung hidup bagi para mahasiswa. Tempat nongkrong? kita punya Go*boex Café, dan puluhan café di sepanjang jalan Wahid Hasyim, jl Seturan, Perumnas, Babarsari. Futsal, ada Telaga Futsal, Pele Futsal. Tempat les ada EME, Babe, See. Warnet? Ada tempat legend SATR*A NET. Laundry? Gak bisa dihitung lagi. Mau shoping dengan budget minim? Tenang, ada OB (Outlet B*ru). Minimarket? Ada Beta, Mirota Kampus Babarsari, Superindo dan Citrouli yang buka 24 jam. Dan beberapa fasilitas pendukung lainnya yang siap membantumu menjalani hidup sebagai mahasiswa.

4. Kuliah Pertama yang Mengesankan Hingga Rela Bangun Pagi Untuk Ikut Kuliah Olahraga
Olahraga dulu tjoy, biar sehat
Namanya juga Mahasiswa baru, kuliah pasti hal yang sangat ditunggu-tunggu. Suasana baru, teman baru, lingkungan baru. Bagi yang sungguh-sungguh ingin kuliah, hari pertama merupakan hari yang sangat bersejarah, bahkan ada yang masih ingat mungkin tanggal pertama kuliah (ane sih masih, 7 september), mata kuliah sampe dosennya. Nah, yang unik di UPN ini adalah mata kuliah olahraganya ni. Jam nya selalu pagi, 6.30 dan 7.30, sebuah ujian yang sangat berat bagi mereka yang mengalami kesulitan bangun pagi. Dan, matkul ini adanya di dua semester awal. Emang sih Cuma 1 SKS, tapi kalo ngulang kan rasanya gimanaaa gitu. :D

5. Wimaya : ILMU KE-UPN-AN, dan outbond “topi baja”
Outbond dulu lah, sambil narsis, via wimayaupn.blogspot.co.id
Wimaya merupakan mata kuliah WAJIB bagi mahasiswa UPN Jogja. Layaknya kampus Muhammadiyah yang ada pelajaran ke-muhammadiyahan-nya. Nah UPN juga punya khasnya yaitu wimaya itu. Wimaya merupakan singkatan dari widya mwat yasa yang berarti belajar untuk membangun, juga berarti sesungguhnya adalah menuntut ilmu yang digunakan untuk mengabdi sebesar-besarnya kepada bangsa dan negara dengan hati yang suci dan bersih. Kaya dasar-dasar UPN gitu, Pancasila nya deh, boleh dibilang seperti itu, meski matkul Pancasila dan Kewarganegaraan juga ada. Nasionalis banget kan anak-anak UPN? Dan, sebagai salah satu syarat untuk keluarnya nilai matkul ini ada ikut outbond yang dibuat oleh kampus sendiri, dengan pembimbingnya dosen dan senior-senior yang tergabung dalam UKM Resimen Mahasiswa Kalimasada. Outbond nya gabung dengan seluruh jurusan, nah lumayankan sambil nyari-nyari calon.

6. Gak hanya melulu belajar, UPN Jogja punya puluhan UKM yang siap memfasilitasi bakat terpendam kamu.
UKM KSR PMI UPN
Saya banyak mendapat wejangan, bahwa kuliah saja tidak lah cukup untuk menatap masa depan, IPK tinggi tidak menjamin jika ilmu-ilmu tambahan diluar pelajaran tidak kita kuasai. Kita harus punya skill lain yang membuat kita berbeda, harus kembangkan bakat yang kita punya. Sarjana plus plus istilah lainnya. Oleh karena itu, kita membutuhkan wadah tersebut untuk mengimbangi antara belajar dan menyalurkan bakat bukan? Nah kampus UPN Jogja ini memiliki puluhan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang siap memfasilitasi bakat terpendam kamu. Bakatmu di seni? Kita punya UKM Seni, Marching Band, Paduan Suara yang prestasinya udah kemana-mana. Pengen jadi tentara tapi gak kesampaian? Ada Resimen Mahasiswa yang siap jadi tumpuan. Kegiatan social, kemanusiaan, kesehatan? UKM KSR PMI siap nampung kamu gaes. Suka dengan alam? Jelas, Mapala tempatnya. Olahraga? Yah UPN Jogja ahlinya tjoy. Mau seimbangkan antara dunia dan akhirat? UPN Jogja juga punya UKM-UKM Kerohanian. Komplit-plit kaya nasi goreng special. Nah itu baru UKM, belum lagi lembaga-lembaga yang tersebar di kampus, tingkat fakultas dan jurusan. Ajeb banget kan?

7. Bagi yang dikaruniai sedikit keahlian, nyambi jadi asdos dan asleb leh uga tuch
Asisten Laboratorium
Nah bagi kamu yang merasa punya sedikit kelebihan pada bagian otak, alias cerdas dikit gitu dan sedikit hoki. Bisa tu jadi asisten dosen di kampus, atau paling tidak jadi asisten laboratotiumnya deh. Nanti kamu bakal diajak untuk ikut serta dalam kegiatan dan ngerjain proyek-proyek yang dimiliki oleh dosen tersebut bersama dengan timnya. Banyak banget benefitnya kan, pengalaman dapet, ilmu apalagi, dan aji mumpung dapat sangu kan kalo yang dikerjakan dapat untung besar. Lumayan nambah uang jajan untuk beli paket internet. Hati-hati keenakan, banyak temen-temen yang kadang ada yang lupa sama skirpsi gara-gara ikut ini. Hahaii

8. Untuk yang dikampus 1, ketika perut lapar namun waktu mepet, kamu bakal tau RM Padang yang hits dan eksis itu.
RM "legend", via foody.id
Saat siang, perut sudah minta hak nya. Namun waktu mu mepet karena setelah istirahat bakal ada jam kuliah lagi, sementara lidahmu kangen dengan masakan padang. Nah kamu tau harus kemana : RM Chani*go lah tempatnya. Mahasiswa yang kuliahnya di kampus 1 bakal tau RM yang hits ini. Letaknya di pojok, di selatan kampus, diseberang koperasi pegawai UPN. Kalau siang warung ini selalu ramai dikunjungi. RM Padang ini masih eksis dari sebelum ane kuliah, hingga sekarang ni. Menu makanannya boleh dibilang lengkap, dan rasanya yang cocok banget sama lidah anak Sumatera, ownernya asli Minang sepertinya, namun karena karyawannya banyak yang bukan minang, jadi citarasanya bercampur gitu yang bikin RM ini disukai banyak kalangan, alhasil banyak yang suka makan ditempat ini, murah lagi. Jogja gitu lo. Gak hanya mahasiswa kampus 1, mahasiswa yang kuliah di kampus 2 UPN yang di Babarsari juga sering makan disini, legend kan. :D

9. Ketika saat ujian semakin dekat, ada fotokopi-fotokopi legend yang bakal rame didatangi.
Fotokopi *ilustrasi, via buletinpeluangusaha.blogspot.com
Mahasiswa-mahsiswa angkatan lawas yang kuliahnya di Kampus 1 wilayah timur mesti tau ni. Fotokopi YO*I dan PU*RA ROSYADI, ya to? Ngaku aja siapa yang sering fotokopi kerpean dalam ukuran kecil di tempat ini? Wkwkwk. Ya, fotokopi ini kerap dikunjungi oleh mahasiswa terutama jurusan di FTM, TeKim, dan FaPerta. Selain mendukung keperluan ATK bagi mahasiswa, disini juga banyak menyimpan arsip-arsip diktat kuliah. Dan yang paling penting itu tadi, ngopi kerpean. Hehehe. Maafkeun kecurangan kami dahulu, yaa Rabb. Dan sekarang kedua fotokopi tersebut sudah tidak ada lagi, mereka sudah berpindah tempat yang sulit dijangkau oleh mahasiswa UPN kalau lagi kepepet. Jadi angkatan dua ribu belasan keatas, gak bakal tau ni gimana legend nya tempat ini.

10. Moment Wisuda merupakan moment sakral bagi mahasiswa UPN
Raja sehari, via youtube.com
Yah, hampir semua mahasiswa menginginkan wisuda bukan? Nah moment wisuda seperti yang kita ketahui merupakan moment yang sakral bagi mahasiswa. Selain menandakan bahwa kita telah selesai mengenyam bangku perkuliahan, wisuda juga merupakan moment pembuktian kepada orang tua kita di rumah akan amanah yang telah diberikan kepada kita kita selama beberapa taun itu. Memakai jubah kebesaran serta toga merupakan hal yang paling diidam-idamkan. Membuat orang tua bangga, juga calon mertua, tersenyum haru, doa-doa yang selama ini dipanjatkan kepada Tuhan, salah satu nya terwujud hari itu. Nah UPN Jogja punya cara untuk menghormati para wisudawan, terlebih jurusan-jurusan teknik. Para wisudawan/ti akan diarak oleh junior mereka dari gedung jurusan hingga auditorium tempat acara berlangsung. Ketika prosesi selesai, dan saat keluar dari auditorium pun kita masih akan disambut oleh mereka. Di nyanyikan mars-mars jurusan yang sering dinyanyikan saat maba dulu, diberi bunga, dan lain sebagainya. Yah kalau pengantin mendapat istilah raja sehari, wisudawan di UPN boleh lah dibilang menjadi Raja dan Ratu 6 jam. Euforianya hanya berlangsung selama itu. Meskipun setelah itu mendapat gelar baru : Alumni dan Pengangguran.


Gimana gaes, udah kebayang lagi kisah-kisah lalu di UPN Jogja? Kalau dibuat satu buku mungkin bisa setebal kamus ya? Karena ada banyak cerita yang terjadi disini. Dan ingat, sejauh apapun kita pergi UPN Jogja pernah mewarnai lika liku hidup hingga mengantar kita seperti sekarang ini, jasmerah! dan jangan lupakan almamater. :')

Salam wimaya. Salam Energi, Salam Bela Negara!

No comments:

Post a Comment