Tuesday, March 29, 2016

Menyejukkan Fikiran di Luweng Sampang

Jogja, Jogja, udah hampir 5 taun disini juga masih belum bisa njelajahi semua tempat. Secara ya, tempat-tempat baru acapkali ditemukan oleh para tukang explore, yang kemudian diupload disosmed.

Hmmm, kali ini tempat yang kami datangi adalah Luweng Sampang, pertama kali melihat fotonya di akun instagram. Sangat indah memang, dengan caption "green canyon" nya Jogja. Jadi ya, pas ada kesempatan cuti kantor, ye ane ke Jogja deh, ngobatin kangen adalah tujuan utama, jalan-jalan, termasuk pergi ke Luweng Sampang adalah tujuan berikutnya. Hhe.
Curug Luweng Sampang, via LS ridiculoustravel.wordpress.com
Setelah oke bersama teman-teman, kami berangkat pukul 10.30an, masing-masing buta arah, hanya berharap pada mbah gugel mep nya aja. Mulailah perjalanan dari Seturan menuju Luweng Sampang, menurut mbah gugel, ada 3 alternatif jalan. Namun kami memilih jalan melewati arah Prambanan karena terkesan gampang, lurus-lurus, terus belok kanan, belok dikit belok dikit, nyampe, menurut gugel loh.

Pukul 11 kita udah sampe dekat dengan lokasi. Namun terjadi sedikit masalah, motor kombet temen tiba-tiba mati karena tidak kuat dengan jalanan menanjak. Istirahat sebentar deket warung disitu. Kemudian iseng-iseng nanya sama pemilik warung, dia bilang ada jalan yg lebih enak : balik belakang, kalo ngikutin jalan ini bakal lebih dekat ke Nglanggeran malah, begitu katanya. Hmmm, akhirnya kami mengikuti saran ibu-ibu pemilik warung ini, muter arah ambil mencari jalan yg dimaksud, tanya-tanya sama penduduk setempat kemudian istirahat sebentar untuk shalat jumat, dan kemudian melanjutkan perjalanan. 
Suasana Pemandangan Sepanjang Perjalanan
Sekitar 30 menit perjalanan dari tempat terkahir kami berisitirahat tadi, akhirnya kami tiba di Curug Luweng Sampang. Meski tak seheboh yang di posting di medsos, Luweng Sampang memiliki pesona yang memang indah, tentram dan adeem. Air terjun kecil diapit oleh bebatuan khas yang memiliki garis-garis lapisan, seperti bebatuan yang tersingkap. Eksotis sekali. Ukiran ini seakan-akan dibentuk oleh tangan-tangan manusia dengan sentuhan rasa dan seni yang luar biasa. Deru air terjuan yang jatuh dari ketinggian 5 meter berpadu dengan suara alam bak simponi musik yang menenteramkan jiwa. Daerah ini terletak di Jl. Juminahan, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Luweng Sampang

Kami memarkirkan motor dan turun ke bawah, mengambil beberapa gambar tentunya. Sepertinya timing yang kami ambil memang kurang pas. Ya iya lah hari jumat gitu loh, sepi, hanya ada mbah-mbah tukang parkir, tidak ada warung untuk beli cemilan dan sebagainya. Tapi semuanya bisa diobati dengan ademnya tempat ini. Lumayanlah untuk melepas lelah melupakan sejenak pekerjaan. Kami beristirahat sebentar, kemudian pulaang.
Rekomendasi untuk kalian yang ingin pergi ke Luweng Sampang ini : Jika dari Jogja, ambillah jalan Jogja-Solo, kemudian belok kanan ketika menemukan pertigaan setelah museum Gula -google map-. Nah jalan dari situ lebih nyaman karena cenderung tidak berkelok-kelok, jauh dikit emang kalau dari Jogja, tapi lumayan, persentasi terseatnya kecil. Namun kalau rasanya tersesat, jangan malu bertanya. Orang Jogja ramah-ramah kok. Selamat jalan2men!

3 comments:

  1. Film ini mengajarkan klo raptor lebih ganas dr pd t-rex

    ReplyDelete
  2. Kok bisa beda warna airnya..foto diatas hijau, foto dibawah netral
    apa yang diatas itu editan fotonya ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang bawah foto saat saya kesana, airnya sedang agak surut,
      kalo yg atas saya ambil dari google. :)

      Delete