Thursday, February 18, 2016

Balikpapan, First Destination : Monumen Perjuangan Rakyat

Hari ini merupakan hari pergantian tahun untuk kalender masehi, boleh dibilang tidak ada yang istimewa dihari ini. Hanya saja saya sudah membuat janji dengan teman kantor untuk jalan-jalan mengitari Balikpapan, sekalian jadi guide perjalanan. Mumpung libur, mumpung bos sedang cuti, dan mumpung mobil kantor dititipkan ke saya. #serbamumpung.
Makodam VI/ Mlw di seberang Monpera
Hari ini tujuan pertama adalah Tugu Monpera atau yang lebih dikenal dengan Monumen Perjuangan Rakyat. Monumen ini terletak tepat di depan Markas Komando Daerah Militer VI Mulawarman dan berhadapan langsung dengan laut. Masih terletak di pusat Kota Balikpapan. Letak Monpera ini berada di tepi jalan raya sehingga tidak sulit untuk menemukannya, untuk mencapainya bisa dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum (angkot... Eh "taxi" dengan jalur 6 denk, dengan biaya kisaran 3000 - 5000 saja).
Monumen Perjuangan Rakyat

Saat tiba di sana, lokasi ini sedang ramai dikunjungi, berhubung karena hari libur tahun baru kali ya. Saat masuk, kita akan dikenakan biaya retribusi, 5000 untuk kendaraan roda empat dan gratis jika anda tidak membawa kendaraan. Banyak yang sedang bersantai, berkumpul bersama keluarga, komunitas, dan ada juga yang bermain-main di pantai (yang juga bernama pantai Monpera), #serbamonpera. Ada juga muda-mudi yang sedang memadu kasih (anak jaman sekarang), juga tak ketinggalan para fotogenic yang apa-apa difoto.
Pantai Monpera

Monumen Perjuangan Rakyat merupakan monumen yang didirikan untuk mengenang perjuangan Rakyat Kalimantan Timur pada masa penjajahan dulu. Diresmikan pada hari kamis, 16 November 1995 oleh Panglima ABRI, Feisal Tanjung. Monumen yang memiliki tinggi sekitar 20 meter ini dibangun untuk memperingati dua kejadian bersejarah, yakni penghalangan masyarakat balikpapan atas kedatangan pasukan belanda yang tiba di daerah pantai klandasan ilir yang memakan banyak para korban bangsa belanda dan masyarakat balikpapan. Dan yang kedua, telah terjadi pembantaian massal oleh jepang terhadap serdadu belanda untuk memperebutkan sumur mathilda dimana pembantaian tersebut menewaskan kurang lebih 80 serdadu belanda beserta jendralnya. Selepas peperangan, sumur Mathilda direbut kembali oleh masyarakat Balikpapan. Dari peristiwa ini, maka dibangunlah monumen ukiran batu dengan bentuk tentara Indonesia bersama masyarakat Balikpapan mendirikan bendera merah putih yang melambangkan perjuangan rakyat Balikpapan.



Monumen ini merupakan landmark kota dan menjadi ikon Kota Balikpapan (selain Beruang Madu). Monumen dan taman yang terletak di tengah-tengah Kota Balikpapan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang membuat tempat ini selau menjadi pilihan pengunjung, terlebih lagi muda-mudi, komunitas-komunitas bahkan kumpul keluarga.

Taman Monpera boleh dibilang taman yang bersih, terdapat pohon-pohon rindang, dan beberapa kursi taman. Jangan takut kelaparan jika lupa membawa bekal, karena disini terdapat restoran dengan hidangan seafoodnya yang khas, dan tentu ada juga mas-mas dan mbak-mbak penjual jajanan ringan. Tinggal siapin duit aja deh.
Monumen dan Taman Monpera
Saya hanya berjalan sebentar mengitari monumen dan istirahat sebentar di depan tugu nya, sebuah tempat semacam panggung di tepi pantai. Sambil melihat laut, jadi baper kangen kampung halaman. Setelah saya mencari tau lewat mbah gugel tentang tempat ini, ternyata tempat ini juga merupakan spot yang bagus untuk mengabadikan momen sunset. Hanya saja waktu yang terbatas membuat saya tidak bisa berlama-lama disana, masih ada beberapa tujuan lain.





Sumber :
https://id.wikipedia.org
http://bblogger.web.id/sejarah-yang-terlupakan/
http://portalbalikpapan.com/pantai-monpera-balikpapan/
http://www.travellers.web.id/indonesia/east-kalimantan/monpera-beach-and-monument/

No comments:

Post a Comment