Thursday, September 19, 2013

Natuna, Atlantis yang Hilang, part 5

masih tentang Atlantis ye, tak bosan memang kalau nak jelaskan tentang peradaban yang katenye pernah ade, namu dah hilang ni. Dan rupenye ade di Indonesia.! Luar Biasa.!
orang-orang menggambarkan Atlantis dengan sebuah negeri yang indah, bertanah subur, bangunan super megah dan tertata rapi, teknologi canggih, manusia-manusia super pintar,  pokonye atlantis merupekan pusat peradaban dunia saat itu. sebelum hancur dan hilang karene bencana dahsyat.





Keberadaan Atlantis di Indonesia bukan cuma asal sebut, banyak teori-teori yang menguatkannya, diantaranya adalah tanah Indonesia merupakan tanah yang sangat subur, hasil laut yang melimpah, sumber daya alamnya juga melimpah, mulai dari Migas, Tambang, dan lain-lain. Indonesia juga berada dalam "ring of fire", lingkar gunung api. dan letusan-letusan dahsyatpun pernah tercatat terjadi di Indonesia. seperti Gunung Krakatau, Gunung Tambora, bahkan Gunung api Purba yang berada di Sumatra Utara yang sekarang telah menjadi Danau Toba.


nah sekarang kite padukan dengan tempat kite, Natuna, yang katenye pusat dan sise-sise peradaban Atlantis dulunye berade. ni saye copas artikel dari situs tetangga tentang keberadaan Atantis yang ternyata di Indonesia, tepatnya di Natuna. hhe. JOM LAH.!!!!!!!!!!!


Sisa Peradaban Benua Atlantis Ada Di NATUNA


Oleh : Maulanusantara | Agustus 22, 2008

Benua Atlantis Ada di Indonesia ?

Para peneliti AS menyatakan bahwa Atlantis is Indonesia. Hingga kini cerita tentang benua yang hilang ‘Atlantis’ masih terselimuti kabut misteri. Sebagian orang menganggap Atlantis cuma dongeng belaka, meski tak kurang 5.000 buku soal Atlantis telah ditulis oleh para pakar.

Bagi para arkeolog atau oceanografer moderen, Atlantis tetap merupakan obyek menarik terutama soal teka-teki dimana sebetulnya lokasi sang benua. Banyak ilmuwan menyebut benua Atlantis terletak di Samudera Atlantik. Sebagian arkeolog Amerika Serikat (AS) bahkan meyakini benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.

“Para peneliti AS ini menyatakan bahwa Atlantis is Indonesia,” kata Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Umar Anggara Jenny, Jumat (17/6), di sela-sela rencana gelaran ‘International Symposium on The Dispersal of Austronesian and the Ethnogeneses of the People in Indonesia Archipelago, 28-30 Juni 2005.

Daratan Sundaland yang terdiri dari Sumatra, Jawa dan Kalimantan
Kata Umar, dalam dua dekade terakhir memang diperoleh banyak temuan penting soal penyebaran dan asal usul manusia. Salah satu temuan penting ini adalah hipotesa adanya sebuah pulau besar sekali di Laut Cina Selatan yang tenggelam setelah zaman es.

Hipotesa itu, kata Umar, berdasarkan pada kajian ilmiah seiring makin mutakhirnya pengetahuan tentang arkeologimolekuler. Tema ini, lanjutnya, bahkan akan menjadi salah satu hal yang diangkat dalam simposium internasional di Solo, 28-30 Juni.


Menurut Umar, salah satu pulau penting yang tersisa dari benua Atlantis — jika memang benar — adalah Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Berdasarkan kajian biomolekuler, penduduk asli Natuna diketahui memiliki gen yang mirip dengan bangsa Austronesia tertua.

Bangsa Austronesia diyakini memiliki tingkat kebudayaan tinggi, seperti bayangan tentang bangsa Atlantis yang disebut-sebut dalam mitos Plato. Ketika zaman es berakhir, yang ditandai tenggelamnya ‘benua Atlantis’, bangsa Austronesia menyebar ke berbagai penjuru.

Lokasi Natuna yang berada di tengah-tengah Laut Cina Selatan
Mereka lalu menciptakan keragaman budaya dan bahasa pada masyarakat lokal yang disinggahinya dalam tempo cepat yakni pada 3.500 sampai 5.000 tahun lampau. Kini rumpun Austronesia menempati separuh muka bumi.

Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Harry Truman Simanjuntak, mengakui memang ada pendapat dari sebagian pakar yang menyatakan bahwa benua Atlantis terletak di Indonesia. Namun hal itu masih debatable.

Yang jelas, terang Harry, memang benar ada sebuah daratan besar yang dahulu kala bernama Sunda Land. Luas daratan itu kira-kira dua kali negara India. ”Benar, daratan itu hilang. Dan kini tinggal Sumatra, Jawa atau Kalimantan,” terang Harry. Menurut dia, sah-sah saja para ilmuwan mengatakan bahwa wilayah yang tenggelam itu adalah benua Atlantis yang hilang, meski itu masih menjadi perdebatan.

Salah satu Pantai di Natuna
Dominasi Austronesia Menurut Umar Anggara Jenny, Austronesia sebagai rumpun bahasa merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah manusia. Rumpun ini memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang.

”Pertanyaannya dari mana asal-usul mereka? Mengapa sebarannya begitu meluas dan cepat yakni dalam 3500-5000 tahun yang lalu. Bagaimana cara adaptasinya sehingga memiliki keragaman budaya yang tinggi,” tutur Umar.

Salah satu teori, menurut Harry Truman, mengatakan penutur bahasa Austronesia berasal dari Sunda Land yang tenggelam di akhir zaman es. Populasi yang sudah maju, proto-Austronesia, menyebar hingga ke Asia daratan hingga ke Mesopotamia, mempengaruhi penduduk lokal dan mengembangkan peradaban.”Tapi ini masih diperdebatan.[imy]








Masjid Agung Natuna

 







Source : Republika, Sabtu 18 Juni 2005
sumber : http://www.wakrizki.net/2010/12/sisa-peradaban-benua-atlantis-ada-di.html



oke, saye rase sampai sini dulu penjelasan mengenai Natuna dan Atlantis, bagi yang dah liat, follow ye blog saye ni, kritik dan saran yang membangun akan selalu saye terime untuk kebaikan blog ini kedepan, terimekeseeeeeh. :)

No comments:

Post a Comment