Showing posts with label Jawa. Show all posts
Showing posts with label Jawa. Show all posts

Monday, June 11, 2018

Istirahat 6 Jam di Ibis Budget Hotel Jakarta

Yeay, alhamdulillah akhirnya bisa mudik ke kampung halaman. Setelah hampir setahun merantau di negeri orang, momen mudik merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para perantau, termasuk saya. Pemburuan tiket pesawat Balikpapan - Natuna sudah dilakukan sejak lama. Dan ketika waktu libur lebaran sudah fix dari perusahaan, barulah tiket saya issued kan. Perjalanan Balikpapan - Natuna merupakan perjalanan panjang yang harus transit dibeberapa bandara seperti Jakarta dan Batam, oleh karena itu jadwal harus disusun dengan baik agar gak ketinggalan pesawat atau bahkan tidak mendapat tiket pesawat nantinya.

Jadwal yang saya pilih untuk mudik kali ini mengharuskan saya menginap semalam di Jakarta, dan kemudian first flight melanjutkan perjalanan Jakarta - Batam - Natuna. Karena waktu yang singkat di Jakarta, saya memilih untuk menginap di penginapan-penginapan yang ada di sekitaran bandara. Rumah singgah yang dikelola Mahasiswa Natuna di Jakarta berada jauh dari bandara. Seorang teman yang bekerja di travel merekomendasikan hotel Ibis Budget untuk saya "tiduri". Dan, taraaaa! Akhirnya disana tempat kami menginap.
Jadwal bis Bandara - Hotel
Ibis Budget Hotel Jakarta Airport terletak tidak jauh dari bandara (google map), sekitar 30 menit berkendara. Pihak hotel juga menyediakan layanan antar jemput gratis dengan menggunakan  angkutan hotel. Namun karena letih dan ingin cepat-cepat istirahat, juga karena layanan antar jemput bis memiliki jadwal sendiri. Akhirnya kami menggunakan jasa angkutan online dari Bandara ke Hotel. Namun, dapat saran dari teman, katanya lebih baik menggunakan taxi bandara, karena harganya akan lebih murah daripada menggunakan angkutan online. Ya sudah lah yaa, pelajaran kedepan.
Koridor hotel
Setelah check in, kami menuju kamar di lantai 7. Hotel didesain sedikit lebih gaul dan fresh, tata letak diatur sedemikian rupa sehingga enak dipandang. Kamar hotel tak begitu besar, kurang-lebih seukuran 14 meter persegi. Toilet yang terletak disamping pintu masuk kamar terpisah dengan kamar mandi shower yang hanya terdapat sabun dan shampo dijadikan satu. Sikat gigi tidak tersedia disini, oleh karena itu ada baiknya membawanya sebelum menginap. Westafel tersedia didepan kamar mandi. Dua minuman botol juga disediakan oleh hotel. Fasilitas lain adalah wi-fi dengan sinyal yang bagus, air hangat, televisi dengan siaran yang jernih. Saat saya membuka jendela, pemandangan kota dimalam hari terlihat apik dari ketinggian ini, sayangnya saya lupa untuk mendokumentasi dikarenakan terlalu lelah dalam perjalanan.

 

Karena teralu lelah, kami berisitirahat. Kemudian jam 3 pagi kami ditelpon pihak hotel, alarm bangun sahur ternyata. Kami mempersiapkan barang untuk sekalian check out. Restoran berada di lantai bawah dekat dengan lobi hotel. Ohya, samping resepsionis tersedia 2 unit PC full akses yang sangat membantu kita untuk mencari informasi di internet, saya baru lihat ini ketika keluar dari lift menuju restoran.
Lobi hotel
 
Menu sahurnya enak, tersedia nasi, daging dan sayur, ada juga roti dengan selai stroberi, serta kopi dan teh. Rasanya juga enak, pas untuk menambah kekuatan untuk menjalani puasa sambil mudik ini. Setelah sahur dan check out kami menuju bandara dengan bis yang sudah disediakan oleh hotel. Melanjutkan perjalanan mudik ke kampung halaman. Overall, untuk ukuran hotel transit, Ibis Budget saya kasih nilai 8.5/10 deh. Bagusss.


Hotel Ibis Budget Jakarta Airport
Jl. Jalan Raya Bandara Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang, Banten 15125
Lokasi : 🌟🌟🌟🌟
Fasilitas : 🌟🌟🌟
Pelayanan : 🌟🌟🌟



Monday, April 17, 2017

Kedai Angkringan Margomulyo, nuansa Jadoel ditengah Moderninsasi Malioboro

Mengenal Jogja tak hanya sebagai kota pendidikan saja. Daerah yang terletak di selatan-tengah pulau Jawa ini memiliki banyak julukan, salah satu julukan terkenal itu adalah kota kuliner. Hmmmm siapa yang tak kenal kuliner khas Jogja? Ada gudeg -yang bahkan sekarang ada kemasan kalengnya-, ada bakpia yang melegenda, dan tongkrongan rakyat yang the best, apalagi kalau bukan angkringan yang khas dengan nasi kucingnya. Sebagian orang mengatakan angkringan is the cheapest fastfood ever. Makanan sudah tersaji didalam gerobak dengan berbagai menu, kita tinggal mengambil sembari memesan minuman.
Kedai Angkringan Margomulyo dari luar.
Seiring perkembangan zaman, angkringan juga mengalami berbagai macam bentuk modifikasi, namun tidak menghilangkan esensi angkringan itu sendiri. Salah satunya adalah Kedai Angringan Margomulyo yang saya datangi ini. Saya baru kali ini nongkrong disini, dulu saat kuliah gak kepikiran banget mau nongkrong di tempat ini, heran juga kenapa. :D
Susasana di dalam cafe.
Kedai Angkringan Margomulyo tertelak di Malioboro, tepat di depan Pasar Tradisional Beringharjo, di samping Mirota Batik yang terkenal itu, gampang untuk menemukannya. Settingan kedai angkringan ini sudah dimodifikasi seperti café gaul gitu, namun gerobak angkringannya tetap ada sebagai khasnya angkringan, dalam kedainya pun masih tetap bernuansa vintage. Disamping gerobak juga ada gerobak lain, yaitu gerobak untuk barista yang disediakan untuk meracik kopi bagi anda yang ahli sruput. Hanya saja waktu saya kesana, gerobaknya sedang tutup, belum melayani penyajian kopi, -mungkin baristanya belum mandi-, atau mungkin bukanya hanya malam, soalnya saya pergi kesana itu di jam makan siang, ah mungkin mungkin barista nya yang belum mandi.
Berbagai pilihan menu.
Menu makanan yang disediakan di angkringan ini beragam, khas angkringan dengan sedikit tambahan-tambahan. Yang jelas, nasi kucing dan beragam gorengan serta sate-satean tetap ada disini. Disebut dengan nasi kucing karena ia bungkus dalam porsi kecil, seperti untuk memberi makan kucing, namun sekarang porsinya sudah mengikuti perkembangan kok, namanya tetap nasi kucing, -kucing hutan, atau kucing obesitas kali ya-. Minuman juga disajikan dalam beragam jenis. Dari minuman khas angkringan (wedang uwuh, teh poci, jahe, kopi) hingga aneka jus. Harga? Heeeeeeh, masih ngomongin harga kalau makan di Jogja? hhe
Takis, broooh!!!
Saya dan rekan mengambil nasi kucing tongseng pedas dan kikil sapi, ditambah dengan berbagai gorengan plus es teh yang rasanya -menurut saya- ngangenin banget. Sambil menyantap sambil mengamati uniknya cafe ini, ornamen-ornamen kuno dominan menghiasi, lampu-lampu jadul digantung -dipamerkan dan juga dijual dengan harga yang wau- di tiang tiang ruangan terdapat lampu hias, jam kuno dan juga dipajang topeng-topeng khas karakter pewayangan. Dan didinding-dinding terdapat gambar-gambar tokoh-tokoh Keraton Jogja, serta silsilah keluarga kerajaan.
Lampu dan jam antik menjadi pajangandi cafe.

Beragam foto tokoh-tokoh Kerajaan menjadi hiasan dinding cafe,
Salah satu hiasan dinding cafe, silsilah Kerajaan Jogja
Di sudut ruangan terdapat stand yang menjual barang-barang antik, mulai dari uang kertas dan logam, lampu hias, kerajinan keramik dan guci-guci tua, pernak-pernik perhiasan rumah, serta setrikaan sampai kipas angin kuno juga ada dijual disini. Benar-benar surga untuk para kolektor barang antik. Saya menyudahi makan dan berjalan sambil mengambil beberapa gambar untuk diabadikan. Ohya, ketinggalan, fasilitas cafe ini adanya toilet dan mushala yang terletak di belakang. Juga ada mini panggung yang digunakan musisi jalan untuk perform di depan. Setelah puas, kami melanjutkan pulang dan melanjutkan perjalanan.

Stand di sudut ruangan cafe, menjual barang-barang antik.

oks, see you....

Wednesday, March 8, 2017

Bakso Degan, Kuliner Unik di Kota Istimewa

Gak tau kenapa jadi suka bikin review tentang kuliner gini ya, spontan aja. Tapi ternyata asyik, leh uga. Lanjut deh. Aslinya sih ane gak terlalu suka kuliner-an. Kalau ketempat-tempat baru, yang pertama dicari mah ya suasana dan pemandangannya, urusan perut nanti-nanti aja gitu.

Okeh skip aja pendahuluannya ya.

Nih, beberapa waktu lalu saya lihat di akun instagram tentang kuliner unik yang ada di Jogja, bakso kelapa katanya. Penasaran donk gimana. Ane sendiri tidak terlalu suka makan bakso, tapi paling suka banget dengan kelapa, jadi ya pengen coba ni makanan.

Lalu beberapa waktu lalu ane pulang ke Jogja, dan meluncur ke tempat ini, sesuai dengan yang ada di alamat setelah sebelumnya gugling dulu. Namanya Warung Berkah, terletak di jalan Sugeng Jeroni No 62 Wirobrajan, Patangpuluhan. Searching aja di gugel mep, bakal nemu deh, tidak susah untuk menemukan tempat ini karena lokasinya berada dipinggir jalan raya. 
Warung Berkah, Bakso "Degan"
Setelah sampai, jelas langsung memesan menu andalannya, bakso degan dan minuman es biar seger. Tampilan bakso degan memang unik. Biasa bakso disajikan dalam mangkuk, namun bakso degan disajikan dalam batok kelapa, bahkan kalau mau bisa juga disajikan dengan kelapa utuh sebagai wadah pengganti mangkuknya. Bakso nya juga bukan dari daging sapi, melainkan daging ikan kakap, lalu kuahnya ya dari kelapa, oleh karena itu namanya bakso degan.

Air kelapa yang biasanya manis, gurih dan sangat nikmat jika diminum dingin, sekarang disajikan hangat ditambah bumbu-bumbu rahasia. Ditambah dengan bakso ikan ini menciptakan rasa yang istimewa dan sensasi berbeda dilidah para penikmat bakso. Nah, udah kebayang belum rasanya seperti apa? 
Bakso Degan, maknyossss
Tidak hanya kuah ternyata, mie nya juga berasal dari daging kelapa. Mie bakso yang biasanya dari tepung, kini berganti dengan serutan lembut daging-daging kelapa pilihan. Kombinasi antara kenyalnya daging kelapa muda dan air kelapa berbumbu yang disajikan hangat membuat bakso ini memiliki rasa yang unik, dan enak dilidah. Daging-daging kelapa yang masih ada didinding batok kelapa juga bisa dimakan untuk menambah nikmatnya makan bakso degan ini. Kelapa yang menjadi kuah dan mie pada bakso degan ini adalah kelapa yang sudah “memenuhi kualifikasi” bakso degan, tidak muda, dan juga tidak tua. Kelapa dewasa mungkin ya, yang siap nikah.

Urusan harga mah aman, Jogja gitu, yang apa-apa terjangkau. Harga bakso degan ini 13.000 rupiah untuk bakso degan batok kelapa, dan 18.000 rupiah untuk bakso degan utuh. Warung Berkah ini ternyata baru dibuka pada bulan desember 2016 kemarin. Namun untuk seukuran warung makan yang baru, tempat ini boleh dikatakan ramai pengunjung. Terlebih lagi Warung Berkah yang menyajikan bakso degan ini merupakan satu-satu nya di Jogja. 
Daftar Harga
Salah satu pemiliknya bernama Wiwik. Ia bersama ketiga rekan yang sama-sama satu alumnus SMP itu membuka Warung Berkah setelah mendapat “ilham” ketika berlibur ke Jawa Barat, lalu menemukan menu serupa dihotel. Lalu mereka mencoba membuatnya ketika pulang di Jogja, dengan melakukan beberapa modifikasi seperti bakso daging diganti dengan bakso ikan, dan kuah-kuahnya menggunakan bumbu-bumbu pilihan dan rahasia, ssttt. Lalu mereka mengundang seorang teman yang menjadi koki hotel untuk memberikan saran-saran.

Warung Berkah ini buka dari jam 11 pagi sampai pukul 7 malam Waktu Jogja Istimewa. Yuk monggo melipir mampir, kapan lagi coba makan bakso ikan yang kaya akan vitamin dengan kuah dan mie kelapa yang mengandung banyak khasiat ini. Mantep lurrr..

Sumber : http://jogja.tribunnews.com

Kopi Klotok Pakem, Kombinasi Kuliner Istimewa dan Asrinya Alam di Utara Jogja

Setelah test toefl bahasa Inggris yang soalnya lumayan itu. Otak mumet dan jadi minta asupan ni. Pengen nongkrong tapi perut juga laper, tapi badan juga letih butuh energy biar melek. Tiga keinginan mendadak itu akhirnya dijawab oleh seorang teman dengan merekomendasikan sebuah tempat : Kopi Klotok namanya.

Letaknya di daerah Pakem Binangun, Pakem, di jalan Kaliurang kilo 17, setelah kampus UII, nanti di sisi timur jalan ada tulisan besar tu : Kopi Klotok, kalau perginya dari daerah atas Kaliurang, jalan masuknya setelah SMP 4 Pakem. Tempatnya memang agak mblusuk ke dalam, tapi disinilah seni nya. 

Pintu masukdapur Kopi Klotok
Berada di jalan Kaliurang kilo belasan ini membuat hawa dingin-dingin adem sudah mulai terasa. Jalan masuk ke Kopi Klotok juga disuguhkan dengan sawah-sawah penduduk dan selokan-selokan kecil khas persawahan. Setelah sampai di lokasi, kami memarkirkan kendaraan dan menuju masuk ke dalam.
Mushala Kopi Klotok
Warung Kopi Klotok berbentuk rumah khas Jawa yang sangat sederhana, biasanya orang-orang bilang dengan sebutan Joglo. Joglo yang menghadap ke utara dengan sawah dan Merapi sebagai pemandangan utamanya ini terbagi menjadi beberapa tempat untuk menikmati kopi klotok, ruang pertama adalah dapur, ini merupakan ruang special dan jadi incaran pengunjung dimana kita bisa lihat langsung pelayan menyiapkan pesanan pengunjung, yang kedua adalah ruang tengah, sebuah aula rumah yang lumayan luas. Berikutnya adalah di teras dan halaman Joglo, nah ini jug alumayan menjadi favorit karena langsung bisa melihat merapi dan sawah-sawah, merasakan sejuknya udara Kaliurang sambil bercengkrama dengan teman sejawat. 
Area Dapur : Prasmanan
Area Dapur : Pisang siap Goreng
Setelah memasuki dapur tadi, kami langsung menuju meja tempat makanan disediakan, sistemnya antri dan ambil sendiri. Makanan khas desa pun tersaji di hadapan kami. Nasi putih, lauk lodeh tempe, lodeh kluweh, lodeh terong, tahu bacem, tempe bacem, sayur, dan telur dadar kocok serta sambal dadak yang maknyos tenan. 
Halaman depan Kopi Klotok
Harga? Haeesss. Kalo kulineran di Jogja jangan tanya harga deh. Harganya normal bagi orang Jogja, namun dibawah normal bagi wisatawan yang datang dari luar. Range harga makanan ini mulai dari seribuan sampai 12 ribuan aja.

Saya mengambil nasi dan beberapa lauk pauk karena memang dari setelah test toefl tadi perut ini sudah minta hak nya. Sebagai cemilan, kami juga memesan goreng pisang dan saya tentunya memesan kopi klotok yang legendaris ini. Lalu kami menuju ke depan, tempatnya di halaman Joglo, duduk lesehan sambil menikmati AC (angin cepoi-cepoi), hijaunya sawah dan gagahnya merapi.

"Suatu hal yang sangat menyenangkan adalah ketika bisa nongkrong bersama keluarga maupun rekan-rekan, sambil menikmati kopi dan cemilan khas desa, ditambah lagi dengan suasana yang asli dan asri serta jauh dari hiruk pikuk dan kerasnya kota. Tawa canda bersatu bersama indahnya alam, seakan Merapi pun memberikan restunya. Jogja." 
Berbicara tentang kopi Klotok, menurut artikel yang saya baca. Kopi Klotok ini merupakan kopi dengan penyajian yang sederhana. Kopi bubuk dimasak dalam panci panas tanpa air. Setelah beraroma sedikit gosong barulah disiram dengan air hingga mendidih. Siraman air dipanci yang berisi kopi tadi membuat kopi ini mengelupas. Dari proses tersebut maka munculah nama klotok yang berasal dari bahasa Jawa nglotok atau mengelupas. Proses ini juga yang membuat kopi klotok terasa istimewa, seistimewa kamu dan Jogja. Tsaadest. 
Pesanan kami, tanpa goreng pisang (yang sedang digoreng).
Menu favorit lain selain kopi klotok adalah goreng pisang. Jangan ngaku pernah kesini tapi belum rasain goreng pisang Warung Kopi Klotok. Pantas saja banyak sekali pisang yang digantung di dapur, juga pesanan ini yang paling lama datang, karena hampir semua pengunjung memesan ini.
Barang-barang Antik
Warung Kopi Klotok ini baru dibuka tahun 2015, tapi sudah terkenal dimana-mana ya, the power of medsos nii. Buka dari jam 7 pagi hingga jam 10 malam. Fasilitas warung ini adalah satu toilet dan satu mushala kecil muat untuk 5 – 6 orang shalat berjamaah. Tempat disini pure untuk nongkrong, jangan harap kamu bakal nemukan colokan untuk ngecas atau bahkan wifi gratis disini. Karena kalau sudah beHP, inti dari nongkrong itu sendiri akan sirna. Bener kan ane? 
Fokus ke tuilsan-tulisan di belakang saja yaaa. :)
Hal unik lain dari Warung Kopi Klotok ini adalah pajangan serta ornamen-ornamen disekitar warung. Di ruang tengah misalnya, banyak dipajang benda-benda antik yang mempunyai nilai seni yang bagus, radio kuno, setrika jadul, dan lain-lain. Lalu di dinding-dindingnya banyak tulisan-tulisan artis yang pernah berkunjung disini. Banyak pokoknya. Nah sampean lur? kapan kesini?




Sumber-sumber refrensi lain :  

Tuesday, March 7, 2017

Kampung Arab Resto, Icip-icip Kuliner Timur Tengah di Selatan Tengah Jawa.


Ketagihan bahas kuliner, emang ya tidak ada habisnya ni bahas kuliner. Ada terus nongol dengan berbagai variasi dan keunikannya. Kali ini ane mampir di kuliner yang menyajikan makanan-makanan timur tengah, (berasa pulang kampung ni, wkwkwk). Setelah dari kemarin di rekomendasiin oleh temen. Dan juga perut udah lama gak dikasih daging. Jadi fix kesini.

Namanya Kampung Arab Resto, terletak dijalan Palagan Tentara Pelajar 65B, Sleman. Ancer-ancernya kalau dari perempatan ring road Monjali ke utara sekitar 1 kilo meter, lalu disebelah timur jalan, diseberang BPD DIY. Letaknya di tepi jalan persis, jadi sangat mudah untuk menemukannya. Ni dah link nya.
Lantai 2 Kampung Arab Resto
Bangunan Kampung Arab Resto terdiri dari dua lantai, ada yang meja juga ada yang lesehan. Ane milih duduk di lesehan lantai biar asik aja gitu, sambil lihat kendaraan lalu lalang dari atas. Saat masuk ke resto ini, nuansanya arabik banget. Tempat duduk dan lesehannya itu dihiasi permadani-permadani dan bantal-bantal gitu. Bikin betah lama-lama. hhe
Menu, menuuuuu

Saat masuk, kita langsung disuguhi menu dan kami langsung bawa ke atas. Ragam makanan dan minuman yang ditawarkan sangat banyak, dari makanan pembuka hingga desert serta snack-snack ada semua, minumannya juga unik-unik. Juga ada roko arab (shisha) bagi kamu kamu yang ahli hisap. Jadi pengen pesan semua tapi kasian dompet dan perut. Wkwkwk, Pilah pilih mana yang pas, akhirnya kami pesan beberapa menu yang jadi incaran.
Pesanan kami
Kuliner Arab identik dengan daging dan nasi kebuli, ya kan? Dan menu spesialnya juga Nasi Kebuli Jumbo yang bisa dimakan oleh 4 orang. Nah karena kami cuma berdua dan nasi kebuli udah pernah saya cobain (ditempat lain maksudnya), sekarang pesennya Iga Bakar Platter aja plus dua nasi putih, air mineral, juga Puding Kampung Arab dan Alpukat Keruk Milo. Sambil-sambil menunggu sambil menikmati nuansa arab di resto ini. Adem. Cuma sedikit terganggu dengan suara kendaraan di jalan, karena memang letaknya di pinggir jalan.
Makan sambil duduk lesehan enaknya bedaa
Rasa Iga Bakar Platter nya mantap kali, kombinasi bumbu rempah-rempah yang meresap pada daging menciptakan sensasi rasa pedas-pedas manis yang bikin gak mau berhenti makan. Puding Kampung Arab dan Alpukat Keruk Milo juga gak kalah segernya. Memang gak nyesel milih tempat ini untuk bersantap.
Fosil iga kambing
Soal harga, Alhamdulillah terjangkau ya, Iga Bakar, 2 nasi putih, air mineral, pudding dan alpukat serut dihargai dengan 101.000 rupiah. Terjangkau kan? Ohya, Fasilitas resto ini adalah adanya wifi, satu toilet dan satu mushala kecil (untuk 2 orang) yang terletak di samping toilet di lantai bawah. Kampung Arab buka setiap hari dari jam 11 pagi sampeee maleeem.

Monggo lurr, yang suka atau yang pengen cobain makanan negeri 1001 malam, silahkan melipir ke sini. Bawa teman-teman serta keluarga, biar ada yang bayarin lebih asyiiik. 

Salam Ngunyah…

Monday, February 20, 2017

Hal Greget Ini Hanya Dirasakan Oleh Kamu yang Pernah Jadi Mahasiswa UPN Jogja



"Mahasiswa UPN Veteran,
bersatu padu bernaung di bawah panji,

Menjunjung tinggi sumpah setia,
patuh setia pada negara.."

Masih ingat dengan potongan lirik tersebut? Itu merupakan mars mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta. Kampus yang terletak di jalan lingkar Utara dan daerah Babarsari Jogja ini memiliki belasan jurusan dengan ribuan mahasiswanya. Kampus yang sering berganti nama dan status ini mempunyai slogan disiplin, kejuangan dan kreativitas. Sebuah slogan penuh “arti dan makna” bila kamu merupakan alumninya. Layaknya kampus-kampus lain, UPN Jogja ini menyimpan berbagai cerita unik bagi para mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan kuliah disana.
Siap-siap nostalgia ya. Kuy ah.

1. Saat PKK, Peserta dan Panitianya Mempunyai Sebutan-sebutan Unik.
PKK tjoyy, via dpm-km-upnyk.blogspot.co.id
PKK (Pengenalan Kehidupan Kampus) di UPN Jogja merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM KM (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa) UPN "Veteran" Yogyakarta bagi para mahasiswa baru (maba). Acara ini biasanya berlangsung 3 sampai 4 hari. PKK ini bertujuan untuk mengenalkan UPN Jogja secara umum. Saat PKK, para maba disebut dengan Kopral, ketua PKK nya disebut dengan Panglima, koordinator tim P3K nya disebut dengan Jenderal Kesehatan. Unik kan ya? Ya karena mungkin dulunya UPN ini berada dibawah Departemen Pertahanan, jadi nya rada-rada militer gitu ya kan. Lambangnya aja ada Topi Baja. Sesuai lah ya. :D

2. Ketemu Banyak Kenalan Dari Berbagai Kalangan
Berbagai asal muasal, via perpus.upnyk.ac.id 
Namanya Jogja kota pelajar, dan itu juga berlaku di UPN Jogja. Kamu bakal ketemu banyak kenalan, dari Sabang sampai Merauke, bahkan negara-negara tetangga juga ada seperti Malaysia dan Timor Leste. Seakan tak peduli darimana asalmu, suku, dan agama. Kamu berkenalan dengan mereka dan mempunyai rasa yang satu : Mahasiswa UPN Jogja.

3. Puluhdadi, Seturan, Mancasan, Condongcatur, serta sebagian Babarsari merupakan Markas Pusat Bagi Anak-anak UPN
Gerbang Kampung Puluhdadi
Yap, daerah itu merupakan basis terkuat bagi mahasiswa/i yang kuliah di UPN, selain dekat dengan kampus, di sekitar tempat tersebut juga banyak tersedia sarana pendukung hidup bagi para mahasiswa. Tempat nongkrong? kita punya Go*boex Café, dan puluhan café di sepanjang jalan Wahid Hasyim, jl Seturan, Perumnas, Babarsari. Futsal, ada Telaga Futsal, Pele Futsal dan Gaol Futsal. Tempat les ada EME, Babe, See. Warnet? Ada tempat legend SATR*A NET. Laundry? Gak bisa dihitung lagi. Mau shoping dengan budget minim? Tenang, ada OB (Outlet B*ru). Minimarket? Ada Beta, Mirota Kampus Babarsari, Superindo dan Citrouli yang buka 24 jam. Dan beberapa fasilitas pendukung lainnya yang siap membantumu menjalani hidup sebagai mahasiswa.

4. Kuliah Pertama yang Mengesankan Hingga Rela Bangun Pagi Untuk Ikut Kuliah Olahraga
Olahraga dulu tjoy, biar sehat
Namanya juga mahasiswa baru, kuliah pasti hal yang sangat ditunggu-tunggu. Suasana baru, teman baru, lingkungan baru. Bagi yang sungguh-sungguh ingin kuliah, hari pertama merupakan hari yang sangat bersejarah, bahkan ada yang masih ingat mungkin tanggal pertama kuliah (ane sih masih, 7 september), mata kuliah sampe dosennya. Nah, yang unik di UPN ini adalah mata kuliah olahraganya ni. Jam nya selalu pagi, 6.30 dan 7.30, sebuah ujian yang sangat berat bagi mereka yang mengalami kesulitan bangun pagi. Dan, mata kuliah ini adanya didua semester awal. Emang sih Cuma 1 SKS, tapi kalau ngulang kan rasanya gimanaaa gitu. :D

5. Wimaya : ILMU ke-UPN-an, dan Outbond “Topi Baja”
Outbond dulu lah, sambil narsis, via wimayaupn.blogspot.co.id
Wimaya merupakan mata kuliah WAJIB bagi mahasiswa UPN Jogja. Layaknya kampus Muhammadiyah yang ada pelajaran ke-muhammadiyahan-nya. Nah UPN juga punya khasnya yaitu wimaya itu. Wimaya merupakan singkatan dari widya mwat yasa yang berarti belajar untuk membangun, juga berarti sesungguhnya adalah menuntut ilmu yang digunakan untuk mengabdi sebesar-besarnya kepada bangsa dan negara dengan hati yang suci dan bersih. Kaya dasar-dasar UPN gitu, Pancasila nya deh, boleh dibilang seperti itu, meski matkul Pancasila dan Kewarganegaraan juga ada. Nasionalis banget kan anak-anak UPN? Dan, sebagai salah satu syarat untuk keluarnya nilai matkul ini ada ikut outbond yang dibuat oleh kampus sendiri, dengan pembimbingnya dosen dan senior-senior yang tergabung dalam UKM Resimen Mahasiswa Kalimasada. Outbond nya gabung dengan seluruh jurusan, nah lumayankan sambil nyari-nyari calon.

6. Gak Hanya Melulu Belajar, UPN Jogja Punya Puluhan UKM yang Siap Memfasilitasi Bakat Terpendam Kamu.
UKM KSR PMI UPN
Saya banyak mendapat wejangan, bahwa kuliah saja tidak lah cukup untuk menatap masa depan, IPK tinggi tidak menjamin jika ilmu-ilmu tambahan diluar pelajaran tidak kita kuasai. Kita harus punya skill lain yang membuat kita berbeda, harus kembangkan bakat yang kita punya. Sarjana plus plus istilah lainnya. Oleh karena itu, kita membutuhkan wadah tersebut untuk mengimbangi antara belajar dan menyalurkan bakat bukan? Nah kampus UPN Jogja ini memiliki puluhan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang siap memfasilitasi bakat terpendam kamu. Bakatmu di seni? Kita punya UKM Seni, Marching Band, Paduan Suara yang prestasinya udah kemana-mana. Pengen jadi tentara tapi gak kesampaian? Ada Resimen Mahasiswa yang siap jadi tumpuan. Kegiatan sosial, kemanusiaan, kesehatan? UKM KSR PMI siap nampung kamu gaes. Suka dengan alam? Jelas, Mapala tempatnya. Olahraga? Yah UPN Jogja ahlinya tjoy. Mau seimbangkan antara dunia dan akhirat? UPN Jogja juga punya UKM-UKM Kerohanian. Komplit-plit-plit kaya nasi goreng special. Nah itu baru UKM, belum lagi lembaga-lembaga yang tersebar di kampus, tingkat fakultas dan jurusan. Ajiiiib banget kan?

7. Bagi yang Dikaruniai Sedikit Keahlian, nyambi Jadi Asdos dan Asleb leh uga tuch..
Asisten Laboratorium
Nah bagi kamu yang merasa punya sedikit kelebihan pada bagian otak, alias cerdas dikit gitu dan sedikit hoki. Bisa tu jadi asisten dosen di kampus, atau paling tidak jadi asisten laboratoriumnya deh. Nanti kamu bakal diajak untuk ikut serta dalam kegiatan dan ngerjain proyek-proyek yang dimiliki oleh dosen tersebut bersama dengan timnya. Banyak banget benefitnya kan, pengalaman dapet, ilmu apalagi, dan aji mumpung dapat sangu kan kalo yang dikerjakan dapat untung besar. Lumayan nambah uang jajan untuk beli paket internet. Hati-hati keenakan, banyak temen-temen yang kadang ada yang lupa sama skirpsi gara-gara ikut ini. Hahaii

8. Untuk yang di Kampus 1, Ketika Perut Lapar Namun Waktu Mepet, Kamu Bakal Tau RM Padang yang Hits dan Eksis Itu.
RM "legend", via foody.id
Saat siang, perut sudah minta hak nya. Namun waktu mu mepet karena setelah istirahat bakal ada jam kuliah lagi, sementara lidahmu kangen dengan masakan padang. Nah kamu tau harus kemana : RM Chani*go lah tempatnya. Mahasiswa yang kuliahnya di kampus 1 bakal tau RM yang hits ini. Letaknya di pojok, di selatan kampus, diseberang koperasi pegawai UPN. Kalau siang warung ini selalu ramai dikunjungi. RM Padang ini masih eksis dari sebelum ane kuliah, hingga sekarang ni. Menu makanannya boleh dibilang lengkap, dan rasanya yang cocok banget sama lidah anak Sumatera, ownernya asli Minang sepertinya, namun karena karyawannya banyak yang bukan minang, jadi citarasanya bercampur gitu yang bikin RM ini disukai banyak kalangan, alhasil banyak yang suka makan ditempat ini, murah lagi. Jogja gitu lo. Gak hanya mahasiswa kampus 1, mahasiswa yang kuliah di kampus 2 UPN yang di Babarsari juga sering makan disini, legend kan. :D

9. Ketika Saat Ujian Semakin Dekat, Ada Fotokopi-fotokopi Legend yang Bakal rame Didatangi.
Fotokopi *ilustrasi, via buletinpeluangusaha.blogspot.com
Mahasiswa-mahsiswa angkatan lawas yang kuliahnya di Kampus 1 wilayah timur mesti tau ni. Fotokopi YO*I dan PU*RA ROSYADI, ya to? Ngaku aja siapa yang sering fotokopi kerpean dalam ukuran kecil di tempat ini? (sssttt adegan untuk tidak ditiru!) Wkwkwk. Ya, fotokopi ini kerap dikunjungi oleh mahasiswa terutama jurusan di FTM, TeKim, dan FaPerta. Selain mendukung keperluan ATK bagi mahasiswa, disini juga banyak menyimpan arsip-arsip diktat kuliah. Dan yang paling penting ya itu tadi, ngopi kerpean. Hehehe. Maafkeun kecurangan kami dahulu, yaa Rabb. Dan sekarang kedua fotokopi tersebut sudah tidak ada lagi, mereka sudah berpindah tempat yang sulit dijangkau oleh mahasiswa UPN kalau lagi kepepet. Jadi angkatan dua ribu belasan keatas, gak bakal tau ni gimana legend nya tempat ini.

10. Moment Wisuda Merupakan MOMENT SAKRAL Bagi Mahasiswa UPN
Raja sehari, via youtube.com
Yah, hampir semua mahasiswa menginginkan wisuda bukan? Nah moment wisuda seperti yang kita ketahui merupakan moment yang sakral bagi mahasiswa. Selain menandakan bahwa kita telah selesai mengenyam bangku perkuliahan, wisuda juga merupakan moment pembuktian kepada orang tua kita di rumah akan amanah yang telah diberikan kepada kita kita selama beberapa tahun itu. Memakai jubah kebesaran serta toga merupakan hal yang paling diidam-idamkan. Membuat orang tua bangga, juga calon mertua, tersenyum haru, doa-doa yang selama ini dipanjatkan kepada Tuhan, salah satu nya terwujud hari itu. Nah UPN Jogja punya cara sendiri bagaimana cara menghormati para wisudawan, terlebih jurusan-jurusan teknik. Para wisudawan/ti akan diarak oleh junior mereka dari gedung jurusan hingga auditorium tempat acara berlangsung. Ketika prosesi selesai, dan saat keluar dari auditorium pun kita masih akan disambut oleh mereka. Di nyanyikan mars-mars jurusan yang sering dinyanyikan saat maba dulu, diberi bunga, dan lain sebagainya. Yah kalau pengantin mendapat istilah raja sehari, wisudawan di UPN boleh lah dibilang menjadi Raja dan Ratu 6 jam. Euforianya hanya berlangsung selama itu. Meskipun setelah itu mendapat gelar baru : Alumni dan Pengangguran.


Gimana gaes, udah kebayang lagi kisah-kisah lalu di UPN Jogja? Kalau dibuat satu buku mungkin bisa setebal kamus ya? Karena ada banyak cerita yang terjadi disini. Dan ingat, sejauh apapun kita pergi UPN Jogja pernah mewarnai lika liku hidup hingga mengantar kita seperti sekarang ini, jasmerah! dan jangan melupakan almamater, ah. :')

Salam wimaya. Salam Energi, Salam Bela Negara!

Tuesday, November 15, 2016

Kopi Loper? Monggo mblo neng kene wae.

Satu lagi ni tempat nongkrong asik di Jogja "yang tetap istimewa" ini. Nongkrong sambil nikmati citarasa kopi Nusantara, spesial dari provinsi paling ujung barat sana : Nanggroe Aceh Darussalam. Berawal dari pesbuk, kakak saya ngetag foto mirip gerobak angkringan, tapi tulisannya “ngopi”. Trus dia bilang :

"mbe agik kat Jogja, au gi hini ye,"
(kalo lagi ke Jogja, mampir sini ya).
Gayo Ngopi, via facebook.com

Oke deh jawab ane kan. Sambil mencari-cari alasan untuk bisa ke Jogja lagi. Dan kebetulan tak lama setelah itu ada pelatihan di Jogja. Kesempatan ni, muleh nang Jogja, sambil cari waktu kosong sebentar untuk pergi ketempat itu.

Mbe se ndek lak…..

Trus ane jadi ingat, dulu punya temen satu kampus, satu angkatan, beda jurusan tapi. Trus saat mau lulus kita sempat ngobrol tentang rencana masa depan, dia mantap bilang pengen usaha. Weweh ternyata bener, bikin usaha kopi dia nya. Udah maju gini pula. Warbiyasaaak. Emang ya, usaha yang bagus itu adalah usaha yang dikerjakan, kata alm Om Bob. 
Yap, pas ada (curi-curi) waktu kosong gak ada kegiatan, langsung deh nancepin si kuda besi pinjaman ke TKP. Tidak sulit menemukan tempat nongkong ini. Letaknya di jalan Taman Siswa no 13, di dekat Asrama Mahasiswa Provinsi Aceh, tepat di seberang Lapas. Kalo dari utara, tempatnya disebelah kiri (sisi timur) jalan. 
Gayo Ngopi Arabica
Nama tempatnya adalah Gayo Ngopi Arabica. Gayo itu merupakan nama suatu dataran tinggi di Aceh, Tanah Gayo namanya. Ya seperti Dieng-nya Jateng, atau Bogor-nya Jabar kali ya. Nanggroe Aceh Darussalam selain dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah, juga dikenal dengan negeri penghasil kopi, kopi Gayo yang dikembangkan secara organic ini disebut-sebut sebagai kopi organik terbaik di dunia, #banggaIndonesia. Karena itu pula, ngopi sudah menjadi "urat nadi", kegiatan yang tak terpisahkan dari masyarakat Aceh. Ingat kata-kata legenda dari Teuku Umar, salah seorang pahlawan dari Tanah Rencong ini yang paling populer saat masa perang dulu? 
“Singoh beungoh tanjoe ta djeb kupi di Meulaboh atawa ion akan sjahid”
"Besok pagi kita akan ngopi di Meulaboh atau kita akan syahid."
Motivasi yang membakar semangat pejuang kemerdekaan untuk merebut apa yang sudah diambil, juga motivasi untuk berjihad, dan syahid. 
Tanah Gayo, via atjehkopi.blogspot.com

Berbicara tentang dataran tinggi Tanah Gayo, ada tiga kabupaten yang berada di dataran tinggi penghasil kopi nikmat khas Aceh itu, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Nah mungkin asal owner nya dari sana kali ya, makanya nama Gayo Ngopi yang dipilih. Nama ownernya adalah Agam, alumni kampus Energi di Jogja (kampus ane juga ni), dan dia juga baristanya (tukang ngeracik kopi). Perkenalan dengannya dulu emang gak disangka-sangka, tapi tentunya sudah ada Yang Ngatur kan, kakaknya dan kakak ane sekampus, trus kita ketemu di awal-awal jadi mahasiswa baru, dan silaturahim terus berlanjut hingga sekarang. Alhamdulillah. 
Barista s doing his job.
Gayo Ngopi ini baru berdiri diawal taun 2015 lalu. Namun untuk tempat yang baru, Gayo Ngopi Arabica boleh dikatakan tempat favorit, terbukti saat ane ngopi disana aja, sudah ramai pengunjung yang datang untuk menikmati kopi hasil racikan barista Aceh yang ganteng ini. 
Barista
Tempat Gayo Kopi Arabica didesain ala-ala angkringan gitu, gerobak dan bangku panjang di depannya, khas Jogja banget kan. Juga ada tambahan bangku dan meja ditempat lain untuk menambah kesan modern dan “nongkrong” nya. Simple place, great taste. Itu jargonnya. 
Peralatan "tempur"
Tempat yang sederhana, dengan rasa istimewa. Bijikopi pilihan langsung dikirim dari asalnya di Aceh sana. Rasa yang bener-bener istimewa bagi anda pecinta kopi, atau seperti saya hanya yang hanya penikmat sunyi ini. Rasa kopi Gayo dibilang berbeda karena hampir tidak meninggalkan rasa pahit, ditambah lagi dengan aroma yang harum dan rasa yang gurih. Ada beberapa varian kopi yang ditawarkan di Gayo Ngopi ini : Gayo Spesial, Gayo Abyssina, dan Gayo Peaberry, kesemuanya diracik menjadi 4 “spesies” kopi : Tubruk, V60, Aeropress dan Chemex. Gayo Spesial diproses dengan cara semi wash, Gayo Abysinna memiliki rasa agak manis, dan Gayo Peaberry (biji tunggal) memiliki karakter yang kuat dalam rasa. Juga ada tambahan kopi biasa jika kamu yang tidak atau belum terbiasa dengan kopi Gayo, ada kopi susu, espresso, es kopi dan es kopi susu. 
Menu
Harganya juga terjangkau, harga mahasiswa, harga Jogja pula. Dibandrol mulai dari 9k aja. So, para kopi lovers, Gayo Ngopi Arabica merupakan alternatif pilihan yang bijak untuk nongkrong karo konco-konco sambil bercerita tentang Jogja, tentang rasa yang tak pernah habis, bercerita tentang kisah-kisah kehidupan sambil menikmati citarasa kopi dari ujung barat Indonesia ini.

"Karena kopi mengajarkan kepada kita bahwa hitam tak selalu kotor, dan pahit tak selalu menyedihkan."

Sumber : 
http://pusatkopigayoaceh.blogspot.com/2013/02/sejarah-kopi-gayo-aceh.html

Sejarah Perminyakan di Bumi Lancang Kuning: Langkah Nekat Hopper dan Lapangan Terbesar se-ASEAN.

Bumi Sumatra tak pernah habis memberi kejutan, setelah beberapa tahun lalu saya menulis tentang jejak penemuan minyak pertama di pulau ini, ...