Tuesday, December 29, 2015

Wisata Kota Tua : Museum Bank Indonesia

Jalan-jalannya belum usaiiii, dan masih terus berlanjut. Nah kalo udah ke Museum Bank Mandiri, sekalian aja ke tetangganya : Museum Bank Indonesia. Letaknya persis di sebelah Museum Bank Mandiri, kalian hanya perlu keluar dari Museum Bank Mandiri, berjalan ke arah Kota Tua melewati para penjual makanan dan minuman di tepi jalan, trus nyampe deh ke Museum Bank Indonesia, perjalanan yang luar biasa kan? :D

Museum Bank Indonesia menyimpan sejarah tentang uang-uang dari berbagai negara. Dahulunya museum ini merupakan sebuah rumah sakit binnen Hospital, lalu digunakan menjadi sebuah bank. Yaitu De javasche bank pada tahun 1828 lalu setelah kemerdekaan pada tahun 1953, Bank ini dinasionalisasikan menjadi Bank Sentral Indonesia atau Bank Indonesia. Tidak lama yaitu tahun 1962 Bank Indonesia pindah ke gedung yang baru. Gedung ini dibiarkan kosong namun dewan Gubernur Bank Indonesia menghargai nilai sejarah yang tinggi atas gedung tersebut, sehingga memanfaatkan dan melestarikan nya menjadi museum Bank Indonesia. Museum ini diresmikan pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah. (Sumber : google) 


Beli tiket dulu, trus tas harus dititipin. Tapi dompet, kamera, HP boleh kok dibawa. Kenangan bareng mantan dititip aja daripada nyusahin ntar, kalau perlu dibuang. . . . . . tik tok tik tok...
Nanti ikuti arah panah sesuai dengan petunjuk yang ada  di museum dan kita bisa melihat seluruh benda-benda yang dipamerkan. 
Proses Dagang, dan Rempah-rempah yang Diinginkan Belanda
Di ruang galeri pertama di Museum Bank Indonesia, para pengunjung diajak untuk mengenal mata uang Indonesia melalui teknologi hologram. Sementara di ruang galeri berikutnya, para pengunjung bisa melihat bagaimana rempah-rempah Indonesia menjadi incaran para penjelajah Eropa. Semua penjelajah Eropa dan Asia yang pernah berkunjung ke Indonesia ditampilkan di ruang galeri ini. Mulai dari Marco Polo, Laksamana Cheng Ho, Juan Sebastian Del Cano, Alfonso d’Albuquerque hingga Cornelis De Houtmen. Bahkan diorama yang menceritakan penjelajah Eropa ketika datang ke Indonesia juga ditampilkan di Museum Bank Indonesia Jakarta ini. 
Selain memperkenalkan para penjelajah Eropa, para pengunjung akan diperlihatkan dan diberikan informasi mengenai dunia perbankan ketika para penjajah kolonial Belanda tiba di Indonesia. Bahkan informasi dunia perbankan ketika Jepang menjajah Indonesia juga ditampilkan di museum ini. Yang menarik tentu saja diorama 3 dimensi yang semakin membuat informasi menjadi lebih menarik.
Perkembangan mengenai mata uang Indonesia juga ditampilkan di museum ini. Para pengunjung juga bisa melihat replika dari ruang penyimpanan emas negara. Bahkan para pengunjung juga bisa berfoto di lembar mata uang Indonesia yang juga sudah disediakan oleh pengelola objek wisata Museum Bank Indonesia. 
 
Banyak lagi yang ditampilkan oleh Museum Bank Indonesia, mulai dari proses perdagangan jaman dulu, cerita tentang perjuangan bangsa, duplikat pakaian-pakaian jaman Kolonial Belanda, alat-alat tukar menukar jaman dulu hingga sekarang. Hingga tumpukan emas batangan. Asli.
Horang Kaya
Museum ini buka setiap selasa hingga jum'at dari jam 8pagi hingga jam 3 sore, namun saat weekend bukanya sampai jam 4 sore. Hari senin dan libur nasional tutup yak. Biaya masuknya saya lupa, antara gratis n bayar 5000. Tapi kayanya gratis deh, tapai bawa aja 5000, jaga jaga. ckckck.
Wassalam. baaaaaayy.


sumber :
http://wisatanesia.co/wisata-sejarah-museum-bank-indonesia/

No comments:

Post a Comment