Monday, May 4, 2015

Natuna dahulu merupakan Jalur Perdagangan Dunia

Kepulauan Natuna merupakan tempat yang strategis. Secara geografis, letaknya berada ditengah-tengah di antara negara-negara Asia Tenggara, di Laut Tiongkok Selatan. Letak geografis yang strategis inilah yang menjadikan Natuna sebagai jalur perdagangan internasional pada mas lampau.

Pulau-pulau di Natuna merupakan pelabuhan transit kapal-kapal dagang dari Kerajaan Sriwijaya, Dinasti-dinasti di Tiongkok, Kerajaan Siam (Thailand), bahkan hingga zaman Perang Dunia II laut Natuna merupakan "jalan" yang ramai dilalui.

Zaman dulu, Natuna merupakan pelabuhan transit bagi kapal-kapal dagang, maupun kapal ekspedisi. Natuna juga merupakan tempat berteduh mereka dari badai. Kapal-kapal ekspedisi maupun kapal dagang kerap berhenti di pulau-pulau di Natuna untuk berteduh dari amukan badai di tengah laut. Sambil berteduh di pulau ini, mereka juga melengkapi logistik untuk melanjutkan perjalanan mereka, seperti air tawar dan logistik-logistik lainnya.

jalur ekspedisi Sriwijaya, via yogapermanawijaya.wordpress.com
Oleh karena itulah, sejarah Natuna berkaitan dengan kerajaan Sriwijaya, dan Dinasti-dinasti Kerajaan di Tiongkok. Banyak barang-barang dagang dan keramik-keramik yang berasal dari negeri-negeri tersebut ditemukan di laut Natuna. ini di karenakan kapal-kapal tersebut karam sebelum sempat berteduh dari badai serta terkena hempasan ombak Laut Cina Selatan. Barang-barang bersejarah tersebut ditemukan di pesisir pantai hingga di laut dengan kedalaman 10 hingga 25 meter.

Temuan barang-barang zaman dahulu di perairan Natuna, via http://natuna-tourism.blogspot.com
Ternyata tak hanya perdagangan lintas Asia Tenggara saja, Natuna juga merupakan alur dari lintasan perdagangan antar Asia Tenggara dan Eropa, ini terbukti setelah ditemukannya lempengan Timah  kuno diperkirakan berumur ratusan tahun terpendam di dasar perairan Natuna. Berdasarkan cerita masyarakat sekitar Natuna, jaman dahulu kala perairan Natuna adalah perairan yang sering digunakan pada pedagang lintas eropa dan asia tenggara. Terbukti salah satunya  peningalan zaman Inggris  yang di perolehnya berupa  lempengan logam  dari hasil penyelaman laut Natuna dengan tak sengaja menemukan benda asing di dasar laut. Dalam lempengan itu bertuliskan bertuliskan Jacob Behrens konon nama tersebut adalah nama pengusaha terkaya di dunia pada abad 20.

Kin Jacob Behrens, via http://treasuremistery.blogspot.com



No comments:

Post a Comment