Sunday, December 13, 2015

Wisata Kawasan Kota Tua : Museum Wayang

Tinggal di Jakarta sebetulnya bukan merupakan impian saya sejak lama. Entah karena pengaruh media yang saya baca : dengan macet dan kriminalnya itu, belum lagi dengan banjir dan lain-lainnya. Pokoknya jika bisa memilih, Jakarta tidak akan masuk dalam daftar tempat untuk saya tinggali besar kali pengaruh media ini-. Namun keadaan berkata lain, tanda seseorang mendapatkan kasih sayang dari Tuhan nya adalah dia akan diuji. Dan itu lah yang saya dapatkan, :D alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk mecari rezeki di Jakarta. Dengan mindset awal yang "gak banget" tentang Jakarta ini membuat saya ogah-ogahan, sehingga segala sesuatunya terkesan rumit.

Cukup lama waktu yang dibutuhkan untuk beradaptasi, googling tentang tempat-tempat menarik di Jakarta pun menjadi agenda tiap hari selama awal-awal berada di sini. Kebetulan saya menyukai sejarah, jadi yang saya cari ya wisata sejarah terlebih dahulu. Jakarta cukup banyak menyimpan wisata sejarah, secara dulu saat zaman penjajahan Jakarta merupakan tempat yang paling sering dikunjungi oleh para penjajah, tak ayal banyak situs-situs bersejarah yang bisa ditemui di sini.

Sebut saja Kawasan Kota Tua, terletak di Jakarta Barat, Kawasan Kota Tua terdiri dari bangunan-bangunan tua berarsitektur khas Belanda. Unik dan full of art. Itulah gaya khas arsitektur zaman kolonial. Kawasan Kota Tua merupakan komplek yang menyediakan lokasi wisata yang banyak. Disana ada stasiun Kota Jakarta, Berbagai Museum dan Galeri Seni, dan alun-alun Kota yang tak pernah sepi pengunjung. Berjalan sedikit ke arah utara maka kita akan sampai ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Menara Syahbandar dan Museum Bahari. 

Transportasi untuk mencapai ini juga sangat mudah, tinggal naik TransJakarta tujuan koridor Blok M - Jakarta Kota dengan biaya 3.500 saja. Atau juga bisa mengakses Comutter Line dengan rute Bogor - Jakarta Kota atau Bekasi Jakarta Kota dengan biaya maksimal 5.000.

Kali ini objek yang dituju di Kota Tua adalah adalah Museum Wayang. Namun berhubung saya rada-rada parno terhadap boneka, jadi hanya sedikit gambar yang saya dapatkan, sisa nya minta dari file temen. hhe
Khas Wayang
Gedung Museum Wayang memiliki sejarah yang cukup panjang. Gedung yang terletak di sebelah barat alun-alun Kota ini beberapa kali sempat mengalami perubahan fungsi. Dibangun pada tahun 1640, bangunan gedung museum ini pertama kali digunakan sebagai gedung gereja dengan nama De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda. 
Museum Wayang
Pada tahun 1732 gedung ini mengalami renovasi dan berubah nama menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk atau “Gereja Baru Belanda”. Di tahun 1808 gedung ini luluh lantak akibat gempa bumi yang melanda Batavia kala itu. Baru pada tahun 1975 tepatnya tanggal 13 Agustus gedung ini diresmikan penggunaannya sebagai Museum Wayang. Di beberapa bagian dalam gedung ini masih terlihat beberapa bagian gereja lama dan baru. 
Koleksi Wayang/Boneka Unyil
Museum Wayang memiliki koleksi lebih dari 4.000 buah wayang dan boneka dari berbagai jenis dan macam. Jenis wayang yang dipamerkan mulai dari wayang golek dan wayang kulit, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, dan wayang beber. Selain itu museum ini juga memiliki koleksi gamelan, topeng, dan beberapa boneka. Koleksi-koleksi tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja koleksi boneka Unyil dan teman-teman, juga ada Wayang khas dari Sumatera Utara, dan berbagai bentuk wayang khas dari masing-masing daerah.
Wayang Boneka dari Jepang
Bukan hanya koleksi dari Indonesia, Museum Wayang juga menyimpan koleksi boneka dan wayang dari beberapa negara, seperti Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India dan Kolombia. Museum Wayang juga secara rutin mengadakan pagelaran wayang setiap minggu ke-2 dan 3 setiap bulan. Museum Wayang buka setiap hari Selasa hingga Minggu jam 09.00 – 15.00 WIB dengan harga tiket Rp. 5000-, untuk Dewasa, Rp. 3000-, untuk mahasiswa dan Rp. 1000-, untuk anak-anak. 



sumber :
http://infojakarta.net/wisata-kota-tua-jakarta-museum-wayang/ 

No comments:

Post a Comment