Wednesday, March 1, 2017

Teknik Produksi : Fasilitas Produksi Lepas Pantai

Anjungan produksi lepas pantai mempunyai fungsi yang dapat ditinjau dari kegunaannya dapat dikelompokkan sebagai tempat produksi (Production Platform), sebagai tempat pemisah fluida produksi (Satellite) dan sebagai tempat penimbun (Storage), bahkan sebagai tempat tinggal atau hunian para pekerja atau merupakan gabungan dari fungsi-fungsi diatas. Ditinjau dari sistem produksinya, anjungan lepas pantai dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :
  • Sistem produksi konvensional (Conventional Production System), dimana semua peralatan produksi diletakkan pada anjungan diatas permukaan laut maupun pada dek anjungan.
  • Sistem produksi bawah permukaan (Subsea Production Sharing), dimana peralatan produksi khususnya well-head, x-mas tree, manifold, header dan storage diletakkan didasar laut. Sedangkan sistem kontrol operasi dilakukan secara otomatis dengan remote control, tetapi pemisahan fluida (processing) tetap dilakukan pada satellite platform.

1. Tipe Anjungan Produksi
Ada beberapa tipe anjungan produksi yang umum digunakan, antara lain :
  • Template Platform
  • Concrete Gravity Platform
  • Guyed Tower Platform
  • Tension Leg Platform
  • Drill Trough Platform
a. Template Platform
Jenis platform ini sering disebut dengan Conventional Platform, karena merupakan anjungan produksi generasi pertama (1974) yang dipasang pada kedalaman 200 ft dilepas pantai Lousiana. Dan pada tahun 1978 telah dipasang pada kedalaman laut 1000 ft.

Pada dasarnya anjungan ini terdiri dari struktur pipa baja yang besar (Jacket) dan ruang Deck. Melalui kaki anjungan, jacket diikatkan pada tiang pancang dasar laut yang berfungsi sebagai penyangga anjungan, sedangkan ruang deck berfungsi untuk menyokong kegiatan operasional dan beban lainnya.

Tipe template ini cocok digunakan pada kedalaman laut antara 200 hingga 300 meter. Sedangkan untuk kedalaman yang lebih dalam, tipe ini kurang praktis karena memerlukan tiang penyangga dengan ukuran besar dan juga panjang yang memadai.

Instalasi template platform ada dua macam yaitu : instalasi terapung (Self Floating Installation) dan instalasi barge launching (Barge Launching Installation).
  • Self Floating Installation, cara pemasangan instalasi ini adalah dengan jalan mengapungkan Floater yang dapat dilepas atau terapung sendiri karena efek buoyancy, kemudian ditarik menuju lokasi yang telah ditentukan dan struktur anjungan diturunkan vertikal kedasar laut dengan cara mengisi Flooding Chamber Pipe.
  • Barge Launching Installation, saat keluar dari pabrik maka struktur anjungan ditempatkan pada kapal tongkang selanjutnya barge ditarik menuju lokasi dan diturunkan dengan cara Ballasting kemudian diluncurkan kelaut dan ditegakkan dengan menggunakan Barge Derrick agar dapat berdiri tegak pada koordinat yang telah ditentukan.
b. Concrete Gravity Platform
Platform ini terikat kedalam dasar laut karena berat konstruksinya sendiri yang terbuat dari beton bertulang. Pertimbangan penting dalam penempatan anjungan jenis ini adalah lokasi dasar laut harus stabil dan tahan terhadap penembusan tiang pancang sehingga didapatkan stabilitas struktur yang baik. Berdasarkan alasan ini concrete platform tidak dapat dioperasikan pada semua lokasi. Karena kondisi strukturnya, maka fasilitas produksi lengkap dimana dapat ditempatkan diatasnya dan dapat dipasang langsung sejak dari pabrik. Disamping itu dapat pula dilengkapi dengan penimbun yang tidak perlu dipancang. 
Concrete Gravity Platform, via Sir-Robert-McAlpine.com

c. Guyed Tower Platform
Merupakan platform dengan struktur baja yang diletakkan diatas Spud Can didasar laut. Karena anjungan ini dapat bergerak diatas spud can, maka untuk menjaga agar hanya dapat bergerak pada batas-batas tertentu, anjungan ini diikat secara simetris dengan kabel-kabel (Guy-lines) yang diklem pada dek dengan menggunakan sepasang Wedge Type Lucker Clamps
Guyed Tower Platform, via Indonesianship.com
d. Tension Leg Platform
Merupakan anjungan produksi yang dibuat dari baja atau beton bertulang yang relatif ringan sehingga dapat terapung dipermukaan laut dan diikat dengan guy-lines ke struktur pondasi yang ditancapkan didasar laut. Karena anjungan ini terapung maka kabel-kabel pengikat harus selalu dalam keadaan tegang (Tension), sehingga posisi anjungan dalam keadaan cukup stabil pada kondisi operasi. 
Tension Leg Platform, via rigzone.com
e. Drill Through Leg (DTL) Platform
Dirancang dengan empat kaki baja, dimana terdapat dua pipa vertikal dengan diameter besar dan dua lainnya lebih kecil dan dipasang miring. Pemboran dilakukan diatas kaki vertikal dengan kedalaman antara 145-264 ft untuk tipe Mudslide DTL dan 71 ft untuk Conventional DTL. Keuntungan platform ini adalah cukup stabil, baik terhadap pengaruh dari luar maupun akibat beratnya sendiri dan harganya juga yang relatif murah.

2. Fasilitas Tranportasi Produksi Lepas Pantai
Pengiriman fluida produksi dari satu platform menuju platform yang lain maupun dari platform produksi ke satellite dan dari satellite ke storage serta dari storage ke mooring atau ke terminal dilakukan melalui sistem pemipaan dengan diameter pipa antara 8 sampai 18 inch yang diletakkan pada dasar laut. Terdapat beberapa metode pemasangan pipa didasar laut, antara lain :
  1. Bottom Pull Method.  
    • Pada metoda ini seluruh bagian pipa disandarkan pada dasar laut. Pipa ini dirancang untuk mengalirkan fluida produksi dari terminal darat, maka sebagian pipa berada di darat dan selebihnya berada di dasar laut dan pada bagian akhirnya mengembang untuk sampai ke platform atau tanker, metode ini sering digunakan pada pipa dasar laut dari terminal ke Single Bouy Mooring (SBM) seperti di Balongan, Cirebon.
  2. Station Method.  
    • Pada bagian ini pipa disambung dengan cara dilas di darat, kemudian ditarik dengan dengan pontoon kedalam laut. Sebagian besar dari pipa melayang dilaut dan untuk menempatkan posisinya maka diberi pelampung (Floating) sehingga mudah diketahui keberadaannya.
  3. Relled Pipe Method. 
    •  Pada metode ini pipa yang sangat panjang digulungkan pada Rell Barge dengan diameter gulungan yang sangat besar yang selanjutnya akan dilepaskan didasar laut ketika barge bergerak menuju tempat tujuan. Umumnya jenis pipa yang digunakan adalah pipa elastis (spiral) atau pipa plastik yang dibalut dengan asbes atau karet.
  4. Lay Barge Method.  
    • Pada pemasangan dengan metode ini sambungan-sambungan pipa dilas di barge dan pelaksanaan pemasangan di atas barge.
Single Bouy Mooring, via www.dorsea.my
2.1. Sistem Gathering Lepas Pantai
Jaringan pipa transportasi untuk mengalirkan fluida produksi baik dari anjungan produksi menuju satelit, dari satelit ke storage maupun dari storage ke mooring atau terminal dilakukan melalui sistem jaringan pipa dasar laut. Dari anjungan proses/CPA fluida produksi dikirim dengan pipa dasar laut yang berukuran lebih besar, dengan jenis pipa tertentu seperti Plastik Lined Steel Pipe, dengan jenis pipa baja aluminium menuju terminal yang berada di darat atau ke storage vessel di laut. Dari sinilah fluida yang telah dipisahkan kemudian dikapalkan (Loading) melalui Single Bouy Mooring (SBM).

2.2. Stasiun Pompa Pada Anjungan
Unit stasiun pompa dianjungan tidak jauh berbeda dengan stasiun pompa di darat yaitu menggunakan pompa tekan jenis Piston Duplex Double Acting atau Triplex Single Acting ataupun pompa sentrifugal tergantung pada besarnya tekanan yang diperlukan. Stasiun pompa ini biasanya ditempatkan pada rantai dasar anjungan (Cellar Deck) dari anjungan proses, untuk mengirimkan fluida menuju storage atau terminal didarat.

3. Fasilitas Pemisahan Lepas Pantai
Merupakan anjungan dengan fasilitas pemisahan yang berada didekat anjungan produksi, biasanya anjungan ini dirangkaikan dengan salah satu anjungan produksi yang berfungsi sebagai suatu stasiun operasi produksi (satelite).

3.1. Peralatan Pada Satellite
Peralatan baik yang berada pada cellar deck, main deck, maupun pada top deck terdiri dari :
  • Separator Produksi
  • Scrubber Gas
  • Oil Skimmer
  • Chemical Electric
  • Free Water Knock Out (FWKO)
  • Surge Tank
  • Pig Launcher dan Pig Receiver, tempat menerima dan mengirimkan pig (pembersih flowline)
  • Compressor
  • Stasiun Pompa
  • Power Crane
  • Safety Control System
  • Hydrant, unit pemadan kebakaran dan alat keselamatan lainnya
  • Safety Calsuls
  • Main and Safety Engine/Turbine

3.2. Central Procesing Area (CPA)
CPA merupakan unit pemroses untuk suatu lapangan yang besar berfungsi untuk memproses fluida produksi dari beberapa lapangan disekitarnya, selain terdapat unit pemroses fluida (pemisah minyak, air dan gas) juga dilengkapi dengan unit pemroses gas, sehingga gas yang dikirim ke LPG plant untuk diproses lebih lanjut menjadi Liquid Petroleum Gas.
Unit peralatan CPA terdiri dari beberapa perangkat peralatan pemisah dan perangkat peralatan penunjang operasi lainnya yang secara garis besar terdiri dari beberapa peralatan, yaitu :
  • Separator Produksi
  • Scrubber Gas
  • Free Water Knock Out Tank
  • Manifold
  • Flowline, pipeline penghubung dan penyalur valve
  • Compressor, baik low compressor maupun high compressor
  • Glycol Tower Absorber, untuk mengeringkan gas
  • Glycol Rake Generation, untuk pemanasan glycol
  • Stasiun Pompa
  • Pig Launcher dan Pig Receiver
  • Metering System
  • Control Room, ruang pengontrol operasi kerja yang dilengkapi dengan panel-panel kontrol
  • Unit Pemadam Kebakaran
  • Unit Pengangkut Barang
  • Unit Pemukiman Kerja
  • Panel Safety System dan perangkat peralatan keselamatan kerja

3.3. Anjungan Kompresor
Anjungan kompresor ini merupakan unit pemroses gas setelah gas dipisahkan dari fluida produksi dianjungan proses. Pada anjungan ini gas mengalami pemampatan dan pengeringan sebelum dikirim ke LPG plant, untuk diproses lebih lanjut menjadi LPG. Perangkat peralatan pada anjungan kompresor ini, baik pada main deck ataupun pada cellar deck, terdiri dari :
  • Compressor, untuk memberikan tekanan pada gas supaya dapat dimampatkan
  • Glycol Tower Absorber, untuk mengeringkan gas
  • Pig Launcher dan Pig Receiver
  • Pipa-pipa, Flowline, Orifice Meter, Valve
  • Generator Engine
  • Sum Tank, Flare, Pump
  • Control Room, Scrubber Gas
  • Panel Safety System
  • Unit Pengangkut Barang
  • Unit Pemadam Kebakaran
Untuk suatu lapangan produksi lepas pantai yang sudah dilengkapi dengan central processing area (CPA), maka anjungan proses dan anjungan kompresor tidak diperlukan lagi.

4. Fasilitas Penampungan Lepas Pantai
Fasilitas penampungan migas untuk lapangan produksi lepas pantai dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
  • Menampung hasil produksi migas lepas pantai tersebut pada suatu terminal penampungan didarat.
  • Menampung hasil produksi migas lepas pantai tersebut pada fasilitas penampungan dilaut seperti tanker, storage vessel dan storage tank terapung atau pada tangki-tangki yang dipasang pada kaki-kaki anjungan produksi.

4.1. Terminal Loading Area (TLA)
Merupakan suatu unit penampungan fluida produksi yang terdiri dari beberapa tangki pengumpul (storage tank) dan dilengkapi juga dengan fasilitas pengapalan seperti Loading Pump, metering system, manifold dan lain-lain.
Seperti halnya terminal yang menampung produksi fluida produksi dari lapangan darat, untuk terminal loading area yang menampung fluida produksi dari lapangan lepas pantai juga dilengkapi dengan beberapa peralatan utama, antara lain :
  • Storage Tank
  • Pig Launcher dan Pig Receiver
  • Booster Meter
  • Loading Pump
  • Manifold
  • Surge Tank
  • Sum Tank
  • Drainage Sum Tank
  • Free Water Knock Out Tank
  • Control Room
  • Unit Pemadam Kebakaran
  • Pipeline, Sealine dan Metering System
  • Single Buoy Mooring (SBM) System

4.2. Pengapalan (Loading)
Yang dimaksud dengan pengapalan (loading) adalah pengapalan minyak dari storage tank dengan pipa dasar laut menuju tanker. Minyak dari storage tank dialirkan ke manifold, pembukaan valve disesuaikan dengan minyak yang akan diloading dari tanki yang dikehendaki. Selanjutnya minyak dipompa oleh booster pump dan jika diperlukan minyak tersebut dipanaskan terlebih dahulu supaya jangan membeku dengan heater atau cara lain. Kemudian dialirkan ke metering system terus ke loading pump, manifold, sealine, single buoy mooring (SBM) system, masuk ke dalam tanker.

2 comments:

  1. Sampe sekarang masih mikir, kok manusia hebat banget ya bisa bikin bagunan ditengah laut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Improvisasi Kak. Hehehe. Rata2 alatnya ada juga yg difabrikasi didarat, lalu ditarik dibawa ke Laut.

      Delete