Thursday, May 16, 2013

Hikayat Batu Rusia

Assalamu'alaikum.

ape kaba nye ni? semoge selalu diberi nikmat sehat dan iman oleh Allah Ta'ala. pade kesempatan ni, saye nak ulas tentang batu. kite tau di Natuna ni banyak sangat batu kan. Ade Batu Sindu, Batu Alif, Batu Kapal, Batu Kasah, Batu Rusia, Batu Mayat pun ade, banyak lagi lah. Nah name-name batu yang ade ni punye sejarah nye, jom kite ulas sikit-sikit. kali ni yang kite baas adalah Batu Rusia. :)

Tentang Batu Rusia

Batu Rusia adalah salah satu peninggalan bersejarah yang dimiliki Kabupaten Natuna. Situs ini terletak persis di pinggiran jalan menuju Desa Sepempang, kurang lebih tiga kilo meter dari Kota Ranai. Atau 15 menit jika ditempuh dengan sepeda motor atau mobil. Tepatnya berada di Dusun Beringin Jaya, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur.





Keberadaan Batu Rusia di sana mencatat bukti sejarah tentang orang-orang Rusia yang pernah ada  di wilayah itu beberapa tahun silam. Kabarnya, sekoci orang-orang Rusia  terdampar di sana karena kapalnya menabrak karang di laut Natuna setelah dihajar ombak besar. Untuk menandai keberadaannya, mereka mencorat-coret, membuat tulisan semacam grafiti di atas batu tersebut.

Persisnya, cerita warga sekitar, Batu Rusia ini bermula pada saat terjadi peristiwa pecahnya kapal milik Rusia yang kandas di depan Pulau Senoa. Kapal Rusia itu memuat 40 orang penumpang termasuk tiga perempuan. Setelah terombang-ambing dan berjuang ke luar dari kapal yang tenggelam itu, mereka akhirnya selamat dan berhasil mendarat di Desa Sepempang, yang tidak jauh dari Pulau Senoa. Kemudian, mereka berduyun-duyun menuju ke Ranai untuk meminta bantuan tokoh masyarakat setempat bernama Tok Kaya A. Rasid. Karena kebetulan saat itu Ranai tengah panen padi, maka segala kebutuhan makanan orang-orang Rusia itu dijamin oleh Tok Kaya A. Rasid.

Saat berada di Ranai dan Desa Sepempang itulah, orang-orang Rusia itu sebelum kembali ke tanah airnya, menyempatkan diri menulis kata-kata di Batu Rusia menggunakan belati mereka. Beberapa kata yang terukir oleh mereka di batu itu di antaranya adalah kalimat berbahasa Indonesia “Selamat Tinggal” serta gambar dan lambang “USSR” dalam ukuran yang cukup besar. Terdapat juga tulisan berbahasa Rusia “bre-che” yang bermakna cukur janggut, “zambiar” yang berarti ular serta “kuku-rasa” yang artinya gandum. Tulisan-tulisan itu hingga kini masih bisa Anda temukan di sana, meski sebagian sudah terlihat kabur.

Batu Rusia

Bentuk batunya sendiri mirip seperti buritan kapal tangker yang membelakangi pantai. Sekarang di kelilingi oleh pagar besi bulat stainless antikarat. Diapit oleh batu-batu besar lain yang berbentuk unik, cukup membuat penasaran kita untuk mendekati dan memanjatnya karena di atas batu-batu itu juga ditumbuhi pepohonan liar dengan akarnya yang berjuntaian hingga ke bawah. Sangat artistik dan unik untuk dijadikan objek foto.





Lima puluh meter dari lokasi ini, kalau sudah cukup puas melihat-lihat Batu Rusia, Anda bisa melihat kawasan pantai yang indah berpasir putih dan berair jernih. Anda bisa mandi atau berenang di sana. Jadi, sembari berwisata sejarah, Anda juga bisa sekalian berwisata pantai kalau mengunjungi Batu Rusia. Ya, sekali jalan, dua kesenangan bisa direngkuh.

Tidak diperlukan akomodasi untuk menjelajahi Batu Rusia ini. Tapi silakan saja mendirikan tenda kalau ingin bermalam, yakni di lokasi sekitaran pantai. Jangan lupa bawa perlengkapan untuk mendirikan tenda, seperti tali temali, lampu penerangan, sleeping bag, baju hangat, lotion antiserangga, dan lainnya.

Lokasinya dekat dengan Kota Ranai, jadi tidak perlu bekal yang berlebih bila ingin mengunjungi Batu Rusia. Apalagi dari Batu Rusia, pemukiman penduduk bisa ditempuh dalam hitungan menit, sangat dekat. Apa-apa mudah dibeli di sana kalau memang Anda kekurangan bekal makan atau minum.

sumber : Tulisan Edi Sutrisno,
http://haluankepri.com/jejak/36058-hikayat-batu-rusia-natuna-1.html
http://haluankepri.com/jejak/36058-hikayat-batu-rusia-natuna-2.html

No comments:

Post a Comment