Thursday, June 13, 2013

Perusahaan-perusahaan MIGAS yang beroperasi di Natuna

Assalamu'alaikum.
Pada kesempatan kali ini saya ingin posting tentang perusahaan-perusahaan migas yang beroperasi di Natuna. Sebagaimana diketahui, bahwa Natuna menyimpan sumber daya alam yang melimpah ruah, termasuk minyak dan gas nya, ada satu artikel yang pernah saya baca menyebutkan bahwa cadangan gas Natuna merupakan cadangan gas terbesar di Asia! Nah oleh karena itu sebagai putra daerah, mari kita belajar dengan sungguh agar kelak bisa bangun daerah kita sendiri, menjadi daerah mandiri yang dikelola anak negeri. Jangan nanti kita "jadi tamu di negeri sendiri", tak mantap.

Berikut saya jabarkan beberapa perusahaan yang beroperasi di Natuna. Ini bersumber dari poster yang dibawa seorang kawan setelah dia pulang dari Jakarta, mengikuti acara IPA (Indonesian Petroleum Association) pada mei 2013 kemarin.

 

1. PEARL ENERGY GROUP INDONESIA
Pearl Energy adalah anak perusahaan dari Mubdala Petroleum yang merupakan perusahaan kelas dunia. beroperasi di Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Kazakhtan, Libia, Tanzania, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapore dan Indonesia.
Di Natuna, Pearl Energy menjadi operator pada blok Kerapu, sistem kontraknya adalah PSC (Production Sharing Contract). seismik 3D pertama dilakukan pada 2010 kemarin, sedangkan pengeboran explorasi baru akan dimulai pada 2013 ini.
http://www.mubadalapetroleum.com
www.pearlenergy.com


2. LUNDIN OIL & GAS B.V

Perusahaan minyak dan gas ini telah ada selama 30 tahun, dari awal tahun 80an dengan nama IPC (International Petroleum Corporation), kemudian menjadi Lundin Oil pada akhir 90an, dan terakhir menjadi LUNDIN PETROLEUM pada 2001 hingga sekarang. Daerah Operasi LUNDIN PETROLEUM meliputi Prancis, Tunisia, Irlandia, Malaysia, Norwegia, Belanda, Rusia dan Indonesia.
Aset Lundin Petroleum di Indonesia meliputi produksi non-operasi dari lapangan gas Singa dan lima lisensi eksplorasi terletak di Laut Natuna, Jawa dan Papua Barat. Di Natuna, Lundin Oil mengelola blok Cakalang dan Baronang dengan sistim kontrak PSC.
http://www.lundin-petroleum.com

3. STAR ENERGY
Merupakan perusahaan migas dunia, star energy memfokuskan kegiatan pada 3 sumber energi saat ini, yaitu Oil and Gas, Geothermal (panasbumi) dan CBM (Coal Bed Methane). Wilayah kerja Star Energy di Indonesia adalah : Sebatik, Sekayu, dan Kakap untuk Oil dan Gas, Jailolo dan Wayang Windu untuk Geothermal, dan GMB Sekayu II untuk CBM.
 
Di Natuna, Star Energy mengelola blok Kakap. Blok ini terletak di laut utara Natuna, 486 km arah timur laut dari Singapore dan 1,247 km sebelah utara dari Jakarta. Sejak 2003, Star Energy sudah menjadi operator dari contract yang mencakup 2,00 km persegi dalam dua blok terpisah. Sistimnya adalah PSC. PSC mengandung ladang gas dan minyak yang dioperasikan melalui empat platform dengan 6 subsea tie-backs. Kontrak terhadap blok ini memasuki fase perpanjangan dan akan efektif hingga 2028.
 
Kapasitas produksi harian blok Kakap pada tahun 2010 adalah sekitar 4.300 barel minyak dan kondensat dan 60 juta kaki kubik gas alam. Semua minyak dan kondensat disalurkan ke Floating Storage Offloading Unit (FSO) untuk pengolahan dan penyimpanan sampai itu ditransfer ke kapal tanker untuk ekspor. 
 
Penjualan gas diproduksi di kakap saat ini datang dari field KH, KRA, Jangkar dan KRA Selatan. Hal ini diproses di platform KF sebelum dikirim melalui pipa bawah laut melalui West Natuna Transportation System (WNTS) ke Singapura.
 
Produksi minyak dan gas Star Energy dari Blok Kakap di Laut Natuna cenderung menurun. Maklum, blok migas tersebut sudah tergolong tua. Karena itu, untuk mendongkrak kembali penurunan produksi, Star Energy akan meningkatkan kegiatan eksplorasi.
 
Saat ini (tahun 2012), produksi minyak dari Blok Kakap kurang lebih 4.000 barrel oil per day (bpod), sementara produksi gas sekitar 42 million metric standard cubic feet per day (mmscfd). "Blok Kakap ini memang sudah tua (mature) karena mulai ditemukan sejak 1985," ujar Yudi Pringadi, Manajer Hubungan Eksternal Star Energy. 
 
Star Energy saat ini sedang melakukan persiapan. Eksplorasi direncanankan pada awal tahun depan dengan fokus di bagian utara Blok Kakap. "Memang kami memerlukan eksplorasi baru karena produksi di sumur tua itu cenderung menurun," ujar Yudi. 
 
Dia enggan memerinci nilai investasi yang disiapkan perusahaan ini untuk kegiatan eksplorasi tersebut. Alasannya, saat ini Star Energy masih mengajukan rencana kerja dan rencana anggaran tahun 2013 kepada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).
 
Star Energy menjual minyak maupun gas hasil produksi dari blok ini ke Singapura. Perusahaan migas ini mengirimkan gas ke Singapura melalui jaringan pipa West Natuna Transportation System. Selain mengalirkan gas milik Star Energy, jaringan gas milik Star Energy, jaringan pipa ini juga menyalurkan gas dari ConocoPhillips dan Premier Energy ke Singapura.
http://www.starenergy.co.id
http://www.tender-indonesia.com



4. AUSTRALIA WORLDWIDE EXPLORATION, LTD

Sesuai dengan namanya, ini adalah perusahan explorasi milik Australia. AWE Limited telah melaksanakan perjanjian jual beli dengan anak perusahaan Genting Berhad untuk mengakuisisi 100 persen dan operatorship dalam dua kontrak bagi hasil lepas pantai Indonesia sebesar $ 39 juta. Menurut ketentuan perjanjian, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki AWE akan memperoleh aset yang meliputi ladang minyak yang belum dikembangkan dengan perkiraan 76 MMbbl minyak dipulihkan. Kedua PSC ini, yaitu North West Natuna PSC dan Anambas PSC, yang terletak di Laut Natuna di 230-295 feet (70 sampai 90 meter) dari air.

NWN PSC berisi dari pengembangan lapangan minyak Ande Lumut, yang diperkirakan mengandung 76 MMbbl minyak berat dipulihkan, dan tiga sumur eksplorasi dan appraisal. Anambas PSC memiliki lapangan gas Anambas, ditemukan pada tahun 2006, bersama-sama dengan sejumlah prospek eksplorasi tambahan dalam suatu daerah lepas pantai yang mengandung pengembangan gas yang signifikan dan infrastruktur pipa. Transaksi ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2012 dan diantisipasi akan selesai pada Februari 2012. Pembelian tersebut akan didanai oleh cadangan kas dan hasil dari bagian penjualan saham AWE dalam Proyek BassGas. Lapangan Anambas PSC saat ini berstatus Studi Geologi, sedangkan NWN PSC berstatus pengembangan.
http://www.subseaiq.com/data/Project.aspx?project_id=1366&AspxAutoDetectCookieSupport=1
http://www.awexp.com.au/irm/content/project_indonesianexploration.html


5. PREMIER OIL, LTD
Premier Oil merupakan perusahaan migas dunia yang banyak beroperasi di negara-negara luar, seperti Falkland Island, Norwegia, Pakistan, Mauritania, Inggris, Vietnam dan Indonesia. Premier Oil Indonesia adalah operator dari West Natuna Sea Block A, dan telah memproduksi minyak lebih dari satu dekade. dan yang baru ditemukan adalah lapangan Tuna.

Premier mengakuisisi areal operasi pertama di Indonesia - Natuna Sea Block A - termasuk ladang minyak Anoa pada tahun 1996. Dan kemudian mengembangkan Proyek Gas Laut Natuna:
    1. GSA1 ditandatangani pada tahun 1999, membuat komersialisasi tutup gas di Anoa
    2. Pipa WNTSdari Singapura selesai pada tahun 2000
    3. Gas pertama dari lapangan Anoa dicapai pada awal tahun 2001
      Premier Oil juga telah membuat beberapa penemuan di Natuna Sea Block A sejak tahun 1996, termasuk Naga dan Gajah Baru pada tahun 2000 dan Macan Tutul, Lembu Peteng dan penemuan Lukah pada tahun 2006. Premier berencana untuk mengkomersialkan sumber daya tambahan ditemukan melalui GSA cadangan berbasis di Singapura dan Indonesia. Gajah Baru menandai tahap kedua dari proses itu.
       
      Selain Natuna Sea Block A, Premier Oil juga memegang kepentingan di Kakap, sebuah aset produksi lepas pantai, Blok A Aceh, proyek pengembangan gas di darat masa depan yang juga mengandung sekitar 20 prospek eksplorasi, dan dalam dua lisensi eksplorasi (Tuna dan Buton).


      http://www.premier-oil.com/premieroil/operations/indonesia

      6. MANDIRI PASCA USAHA
      PT Mandiri Panca Usaha menangani Blok Sambilang dengan sistim kontrak PSC. dulu nya blok ini di miliki oleh ConocoPhilips. Pada saat produksi puncaknya, sumur tersebut menghasilkan 12.000 barrel per hari. Produksinya kemudian berangsur-angsur menurun sampai 1.500 barrel per hari. Menilai tak lagi ekonomis, ConocoPhillips akhirnya menutup dan menyerahkan kembali sumur tersebut ke pemerintah. Lalu, pada akhir 2010 pemerintah menunjuk PT Mandiri Panca Usaha sebagai investor yang akan mengelola blok itu kembali. Per 1 April 2011, kontrak kerja sama ditandatangani.
      http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/08/03403332/Kepri.Ingin.10.Persen.Saham.

      7. NATUNA VENTURES B.V
      Merupakan perusahaan yang memenangi lelang terhadap lapangan Gurita dengan sistim kontrak PSC. tidak banyak info mengenai yang satu ini, dikarenakan tidak terdapat banyak refrensi.


      8. CONOCO PHILIPS INDONESIA
      Bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia perminyakan. siapa yang tak mengenal perusahaan ini. CoPhil adalah perusahaan migas besar kelas dunia. Beroperasi di 30 negara dengan 17.000 pekerja. di Natuna, CoPhil mengelola South Natuna Sea Block B dengan sistim kontrak PSC.

      The West Natuna Gas Konsorsium, perusahaan patungan yang terdiri dari Pertamina, Conoco, Premier Oil dan Gulf Indonesia Resources, dikontrak oleh SembGas Singapura pada Januari 1999 untuk 325 juta kaki kubik per hari (MCFD) gas alam. Sebuah kontrak pipa pergi ke McDermott International.
       
      Pada bulan November 1999, Conoco melaporkan penemuan gas di Natuna Barat yang mendorong cadangan sekitar 1tcf. Pada tahun 2001, perusahaan ini mengembangkan lapangan Belanak di Natuna Barat, berniat untuk mengekspor gas 250mmcfd ke Malaysia melalui pipa bawah laut 22in dari ladang produksi ke Belida / Belanch tie-in, dengan garis 28in berikutnya ke Singapura.
       
      Proyek, direkayasa oleh Brown and Root Singapura, terletak di Conoco-beroperasi South Natuna Sea Blok B di perairan Indonesia, kira-kira 200 km dari Singapura. Ini melibatkan pembangunan salah satu sistem pengolahan yang paling kompleks yang pernah dipasang lepas pantai, dan Sharpeye 3 IR (IR3) optical flame detector.
       
      Conoco menggunakan purpose-built, gas production, mobile, jack-up, seperti pada lapangan gas kecil di West Natuna. Otomasi pemasok Solusi Industri Honeywell dikontrak $ 14.5m untuk mengembangkan sistem otomasi topside-dan-kelautan terpadu untuk akar rumput terapung, Produksi, Storage and Offloading (FPSO) fasilitas, Belanak Natuna, dan dua platform wellhead. Bidang Belanak datang onstream pada tahun 2004.
       
      Lapangan Udang di timur Natuna mulai produksi pada tahun 1980, mencapai 36.000 bph dari dua platform pada tahun 1981, tapi sekarang unoperational. ConocoPhillips memiliki lima lapangan di Laut Natuna dan 16 ladang gas.
      http://www.offshore-technology.com/projects/natuna/
      www.conocophillips.com/


      9.WEST NATUNA EXPLORATION LTD
      West Natuna Exploration adalah pemenang tender untuk lapangan Duyung, dengan sistim kontrak PSC. saat ini tengah dilakukan 3D seismik di laut untuk mengetahui kandungan hidrokarbon.
      http://www.petromindo.com/printtender.php?id=646&table=tender

      10. INDOREACH EXPLORATION LTD
      Sama seperti West Natuna Expl, Indoreach Expl juga merupakan pemenang tender atas lapangan Pari dengan sistim kontrak PSC.
      www.etti.co.id/UpdateWebsite/The%20Winner%20Block%20Migas.htm‎


      11. TITAN RESOURCES (NATUNA) INDONESIA LTD

      Titan Resources mengelola Ladang North East Natuna Sea dengan sistim kontrak PSC. Sebagai operator, saham Titan di ladang yang berada dilepas pantai Laut Cina Selatan, atau tepatnya diperbatasan antara Vietnam dan Indonesia itu sebesar 90 persen. Sedangkan sisa saham sebesar 10 persen, PT Binatek Reka Natuna.
       
      Dalam sosialisasi eksplorasi, salah satu petinggi Mitra Energi Limited, Olga, dihadapan pejabat Pemerintah Kabupaten Natuna, LSM dan OKP mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pengeboran dibeberapa titik yang berpotensi mempunyai sumber migas. Ia berharap, pencarian ladang migas ini membuahkan hasil. "Kita minta doa restu masyarakat Natuna, semoga kerja pencarian ladang migas tidak sia-sia," kata wanita itu diruang rapat Hotel Novotel Batam, Jumat 6 Juli. Namun dalam sosialisasi eksplorasi, Mitra Energi Limited bertindak sebagai apa?
       
      Mengingat, sebagai operator dan pemilik saham terbesar, 90 persen, Titan Resources, dan 10 persen lagi, PT Binatek Reka Natuna. Sayang keanehan sosialisasi eksplorasi ladang migas North East Natuna, para pejabat, LSM dan OKP Natuna tidak mempertanyakannya. Mereka hanya berharap, setelah ditemui ladang migas, segera dilaksanakan eksploitasi (produksi). Mereka juga meminta, pihak perusahaan membangun home base di Natuna, dan membantu daerah berupa dana CD/CSR. Sementara, hadir dalam sosialisasi, Kepala BPMIGAS Sumbagut, dan Sekretaris Distamben Provinsi Kepulauan Riau. (*) 
      http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=8&jd=Ladang+Migas+North+East+Natuna+dii+Eksplorasi&dn=20120712004851


      12. EXXON MOBIL OIL INDONESIA INC
      Siapa yang tak kenal dengan perusahaan ni, mungkin diantara perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Natuna, ExxonMobile merupakan perusahaan terbesar kelas dunia. Afiliasi ExxonMobile dan perusahaan pendahulunya telah beroperasi lebih dari 100 tahun.

      Awal mula masuk ke Indonesia pada tahun 1898 dulunya merupakan perusahaan-perusahaan. Pada tahun 1980 awal Penandatanganan KKS untuk lapangan Natuna D-Alpha. pada tahun 1999 Exxon dan Mobil bergabung menjadi Exxon Mobil Corporation. Kurang lebih 33 tahun Exxon Mobil telah beroperasi di Natuna dengan sistem PSC.
      www.exxonmobil.co.id/‎








       
      Sumber :
      Indonesian Petroleum Work Areas - 2013
      status Januari 2013
      www.petrominer.co.id

      Tuesday, June 11, 2013

      Hikayat Batu Rusia

      Assalamu'alaikum.
      Pada postingan kali ini kesempatan ni, saya akan ulas tentang batu. Kita mengetahui bahwasanya di Natuna ini khususnya di Pulau Bunguran banyak terdapat batu-batuan beragam ukuran. Ade Batu Sindu yang sudah terkenal, Batu Alif yang menyimpan potensi besar, Batu Kapal, Batu Kasah, Batu Rusia, Batu Gajah, hingga Batu Mayat, banyak lagi lah. Nah, pemberian nama-nama dari batu tersebut juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari cerita rakyat, kejadian, sampai peristiwa sejarah. Jom kita ulas satu-persatu. Kali ini yang kita bahas adalah Batu Rusia dulu ya.

      Tentang Batu Rusia
      Batu Rusia adalah salah satu peninggalan bersejarah yang dimiliki Kabupaten Natuna. Situs ini terletak persis di pinggiran jalan menuju Desa Sepempang, kurang lebih tiga kilo meter dari Kota Ranai. Atau 10 menit jika ditempuh dengan sepeda motor atau mobil. Tepatnya berada di Dusun Beringin Jaya, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur. Google map.


      Keberadaan Batu Rusia di sana mencatat bukti sejarah tentang orang-orang Rusia yang pernah ada di wilayah itu beberapa tahun silam. Kabarnya, sekoci orang-orang Rusia  terdampar di sana karena kapalnya menabrak karang di laut Natuna setelah dihajar ombak besar. Untuk menandai keberadaannya, mereka mencorat-coret, membuat tulisan semacam grafiti di atas batu tersebut.

      Persisnya, cerita warga sekitar, Batu Rusia ini bermula pada saat terjadi peristiwa pecahnya kapal milik Rusia yang kandas di depan Pulau Senoa. Kapal Rusia itu memuat 40 orang penumpang termasuk tiga perempuan. Setelah terombang-ambing dan berjuang ke luar dari kapal yang tenggelam itu, mereka akhirnya selamat dan berhasil mendarat di Desa Sepempang, yang tidak jauh dari Pulau Senoa. Kemudian, mereka berduyun-duyun menuju ke Ranai untuk meminta bantuan tokoh masyarakat setempat bernama Datok Kaya A. Rasid. Karena kebetulan saat itu Ranai tengah panen padi, maka segala kebutuhan makanan orang-orang Rusia itu dijamin oleh Datok Kaya A. Rasid.

      Saat berada di Ranai dan Desa Sepempang itulah, orang-orang Rusia itu sebelum kembali ke tanah airnya, menyempatkan diri menulis kata-kata di Batu Rusia menggunakan belati mereka. Beberapa kata yang terukir oleh mereka di batu itu di antaranya adalah kalimat berbahasa Indonesia “Selamat Tinggal” serta gambar dan lambang “USSR” dalam ukuran yang cukup besar. Terdapat juga tulisan berbahasa Rusia “bre-che” yang bermakna cukur janggut, “zambiar” yang berarti ular, serta “kuku-rasa” yang artinya gandum. Tulisan-tulisan itu hingga kini masih bisa ditemukan di sana, meski sebagian sudah terlihat kabur.
      Batu Rusia

      Bentuk batunya sendiri mirip seperti buritan kapal tangker yang membelakangi pantai. Sekarang di kelilingi oleh pagar besi bulat stainless antikarat. Diapit oleh batu-batu besar lain yang berbentuk unik, cukup membuat penasaran kita untuk mendekati dan memanjatnya karena di atas batu-batu itu juga ditumbuhi pepohonan liar dengan akarnya yang berjuntaian hingga ke bawah. Sangat artistik dan unik untuk dijadikan objek foto.

      Lima puluh meter dari lokasi ini, kalau sudah cukup puas melihat-lihat Batu Rusia, kita bisa melihat kawasan pantai yang indah berpasir putih dan berair jernih. Anda bisa mandi atau berenang di sana. Jadi, sembari berwisata sejarah, Anda juga bisa sekalian berwisata pantai kalau mengunjungi Batu Rusia. Ya, sekali jalan, dua kesenangan bisa direngkuh.

      Tidak diperlukan akomodasi untuk menjelajahi Batu Rusia ini. Tapi silakan saja mendirikan tenda kalau ingin bermalam, yakni di lokasi sekitaran pantai. Jangan lupa bawa perlengkapan untuk mendirikan tenda, seperti tali temali, lampu penerangan, sleeping bag, baju hangat, lotion antiserangga, dan lainnya.

      Lokasinya dekat dengan Kota Ranai, jadi tidak perlu bekal yang berlebih bila ingin mengunjungi Batu Rusia. Apalagi dari Batu Rusia, pemukiman penduduk bisa ditempuh dalam hitungan menit, sangat dekat. Apa-apa mudah dibeli di sana kalau memang Anda kekurangan bekal makan atau minum.



      sumber : Tulisan Edi Sutrisno,
      http://haluankepri.com/jejak/36058-hikayat-batu-rusia-natuna-1.html
      http://haluankepri.com/jejak/36058-hikayat-batu-rusia-natuna-2.html

      Wednesday, May 15, 2013

      KEKAH, selamatkan..!!!

      Siapa yang tak tau binatang ni? Namanya Kekah, bahasa latinnya Presbytis natunae, kekah ini merupakan binatang endemik pulau Natuna, terutama di Pulau Bunguran Besar. Namun sayang, binatang langka ni terancam punah, joom kita liat artikel tentang Kekah ya.

      Kekah adalah hewan primata langka yang hanya ada di daerah Kabupaten Natuna yakni pulau Bunguran Besar. Nama latin primata ini adalah Presbytis Natunae. Kekah tersebar dalam beberapa tipe habitat dan ketinggian (gunung tertinggi adalah Gunung Ranai 1.035 m dpl). Habitat yang dihuni Kekah Natuna antara lain, hutan primer pegunungan, hutan sekunder, kebun karet tua, daerah riparian, dan juga ditemui beririsan dengan hutan mangrove dan kebun campuran.

      Kekah Natuna (Presbytis Natunae), merupakan fauna yang mengalami ancaman paling besar dan serius. Salah satu ancaman terbesarnya adalah kehilangan habitat akibat konversi lahan dan perburuan. Selain itu, jenis primata endemik ini sangat dikenal oleh masyarakat Natuna, karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Kekah Natuna dijual dengan harga antara Rp. 300.000 hingga Rp. 800.000 per ekornya. Kekah yang masih muda memiliki nilai jual lebih tinggi, begitu juga kekah dewasa yang sudah terlatih atau jinak.

      Banyaknya orang yang ingin memelihara Kekah Natuna ini, karena secara morfologi bentuknya sangat lucu dan unik, tubuhnya dibaluti oleh bulu-bulu berwarna hitam tebal dan di selingi warna putih dengan ciri khas wajah seperti memakai kacamata. Selain itu hewan ini juga mudah jinak, dan dianggap memiliki nilai prestisius bila memeliharanya. Beberapa orang yang memelihara kekah mengaku sangat mudah merawatnya, karena kekah mau diberi makan apa saja, seperti makanan yang biasa dimakan manusia (nasi, roti, susu, pisang, dan sayur-sayuran). Tentu saja banyak kasus kekah yang mati dalam pemeliharaan akibat konsumsi pakan yang tidak sesuai.


      Selain itu primata ini di anggap menjadi musuh petani karena hewan sejenis kera ini suka memakan buah-buahan, dedaunan, dan umbi-umbian. Dengan banyaknya penebangan hutan dan di bukanya perkebunaan karet hewan ini semakin terancam habitatnya Karena ketiadaan kawasan konservasi di Kepulauan Natuna. Oleh karena itu, aksi perlindungan terhadap Kekah Natuna sangat mendesak untuk segera dilakukan. Bila tidak, dalam waktu dekat Kekah Natuna akan mengalami kepunahan, dan bumi ini akan kehilangan salah satu jenis primata endemiknya di Indonesia.


      Kampanye Melindungi Kekah
      Belum ada aksi nyata tentang perlindungan binatang langka ini, namun baru-baru ini, organisasi mahasiswa Natuna di Yogyakarta (IPMKN-Y) mengkampanyekan perlindungan Kekah lewat kaos yang dikenakannya bekerja sama dengan LSM yang bersangkutan. Baju kaos ini digunakan pada saat acara Bulan Bakti IPMKNY di Natuna bulan Juli-September 2012. Semoga saja hewan langka yang menjadi ciri khas Natuna ini bisa terlindungi dan tidak punah. dukungan PEMERINTAH sangat diharapkan dalam aksi ini.



      -

      Tuesday, May 14, 2013

      Mengenal Makanan Khas yang Ada di Natuna

      Biasanya setiap daerah selalu ada yang khas, entah itu pakaian, rumah, budaya, tarian, kesenian, olahraga, hingga makanan. Kekhasan yang dimiliki itu merupakan identitas tersendiri yang menujukkan suatu daerah. Nah sekarang saya nak posting tentang makanan khas daerah tempat saya, Natuna.

      Natuna memiliki beragam makanan khas, bahan dasarnya merupakan bahan baku lokal yang banyak terdapat di Natuna seperti hasil laut dan sagu. Ada beberapa makanan yang sudah terkenal hingga keluar daerah. Beberapa diantarannya Tabel Mando, Kernas/Kasam, Mie Sagu, dan lain-lain.

      Tabel Mando
      Kita mulai dengan tabel mando, bahasa keren yang dipakai kawan-kawan mahasiswa yang kuliah di luar untuk memperkenalkannya adalah PIZZANA, pizza dari Natuna. Resep tabel mando ini ada yang terbuat dari ikan simbek (tongkol), sagu, dan kelapa (maaf kalau salah, koreksi ye). Biasenya dibuat berbentuk lingkaran macam pizza, makanya disebut pizzaNa. Paling enak dimakan dengan "cecah sambel", terus pasangannya "aek kahwe (kopi)".

      Nong gembo ni mbe nak nong tukoh e
      Makanan ini sangat terkenal disana, biasanya setiap kali ada festival makanan ini pasti ada yang menjual. tapi sekarang ni mudah didapat, datang aje tiap minggu ke pantai Teluk Selahang, and enjoy it.!

      Kernas / Kasam
      Yang satu ni namanya kasam / kernas, ia merupakan makanan cemilan favorit di Natuna. Mudah dibuatnya, bahan yang digunakan juga sederhana. Makanan ini juga terbuat dari ikan tongkol atau simbek sama seperti Tabel Mando diatas. Jarang lho kalau orang udah mencobanya cuma 1 kali, pasti mau trus deh kalau udah coba. Jadi berhati - hati lah. 😀
      Kernas
      Bagi para pendatang yang ingin mencicipi makanan ini janganlah khawatir. Tabel Mando dan Kernas sangatlah mudah untuk ditemukan. Cemilan ini banyak dijual di kawasan wisata pantai Teluk Selahang di Kecamatan Bunguran Timur Laut. Ada banyak jenis jajanan yang tersedia yang siap menemani santai sambil menikmati indahnya pantai.
      air kelapa + kasam, + gorengan2 = MAKNYOS...!!!!!!
      Perpaduan kuliner yang mantap sambil menikmati indahnya pantai. :)



      sumber : http://kelvin-pstoph.blogspot.com

      Monday, May 13, 2013

      Pesona Batu Alif, Taman Batu Besar di Natuna

      Assalamu'alaikum.
      Alhamdulillah akhirnya bisa ngeblog lagi. Kali ini saya ingin memposting tentang keindahan Batu Alif, bahasa kerennya adalah Alif Stone Park. Lokasinya berada di daerah Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, berjarak 7 km kalau dari kota Ranai, sekitar 15 menit perjalanan dengan kecepatan rata-rata kendaraan bermotor. Letaknya sebelum RRI Ranai, Alif Stone Park ini dihiasi oleh beragam batu-batu granit yang indah, kebanyakan batu-batunya bersusun bertumpak. Saya waktu kecil dahulu menyebut tempat ini sebagai komplek batuan betumpak (ngasal). Penasaran? jom lah kita liat gambar-gambarnya.


      Kawasan Alif Stone Park, batu tegak tersebut merupakan simbol dari batu Alif, karena bentuknya tegak lurus seperti huruf Alif dalam abjad Arab



      Pemandangan dari Batu Alif sangatlah indah. Antar batuan yang terhampar di dekat pantai dihubungkan dengan jembatan-jembatan kecil sehingga kita bisa menjangkau bebatuan di atas laut. Kita juga bisa melihat pulau Senua dari selah-selah batu yang terhampar di lautan. Saat sore, matahari tenggelam dibalik gunung Ranai merupakan momen yang ditunggu untuk diabadikan, begitu pula dengan view matahari terbit dipagi hari. Luar biasa!
      Gunung Ranai dari Batu Alif

      Pulau Senoa dilihat dari Batu Alif.
       



      Sip, next posting semoga lebih banyak lagi yang dibagikan yak.

      Saturday, May 11, 2013

      Silsilah Ulama Masjid Jamik Sabang Barat Midai (bagian 3)

      ------lanjutan dari bagian 2-----


      7. Haji Muhammad Jamin
      Nama lengkapnya ialah Haji Muhammad Jamin bin Abdul Hamid. Beliau berasal dari Bunguran (Natuna). Mula-mula beliau belajar di salah satu pondok di Kedah, lalu meneruskan pengajiannya ke Patani. Antara pondok pengajian yang terkenal di Kedah semasa beliau menuntut di sana ialah Pondok Langgar, Pondok Gajah Mati dan lain-lain.

      Ulama yang mengajar di pondok Gajah Mati pada ketika itu ialah seorang ulama besar yang bernama Sheikh Ibrahim bin Abdul Qadir bin Musthafa al-Fathani, iaitu saudara sepupu Sheikh Ahmad bin Muhammad Zain bin Musthafa al-Fathani. Ramai yang berasal dari Indonesia masuk pengajian di pondok Gajah Mati tersebut, di antara yang sangat terkenal dan menjadi ulama besar yang mengajar di Masjidil Haram, Mekah iaitu Sheikh Abdul Qadir bin Abdul Muthallib al-Mandailin (Mandailing).

      Belajar ke Mekah dan guru-gurunya
      Haji Muhammad Jamin juga belajar di Patani setelah pulang dari Midai. Kemudiannya beliau meneruskan perjalanan ke Mekah untuk melanjutkan pengajiannya. Antara ulama Patani yang menjadi guru beliau ialah Sheikh Daud bin Musthafa al-Fathani dan Sheikh Ismail bin Abdul Qadir bin Musthafa al-Fathani (Pak De El).

      Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Arab, di antaranya Sheikh Muhammad Said al-Babshili, Sheikh Ali al-Maliki dan lain-lain. Apabila memperhatikan kitab-kitab peninggalan Haji Muhammad Jamin yang hampir dua pertiga dalam berbahasa Arab, maka cukup meyakinkan penulis bahawa beliau memang menguasai ilmu-ilmu alat Arabiyah seumpama ilmu Nahwu, Saraf, Bayan, Mantik dan lain-lain.

      Kitab-kitab yang diajar
      Seperti mana imam-imam sebelumnya, beliau juga mengajar beberapa kitab. Di antaranya Mathla al-Badrain, Munyatul Mushalli, Ushulut Tahqiq dan sebagainya.

      Perwatakan Pribadinya
      Haji Jamin adalah seorang yang alim serta warak. Antara perwatakan peribadinya yang lain, beliau dikenali sebagai seorang yang tidak banyak bercakap, melainkan perkara yang penting. Apabila ada yang tidak disukainya, maka beliau banyak mendiamkan diri, sekiranya keadaan tersebut memang tidak dapat untuk dinasihati.

      Antara amalan rutin yang dikerjakannya seperti berzikir sesudah solat subuh, sembahyang Isyraq dan Dhuha yang dikatakan tidak pernah ditinggalkannya, sembahyang Tahajud yang hampir setiap malam dilakukannya, puasa setiap Senin dan Kamis dan lain-lain lagi amalan-amalan sunat. Perkara ini diketahui berdasarkan keterangan yang penulis peroleh daripada Haji Syafii yaitu menantunya yang tertua. Hobinya ialah memukat ikan.

      Keturunan  
      Haji Jamin pernah berkahwin beberapa kali. Perkahwinan yang pertama dengan Radhiah dan mendapat anak bernama Fatimah yang berkahwin dengan Haji Syafii. Perkahwinan kedua dengan Kasum, tetapi tidak mendapat anak. Perkahwinan ketiganya ialah dengan Hajah Zainab dan mendapat beberapa zuriat iaitu Aminah, Zalikha, Radhiah dan Hamidin. Terakhirnya pada perkahwinan keempat dengan Maryam mendapat anak bernama Rahmah.


      ----------------------

      8. Haji Musa
      Nama lengkap beliau ialah Haji Musa bin Muhammad Qasim @ Haji Bujang. Beliau tamat Sekolah Rakyat dalam tahun 1919 M. Belajar tentang ilmu Islam daripada beberapa ulama, antaranya Haji Abdullah Yusuf, Haji Abdur Rahman Ambon, Haji Muhammad Janik, Haji Muhammad Kepul, Haji Abu Bakar Pontianak, Haji Abdullah Terengganu dan lain-lain.
      Lukisan wajah H. Musa yang dilukis menantu beliau

      Haji Musa berkahwin dengan Hajah Aisyah, yang dilahirkan di Mekah. Haji Musa dikatakan seolah-olah sebagai pengganti Haji Abdullah Yusuf dalam mendidik masyarakat di Air Putih dan sekitarnya. Isterinya pula mendidik kumpulan perempuan. Antara ilmu-ilmu yang diajar oleh sepasang suami dan isteri itu adalah ilmu fiqih, usuluddin dan tasauf. Haji Musa juga dikenali sebagai tukang sunat atau istilah kini Tok Mudim.

      Muzakarah penulis dengan Haji Musa
      Penulis pernah bermuzakarah dengan Haji Musa pada tahun 1967 M, ketika beliau baru sembuh daripada sakitnya. Dalam muzakarah tersebut, antara yang dibincangkan adalah berkaitan Masjid Jamek Sabang Barat, membincangkan ilmu tauhid menurut metod Sifat 20, fahaman Abu Hasan al-Asyari dan Abu Mansor al-Maturidi.

      Selain itu, beliau menunjukkan kepada penulis sebuah kitab Melayu/Jawi yang berjudul Bahjatus Saniyah, karangan Sheikh Daud al-Fathani. Kebanyakan perbicaraan antara penulis dengan beliau banyak berkisar permasalahan fiqh menurut Mazhab Syafie. Bahkan beliau menceritakan juga tentang amalan Salawat Dala-ilul Khairat yang berasal dari Sheikh Sulaiman al-Jazuli. Amalan tersebut diterimanya daripada Haji Abdur Rahman Ambon. Bahkan beliau menjelaskan bahawa ada beberapa perkara yang mesti dikerjakan setiap hari ke atas setiap orang Muslim iaitu, istighfar, zikir, selawat dan membaca al-Quran.

      Beliau menjelaskan bahawa istighfar hendaklah dibuat sekurang-kurangnya 70 kali sehari. Zikir pula sekurang-kurangnya 300 kali, manakala selawat sekurang-kurangnya 40 kali dan yang terakhir membaca al-Quran sekurang-kurangnya tiga puluh ayat sehari semalam. Menurut beliau hal tersebut adalah seperti mana yang difatwakan oleh kebanyakan guru.

      Keturunan
      Haji Musa memperoleh 14 orang anak iaitu: Bakri, Fatimah, Zainab, Roqiah, Sabki, Sanusi, Zalikha, Fauzi, Salmah, Faruk, Jamilah, Khadijah, Fauziah dan Aminah.


      ----------------

      9. Haji Abdur Rahman al-Mahmudi
      Dilahirkan di Pulau Panjang Indoman, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Inderagiri, Indonesia. Beliau melanjutkan pengajian agama Islam di Padang, Sumatera Barat. Setelah tamat pengajian, beliau membuka Madrasah di kampung kelahirannya.

      Tidak lama kemudian, keluarganya di Midai membawanya pindah ke Midai untuk mengajar mengaji al-Quran dan mendidik kaum keluarganya di Midai. Setelah itu, saudara sepupunya yaitu Fakih Muhammad Yusuf bin Muhammad Karim menghantarnya ke Mekah, bertujuan memasuki pengajian Madrasah Darul Ulum yang terkenal pada waktu itu.

      Menurut cerita beliau kepada penulis, pada ketika itu telah terjadi satu kekacauan yang menyebabkan beliau terpaksa berhenti belajar dan mengikuti latihan ketenteraan. Tujuannya mengikuti latihan itu adalah sebagai satu peluang melarikan diri daripada penjagaan yang ketat. Maka setelah itu beliau berjaya meloloskan diri dari Mekah ke Pulau Pinang dan Singapura. Akhirnya terus pulang ke Midai. Setelah sampai di Midai, beliau meneruskan mengajar keluarga dan sanak saudaranya tentang ilmu-ilmu yang dituntutnya selama bertahun-tahun.

      Kebolehan dalam ilmu al-Quran dan lain-lain
      Selain mengajar sebagai imam Masjid Jamek Sabang Barat, beliau juga mengajar dengan kaedah berbentuk ceramah, secara langsung menterjemahkan al-Quran dan tafsirnya. Tidak dinafikan beliau seorang yang berkebolehan dalam bidang tersebut. Dalam bidang fiqih pula, beliau juga mengajar kitab Mathla al-Badrain seperti imam-imam sebelumnya. 

      Haji Abdur Rahman al-Mahmudi diakui juga seorang yang fasih berbahasa Arab, yang sekaligus menguasai dalam bidang menterjemahkan al-Quran. Akan tetapi perkara ini tidak bererti bahawa beliau telah menguasai kitab-kitab Mazhab Syafie yang tinggi-tinggi ditulis dalam bahasa Arab.

      Selain itu, beliau menguasai ilmu Nahwu dan Saraf, namun ia juga tidak bererti beliau juga menguasai ilmu bahasa Arab yang lain termasuk Ilmu Bayan, Badi, Balaghah, Arudh, Qawafi dan lain-lainnya. Hal ini penulis dapat ketahui ketika berdialog dengannya di Serasan, Indonesia pada tahun 1984 dan 1985.

      Penutup
      Tidak banyak perkara yang dapat diulas mengenai riwayat hidup Imam Masjid Sabang Barat yang kesembilan ini, iaitu Haji Abdur Rahman al-Mahmudi. Penulis hanya membicarakan secara umumnya sahaja berdasarkan kepada beberapa catatan-catatan yang ada dalam simpanan penulis.


      -----------------------------
       

      Mengenai Imam Masjid Jamek Sabang Barat yang terakhir, yaitu al-Fadhil Haji Sabkie bin Haji Musa tidak dapat dibicarakan lagi. Ini kerana data mengenainya telah hilang daripada catatan penulis. Hanya yang dapat dinyatakan bahawa beliau adalah anak kepada Imam Masjid Jamek Sabang Barat yang kedelapan, iaitu Haji Musa bin Muhammad Qasim.



      Bersambung........

      Sumber:
      (Koleksi tulisan ALLAHYARHAM WAN MOHD. SAGHIR ABDULLAH)
      http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2008&dt=1006&pub=Utusan_Malaysia&sec=Bicara_Agama&pg=ba_01.htm

      Friday, May 10, 2013

      Silsilah Ulama Masjid Jamik Sabang Barat Midai (bagian 2)

      ------lanjutan dari bagian 1--------

      3. Haji Abdur Rahman Ambon
      Nama lengkap beliau ialah Haji Abdur Rahman bin Haji Muhammad Nur al-Ambuni. Beliau terkenal dengan gelar 'Pak Tuan Alim Ambon'. Menetap di Mekah dengan belajar sambil mengajar di sana sekitar 40 tahun lamanya. Banyak tempat yang dipelajarinya, termasuk dari ulama-ulama yang pernah mengajar Haji Wan Abdur Rahman bin Haji Abu Bakar, Imam Masjid Jamik Sabang Barat yang pertama yang pernah dibicarakan.

      Penulis berpendapat, sebelum Haji Abdur Rahman Ambon datang ke Pulau Tujuh, beliau pernah mengembara ke Kalimantan Barat, Indonesia. Ini kerana penulis menemui sebuah kitab amalannya bernama Riyadhus Shalihin di Kampung Sungai Bundung, Kabupaten Pontianak, Indonesia. Di bagian pinggir kitab tersebut telah termaktub nama beliau. Berkemungkinan besar beliau ke Kalimantan Barat dengan seorang muridnya yang juga seorang ulama besar bernama Haji Muhammad Shalih dari Sarawak. Kubur ulama besar tersebut juga terletak di Sungai Bundung, Kalimantan Barat.

      Bahkan dikatakan Haji Abdur Rahman Ambon juga mungkin pernah ke Sarawak, kerana hobinya memang gemar menyebarkan Islam dengan mengembara. Bahkan sebelum ke Midai, beliau pernah mengajar di Pulau Natuna (gugusan pulau Bunguran), terutama Pulau Tiga dan Sedanau. Haji Abdur Rahman Ambon dikenali sebagai seorang ulama ahli sufi dan dikatakan mempunyai beberapa kekeramatan. Diceritakan bahwa pernah terjadi satu kebakaran di Pulau Tiga yang menghabiskan banyak perkebunan kelapa. Maka beliau terus berdiri dan berdoa, lalu secara tiba-tiba saja datang angin serta hujan lebat yang secara tidak langsung memadamkan api.

      * Murid-murid Haji Abdur Rahman Ambon
      Murid-murid beliau sangat ramai, baik di Mekah, Kalimantan Barat maupun Sedanau, Pulau Tiga, dan juga Midai. Bahkan boleh dikatakan hampir kesemua imam Masjid Jamik Sabang Barat selepas beliau adalah muridnya. Mereka adalah:
      1. Haji Muhammad Shalih, yang berasal dari Sarawak seperti yang disebutkan. Beliau adalah ulama besar yang menyebarkan Islam di Kalimantan Barat dan Sarawak. Semasa di Pontianak, beliau berkahwin dengan ibu saudara Haji Abdur Rani Mahmud, yaitu seorang ketua Majlis Ulama Kalimantan Barat. Mengenai beliau ini pernah disentuh oleh penulis tentang sejarah beliau secara terperinci. Haji Muhammad Shalih tersebut meninggal di Kalimantan Barat dan dimakamkan di Sungai Bundung, Indonesia.
      2. Haji Bujang, yaitu imam Masjid Jamik Sabang Barat yang keempat.
      3. Haji Mat Tali, imam yang kelima.
      4. Haji Muhammad Mirun, imam yang keenam.
      5. Haji Muhammad Jamin, imam masjid yang ketujuh.
      6. Haji Musa, imam yang kelapan.
      Mengenai murid-murid beliau yang di tempat lainnya tidak dapat dinyatakan. Ini kerana hanya dapat diketahui bahwa beliau mempunyai ramai murid di berbagai tempat, tetapi nama-nama mereka tidak dapat dikenal pasti dengan mendalam.

      Keturunan
      Haji Abdur Rahman Ambon mendapat seorang anak perempuan lalu dikawinkan dengan murid dan anak angkatnya iaitu Haji Muhammad Mirun. Anak lelakinya juga hanya seorang yaitu Haji Bujang bin Haji Abdur Rahman Ambon. Tuan Guru Haji Abdur Rahman Ambon meninggal dunia di Midai, Indonesia pada 24 Jamadilakhir 1355H, dan dikuburkan di Perkuburan Suak Besar, berhadapan bekas Masjid Suak Besar.

      Sekembalinya Tuan Guru Haji Abdur Rahman Ambon ke rahmatullah, maka digantikan pula dengan imam yang keempat. Terdapat sedikit pertikaian mengenai imam yang keempat ini, disebabkan banyak pendapat mengenainya. Menurut penduduk-penduduk Midai, imam Masjid Jamik Midai yang keempat adalah Haji Mat Tali dan ada mengatakan Haji Muhammad Mirun, juga Haji Bujang. 

      Pun begitu, penulis meletakkan Haji Bujang sebagai imam yang keempat. Ini kerana jarak masa Haji Abdur Rahman Ambon meninggal dunia tidak jauh dengan meninggalnya Haji Bujang. Haji Abdur Rahman meninggal pada 24 Jamadilakhir 1355 H, manakala Haji Bujang meninggal dunia pada hari Rabu, 8 Syawal 1357 H.
      ----------------------------

      4. Haji Bujang Bin Haji Ahmad Sulong
      Nama lengkap beliau Haji Ali Ahmad bin Haji Ahmad Sulong. Beliau berasal dari Jawa. Menurut keterangan anaknya yaitu Syuamsuddin dari Solo, Jawa Tengah, pada saat H. Bujang membangun dan memelihara seluruh kemaslahatan Masjid Jamik Sabang Barat senantiasa berunding bersama-sama dengan dua sahabatnya. Mereka ialah:
      1. Haji Wan Abdullah bin Haji Wan Abdur Rahman. Beliau adalah selaku Kuasa Ahmadi & Co Midai. Beliau juga adalah nazir Masjid Jamik Sabang Barat.
      2. Penghulu Hasyim, iaitu saudaranya yang memang besar pengaruhnya, baik di mata masyarakat maupun pemerintah.
      Sebelum Haji Bujang datang ke Midai, beliau banyak belajar di salah satu pondok pesantren di Jawa. Di Midai pula, beliau turut belajar kepada Haji Abdullah Yusuf dan Haji Abdur Rahman Ambon. Semasa menjadi imam di Masjid Jamik Sabang Barat, beliau bersama-sama saudara dan sahabatnya juga belajar dengan ulama besar yang datang ke Midai, yaitu Sheikh Umar. Oleh itu, Haji Bujang mempergunakan waktu yang baik itu untuk mendalami pengetahuannya, terutama ilmu tasauf. Sheikh Umar senantiasa berulang alik dari Midai ke Singapura dan Malaysia untuk mengajar. 

      Selain sebagai imam, Haji Bujang juga seorang pedagang sukses pada zamannya. Beliau menikah sebanyak dua kali. Perkawinan pertama mendapat anak bernama Haji Ghazali, dan pernikahan kedua di Singapura dengan Fatemah. Melalui pernikahan kedua ini  mendapat beberapa orang anak iaitu Usman, Haji Ali, Khalid, Ishaq, Hamzah, Zainab, Khadijah, Syamsuddin, Siti Zalikha, Siti Zauyah, Siti Rahmah dan Siti Badariyah.

      --------------------------

      5. Haji Mat Tali
      Mengenai beliau ini penulis tidak mendapat sebarang data. Dan hampir semua orang yang ditemui tidak dapat menjelaskan sebarang data mengenai beliau.

      ---------------------------

      6. Haji Muhammad Mirun
      Dimulai riwayatnya yang begitu mencintai ilmu pengetahuan, lalu mengembara hingga sampai ke negeri Patani. Pada zaman tersebut, Patani adalah tempat mendidik kader-kader Islam yang datang dari seluruh pelosok Tanah Jawi/Asia Tenggara. Semua guru pondok di zaman itu telah dididik oleh ulama-ulama Patani di Mekah, yaitu:
      1. Sheikh Ahmad bin Muhammad Zain bin Musthafa al-Fathani
      2. Sheikh Muhammad bin Ismail al-Fathani
      3. Sheikh Wan Ali bin ABdur Rahman al-Kalantani
      4. Sheikh Abdul Qadir bin Abdur Rahman al-Fathani
      5. Dan lain-lain lagi
      Pondok-pondok pengajian di Patani yang terkenal pada zaman Haji Muhammad Mirun ke sana adalah berikut:
      1. Pondok Burmin
      2. Pondok Kelaba
      3. Pondok Semala
      4. Pondok Kuala Bekah
      Tidak dapat diketahui pondok tempat Haji Muhammad Mirun belajar, ini kerana hampir semua yang ditanya tidak dapat memberi keterangan yang lengkap. Namun, yang jelas beliau hanya belajar di Patani. Nama pondok dan gurunya tidak dapat diketahui secara jelas. Setelah mendalami ilmu pengetahuan, terutamanya ilmu fiqih, usuluddin dan tasauf di Patani, lalu beliau pulang ke Serasan, Indonesia dan mulai mengajar.

      Saat beliau mengetahui ada seorang ulama yang baru pulang dari Mekah, beliau berhasrat untuk memperdalam ilmu dengan ulama tersebut, yaitu Tuan Guru Haji Abdur Rahman Ambon. Beliau seolah-olah anak angkat kepada ulama tersebut dan akhirnya, dikawinkan dengan anak perempuan gurunya itu. Haji Muhammad Mirun menerima baiah tarekat Qadiriyah, Selawat Dalailul Khairat dan lain-lain amalan daripada Haji Abdur Rahman Ambon itu.

      Keturunan
      Perkahwinan dengan anak Haji Abdur Rahman Ambon tidak mendapat anak. Lalu berkawin kali kedua dengan Aisyah binti Kasah, dan mendapat beberapa zuriat yaitu: Usman, Zaharah, Kamariah, Syamsuddi, Sirajuddin, Hasanuddin, Baharuddin, Aminuddin, Azizah dan Syamsu Karnain.

      Kembali ke rahmatullah
      Haji Muhammad Mirun meninggal dunia di Midai, pada hari Selasa. Sebelum wafat, beliau berwasiat supaya ditanam di samping gurunya Haji Abdur Rahman Ambon dan wasiat tersebut dijalankan oleh anak-anaknya sebagaimana yang diminta.


      -------Bersambung part III---------


      Sumber:
      (Koleksi tulisan ALLAHYARHAM WAN MOHD. SAGHIR ABDULLAH)
      http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2008&dt=1006&pub=Utusan_Malaysia&sec=Bicara_Agama&pg=ba_01.htm

      Sejarah Perminyakan di Bumi Lancang Kuning: Langkah Nekat Hopper dan Lapangan Terbesar se-ASEAN.

      Bumi Sumatra tak pernah habis memberi kejutan, setelah beberapa tahun lalu saya menulis tentang jejak penemuan minyak pertama di pulau ini, ...