Saturday, November 25, 2023

Menginap di Homestay Nirmala Sijunjung: Rasa Apartemen, Wak!

Matahari sudah lebih dari satu jam kembali ke peraduan ketika kami tiba di Kabupaten Sijunjung. Perjalanan panjang dari Bandara ke Sijunjung membuat badan letih sekali. Namun ada 1 kegiatan yang harus diikuti malam ini, yakni gala dinner penyambutan peserta di kediaman pimpinan daerah. Di sana aku bertemu dengan beberapa rekan, dulu kami bertemu pada acara serupa namun di tempat yang berbeda. Geopark ini "itu-itu saja" fikirku. 

Setelah kegiatan selesai, barulah kami kembali ke homestay untuk istirahat.

Jauh sebelum berangkat ke sini, panitia mengirimkan undangan yang juga berisi jadwal acara dan beberapa opsi penginapan. Aku memilih di penginapan Nirmala Homestay yang tak terlalu jauh dari lokasi acara. Melihat brosur yang ditawarkan, Nirmala Homestay ini merupakan homestay yang baru sehingga membuatku tertarik memilih homestay ini untuk jadi tempat menginap.

Brosur Homestay Nirmala

Homestay Nirmala ini terdiri dari 3 lantai, lantai bawah berfungsi sebagai ruangan resepsionis, lantai dua terdapat beberapa kamar yang juga digunakan oleh peserta kegiatan. Sedangkan kami menyewa kamar di lantai paling atas.

Aku tak tahu seperti apa kamar di lantai dua karena memang tak ke sana. Namun akan ku deskripsikan bagaimana tempat kami di lantai tiga. Jom!

di teras lantai tiga

Homestay di lantai tiga berbentuk seperti rumah. Rumah di atas rumah begitulah kira-kira yang bisa ku jelaskan. Dari tangga naik kita langsung memasuki teras rumah yang lumayan luas, bisa digunakan untuk bersantai dan juga menjemur pakaian.

Masuk ke dalam terdapat ruang tamu kecil lengkap dengan sofa full set. Di samping ruang tamu ada kamar tidur utama yang begitu luas dengan kamar mandi di dalamnya. Kelengkapan ruangan mulai dari kasur, lemari hingga pendingin ruangan semuanya serba baru, kesan elegan melekat berpadu tata letak yang pas.

Interior Nirmala Homestay

Kamar tidur satu lagi yang berukuran lebih kecil. Di sini tempat ku tidur, kamar seluas kira-kira 3x4 meter ini berisi sebuah kasur twins, lemari dan meja rias. Pendingin ruangan melengkapi ruangan kelas standart ini.

Keluar dari kamar, kita akan langsung terhubung ke ruang televisi yang sekaligus berfungsi sebagai ruang makan. Dapur bersihnya dipisah oleh sebuah minibar, toilet berada di pojok ruangan. Peralatan dapurnya pun terbilang lengkap: tersedia alat makan, kulkas, hingga dispenser air minum. Beberapa sachet teh dan kopi juga disediakan gratis untuk tamu yang menginap.

Ruang makan sekaligus dapur, dan hospitality tray

Dan yang paling menyenangkan, semua peralatannya masih gress alias baru. Sebuah vibe yang sangat pas untuk mengantar tidur pulas malam ini.

-------------

Saat pagi tiba, pemandangan dari lantai tiga homestay sungguh menenangkan. View bukit dengan kubah masjid seakan-akan seperti imajinasi masa kecilku tentang desa yang aman dan tentram menjadi nyata. Dan itu ku dapati di ranah minang ini, kampung leluhurku. Lengkap sekali rasanya, setelah tidur begitu nyenyak tadi malam, paginya disambut dengan suasana seperti ini. Bikin betah!

Suasana pagi di homestay (atas) dan pemandangan di depannya (bawah)

Aktivitas pagi masyarakat mulai riuh di bawah, lalu lalang kendaraan, hiruk pikuk suasana pasar di kejauhan, hingga kesibukan siswa-siswi yang bersiap berangkat sekolah. Udara Kabupaten Sijunjung yang adem dan segar setia menemani ku pagi ini.

Tak lama berselang, petugas homestay datang membawa nampan sarapan berisi nasi goreng dan Bubur Kampiun sebagai hidangan penutup.

Nasi Goreng dan Bubur Kampiun khas Minangkabau

Bagi masyarakat Minangkabau, Bubur Kampiun (berasal dari serapan bahasa Inggris: Champion yang berarti Juara) adalah kuliner sarapan legendaris yang memadukan berbagai jenis hidangan manis dan gurih dalam satu mangkuk. Di dalamnya terdapat kombinasi bubur sumsum yang lembut, bubur kacang hijau, olahan ketan/lopek, hingga kuah santan dan siraman gula merah pekat. Rasanya benar-benar Champion! Perpaduan gurih-manis yang legit, hangat di perut, dan seketika menjadi "doping" alami yang sempurna untuk membakar semangat sebelum menghadapi agenda panjang hari ini.

Duduk di lantai tiga "apartemen" ini, menyantap sarapan lezat dengan latar belakang perbukitan asri dan riak kehidupan Ranah Minang Silokek, menjadi sebuah momen pembuka perjalanan yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyegarkan pikiran.


Nb:
Yang mau kepoin homestay nya bisa cek di ig nirmala homestay, yap!


No comments:

Post a Comment

Cerita Pickleball di Natuna: Gema "Tiktok" di Ujung Utara

Sudah empat episode cerita pickleball yang saya tulis di blog ini, mulai dari  sejarah kelahirannya ,  momen ekspansinya ,  gerakan era mode...