Sunday, July 24, 2016

Museum Mulawarwan Tenggarong, Wisata Sejarah di Kabupaten Terkaya Indonesia

Alhamdulillah, kembali diberi kesempatan mengunjungi kota Tenggarong. Sambil melanjutkan eksplorasi museum di Kota Raja. Kali ini berlanjut ke Museum Sejarah, Museum Mulawarman namanya. Museum ini terletak di jalan Sudirman di tepian sungai mahakam, berada dalam komplek Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Museum ini merupakan istana Kerajaan Kutai yang dibangun pada tahun 1963 sebagai pengganti istana sebelumnya yang terbakar.

Setelah membeli tiket masuk, kami pun memasuki area museum, ruangan pertama menyajikan singgasana kerajaan Kutai, terdapat dua buah pelaminan tempat duduk Sultan dan Permaisurinya. Disebelah kiri singgasana terdapat replika beberapa baju kerajaan yang biasa dipakai Sultan. Kemudian disebelah kanan singgasana terdapat kursi dan meja santai yang dipakai oleh SUltan Kutai ke 19, A. M. Parkesit. 
Singgasana Sultan
Dari sini perjalan berlanjut ke sisi kiri. Ruangan ini memamerkan berbagai furniture kerajaan, dan mahkota Kerajaan Pasir Balengkong, juga terdapat arca kecil dan pernak pernik kerajaan yang lainnya. Disamping ruangan ini terdapat ruangan yang memamerkan berbagai jenis tombak, senjata yang digunakan untuk berperang dikerajaan Kutai.

Kemudian memasuki lebih museum lebih dalam, terdapat aula besar yang memamerkan alat musik gamelan dan miniatur candi Borobudur dan Prambanan. Di sisi kiri nya terdapat banner yang menjelaskan sejarah singkat Kerajaan Kutai beserta para Raja nya. Wettsss, ternyata tak hanya satu kerajaan Kutai saja, ada lima Kerajaan lain yang ada disekitaran sini (entah itu pecahan atau bawahan dari Kerajaan Kutai, atau memang Kerajaan Independen yang berdiri sendiri). Ada kerajaan Gunung Tabur, yang merupakan kerajaan termuda (1768-1921), Kerajaan Sanduragas (1600--1815), Kerajaan Bulungan (1731-1958), Kerajaan Berau (abad ke XV), dan Kerajaan Sambaliung (1673-1962).
Daftar Kerajaan di sekitar Kerajaan Kutai
Terus berlanjut keruangan berikutnya yang menampilkan berbagai kerajinan adat daerah, pakaian adat serta pernak-pernik yang digunakan oleh masyarakat kerajaan maupun suku dayak di sini. Ruangan berikutnya merupakan aula luas yang menampilkan patung-patung yang menggambar kehidupan suku dayak sehari-hari. Berhubung saya phobia dengan patung jadi perjalanan saya teruskan.

Ruangan berikutnya merupakan Ruang Flora Fauna dan Pertambangan. Ruangan ini menampilkan berbagai macam binatang dan tumbuhan yang kerap ditemui di Bumi Kalimantan, serta kegiatan eksplorasi Produksi hasil bumi Kalimantan. Alangkah besarnya karunia Tuhan terhadap pulau ini, saya fikir pulau ini merupakan pulau yang lengkap, hampir segalanya ada, mulai dari flora dan faunanya yang bermanfaat, hingga hasil buminya yang berguna bagi masyarakat luas. Tinggal kita lagi yang merawatnya dengan benar.
Ruangan Flora Fauna dan Pertambangan
Ruangan selanjutnya menampilkan mesin tenun tradisional dan hasil tenun Kalimantan, dan dilanjutkan dengan ruangan kaya, yakni koleksi uang / alat tukar perdagangan zaman dulu yang digunakan. Terdiri dari uang logam dan uang kertas yang diperoleh dari berbagai negara. Ini menunjukkan bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara zaman dulu merupakan kerajaan penting yang selalu dikunjungi oleh bangsa / kerajaan lain. Ruangan selanjutnya menampilkan beragam senjata tradisional Kalimantan, yang terdiri dari mandau, tombak, sumpit dan berbagai macam keris dengan namanya masing-masing.
Ruang Tenun
Perjalanan masih berlanjut, dipojok kiri bangunan museum, tepatnya di sebelah kiri ruangan utama setelah pintu masuk. Terdapat ruangan yang menampilkan tempat tidur kerajaan dan di seberang ruangan tersebut ditampilkan beberapa pernak-pernik perlengkapan adat bagi bayi yang baru dilahirkan. Terdapat ayunan, kemudian berbagai macam buah, timbangan, dan meja baca alquran yang besar, ini menunjukkan Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak islam yang kuat. Ruangan terakhir yang kami kunjungi adalah ruangan bawah tanah. Weew. Wisata mistis ni kayanya. Tapi tidak seperti yang saya kira, di ruangan ini ditampilan berbagai jenis keramik dan tembikar, dan juga menampilkan berbagai macam pakaian adat dari seluruh Indonesia (dalam bentuk foto), serta patung yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari masyarakat suku di Kalimantan. 
Selfie bareng tourguidenya dulu, biar gaul.
Eksplorasi di dalam museum selesai, achieve unlocked! Namun ini baru setengah perjalanan rupanya, masih banyak tempat lagi yang harus dikunjungi di museum ini. Kami keluar dan melihat ada patung "campuran binatang" yang dulu saya lihat di Pulau Kumala saat pertama kali ke Tenggarong, penasaran dan kami pun kesana, jepret-jepret lah yang terjadi. Kemudian saya dapatkan sebuah nama, yaitu LEMBU SUANA, namun tidak ada artikel yang dapat saya ambil untuk mengetahui apa binatang ini, malah saya disuguhkan dengan teka-teki rakyat :
Lembu Suana
"bermahkota bukannya Raja, berbelalai bergading lainnya Gajah, bersayap bukannya Burung, bersisik lainnya Ikan, bertaji bukannya Ayam, binatang apakah ini"
Ya, Lembu Suana, kata partner saya ini, merupakan makhluk mitologi rakyat Kutai, juga merupakan alat transportasi Raja-Raja Kutai zaman dahulu. Saya pernah mendengar cerita, bahwa Raja-Raja dahulu suka berjalan lintas waktu dan tempat dalam waktu singkat. Makanya mereka memiliki banyak relasi dan link dengan kerajaan-kerajaan lain yang jauh letaknya. Cara itu tak lain adalah dengan menggunakan transportasi ektra cepat, salah satunya mungkin ya Lembu Suana ini. Hmmmmm menarik kan, nanti deh kita sambung dengan artikel khusus. Aseeek.
Komplek Makam Raja-Raja Kutai
Disebelah kanan bangunan museum yang dulunya merupakan Kedaton Kesultanan Kutai ini, terdapat bangunan yang menyerupai pendopo. Karena penasaran, ya kesitu lah saya kan. Rupanya ini adalah komplek makam Raja-Raja Kutai dan keluarganya. Ada puluhan batu nisan disana, saya hanya melihat dari luar, tidak masuk ke dalam, dari luar saya melihat ada beberapa pengunjung yang bertakziah di dalam makam. Di dekat pintu masuk makam terdapat keterangan mengenai Raja-Raja dan silsilahnya mulai dari Kerajaan Kutai Hindu, masa transisi Hindu-Islam sampai pada Kerajaan Islam nya. Sedikit informasi dari yang saya baca, bahwa Kerajaan Kutai ini ada kaitannya pula dengan Kerajaan-Kerajaan besar seperti Tarumanegara, Majapahit, Singosari, sampai Kerajaan di Melaka dan Kamboja, luar biasa. Saya semakin tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi. Emang asyik sepertinya belajar sejarah ini ya.
Daftar silsilah Raja-Raja Kutai
Layaknya tempat objek wisata, Museum Mulawarman juga memiliki fasilitas lain seperti mushala, tempat makan, pusat oleh-oleh yang menjual souvenir-souvenir khas, kain dan batik corak Kaltim, dan lain-lainnya. Di sebelah pusat oleh-oleh, tepatnya bangunan setelah makam Raja-Raja tadi terdapat sebuah pendopo besar, yang sepertinya sedang direnovasi, sepertinya sebuah panggung kesenian. Kemudian seperti komplek-komlek Kedaton / Keraton lainnya, disini terdapat masjid Jami' Kedaton Kutai Kartanegara yang terletak di belakang Museum.
Masjid Jami' Kedaton Kutai
Yap, sepertinya sampai disini dulu pembahasan mengenai Museum Mulawarman, saya akan melanjutkan lagi perjalanannya yang nanti insya Allah akan saya ceritakan. Bhaaay!



sumber tambahan informasi :
id.wikipedia.org

2 comments:

  1. wah Tenggarong jadi destinasi saya selanjutnya. udah lama pengen ke Tenggarong :D




    amsyongloser.blogspot.co.id

    ReplyDelete