Wednesday, September 18, 2013

Natuna, Atlantis yang Hilang, part 2


Profesor Arysio Nunes yang meneliti atlantis selama puluhan tahun telah menerbitkan sebuah buku yang secara gamblang menjelaskan tentang atlantis. Dalam buku yang berjudul "Atlantis, the Lost Continent Finally Found" itu menyatakan bahwa Atlantis itu ada di Indonesia.
Lokasi Atlantis menurut Prof Arysio, via wikipedia
Nah, dari peta ini pula dan dipadukan dengan fakta-fakta ilmiah tentang bencana-bencana dahsyat yang pernah terjadi di Indonesia serta bentang alam yang subur, semakin menguatkan para peneliti bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Jom kita lihat ulasan artikel yang saya copas dari laman web sebelah

Bukti Ilmiah Indonesia Adalah Benua Atlantis Yang Hilang
Musibah alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami beberapa tahun silam di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
gambar bukti Indonesia Adalah Benua Atlantis Yang Hilang - munsypedia
Peta Asia Tenggara dan Asia Selatan
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menerbitkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization. Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU No. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatera, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Samosir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya, "Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran".


Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau innavigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.
 



next : Atlantis, part 3.


Sumber : Blog Misteri Beda Dunia
Description: Bukti Ilmiah Indonesia Adalah Benua Atlantis Yang Hilang Rating: 4.5 Reviewer: munsy afandi - ItemReviewed: Bukti Ilmiah Indonesia Adalah Benua Atlantis Yang Hilang

Sumber : http://munsypedia.blogspot.com/2012/12/bukt-ilmiah-indonesia-adalah-benua-atlantis-yang-hilang.html#ixzz2fEfE7yfr

Sunday, September 15, 2013

Natuna, Atlantis yang Hilang

Pernah dengar Atlantis? Sebuah peradaban yang dicertakan sangat maju dengan kota yang megah, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, namun hancur karena suatu bencana alam. Atlantis kerap "nongol" pada cerita-cerita fiksi dan dongeng. Hmmm, bagi yang belum pernah dengar, berikut saya coba jelaskan sedikit tentang Atlantis yang saya kutip dari berbagai sumber. 

----------

Atlantis, Atalantis, atau Atlantika (bahasa Yunani: Ἀτλαντὶς νῆσος, "pulau Atlas") adalah pulau legendaris yang pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Critias. Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar "di seberang pilar-pilar Herkules", dan memiliki angkatan laut yang menaklukkan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra "hanya dalam waktu satu hari satu malam".

Atlantis umumnya dianggap sebagai mitos yang dibuat oleh Plato untuk mengilustrasikan teori politik. Meskipun fungsi cerita Atlantis terlihat jelas oleh kebanyakan ahli, mereka memperdebatkan apakah dan seberapa banyak catatan Plato diilhami oleh tradisi yang lebih tua. Beberapa ahli mengatakan bahwa Plato menggambarkan kejadian yang telah berlalu, seperti letusan Thera atau perang Troya, sementara lainnya menyatakan bahwa ia terinspirasi dari peristiwa kontemporer seperti hancurnya Helike tahun 373 SM atau gagalnya invasi Athena ke Sisilia tahun 415-413 SM.

Masyarakat sering membicarakan keberadaan Atlantis selama Era Klasik, namun umumnya tidak memercayainya dan kadang-kadang menjadikannya bahan lelucon. Kisah Atlantis kurang diketahui pada Abad Pertengahan. Namun, pada era modern, cerita mengenai Atlantis ditemukan kembali. Deskripsi Plato menginspirasikan karya-karya penulis zaman Renaissance, seperti "New Atlantis" karya Francis Bacon. Atlantis juga memengaruhi literatur modern, dari fiksi ilmiah hingga buku komik dan film. Namanya telah menjadi pameo untuk semua peradaban prasejarah yang maju (dan hilang).
Peta Atlantis menurut Athanasius Kircher. Pada peta tersebut, Atlantis terletak di tengah Samudera Atlantik. via wikipedia

Catatan Plato
Dua dialog Plato, Timaeus dan Critias, yang ditulis pada tahun 360 SM, berisi referensi pertama Atlantis. Plato tidak pernah menyelesaikan Critias karena alasan yang tidak diketahui; namun, ahli yang bernama Benjamin Jowett, dan beberapa ahli lain, berpendapat bahwa Plato awalnya merencanakan untuk membuat catatan ketiga yang berjudul Hermocrates. John V. Luce mengasumsikan bahwa Plato —setelah mendeskripsikan asal usul dunia dan manusia dalam Timaeus, dan juga komunitas sempurna Athena kuno dan keberhasilannya dalam mempertahankan diri dari serangan Atlantis dalam Critias— akan membahas strategi peradaban Helenik selama konflik mereka dengan bangsa barbar sebagai subjek diskusi dalam Hermocrates.
Plato, via wikipedia
Empat tokoh yang muncul dalam kedua catatan tersebut adalah politikus Critias dan Hermocrates dan juga filsuf Socrates dan Timaeus, meskipun hanya Critias yang berbicara mengenai Atlantis. Walaupun semua tokoh tersebut merupakan tokoh bersejarah (hanya tiga tokoh pertama yang dibawa), catatan tersebut mungkin merupakan karya fiksi Plato. Dalam karya tertulisnya, Plato menggunakan dialog Socrates untuk mendiskusikan posisi yang saling berlawanan dalam hubungan prakiraan.
Terjemahan Latin Timaeus, dibuat pada abad pertengahan.

Timaeus
Timaeus dimulai dengan pembukaan, diikuti dengan catatan pembuatan dan struktur alam semesta dan peradaban kuno. Dalam bagian pembukaan, Socrates merenungkan mengenai komunitas yang sempurna, yang dideskripsikan dalam Republic karya Plato, dan berpikir apakah ia dan tamunya dapat mengingat sebuah cerita yang mencontohkan peradaban seperti itu. Pada buku Timaeus, Plato berkisah:

“ Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam. ”


Critias
Critias menyebut kisah yang diduga sejarah yang akan memberikan contoh sempurna, dan diikuti dengan deskripsi Atlantis. Dalam catatannya, Athena kuno mewakili "komunitas sempurna" dan Atlantis adalah musuhnya, mewakili ciri sempurna sangat antitesis yang dideskripsikan dalam Republic. Critias mengklaim bahwa catatannya mengenai Athena kuno dan Atlantis berhaluan dari kunjungan ke Mesir oleh penyair Athena, Solon pada abad ke-6 SM. Di Mesir, Solon bertemu pendeta dari Sais, yang menerjemahkan sejarah Athena kuno dan Atlantis, dicatat pada papiri di heroglif Mesir, menjadi bahasa Yunani. Menurut Plutarch, Solon bertemu dengan "Psenophis Heliopolis, dan Sonchis Saite, yang paling dipelajari dari semua pendeta" (Kehidupan Solon). Karena jarak 500 tahun lebih antara Plutarch dan peristiwa yang bersifat sebagai alasan atau dalih, dan karena informasi ini tidak ada pada Timaeus dan Critias, identifikasi ini dipertanyakan.

Menurut Critias, dewa Helenik membagi wilayah sehingga tiap dewa dapat memiliki; Poseidon mewarisi wilayah pulau Atlantis. Pulau ini lebih besar daripada Libya kuno dan Asia Kecil yang disatukan, tetapi akan tenggelam karena gempa bumi dan menjadi sejumlah lumpur yang tak dapat dilewati, menghalangi perjalanan menyeberang samudra. Bangsa Mesir mendeskripsikan Atlantis sebagai pulau yang terletak kira-kira 700 kilometer, kebanyakan terdiri dari pegunungan di wilayah utara dan sepanjang pantai, dan melinkungi padang rumput berbentuk bujur di selatan "terbentang dalam satu arah tiga ribu stadia (sekitar 600 km), tetapi di tengah sekitar dua ribu stadia (400 km).

Wanita asli Atlantis bernama Cleito (putri dari Evenor dan Leucippe) tinggal di sini. Poseidon jatuh cinta padanya, lalu memperistri gadis muda itu dan melahirkan lima pasang anak laki-laki kembar. Poseidon membagi pulau menjadi 10 wilayah yang masing-masing diserahkan pada 10 anak. Anak tertua, Atlas, menjadi raja atas pulau itu dan samudra di sekitarnya (disebut Samudra Atlantik untuk menghormati Atlas). Nama "Atlantis" juga berasal dari namanya, yang berarti "Pulau Atlas".

Poseidon mengukir gunung tempat kekasihnya tinggal menjadi istana dan menutupnya dengan tiga parit bundar yang lebarnya meningkat, bervariasi dari satu sampai tiga stadia dan terpisah oleh cincin tanah yang besarnya sebanding. Bangsa Atlantis lalu membangun jembatan ke arah utara dari pegunungan, membuat rute menuju sisa pulau. Mereka menggali kanal besar ke laut, dan di samping jembatan, dibuat gua menuju cincin batu sehingga kapal dapat lewat dan masuk ke kota di sekitar pegunungan; mereka membuat dermaga dari tembok batu parit. Setiap jalan masuk ke kota dijaga oleh gerbang dan menara, dan tembok mengelilingi setiap cincin kota. Tembok didirikan dari bebatuan merah, putih dan hitam yang berasal dari parit, dan dilapisi oleh kuningan, timah dan orichalcum (perunggu atau kuningan).

Menurut Critias, 9.000 tahun sebelum kelahirannya, perang terjadi antara bangsa yang berada di luar Pilar-pilar Herkules (umumnya diduga Selat Gibraltar), dengan bangsa yang tinggal di dalam Pilar. Bangsa Atlantis menaklukkan Libya sampai sejauh Mesir dan benua Eropa sampai sejauh Tirenia, dan menjadikan penduduknya budak. Orang Athena memimpin aliansi melawan kekaisaran Atlantis, dan sewaktu aliansi dihancurkan, Athena melawan kekaisaran Atlantis sendiri, membebaskan wilayah yang diduduki. Namun, nantinya, muncul gempa bumi dan banjir besar di Atlantis, dan hanya dalam satu hari satu malam, pulau Atlantis tenggelam dan menghilang.

Catatan Kuno Lainnya
Selain Timaeus dan Critias, tidak terdapat catatan kuno mengenai Atlantis, yang berarti setiap catatan mengenai Atlantis lainnya berdasarkan dari catatan Plato.

Banyak filsuf kuno menganggap Atlantis sebagai kisah fiksi, termasuk (menurut Strabo) Aristoteles. Namun, terdapat filsuf, ahli geografi dan sejarawan yang percaya akan keberadaan Atlantis. Filsuf Crantor, murid dari murid Plato, Xenocrates, mencoba menemukan bukti keberadaan Atlantis. Karyanya, komentar mengenai Timaeus, hilang, tetapi sejarawan kuno lainnya, Proclus, melaporkan bahwa Crantor berkelana ke Mesir dan menemukan kolom dengan sejarah Atlantis tertulis dalam huruf heroglif. Plato tidak pernah menyebut kolom tersebut. Menurut filsuf Yunani, Solon melihat kisah Atlantis dalam sumber yang berbeda yang dapat "diambil untuk diberikan".

Bagian lain dari komentar abad ke-5 Proclus mengenai Timaeus memberi deskripsi geografi Atlantis. Menurut mereka, terdapat tujuh pulau di laut tersebut pada saat itu, tanah suci untuk Persephone, dan juga tiga lainnya dengan besar yang sangat besar, salah satunya tanah suci untuk Pluto, lainnya untuk Ammon, dan terakhir di antaranya untuk Poseidon, dengan luas ribuan stadia. Penduduknya—mereka menambah—memelihara ingatan dari nenek moyang mereka mengenai pulau besar Atlantis yang pernah ada dan telah berkuasa terhadap semua pulau di laut Atlantik dan suci untuk Poseidon. Kini, hal tersebut telah ditulis Marcellus dalam Aethiopica". Marcellus masih belum diidentifikasi.

Sejarawan dan filsuf kuno lainnya yang memercayai keberadaan Atlantis adalah Strabo dan Posidonius. 

Catatan Plato mengenai Atlantis juga telah menginspirasi beberapa imitasi parodik: hanya beberapa dekade setelah Timaeus dan Critias, sejarawan Theopompus dari Chios menulis mengenai wilayah yang disebut Meropis. Deskripsi wilayah ini ada pada Buku 8 Philippica, yang berisi dialog antara Raja Midas dan Silenus, teman dari Dionysus. Silenus mendeskripsikan Bangsa Meropid, ras manusia yang tumbuh dua kali dari ukuran tubuh biasa, dan menghuni dua kota di Pulau Meropis (Cos?): Eusebes (Εὐσεβής, "kota Pious") dan Machimos (Μάχιμος, "kota-Pertempuran"). 

Ia juga melaporkan bahwa angkatan bersenjata sebanyak sepuluh juta tentara menyeberangi samudra untuk menaklukkan Hyperborea, tetapi meninggalkan proposal ini ketika mereka menyadari bahwa bangsa Hyperborea adalah bangsa terberuntung di dunia. Heinz-Günther Nesselrath menyatakan bahwa cerita Silenus merupakan jiplakan dari kisah Atlantis, untuk alasan membongkar ide Plato untuk mengejek.

Zoticus, seorang filsuf Neoplatonis pada abad ke-3, menulis puisi berdasarkan catatan Plato mengenai Atlantis.

Sejarawan abad ke-4, Ammianus Marcellinus, berdasarkan karya Timagenes (sejarawan abad ke-1 SM) yang hilang, menulis bahwa Druid dari Galia mengatakan bahwa sebagian penduduk Galia bermigrasi dari kepulauan yang jauh. Catatan Ammianus dianggap oleh sebagian orang sebagai klaim bahwa ketika Atlantis tenggelam, penduduknya mengungsi ke Eropa Barat; tetapi Ammianus mengatakan bahwa "Drasidae (Druid) menyebut kembali bahwa sebagian dari penduduk merupakan penduduk asli, tetapi lainnya juga bermigrasi dari kepulauan dan wilayah melewati Rhine" (Res Gestae 15.9), tanda bahwa imigran datang ke Galia dari utara dan timur, tidak dari Samudra Atlantik.

Risalah Ibrani mengenai perhitungan astronomi pada tahun 1378/79, yang merupakan parafrase karya Islam awal yang tidak diketahui, menyinggung mitologi Atlantis dalam diskusi mengenai penentuan titik nol kalkulasi garis bujur.

----------

Nah, lalu apa hubungannya dengan Natuna?
Okey, next time ye → part 2.





sumber. id.wikipedia.org/wiki/Atlantis

Saturday, September 14, 2013

(Masih) Memburu Sunrise : Sedanau

Pasca memposting sunrise di Sepempang kemarin, saya jadi ketagihan ingin memposting tentang matahari ni, hhe. Yap, selain sebagai pusat tata surya dan memiliki andil penting dala kehidupan makhluk di bumi, matahari memiliki rahasia dan keindahan yang tak habis untuk dieksplor. Semakin dalam dipelajari, semakin banyak menemukan rahasia yang belum terungkap. Berikut sedikit foto sunrise yang bisa saya abadikan.


Saat-saat menjelang "sunrise"








Gambar-gambar ini diambil di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat pada tahun 2010 lalu. Sedanau merupakan nama pulau sekaligus ibukota Kecamatan Bunguran Barat, menuju tempat ini jika dari Kota Ranai, memakan total waktu sekitar 2 jam lebih. Ada banyak spot foto sunrise yang indah di pulau ini. Saya yang saat itu keterbatasan transportasi, jadi hanyabisa mengabadikan sunrise di pelabuhan yang ada di dekat penginapan tempat kami menginap.

Memburu Sunrise : Sepempang

Sunrise...
Sunrise berarti Matahari Terbit, (pasti lah tau kan), lawannya sunset, Matahari Terbenam. Nah bagi yang suka fotografi, mengabadikan sunrise merupakan aktifitas wajib. Ya juga kali ya, soalnye momen-momen saat matahari muncul entah itu dari laut atau gunung, merupakan momen-momen yang luar biasa indah. MAHAKARYA SANG PENCIPTA.
Biasenya sebelum sunrise ada fajar, yakni pemisah antara gelap dan terang, ini juga sebagai penanda waktu subuh dah masuk dalam kepercayaan umat islam. Fajar pun tak kalah elok kalau ingin diabadikan, diawali cahaya memerah di ufuk timur, kemudian dilanjutkan dengan terbitnya sang surya.

Nah, saya yang baru amatiran ini, ingin mencoba iseng-iseng mengabadikan kan sunrise di salah satu daerah di Natuna. Siapa tau bagi kawan-kawan yang "sunrise hunter", tempat ini bisa dijadikan destinasi untuk diabadikan gambarnya.

ini saat sebelum sunrise.







Lokasi tempat foto ini berada di Desa Sepempang, tepatnya di Pelabuhan Rakyat Sepempang, kecamatan Bunguran Timur, kalau dari rumah saya di pusat kota, perjalan memakan waktu kurang lebih 10 menit, berkendara agak cepat, mumpung pagi hari jalan masih sepi, belum banyak aktifitas-aktifitas penduduk. 

Bagi kami yang tinggal di Kecamatan Bunguran Timur, objek untuk foto sunrise adalah  laut, dan pulau, karena tidak ada gunung di sebelah timur kecamatan ini. Oleh karena itu foto-foto sunrise yang saya abadikan dari Desa Sepempang ini mempunyai objek laut dan aktifitasnya, pulau, dan bebatuan granit yang memang banyak terdapat di sekitaran laut sini.
Foto diambil pertengahan Agustus 2013.

Friday, September 13, 2013

Ranai Rasa Jogja : Angkringan di Ranai

Pernah dengar kata angkringan? mahasiswa Jogja jelas tau kata ini, ini adalah fast foodnya Jogja! mungkin sih hanya ada di Jogja, mungkin lo ya, soalnya saya juga tak tau banyak. Pada segelintir mahasiswa, angkringan adalah tempat nongkrong di akhir bulan, hhe. Angkringan juga biasanya identik dengan nasi kucingnya. Ntah, saya juga tak tau pasti mengenai sejarah tentang angkringan, cuma itu aja.

Nah yang ingin saya jabarkan disini adalah keberadaan angkringan yang sepertinya telah mengINDONESIA, *hasyeeek.

Saat saya pulang kampung bulan maret 2013 kemarin, adik saya mengajak saya ke angkringan. Whooaa, angkringan? Seperti di Jogja pikirku. Penasaran, akhirnya pergi juga kesana. Letaknya sekitar 2km dari rumah, gak jauh lah. Pas nyampe sana, emang bener meen!!! ada angkringan di tempat saya, di Ranai, di pulau terpencil ini! Jadi berasa di Jogja dech, makanan yang dijual juga bener-bener khas angkringan. Mangstaaabbbbbbb! tapii yang bikin bedanya adalah harga, ya maklum ya, disesuaikan dengan harga orang-orang di Ranai, sedikit m*ha* :D






Mas-mas penjualnya didatangi langsung dari Jogja, Mbantullll meeennnn...
Tampilan angkringannya sangat mirip dengan angkringan-angkringan yang ada di Jogja. Gerobak serbaguna yang mengangkut berbagai perlengkapannya, minuman es teh, jahe, jeruk hangat hingga nasi kucing. Tak lupa juga beberapa macam gorengan dan bebrapa bungkus kerupuk yang digantung di salah satu sisi gerobak. Tunggu pemanas tradisional yang khas itu juga tak ketinggalan. Mirip sekali dengan angkringan yang ada di Jogja, tempat saya berkuliah.
Letaknya di daerah Batu Hitam, Ranai kabupaten Natuna.




Angkringannya terletak di seberang pelabuhan rakyat desa Batu Hitam. Dan ternyata eh ternyata, yang bikin ini sodara ane gan, X_X. Emang orang Jogja dia, makanya ngerti banget sama angkringan, karyawannya juga didatangkan langsung dari Bantul, yaa jadi rasa Jogja nya tetep, walaupun angkringannya di Ranai. Nyaman yauuu!!!

meNUSANTARAkan ANGKRINGAN.😃

Pantai Batu Kasah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sedikit ingin menuangkan cerita, saat lebaran kemarin saya pulang Ranai (1434/2013), punya misi nak fotokan tempat-tempat menarik, siapa tau nanti bisa jadi refrensi wisata kawan-kawan semua. Tapi manusia cuma bisa berencana aja. Dari sekian banyak tempat, cuma beberapa saja yang bisa didatangi dan didokumentasikan. 

Salah satunya ini, pantai Batu Kasah yang terletak di Kecamatan Bunguran Selatan, Natuna. Perjalanannya sekitar 45 menit dari Kota Ranai, jarak yang ditempuh sekitar 15 km. Saya ingat, sekitar 6 tahun yang lalu (waktu SMA) saya dah pernah kesini, belum ramai dikunjungi karena akses jalan yang sulit saat itu. Dari sejak saya pergi 6 tahun yang lalu hingga saat kemarin itu, ternyata memang tiada yang berubah dari pantai ini : MASIH TETAP INDAH!

Pantai Batu Kasah merupakan kombinasi pantai berpasir putih dengan bebatuan granit yang ada di darat hingga di tengah-tengah laut. Bebatuan granit ini banyak ditemukan di beberapa wilayah di Natuna. Intinya : SUPER KEREN ABIS!!!!!!!! kata anak gaul! dan sekarang sudah ramai orang yang datang kesini.
Batu Kasah (n)
-- Perpaduan pasir putih, dihiasi dengan batu-batu Granit yang bertumpuk dan berkelompok, pohon-pohon kelapa dan ditemani pulau Kemudi dan pulau Jantai didepan, ooowch, bise dibayangkan? tak bise? --

Pantai Batu Kasah


Bebatuan di Sekitaran Pantai

Pulau Kemudi yang terlihat dari Batu Kasah





Gimana nih, pendapatnya tentang "penampakan" alam Batu Kasah, mantap tak? Yang kita perlu ni tinggal "sentuhan" perhatian dari dinas terkait, untuk mengembangkan tempat ini, jadikan ia destinasi wajib kalau ke Natuna. Ohye, perihal foto-foto yang kurang bagus, maaf ya. Saya masih amatiran. Oke, ni dulu postingannya, kapan waktu kita lanjut lagi.
Thanks.

Artikel Terkait,
Batu Kasah part II

Thursday, June 13, 2013

Perusahaan-perusahaan MIGAS yang beroperasi di Natuna

Assalamu'alaikum.
Pada kesempatan kali ini saya ingin posting tentang perusahaan-perusahaan migas yang beroperasi di Natuna. Sebagaimana diketahui, bahwa Natuna menyimpan sumber daya alam yang melimpah ruah, termasuk minyak dan gas nya, ada satu artikel yang pernah saya baca menyebutkan bahwa cadangan gas Natuna merupakan cadangan gas terbesar di Asia! Nah oleh karena itu sebagai putra daerah, mari kita belajar dengan sungguh agar kelak bisa bangun daerah kita sendiri, menjadi daerah mandiri yang dikelola anak negeri. Jangan nanti kita "jadi tamu di negeri sendiri", tak mantap.

Berikut saya jabarkan beberapa perusahaan yang beroperasi di Natuna. Ini bersumber dari poster yang dibawa seorang kawan setelah dia pulang dari Jakarta, mengikuti acara IPA (Indonesian Petroleum Association) pada mei 2013 kemarin.

 

1. PEARL ENERGY GROUP INDONESIA
Pearl Energy adalah anak perusahaan dari Mubdala Petroleum yang merupakan perusahaan kelas dunia. beroperasi di Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Kazakhtan, Libia, Tanzania, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapore dan Indonesia.
Di Natuna, Pearl Energy menjadi operator pada blok Kerapu, sistem kontraknya adalah PSC (Production Sharing Contract). seismik 3D pertama dilakukan pada 2010 kemarin, sedangkan pengeboran explorasi baru akan dimulai pada 2013 ini.
http://www.mubadalapetroleum.com
www.pearlenergy.com


2. LUNDIN OIL & GAS B.V

Perusahaan minyak dan gas ini telah ada selama 30 tahun, dari awal tahun 80an dengan nama IPC (International Petroleum Corporation), kemudian menjadi Lundin Oil pada akhir 90an, dan terakhir menjadi LUNDIN PETROLEUM pada 2001 hingga sekarang. Daerah Operasi LUNDIN PETROLEUM meliputi Prancis, Tunisia, Irlandia, Malaysia, Norwegia, Belanda, Rusia dan Indonesia.
Aset Lundin Petroleum di Indonesia meliputi produksi non-operasi dari lapangan gas Singa dan lima lisensi eksplorasi terletak di Laut Natuna, Jawa dan Papua Barat. Di Natuna, Lundin Oil mengelola blok Cakalang dan Baronang dengan sistim kontrak PSC.
http://www.lundin-petroleum.com

3. STAR ENERGY
Merupakan perusahaan migas dunia, star energy memfokuskan kegiatan pada 3 sumber energi saat ini, yaitu Oil and Gas, Geothermal (panasbumi) dan CBM (Coal Bed Methane). Wilayah kerja Star Energy di Indonesia adalah : Sebatik, Sekayu, dan Kakap untuk Oil dan Gas, Jailolo dan Wayang Windu untuk Geothermal, dan GMB Sekayu II untuk CBM.
 
Di Natuna, Star Energy mengelola blok Kakap. Blok ini terletak di laut utara Natuna, 486 km arah timur laut dari Singapore dan 1,247 km sebelah utara dari Jakarta. Sejak 2003, Star Energy sudah menjadi operator dari contract yang mencakup 2,00 km persegi dalam dua blok terpisah. Sistimnya adalah PSC. PSC mengandung ladang gas dan minyak yang dioperasikan melalui empat platform dengan 6 subsea tie-backs. Kontrak terhadap blok ini memasuki fase perpanjangan dan akan efektif hingga 2028.
 
Kapasitas produksi harian blok Kakap pada tahun 2010 adalah sekitar 4.300 barel minyak dan kondensat dan 60 juta kaki kubik gas alam. Semua minyak dan kondensat disalurkan ke Floating Storage Offloading Unit (FSO) untuk pengolahan dan penyimpanan sampai itu ditransfer ke kapal tanker untuk ekspor. 
 
Penjualan gas diproduksi di kakap saat ini datang dari field KH, KRA, Jangkar dan KRA Selatan. Hal ini diproses di platform KF sebelum dikirim melalui pipa bawah laut melalui West Natuna Transportation System (WNTS) ke Singapura.
 
Produksi minyak dan gas Star Energy dari Blok Kakap di Laut Natuna cenderung menurun. Maklum, blok migas tersebut sudah tergolong tua. Karena itu, untuk mendongkrak kembali penurunan produksi, Star Energy akan meningkatkan kegiatan eksplorasi.
 
Saat ini (tahun 2012), produksi minyak dari Blok Kakap kurang lebih 4.000 barrel oil per day (bpod), sementara produksi gas sekitar 42 million metric standard cubic feet per day (mmscfd). "Blok Kakap ini memang sudah tua (mature) karena mulai ditemukan sejak 1985," ujar Yudi Pringadi, Manajer Hubungan Eksternal Star Energy. 
 
Star Energy saat ini sedang melakukan persiapan. Eksplorasi direncanankan pada awal tahun depan dengan fokus di bagian utara Blok Kakap. "Memang kami memerlukan eksplorasi baru karena produksi di sumur tua itu cenderung menurun," ujar Yudi. 
 
Dia enggan memerinci nilai investasi yang disiapkan perusahaan ini untuk kegiatan eksplorasi tersebut. Alasannya, saat ini Star Energy masih mengajukan rencana kerja dan rencana anggaran tahun 2013 kepada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).
 
Star Energy menjual minyak maupun gas hasil produksi dari blok ini ke Singapura. Perusahaan migas ini mengirimkan gas ke Singapura melalui jaringan pipa West Natuna Transportation System. Selain mengalirkan gas milik Star Energy, jaringan gas milik Star Energy, jaringan pipa ini juga menyalurkan gas dari ConocoPhillips dan Premier Energy ke Singapura.
http://www.starenergy.co.id
http://www.tender-indonesia.com



4. AUSTRALIA WORLDWIDE EXPLORATION, LTD

Sesuai dengan namanya, ini adalah perusahan explorasi milik Australia. AWE Limited telah melaksanakan perjanjian jual beli dengan anak perusahaan Genting Berhad untuk mengakuisisi 100 persen dan operatorship dalam dua kontrak bagi hasil lepas pantai Indonesia sebesar $ 39 juta. Menurut ketentuan perjanjian, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki AWE akan memperoleh aset yang meliputi ladang minyak yang belum dikembangkan dengan perkiraan 76 MMbbl minyak dipulihkan. Kedua PSC ini, yaitu North West Natuna PSC dan Anambas PSC, yang terletak di Laut Natuna di 230-295 feet (70 sampai 90 meter) dari air.

NWN PSC berisi dari pengembangan lapangan minyak Ande Lumut, yang diperkirakan mengandung 76 MMbbl minyak berat dipulihkan, dan tiga sumur eksplorasi dan appraisal. Anambas PSC memiliki lapangan gas Anambas, ditemukan pada tahun 2006, bersama-sama dengan sejumlah prospek eksplorasi tambahan dalam suatu daerah lepas pantai yang mengandung pengembangan gas yang signifikan dan infrastruktur pipa. Transaksi ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2012 dan diantisipasi akan selesai pada Februari 2012. Pembelian tersebut akan didanai oleh cadangan kas dan hasil dari bagian penjualan saham AWE dalam Proyek BassGas. Lapangan Anambas PSC saat ini berstatus Studi Geologi, sedangkan NWN PSC berstatus pengembangan.
http://www.subseaiq.com/data/Project.aspx?project_id=1366&AspxAutoDetectCookieSupport=1
http://www.awexp.com.au/irm/content/project_indonesianexploration.html


5. PREMIER OIL, LTD
Premier Oil merupakan perusahaan migas dunia yang banyak beroperasi di negara-negara luar, seperti Falkland Island, Norwegia, Pakistan, Mauritania, Inggris, Vietnam dan Indonesia. Premier Oil Indonesia adalah operator dari West Natuna Sea Block A, dan telah memproduksi minyak lebih dari satu dekade. dan yang baru ditemukan adalah lapangan Tuna.

Premier mengakuisisi areal operasi pertama di Indonesia - Natuna Sea Block A - termasuk ladang minyak Anoa pada tahun 1996. Dan kemudian mengembangkan Proyek Gas Laut Natuna:
    1. GSA1 ditandatangani pada tahun 1999, membuat komersialisasi tutup gas di Anoa
    2. Pipa WNTSdari Singapura selesai pada tahun 2000
    3. Gas pertama dari lapangan Anoa dicapai pada awal tahun 2001
      Premier Oil juga telah membuat beberapa penemuan di Natuna Sea Block A sejak tahun 1996, termasuk Naga dan Gajah Baru pada tahun 2000 dan Macan Tutul, Lembu Peteng dan penemuan Lukah pada tahun 2006. Premier berencana untuk mengkomersialkan sumber daya tambahan ditemukan melalui GSA cadangan berbasis di Singapura dan Indonesia. Gajah Baru menandai tahap kedua dari proses itu.
       
      Selain Natuna Sea Block A, Premier Oil juga memegang kepentingan di Kakap, sebuah aset produksi lepas pantai, Blok A Aceh, proyek pengembangan gas di darat masa depan yang juga mengandung sekitar 20 prospek eksplorasi, dan dalam dua lisensi eksplorasi (Tuna dan Buton).


      http://www.premier-oil.com/premieroil/operations/indonesia

      6. MANDIRI PASCA USAHA
      PT Mandiri Panca Usaha menangani Blok Sambilang dengan sistim kontrak PSC. dulu nya blok ini di miliki oleh ConocoPhilips. Pada saat produksi puncaknya, sumur tersebut menghasilkan 12.000 barrel per hari. Produksinya kemudian berangsur-angsur menurun sampai 1.500 barrel per hari. Menilai tak lagi ekonomis, ConocoPhillips akhirnya menutup dan menyerahkan kembali sumur tersebut ke pemerintah. Lalu, pada akhir 2010 pemerintah menunjuk PT Mandiri Panca Usaha sebagai investor yang akan mengelola blok itu kembali. Per 1 April 2011, kontrak kerja sama ditandatangani.
      http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/08/03403332/Kepri.Ingin.10.Persen.Saham.

      7. NATUNA VENTURES B.V
      Merupakan perusahaan yang memenangi lelang terhadap lapangan Gurita dengan sistim kontrak PSC. tidak banyak info mengenai yang satu ini, dikarenakan tidak terdapat banyak refrensi.


      8. CONOCO PHILIPS INDONESIA
      Bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia perminyakan. siapa yang tak mengenal perusahaan ini. CoPhil adalah perusahaan migas besar kelas dunia. Beroperasi di 30 negara dengan 17.000 pekerja. di Natuna, CoPhil mengelola South Natuna Sea Block B dengan sistim kontrak PSC.

      The West Natuna Gas Konsorsium, perusahaan patungan yang terdiri dari Pertamina, Conoco, Premier Oil dan Gulf Indonesia Resources, dikontrak oleh SembGas Singapura pada Januari 1999 untuk 325 juta kaki kubik per hari (MCFD) gas alam. Sebuah kontrak pipa pergi ke McDermott International.
       
      Pada bulan November 1999, Conoco melaporkan penemuan gas di Natuna Barat yang mendorong cadangan sekitar 1tcf. Pada tahun 2001, perusahaan ini mengembangkan lapangan Belanak di Natuna Barat, berniat untuk mengekspor gas 250mmcfd ke Malaysia melalui pipa bawah laut 22in dari ladang produksi ke Belida / Belanch tie-in, dengan garis 28in berikutnya ke Singapura.
       
      Proyek, direkayasa oleh Brown and Root Singapura, terletak di Conoco-beroperasi South Natuna Sea Blok B di perairan Indonesia, kira-kira 200 km dari Singapura. Ini melibatkan pembangunan salah satu sistem pengolahan yang paling kompleks yang pernah dipasang lepas pantai, dan Sharpeye 3 IR (IR3) optical flame detector.
       
      Conoco menggunakan purpose-built, gas production, mobile, jack-up, seperti pada lapangan gas kecil di West Natuna. Otomasi pemasok Solusi Industri Honeywell dikontrak $ 14.5m untuk mengembangkan sistem otomasi topside-dan-kelautan terpadu untuk akar rumput terapung, Produksi, Storage and Offloading (FPSO) fasilitas, Belanak Natuna, dan dua platform wellhead. Bidang Belanak datang onstream pada tahun 2004.
       
      Lapangan Udang di timur Natuna mulai produksi pada tahun 1980, mencapai 36.000 bph dari dua platform pada tahun 1981, tapi sekarang unoperational. ConocoPhillips memiliki lima lapangan di Laut Natuna dan 16 ladang gas.
      http://www.offshore-technology.com/projects/natuna/
      www.conocophillips.com/


      9.WEST NATUNA EXPLORATION LTD
      West Natuna Exploration adalah pemenang tender untuk lapangan Duyung, dengan sistim kontrak PSC. saat ini tengah dilakukan 3D seismik di laut untuk mengetahui kandungan hidrokarbon.
      http://www.petromindo.com/printtender.php?id=646&table=tender

      10. INDOREACH EXPLORATION LTD
      Sama seperti West Natuna Expl, Indoreach Expl juga merupakan pemenang tender atas lapangan Pari dengan sistim kontrak PSC.
      www.etti.co.id/UpdateWebsite/The%20Winner%20Block%20Migas.htm‎


      11. TITAN RESOURCES (NATUNA) INDONESIA LTD

      Titan Resources mengelola Ladang North East Natuna Sea dengan sistim kontrak PSC. Sebagai operator, saham Titan di ladang yang berada dilepas pantai Laut Cina Selatan, atau tepatnya diperbatasan antara Vietnam dan Indonesia itu sebesar 90 persen. Sedangkan sisa saham sebesar 10 persen, PT Binatek Reka Natuna.
       
      Dalam sosialisasi eksplorasi, salah satu petinggi Mitra Energi Limited, Olga, dihadapan pejabat Pemerintah Kabupaten Natuna, LSM dan OKP mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengeboran dibeberapa titik yang berpotensi mempunyai sumber migas. Ia berharap, pencarian ladang migas ini membuahkan hasil. "Kita minta doa restu masyarakat Natuna, semoga kerja pencarian ladang migas tidak sia-sia," kata wanita itu diruang rapat Hotel Novotel Batam, Jumat 6 Juli. Namun dalam sosialisasi eksplorasi, Mitra Energi Limited bertindak sebagai apa?
       
      Mengingat, sebagai operator dan pemilik saham terbesar, 90 persen, Titan Resources, dan 10 persen lagi, PT Binatek Reka Natuna. Sayang keanehan sosialisasi eksplorasi ladang migas North East Natuna, para pejabat, LSM dan OKP Natuna tidak mempertanyakannya. Mereka hanya berharap, setelah ditemui ladang migas, segera dilaksanakan eksploitasi (produksi). Mereka juga meminta, pihak perusahaan membangun home base di Natuna, dan membantu daerah berupa dana CD/CSR. Sementara, hadir dalam sosialisasi, Kepala BPMIGAS Sumbagut, dan Sekretaris Distamben Provinsi Kepulauan Riau. (*) 
      http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=8&jd=Ladang+Migas+North+East+Natuna+dii+Eksplorasi&dn=20120712004851


      12. EXXON MOBIL OIL INDONESIA INC
      Siapa yang tak kenal dengan perusahaan ni, mungkin diantara perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Natuna, ExxonMobile merupakan perusahaan terbesar kelas dunia. Afiliasi ExxonMobile dan perusahaan pendahulunya telah beroperasi lebih dari 100 tahun.

      Awal mula masuk ke Indonesia pada tahun 1898 dulunya merupakan perusahaan-perusahaan. Pada tahun 1980 awal Penandatanganan KKS untuk lapangan Natuna D-Alpha. pada tahun 1999 Exxon dan Mobil bergabung menjadi Exxon Mobil Corporation. Kurang lebih 33 tahun Exxon Mobil telah beroperasi di Natuna dengan sistem PSC.
      www.exxonmobil.co.id/‎








       
      Sumber :
      Indonesian Petroleum Work Areas - 2013
      status Januari 2013
      www.petrominer.co.id

      Sejarah Perminyakan di Bumi Lancang Kuning: Langkah Nekat Hopper dan Lapangan Terbesar se-ASEAN.

      Bumi Sumatra tak pernah habis memberi kejutan, setelah beberapa tahun lalu saya menulis tentang jejak penemuan minyak pertama di pulau ini, ...