Tuesday, December 13, 2016

Tulisan Perantau : Banjarmasin, Jelajah Kota Sungai yang Super Kaya (2)

Setelah hanya melihat-lihat dan membayar rasa penasaran akan uniknya pasar terapung, serta bercengkerama dengan ratusan monyet di pulau Kembang, kami memutuskan untuk pulang, mencari sarapan dan istirahat sejenak di hotel. Lalu memikirkan perjalanan berikutnya.


Jembatan Barito
Saya telah googling tempat-tempat wisata yang ada disekitaran Banjarmasin ini, namun yang keluar kebanyakan yang terletak jauh dari kota, ditambah passion teman-teman yang memang kurang untuk explore-explore jadi ya begitulah ya, hmm. Jadi yang terdekat yang bisa dikunjungi adalah Jembatan Barito. Namun sebelumnya kami pergi mengisi perut untuk menambah sedikit tenaga. Tujuan kali ini adalah Soto Banjar, nah ini baru bener-bener Banjar, karena soto banjarnya terletak di Banjarmasin, di “sarang”nya. 

Kulineran dulu bray.....
Setelah mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan ke Jembatan Barito, Jembatan kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan. Jembatan yang melintasi sungai Barito selebar 800 m dan melewati sebuah pulau kecil di bawahnya, pulau Bakut namanya, sebuah objek wisata mangrove untuk melihat hewan asli Kalimantan : Bekantan. Pulau Bakut ini memiliki lebar 200 m dan jika dilihat dari gugel mep, bentuknya hampir sama seperti pulau Kumala yang ada di Tenggarong.
Jembatan Barito
Jembatan Barito ini juga merupakan akses penting masyarakat, Jembatan yang memiliki lebar sekitar 10 meter ini menghubungkan jalan lintas provinsi ke provinsi Kalimantan Tengah, atau biasa disebut dengan jalan Trans Kalimantan. Berjarak 15 km dari Kota Banjramasin dan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai tempat ini. Jembatan yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 24 April 1997 ini memiliki tinggi ruang bebas jembatan berkisar 15-18 meter, sehingga dibawahnya bisa dilalu kapal-kapal yang kerap lalu lalang. Setelah sampai dijembatan Barito kami hanya berfoto dengan latar belakang tulisan jembatan Barito saja, tidak ada yang spesial (atau mungkin belum), karena saya tidak menemukan spot yang tepat untuk mengabadikan jembatan ini dengan molek. Keterbatasan daya, dan waktu. Hanya sebentar saja, lalu kami beranjak pulang dan istirahat, menunggu malam.





Wisata Sungai, dan Pasar Terapung Malam
Tujuan berikutnya adalah menikmati malam di kota seribu sungai. Nah tadi sore, si temen yang nyupir mengeluh tidak enak badan. Kami menyuruh dia istirahat, dan teman-teman lain menyuruh saya untuk nyetir. What! Tempat baru ini, langsung disuruh nyetir aje, tapi gak apa-apa lah, dari pada bengong sampai besok, mending nekat dengan bantuan gugel mep.

Pasar Terapun Taman Siring

Pasar Terapung Taman Siring
Tujuannya kali ini ke Taman Siring yang terletak di tepi Sungai Martapura. Alhamdulillah bisa sampai kesana dengan bantuan dek gugel mep. Taman ini selalu ramai dikunjungi, seperti alun-alunnya lah ya. Tempat nongkrong juga banyak tersedia disini, disisi darat maupun sungai. Nah, ada pasar terapung lagi saat malam, di taman ini kegiatan jual-beli diatas perahu masih tetap dilakukan, untuk menarik wisatawan akan termahsyurnya kegiatan ini. Banyak barang yang dijual, sayur, buah, dan lain-lain. Atau mungkin mau coba nongkrong dengan sensasi bergelombang? Ada beberapa kios-kios terapung yang menjual aneka makanan dan minuman, beli dan minum disitu sambil menikmati gelombang-gelombang kecil yang dibuat oleh arus pelan sungai juga bekas perahu-perahu klotok yang lewat sepertinya bakal menyenangkan.
Cafe Terapung
Kami berjalan kaki menyusuri  taman di tepian sungai ini, terdapat menara pandang, rumah adat, dan beberapa fasilitas umum. Tak jauh dari situ, berdiri gagah patung Bekantan yang menyemburkan air dari mulutnya, ala-ala Singapur gitu. Bekantan merupakan hewan asli Kalimantan, dan tempat ini merupakan spot foto yang paling digemari.
Patung Bekantan Taman Siring

Patung Bekantan Taman Siring
Kemudian kami mencoba untuk berwisata sungai naik perahu klotok. Dengan harga karcis 5000 rupiah, kita dibawa untuk menyusuri sungai ditengah-tengah kota ini. 5000 perorang untuk 20 menit wisata sungai di malam hari. worth it lah. Hari sudah mendekati tengah malam, taman Siring perlahan-lahan sepi, para pengunjung sudah banyak yang pulang. Tidak seperti tempat-tempat nongkrong yang biasanya selalu ramai hingga pagi, hmmm ini bertanda kami juga harus pulang, istirahat, untuk kembali ke Tanjung esok hari.
Wisata Sungai

Sumber : 
wikipedia

No comments:

Post a Comment