Saturday, September 5, 2015

Tokoh yang Lahir 4 September, #hariinidalamsejarah

Para tokoh yang lahir pada tanggal 4 September :


973 - Al-Biruni, matematikawan Persia
Al-Biruni, via irgmn.org
”Dia adalah salah satu ilmuwan terbesar dalam seluruh sejarah manusia.” Begitulah AI Sabra menjuluki Al-Biruni — ilmuwan Muslim serba bisa dari abad ke-10 M. Bapak Sejarah Sains Barat, George Sarton pun begitu mengagumi kiprah dan pencapaian Al-Biruni dalam beragam disiplin ilmu. ”Semua pasti sepakat bahwa Al-Biruni adalah salah seorang ilmuwan yang sangat hebat sepanjang zaman,” cetus Sarton.
Bukan tanpa alasan bila Sarton dan Sabra mendapuknya sebagai seorang ilmuwan yang agung. Sejatinya, Al-Biruni memang seorang saintis yang sangat fenomenal. Sejarah mencatat, Al-Biruni sebagai sarjana Muslim pertama yang mengkaji dan mempelajari tentang seluk beluk India dan tradisi Brahminical. Dia sangat intens mempelajari bahasa, teks, sejarah, dan kebudayaan India.
Kerja keras dan keseriusannya dalam mengkaji dan mengeksplorasi beragam aspek tentang India, Al-Biruni pun dinobatkan sebagai ‘Bapak Indologi’ — studi tentang India. Tak cuma itu, ilmuwan dari Khawarizm, Persia itu juga dinobatkan sebagai ‘Bapak Geodesi’. Di era keemasan Islam, Al-Biruni ternyata telah meletakkan dasar-dasar satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan lingkungan fisik bumi.
Selain itu, Al-Biruni juga dinobatkan sebagai ‘antropolog pertama’ di seantero jagad. Sebagai ilmuwan yang menguasai beragam ilmu, Al-Biruni juga menjadi pelopor dalam berbagai metode pengembangan sains. Sejarah sains mencatat, ilmuwan yang hidup di era kekuasaan Dinasti Samanid itu merupakan salah satu pelopor merote saintifik eksperimental.
Dialah ilmuwan yang bertanggung jawab untuk memperkenalkan metode eksperimental dalam ilmu mekanik. Al-Biruni juga tercatat sebagai seorang perintis psikologi eksperimental. Dia juga merupakan saintis pertama yang mengelaborasi eksperimen yang berhubungan dengan fenomena astronomi. Sumbangan yang dicurahkannya untuk pengembangan ilmu pengetahuan sungguh tak ternilai.
Al-Biruni pun tak hanya menguasai beragam ilmu seperti; fisika, antropologi, psikologi, kimia, astrologi, sejarah, geografi, geodesi, matematika, farmasi, kedokteran, serta filsafat. Dia juga turun memberikan kontrbusi yang begitu besar bagi setiap ilmu yang dikuasainya itu. Dia juga mengamalkan ilmu yang dikuasainya dengan menjadi seorang guru yang sangat dikagumi para muridnya.
Sumber :
http://info-biografi.blogspot.co.id/2010/04/biografi-al-biruni.html
http://www.gaulislam.com/al-biruni-ilmuwan-pendiri-tiga-ilmu 


1563: Wanli, Kaisar Tiongkok
Wanli, via id.wikipedia.org
Beliau adalah kaisar ke-13 dari Dinasti Ming yang memerintah dari tahun 1572 hingga 1620, pemerintahannya adalah yang terpanjang di antara keenambelas kaisar Ming. Pada masa pemerintahannya Dinasti Ming mengalami penurunan drastis. Dia terlahir dengan nama Zhu Yijun, putra ke-3 Kaisar Longqing.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kaisar_Wanli


1869: Karl Seitz, politikus dan Presiden Federal Austria yang pertama
Karl, via www.gdw-berlin.de
Karl Seitz melewati masa kecil di panti asuhan dan setelah dewasa menjadi guru. Ia menyatakan diri sebagai salah satu anggota ahli Sosial Demokrat dan pada 1901 dipilih ke parlemen kekaisaran sebagai anggota Sosial Demokrat yang pertama. Ia merupakan salah satu dari 3 pimpinan untuk parlemen provisional Jerman-Austria. Dari 5 Maret 1919 hingga 16 Desember 1920 ia menjadi Presiden Austria, merupakan presiden pertama di Republik Pertama.

Pada 1923 ia diangkat sebagai Walikota Wina, di mana ia menjadi ikon untuk Wina merah. Setelah Perang Saudara Austria pada 1934 ia dipenjara dalam masa yang singkat. Setelah jatuhnya Austria ke tangan Jerman pada 1938 ia kembali masuk tahanan, dan pada 1944 setelah Plot 20 Juli ia diinternir oleh Hitler, ditempatkan di kamp konsentrasi Ravensbrück. Setelah Perang Dunia II ia aktif kembali sebagai anggota parlemen hingga kematiannya pada 1950.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Karl_Seitz



1906: Max Delbrück, fisikawan dan ahli biologi Amerika yang mendapat Nobel 1969 dalam bidang Fisiologi atau Kedokteran atas kepeloporannya dalam genetika bakteri.
Max, via www.nndb.com


1913: Kenzo Tange, arsitek Jepang yang merancang bangunan di seluruh Jepang dan di banyak negara lain di dunia dan menerima Pritzker Architecture Prize pada tahun 1987.
Kenzo, via http://www.buzzquotes.com


1917: Henry Ford II, yang menjadi presiden Ford Motor Company pada tahun 1945 dan melakukan reorganisasi yang menempatkan perusahaan ini di posisi kedua dalam industri otomotif AS; di hari ulang tahunnya yang ke-40 pada tahun 1957, perusahaan mulai menjual Edsel, dinamai sesuai nama ayahnya, yang menjadi salah satu produk gagal paling terkenal dalam sejarah manufaktur dan pemasaran.
Henry Ford II, via www.nndb.com


1927: John McCarthy, ilmuwan komputer Amerika yang menciptakan istilah kecerdasan buatan (AI) dan dianggap sebagai Bapak Penelitian AI.
John, via engineering.stanford.edu


1938: Roekmini Koesoemo Astoeti, wanita kedua yang mendapat gelar Jenderal Polisi di Indonesia
Roekmini K. A, via tempo.co.id
Brigjen Polisi Roekmini dilahirkan sebagai anak keenam dari delapan bersaudara dari pasangan R. Soedarso dan Raden Ayu Soemina. Masa kecilnya dilaluinya dengan berat setelah ayahnya, Kepala Kehutanan Saradan, Madiun, meninggal dunia saat Roekmini baru berusia 7 tahun dan masih duduk di Sekolah Dasar. Kemudian setelah SMA, ia melanjutkan kuliahnya di Fakultas Psikologi UGM Jogja. Setelah menamatkan pendidikannya, ia mendaftar di kepolisian. Kariernya dikepolisian berjalan mulus, hingga ia diangkat menjadi Jenderal Polisi.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Roekmini_Koesoemo_Astoeti
 

1964: Gadis Arivia, aktivis gerakan perempuan dan pendiri Yayasan Jurnal Perempuan
Gadis Arivia, via srijabar.wordpress.com
Gadis Arivia mulai dikenal sejak peristiwa penangkapannya saat berdemonstrasi bersama puluhan ibu lainnya yang tergabung dalam Suara Ibu Peduli, menyuarakan isu kelangkaan susu bayi di bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Februari 1998. Saat itu Gadis bersama dua ibu lainnya Wilasih Noviana dan Karlina Leksono ditangkap polisi.

Ketertarikan Gadis soal studi feminisme sudah sejak masa kuliah filsafat. Saat itu, di Indonesia, feminisme masih menjadi teori atau wacana yang dianggap baru.

Salah satu pemikir feminisme yang dikaguminya adalah Barbara Smith. Barbara dalam bukunya All the Women are White, All the Blacks are Men, But Some of Us are Brave, yang bersumber dari pidatonya pada 1979 menyebut feminisme adalah teori dan praktik politik yang berjuang untuk membebaskan (pembebasan total) semua perempuan. Di dalam negeri, dia mengagumi seorang dosennya Toeti Herati Nurhadi yang banyak meminjamkan buku-buku feminisme kepada Gadis.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Gadis_Arivia


1985: Raúl Albiol, pemain sepakbola Spanyol
Raul Albiol, via www.zimbio.com

Raul Albiol lahir pada 4 September 1985. Dia adalah pemain sepakbola profesional Spanyol yang bermain di posisi bek tengah untuk SSC Napoli dan tim nasional Spanyol.
Kekuatan utamanya adalah fleksibilitas dalam posisi, karena ia bisa bermain sebagai bek tengah, bek kanan atau gelandang bertahan. Dia menghabiskan sebagian besar karirnya dengan Valencia dan Real Madrid, memenangi lima gelar utama dengan kedua tim jika digabungkan. Selama sepuluh musim ia mengumpulkan total tujuh gol dari 229 pertandingan La Liga. Dan saat ini dia bermain di liga Italia bersama Napoli.
sumber : http://www.bola.net/profile/raul_albiol/



sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/4_September
http://www.kembangpete.com/2014/09/03/tokoh-besar-dunia-yang-lahir-pada-4-september/

No comments:

Post a Comment