Thursday, July 23, 2015

Objek Wisata Baru : Batu Madu

Natuna, Kabupaten "penjaga" gerbang utara daulat maritim NKRI ini memang tiada habis-habisnya menawarkan pesona sejuta keindahan alam, terus mencari dan kau akan mendapatkan lebih. Liburan kesini tak akan puas bila hanya dalam waktu seminggu, terlalu singkat untuk menikmati alam Natuna. 

Kali ini saya akan memposting satu destinasi wisata baru yang ada di Natuna, lebih tepatnya di Kecamatan Bunguran Selatan, lebih tepatnya lagi di Batu Bayan, Cemaga Tengah. Objek wisata baru ini namanya adalah Batu Madu, catat ya, BATU MADU.



Kawasan Batu Madu terletak di sisi timur Pulau Bunguran, untuk pergi kesana bisa dengan sepeda motor atau kendaraan roda empat, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit perjalanan dengan kecepatan rata-rata dari pusat kota Ranai. Batu Madu merupakan susunan bebatuan granit yang terletak tak jauh dari pinggir pantai. 


Kita bisa ke sana dengan menggunakan perahu kecil atau dengan berenang, jika laut sedang surut kita bisa kesana dengan berjalan kaki. Sejarah batu ini disebut Batu Madu adalah sangat sederhana dan singkat, diantara tumpukan-tumpukan Batu Granit ini pernah ditemukan sarang lebah madu, oleh karena itu masyarakat menamainya dengan sebutan Batu Madu. Simpel jek, pade susah2 mike name. :D

Berkeliling menjelajahi komplek bebatuan dengan "sampan kulek".

Tempat ini sangat pas untuk melepas penat sembari bercanda bersama orang-orang tersayang, duduk di tepian pantai, ditemani dengan es kelapa serta makanan-makanan khas Natuna lainnya akan membuat santai aja lebih lengkap dan bermakna. 

Dan juga, deretan pantai Batu Madu ini juga memiliki objek wisata lainnya, seperti Batu Kuowun (Batu Korun) yang terletak tak jauh dari Batu Madu, kemudian Batu Serapong, dan juga Pantai Batu Kasah yang terletak sekitar 2 km arah selatan dari Batu Madu.
Selamat bersantai. :D

Subhanallaah, Kitab Hindu Menerangkan Tentang Kedatangan Nabi Muhammad

Subhanallah,
Benar sekali jika Islam adalah agama yang diturunkan untuk rahmat seluruh alam. Agama yang dibawa oleh manusia terbaik sepajang masa, Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wassalam ini berisi tentang berbagai macam cerita, perintah, larangan, serta hikmah yang bisa diambil untuk selamat dalam kehidupan di dunia, begitu juga dalam kehidupan sesudah kematian. Islam, sungguh sangat sempurna.

Di akhir zaman ini, kita selaku umat islam sedang diuji dengan berbagai macam ujian, banyak sekali cobaan yang diberikan kepada kita selaku umat muslim di seluruh dunia. Cobaan ini diberikan untuk menguji seberapa besar keimanan kita terhadap agama ini. Hampir seluruh umat muslim di dunia dewasa ini sedang diuji dengan berbagai macam cobaan. Semoga kita bisa melewati segala macam bentuk cobaan ini. Aamiin.

Dibalik kerasnya cobaan yang sedang dialami umat muslim saat ini, ada secercah harapan, ada setitik cahaya yang membuat saya pribadi semakin meyakini bahwa ini adalah jalan yang benar. Beberapa waktu lalu saya membuka youtube.com dan melihat isi ceramah dari Dr. Zakir Naik. Beliau adalah orang India, murid dari alm Ahmad Deedad, seorang pendakwah. Dr. Zakir Naik dianugerahi ingatan yang kuat, tak hanya Al-quran dan Hadist saja yang beliau hafal, namun kitab-kitab agama lainnya pun sudah beliau "khatam"kan. Seperti kitab ajaran Nasrani, Yahudi, Hindu, Buddha dan yang lainnya. Beliau orang yang suka menggelar kajian dalam skala besar, dan jemaahnya juga tak sebatas umat muslim saja, namun seluruh umat dengan agama yang berbeda boleh mengikuti kajian beliau, dan bahkan boleh mengajukan pertanyaan.
sumber gaulfresh.com

Ada hal menarik saat seorang penanya wanita beragama Hindu menanyakan tentang Kitab mana saja yang menerangkan tentang kedatangan Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wassalam, dan dengan detailnya beliau menjawab yang menimbulkan decak kagum bagi yang mendengarkannya.

Kajian Kitab Suci Hindu yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wassalam.
 
Kitab Hindu, via religiku.wordpress.com
Kitab Hindu ada 2 macam, yakni Smriti dan Sruti. Smriti adalah firman Tuhan yang terbagi lagi menjadi Weda dan Upanishad. Sedangkan Sruti bermakna perkataan manusia yang didalamnya termasuk Manusmriti, Ramayane, Epics, Mahabarath dan Purana.

Kisah tentang Nabi Muhammad disebutkan dalam Purana Parv 3 Khand 3 Adhyay 3 Shloka 10-27 nabi Muhammad disebut dengan sebutan Maleca, juga dalam Atharvaveda Book 20 Hym 21 V. 6, Atharvaveda Book 20 Hym 21 V. 7.

Disebut juga dalam Atharvaveda Book 20 Hym127 V. 1. Beliau disebut juga Kuntap Sukta yang berarti tersembunyi, beliau juga disebut dengan "orang yang terpuji", orang yang menghadapi 60.090 musuh, dan lain-lain.

Rigveda Book 1 ch. 53 V. 9 juga menyebut Beliau Shalallaahu 'Alaihi Wassalam dengan sebutan "Ahm at" yang berarti "seorang yang terpuji".

Uttarchick Mantra 1500, Indra Ch. 2 V. 152, Yajurveda ch. 31 V. 18. Disebutkan juga dalam Atharvaveda Book 20 Hymn 126 V. 1-14. Beliau disebut Narasangsa, Nar berarti manusia, sedangkan Sangsa berasal dari Prasangsa yang berarti terpuji, dalam bahasa Arab disebut dengan Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wassalam.

Rigveda Book 10 Hym 64 V. 3, Rigveda Book 2 Hym 3 V. 5, Rigveda Book 5 Hym 5 V. 2. Dia juga disebut dalam Yajurveda Ch. 20 V. 37, Yajurveda Ch. 21 V. 31, dan masih banyak lagi.

Berikut keterangan lebih detail yang dijelaskan oleh Dr. Zakir Naik. Nabi Muhammad juga disebut dengan Kalki Auvthar dalam Kalki Purana Ch. 2 V. 5, Kalki Purana Ch. 2 V. 7, Kalki Purana Ch. 2 V. 9, Kalki Purana Ch. 2 V. 11, Kalki Purana Ch. 2 V. 14. Juga disebutkan bahwa beliau merupakan anak dari Vishnu Yash, Vishnu berarti Tuhan, Yash berarti hamba, Vishnu Yash berarti Hamba Tuhan, didalam bahasa Arab disebut dengan Abdullah, dan nama ayah Nabi Muhammad adalah Abdullah.

Disebutkan pula nama ibunya adalah Summati, yang berarti ketenangan atau ketentraman, yang dalam bahasa arab disebut dengan Aminaa. Sedangkan nama ibu Nabi Muhammad adalah Aminaa.

Disebut juga beliau lahir di kota Sambala. Sambala adalah kota yang aman dan tentram. Itu adalah Mekkah, Mekkah mendapat julukan Darul Aman, yaitu tempat yang aman dan damai.

Beliau dalam kitab Hindu tersebut dikabarkan lahir dirumah kepala Suku Sambala, dan Nabi Muhammad lahir dirumah suku Quraisy. Beliau lahir ditanggal 12 bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Dikabarkan juga bahwa ajaran beliau adalah untuk seluruh umat, seperti yang kita ketahui bahwa Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat. Disebutkan juga beliau menerima wahyu pertama di gua, yakn gua hira. Dalam kitab tersebut juga menceritakan tentang peristiwa Hijrah, dari Mekkah ke Madinah, kemudian kembali lagi ke Mekkah. Juga mengabarkan tentang 4 sahabat beliau yang kita kenal dengan Khulafaur Rasyidin. Kitab itu juga menerangkan tentang pertolongan dari malaikat saat perang, seperti yang kita tahu bahwa Nabi Muhammad ditolong oleh malaikat ketika perang Badr.

Dan masih banyak lagi, jika diterangkan secara detail saya yakin akan sangat panjang membahasnya disini. Jadi sudah terbukti kan? :)

sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=UfH1LUwkxnw
http://www.syahida.com/2015/01/24/1546/kitab-hindu-kabarkan-kedatangan-nabi-muhammad-wanita-hindu-masuk-islam/

Belajarlah dari Buah Kelapa : Untuk Menjadi Sukses dan Bermanfaat itu Butuh Proses yang Panjang

Zaman sekarang ini semua orang ingin serba cepat, apa-apa ingin cepat jadi. Instan. Cara apa pun ditempuh untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan tersebut. Tanpa menyadari bahwa SESUATU YANG DIDAPAT DENGAN CARA INSTAN, AKAN DILEPAS DENGAN CARA YANG INSTAN JUGA. Mengapa? Karena mereka tidak paham akan proses untuk mencapainya. Yakin lah.
"Tidak ada sesuatu yang instan di dunia ini, bahkan untuk membuat mie instan saja kau harus merebusnya terlebih dahulu."
Mari kita belajar dari buah kelapa. Siapa yang tidak tahu buah kelapa? Buah ini dikenal dengan buah sejuta manfaat, semua unsur kelapa bisa digunakan untuk menunjang kehidupan. Pohonnya bisa dimanfaatkan untuk membuat rumah setelah diolah menjadi papan. Airnya bisa diminum dan menyegarkan. Daunnya bisa dijadikan ketupat, serat daunnya bisa dijadikan sapu lidi, buahnya bisa dimakan, sabut kelapa bisa digunakan untuk pembakaran, dan hasil olahannya berupa minyak dan santan bisa digunakan untuk kebutuhan hidup kita. Bahkan kopra yang merupakan olahan dari kelapa ini menyumbang peranan penting dalam sejarah pembentukan Koperasi di Indonesia.
Pohon dan Buah Kelapa, via www.deherba.com
Namun bagi kita yang hanya tinggal menikmati saja olahan-olahan dari kelapa ini, contoh saja SANTAN. pernahkah berfikir bagaimana itu bisa berada di tangan kita, bahkan berada di dalam perut untuk dicerna?

1. Saat Berada di Pohon dan kita ingin mengambilnya,
Mengambil buah kelapa, via archive.kaskus.co.id
Pernah berfikir menjadi sebuah kelapa? ketika kita dibutuhkan orang namun dia memperlakukan kita dengan cara yang tidak pantas. Lihat saja kelapa bagaimana saat dia akan diambil. Orang Ranai bilang di"juluk", atau bagi yang bisa memanjatnya maka ketika sudah sampai di atas si buah akan dipelintir-pelintir hingga lepas. Setelah didapat, apa yang dilakukan? si buah kelapa dijatuhkan saja dari atas hingga ke tanah.

2. Setelah Kelapa Ada di Tanah
Tumpukan kelapa, via bismacenter.ning.com
Lalu apa yang didapat oleh si buah kelapa ketika sudah jatuh di tanah. Ia akan diseret, atau bahkan ditendang untuk dikumpulkan disatu tempat.

3. Setelah itu......
Kelapa diparut, via agrofarmcoconut.blogspot.com
Penderitaan berlanjut, buah kelapa "dieksekusi" : dibelah, diparut untuk diambil hasil parutan dagingnya.

4. Lalu...............................
Santan Kelapa, via dapurherbalku.wordpress.com
Berakhir? belum! Kemudian hasil parutan kelapa yang sudah dicampur air diperassss berulang-ulang untuk menghasil air berwarna putih, dan sederet "penderitaan-penderitaan" lainnya terus berlanjut hingga si Kelapa berubah menjadi santan.


Sebuah proses yang sangat panjang untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat bukan? Lah, jadi apa donk manfaat santan kelapa?

Epak, itak ndek tau mende fungsi SANDAN NYOK ni? telalu.

Banyak sekali manfaat yang ada pada santan kelapa ini, bayangkan saja, jika kelapa tidak ada :


  • dari mana kalian akan dapat merasakan lezatnya RENDANG, masakan Indonesia yang telah diakui lezatnya oleh dunia?
  • dari mana kalian bisa merasa lengkap berlebaran tanpa adanya hidangan OPOR ayam yang menghiasi meja makan?
  • dari mana kalian bisa merasakan segarnya aneka minuman es ketika dahaga menyerang ditengah teriknya panas yang menyengat?

Aneka kreasi makanan dan minuman dengan bahan santan kelapa, (dari berbagai sumber)

Monday, July 13, 2015

Menyelami Indahnya "Bunaken" Natuna : Senoa

Alam memang tak pernah henti-henti menawarkan sejuta pesona keindahannya. Mulai dari puncak hingga ke dalam lautan. Tak kalah indah dengan pemandangan alam yang kita lihat dari ketinggian, ternyata laut dengan sejuta misterinya juga menyimpan keindahan yang luar biasa.

Lihat saja di Puau Senoa, kecamatan Bunguran Timur, pulau "ibu Hamil" ini tak hanya menyimpan keindahan alam pasir pantai dan bebatuannya saja, namun alam bawah lautnya juga menyimpan keindahan yang luar biasa indahnya.
Pulau Senoa dari Batu Sindu
Pulau Senoa merupakan satu dari 4 pulau yang ada di Kecamatan Bunguran Timur, terletak di sebelah timur pulau Bunguran dan menghadap langsung ke arah Laut Cina Selatan. Perjalanan menuju ke sana bisa dimulai dari Pelabuhan Teluk Baruk, dengan menyewa perahu / mutur (sengaja gak nyantumin harga, karena harga bisa berubah-ubah). Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit. Perjalanan kesana tidak akan terasa hampa karena pemandangan alam Natuna yang luar biasa akan menemani anda selama perjalanan menuju Pulau Senoa.

Lihatlah sebelah kanan, akan tersaji pemandangan baju Sindu di Tanjung Senubing, jika anda melihat sebelah kiri, akan jelas terlihat susunan bebatuan dari komplek Batu Alif serta Tanjung Datuk yang seakan "menunggu" dari kejauhan, melihat kebelakang akan terpampang sang raksasa Gunung Ranai yang gagah "menjaga" Pulau Bunguran, dan di depan, pohon kelapa Pulau Senua sudah memanggil kamu semua. Sungguh perjalanan yang sangat luar biasa kan?

Nah bagi anda penyuka olahraga diving atau snorkling, laut Senoa merupakan tempat yang pas dan sebenarnya dia pun sedang menunggumu untuk diselami. Bayangkan saja, 100 meter lebih sebelum sampai di pulau kalian sudah disuguhkan dengan pemandangan bawah laut yang luar biasa, jernih, tenang, dan karang-karang yang indah. 

Eit, tunggu dulu, sebelum menyelam, mintalah kepada pengantar untuk membawa keliling pulau dengan pompongnya, pergi ke "telinga"nya yang merupakan tempat bersarang burung walet, melewati "kepala"nya, "perut"nya, sampai ke "anak" pulaunya. Kalau sudah, silahkan ke pulau untuk menyimpan barang-barang dan eksplor lautnya, selami apa yang sudah disediakan Tuhan untuk kamu nikmati.

Berikut beberapa gambar yang didapat dari rekan-rekan disana :




Sunset Senoa

Setelah menyelam, jangan buru-buru pulang, sempatkan untuk merebahkan diri di pantai sambil menikmati indahnya senja di pulau ini, dirikan tenda, siapkan api unggun dan bakar ikan, sambil memainkan lagu-lagu kesayangan akan mebuat sebuah kenangan luar biasa tak terlupakan bersama teman-teman.
 "selami lautnya, agungkan Penciptanya, dan jaga alamnya"

ENJOY NATUNA. :)
sumber foto : instagram @bung_onee

baca juga :
Legenda Pulau Senua
Pulau Senua, pulau Eksotik di Natuna

Untuk Kamu Para Pemudik : Ini Adab-adab Musafir yang Harus Kamu Ketahui

Sekarang kita sudah memasuki musim mudik, musim dimana jalan-jalan, laut, dan udara dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan yang digunakan untuk pulang ke kampung halaman. Mudik merupakan sebuah tradisi kita ketika hendak menyambut Idul Fitri. Nah selama dalam perjalanan mudik ke kampung halaman, secara otomatis kita bertransformasi menjadi seorang musafir.

Kata Rasulullah dalam hadist riwayat imam Bukhari, safar adalah separuh siksa dunia, karena ibadah menjadi kacau, apa lagi shalat. Tetapi, saat safar adalah juga termasuk dalam kriteria do'a yang dikabulkan. :)

Nah, seperti yang sudah dikutip dari akun line Dakwah Islam,  sekarang saya ingin share tentang adab musafir, agar perjalanan kita tidak sebatas capcus aja, tapi juga bernilai pahala di Mata Allah Ta'ala. Apa aja? Yu mareeee...

1. Dirikanlah shalat sunat 2 rakaat sebelum keluar rumah, Semoga Allah permudah segala urusan.
Salat sunnah 2 rakaat, via abuazmashare2014.blogspot.com
"tidaklah seseorang meniggalkan sesuatu bagi keluarganya yang lebih baik dari 2 rakaat yang dilakukan di sisi mereka ketika berniat untuk musafir" (HR. Imam Thabrani)

2. Sunnah memulai perjalanan pada hari kamis, atau selain itu, namun sebisa mungkin hindari berpergian pada hari jumat, agar tidak menggangu waktu shalat jumat.
Kamisssss, via www.canstockphoto.com
"Rasulullah berangkat ke Perang Tabuk pada hari Kamis. Rasulullah menyukai memulai perjalanan pada kamis." (HR. Imam Bukhari) 

3. Meminta izin kepada keluarga
Izin mau mudik, via www.kaskus.co.id

"Apabila seorang dari kamu akan bermusafir, hendaklah meminta izin kepada saudara-saudaranya, sebab sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan pada doa mereka" (daiambil dari kitab al-Azkar Imam Nawawi)

4. Hendaknya memulai perjalanan pada malam hari. Karena malam hari tenang dan pendek waktunya, dan sedikit waktu shalat fardu.
Perjalanan di sunnah dimalam hari, via www.szaktudas.com

"Berjalanlah pada waktu malam hari, karena bumi dijadikan pendek pada waktu malam" (HR Imam Abu Daud)

5. Hendaknya membawa teman, jika lebih dari 3 orang, disunnahkan melantik pemimpin diantaranya.
Mudik Bareng, via nasional.news.viva.co.id
"Jika manusia mengetahui bahaya bermusafir sendirian sebagaimana aku mengetahui, tentu mereka enggan bermudafir sendirian" (HR Imam Al-Bukhari)

6. Membaca doa sebelum musafir, baik doa naik kendaraan dan doa ketika memasuki tempat orang.
Doa, via untuk-islam.blogspot.com
Seorang lelaki bertanya : Wahai Rasul, saya akan bermusafir, jadi berikanlah nasihat kepada saya. Nabi berkata : hendaklah engkau bertaqwa kepada Allah dan bertakbir setiap kali melewati tempat tinggi. Selepas lelaki itu pergi, Nabi berkata, "Ya Allah, dekatkanlah jarak perjalanannya dan mudahkanlah perjalanannya" (HR Imam Tirmidzi)

7. Bertakbir ketika melalui tempat tinggi, dan bertasbih ketika menuruni tempat tinggi. Termasuk saat naik pesawat.
Doa di pesawat, via www.merdeka.com
Dari Jabir r.a. dia berkata : "Apabila kami naik kami bertakbir, dan apabila turun kami bertasbih" (HR Imam Bukhari)

8. Membeli buah tangan untuk dibawa pulang.
Ini adalah hal yang sering kita lakukan, tanpa sadar bahwa kita sudah melaksanakan salah satu sunah rasul, tinggal perbaiki niatnya, ya. :)

9. Bersujud syukur sesampainya di tempat tujuan
Sujud Syukur, via kalsel.kemenag.go.id
Sampaikan rasa syukurmu ketika telah sampai ditujuan dengan melakukan sujud syukur. Syukur atas keselamatan yang Allah berikan kepadamu, syukur atas kesempatan yang diberikan kepadamu untuk bertemu orang-orang yang kamu cintai.

10. Meminta musafir untuk mendoakan kita.
Doa yang mustajab adalah ketika sedang berpergian, via arjunapratama.blogspot.com

Doa seorang musafir adalah doa yang mustajab, sesuai dengan hadist nabi :
"Tiga doa orang yang sangat mustajab; yang berpuasa, yang di dholimi, dan yang sedang berpergian" (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi).

Ohya, apabila kita bersafar sejauh lebih dari 89 km (dua marhalah), maka kita dianjurkan untuk shalat qasar dan jamak. Ini merupakan suatu keringanan yang diberi oleh Allah Ta'ala kepada hamba-hamba_Nya.

Selamat mudik... :)

Saturday, July 4, 2015

Natuna Berduka : Antisipasi yang (boleh dikatakan) Terlambat

Sebenarnya saye malas naktulis-tulis ini, nanti tentulah ada yang komen "ndeksek gune koar-koar kat sini, ndekkan didengu gek".
Tapi tak apa lah, karena untuk saat ini hanya ini yang bisa saya lakukan, semoga yang kecil ini bisa membawa perubahan.
Setelah musibah baru nak semue pade sibok. Jadi pepatah "LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI" yang selalu di gaung-gaungkan itu seakan hanya sampai dimulut saja, tidak dilaksanakan. Terbukti kan  setelah kejadian baru nak surati PELNI agar tetap layani Natuna. Deghi lok ti gimene jek itak yau? Kenapa setelah kejadian baru dilakukan?
via http://www.haluankepri.com/
Padahal pengalihan jalur kapal ini hampir tiap tahun dilakukan oleh PELNI, dengan alasan membackup pemudik dari Jawa dan Kalimantan. Emang dari dan ke Natuna tidak ada pemudik? semacam pulau hantu tak berpenghuni gitu?
Dulu, "tingkah" ini seperti tak dipedulikan, dulu-dulu tak ada perhatian. Sekarang setelah terkena efek seperti ini barulah nak sibuk surat menyurat. Kita, saya tidak mengatakan mereka yang barusan saja. Kita, sepertinya memang terdidik untuk melakukan aksi saat sudah terjadi kejadian, tidak menganalisa terlebih dahulu untuk melakukan tindakan preventif.

Pernah juga dulu saya ingat betul, jalan didepan rumah, sudah rusak parah, berlubang hingga kedalaman sekian puluh cm dan dengan lebar yang tak kecil. Tidak ada tindakan preventif pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut hingga terjadi beberapa kecelakaan dan yang terkahir kecelakaan parah hingga menyebabkan pengendara meninggal, baru lah jalan itu diperhatikan. Itu pun hanya ditampal dengan semen seadanya, "jek pade ndek" kata orang Ranai.

Tidak ada dana? Bohong! APBD Natuna itu Triliunan, keliatan secara signifikan apa saja yang dibangun? apa saja yang berubah? Listrik masih sering mati, jalan masih lobang-lobang, selokan parit amburadul, pembangunan asal jadi. Malah yang ada Gedung Srindit yang bersejarah itu dirobohkan.
via http://economy.okezone.com
Mari kita contohi orang-orang dan kinerja pemerintah di luar, Jogja misalnya. Jalan di Jogja itu rusak tidak rusak selalu ada perawatan, agendanya berlangsung tiap tahun! dan begitu juga di kota lain. Kenapa tidak dicontoh? 

Saya sering mendengar tentang kunjungan kerja, kesini lah kesitu lah. Yang di dapat apa? Yang dicontohi apa? Ngapain saat kunjungan kerja ramai-ramai yang menghabiskan uang rakyat ratusan juta rupiah itu? Karoke? ke belenje betu akik?

Semoga kita semua sadar, saling nasehat menasehati saja dalam melakukan kebaikan dan amal, itu salah satu kunci sebuah negeri akan maju dan berkembang. Aamiin.

Natuna Berduka : Tinggal 5 Jenazah yang Belum Teridentifikasi

"Terimakasih kepada rekan-rekan BBM dan grup Berita Natuna dalam membagi informasi mengenai kecelakaan pesawat ini."

Perlu diketahui, memang menggunakan pesawat Hercules sebagai moda transportasi umum adalah hal yang tidak sesuai prosedur. Namun ini adalah bukti nyata bahwa kami masyarakat Natuna sangat membtuhkan moda transportasi yang murah dan memadai. Tidak semua masyarakat kami mampu menggunakan moda transportasi reguler yang biayanya sangat tinggi. Dan diperparah dengan kebijakan PELNI yang meniadakan kapal rute dari dan ke Natuna dengan alasan antisipasi untuk Pulau Jawa dan Kalimantan. Kami memang Pulau Kecil, kami terletak di ujung utara Indonesia. Masihkah kau bilang NKRI harga mati? kami juga ingin mudik nyaman, aman dan selamat tanpa embel-embel ilegal!

Tulisan diatas (yang tidak diketahui sumbernya) kerap kali mengisi status dan profil picture rekan-rekan BBM saya, sebagai luapan kesedihan atas keadaan yang kami alami saat ini, terutama masalah transportasi. Semoga dengan ini semua elemen sadar, bahwa kita semua masih mengharapkan transportasi untuk pulang kampung halaman dengan aman dan selamat.
Sudah lewat 4 hari dari hari terjadinya kecelakaan Pesawat Hercules yang jatuh di pemukiman warga di Medan, Sumatera Utara. Pesawat pengangkut logistik itu jatuh saat hendak melanjutkan penerbangannya ke Tanjung Pinang - Natuna dan terakhir ke Pontianak. Pesawat tersebut tak hanya mengangkut logistik namun juga beberapa warga sipil dan keluarga anggota yang menumpang untuk pulang. Penumpang terbanyak adalah dengan Tujuan Natuna dengan total kurang lebih 60 orang.

Seperti yang sudah kita ketahui, kecelakaan ini merenggut lebih dari 100 korban yang terdiri dari penumpang pesawat dan warga sipil di sekitar pemukiman. Berita menyebutkan seluruh penumpang pesawat meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Pada tanggal 1 juli lalu, penerbangan ekstra dilakukan oleh Pesawat Wings Air guna mengangkut keluarga korban dari Natuna untuk dibawa ke Batam, selanjutnya ke Medan guna membantu proses identifikasi korban. dan Alhamdulillah sebagian besar korban sudah teridentifikasi, dan berturut hingga kemarin, korban meninggal sudah diterbangkan ke Natuna untuk diserahkan ke keluarga untuk di shalatkan dan dikebumikan di kampung halaman.
Proses Pengantaran Jenazah di Hangar Lanud Ranai.

Sampai saat ini sudah ada 18 (sumber Bankom RAPI Natuna) dari 23 jenazah yang sudah terindifikasi dan juga sudah dipulangkan ke Natuna untuk dikebumikan. 
Foto sebagian dari Korban jatuh Pesawat Hercules, (sumber display picture BBM)
Sementara 5 orang lagi masih dalam proses identifikasi dan menunggu hasil, semoga cepat terlaksana dan cepat ditemukan, aamiin.


Sejarah Perminyakan di Bumi Lancang Kuning: Langkah Nekat Hopper dan Lapangan Terbesar se-ASEAN.

Bumi Sumatra tak pernah habis memberi kejutan, setelah beberapa tahun lalu saya menulis tentang jejak penemuan minyak pertama di pulau ini, ...