Pada tiga episode yang lalu, kita sudah mengetahui tentang sejarah Pickleball, ekspansinya ke berbagai negara hingga perkembangan olahraganya. Berikutnya kita akan ulik sejarah perkembangan Pickleball di Indonesia. Oke, jom!
Mengutip beberapa sumber, ada beberapa versi tentang awal mula pickleball masuk ke Indonesia. Versi pertama menurut wikipedia. Disebutkan bahwa Pickleball pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1996, kala itu sepasang suami istri mengenalkan pickleball di area komplek perumahan mereka dalam skala komunitas kecil, sehingga tak begitu berkembang pesat.
Versi kedua mengutip sebuah artikel dari Retizen Republika, yang menyatakan bahwa pickleball masuk ke Indonesia pada kurun waktu 2015-2017 yang dibawa oleh sekelompok ekspatriat Amerika dan Kanada. Mereka mulai memainkannya di klub-klub olahraga Jakarta, salah satunya dipelopori oleh sosok bernama Michael Thompson di JSRCC (Jakarta Sports & Recreation Community Center). Pada masa ini, permainan masih sangat terbatas di lingkungan komunitas internasional dan belum dikenal luas oleh masyarakat lokal.
Kendati demikian, kami belum menemukan referensi literatur yang cukup kuat untuk memverifikasi dua versi awal di atas.
Versi ketiga mengenai masuknya olahraga ini di Indonesia adalah tahun 2019. Tepatnya pada 14 April, seorang instruktur Pickleball England berkebangsaan Belanda bernama Jeff van der Hulst (Ambassador International Federation of Pickleball), bersama dengan Sri Dewi dan Susilo (Cak Sus) selaku Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) memperkenalkan olahraga ini di Indonesia. Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi kampus pertama tempat olahraga ini dikenalkan.
Sambutan akan olahraga ini begitu besar, sosialisasi Pickleball pada tahun yang sama diperluas sampai ke Cirebon hingga ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada bulan november. Bahkan juga di bulan yang sama, pickleball sudah dikenalkan sampai di Kalimantan Timur.
Turnamen Pertama
Tak menunggu waktu lama, pada bulan November 2019, turnamen pickleball pertama di tanah air ini digelar. Turnamen bertajuk Jakarta Pickleball Championship 2019 ini berlangsung di Hall A Kampus FIK UNJ, dan diikuti oleh pelajar, mahasiswa, dosen dan guru-guru olahraga.
Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen perdana ini dilaksanakan juga bertujuan untuk mensosialisasikan pickleball kepada masyarakat luas, penjaringan dan pembinaan bibit atlet hingga penguatan komunitas. Beberapa tokoh ikut meramaikan turnamen pickleball perdana tersebut diantaranya Hendry Winarto (mantan atlet badminton nasional dan juga kini sebagai pelatih Badminton di USA juga sebagai atlet dan pelatih Pickleball), Jeff, Cak Sus, dan Sri Dewi.
Wadah Resmi
Pada tahun 2020 “Persatuan Pickleball Indonesia” (PPI) sebagai wadah resmi olahraga Pickleball di tanah air didirikan. Namun saat pengajuan akta notaris, PPI tidak disetujui dan akhirnya berubah menjadi “Indonesia Pickleball Federation” (IPF) dengan Dr. Komaruddin sebagai ketua PB IPF Pertama.
.jfif) |
| Logo IPF |
Dan kini, jaringan IPF kini sudah tersebar diberbagai provinsi di Indonesia.
Selain organisasi resmi, pickleball berkembang pesat lewat peran aktif klub dan komunitas. Komunitas di Kalimantan Timur dan Bali, misalnya, gencar menggelar pelatihan dan turnamen internal. Beberapa komunitas yang populer antara lain Borneo Pickleball di Kaltim dan Indonesia Pickleball Community (Indopico) yang bermarkas di Bali.
Kejuaraan Pickleball Nasional pertama diselenggarakan di Jakarta pada tahun 2021. Kejuaraan bertajuk CS Pro National Championship 2021 itu berlangsung pada bulan Maret tahun 2021 di Kampus FIKK UNJ di Jakarta. Selanjutnya, berbagai kejuaraan kerap dilakukan baik skala daerah, hingga internasional. Bahkan Balikpapan pernah menjadi tuan rumah Asia Flex League Indonesia, event pickleball regional bergengsi yang di-host Indonesia.
Lahirnya Atlet-atlet Berkualitas
Dari berbagai event yang diselenggarakan, lahirlah beberapa atlet nasional pickleball. Ada beberapa yang kami ketahui, seperti Bagus Adam, Dwi Mahendra, Bastian A.S., serta sederet nama potensial lainnya. Selain di Indonesia, para atlet ini juga mendulang prestasi di kancah regional.
Keberhasilan para atlet menembus panggung regional membuktikan bahwa pickleball di Indonesia telah bertransformasi dari sekadar olahraga rekreasi menjadi cabang kompetitif yang menjanjikan. Untuk menjaga momentum ini, keberlanjutan regenerasi melalui pembinaan daerah dan penyelenggaraan turnamen berkala menjadi kunci utama agar Indonesia tidak hanya berpartisipasi, tetapi mampu mendominasi peta kekuatan pickleball di tingkat Asia.
Resmi Diterima KONI
Langkah besar terjadi pada tahun 2023, IPF secara resmi diterima dan diakui sebagai cabang olahraga prestasi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Hal ini menandai bahwa pickleball memiliki legitimasi penuh untuk dipertandingkan secara resmi dalam agenda olahraga nasional maupun global.
Puncaknya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Pekan Olahraga Nasional (PON), olahraga pickleball dipertandingkan sebagai cabang eksibisi pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. Meski belum memperebutkan medali resmi, kehadiran pickleball di panggung olahraga terbesar se-Indonesia ini menjadi tonggak sejarah yang membanggakan. Para atlet dari berbagai daerah membuktikan bahwa olahraga yang dulunya asing ini mampu disajikan secara kompetitif, menarik, dan inklusif untuk segala usia.
 |
Kontingen Pickleball dari Kaltim menyabet Juara Umum Cabor Pickleball PON XXI Aceh Sumut 2024 (sumber: kaltimkita) |
Momentum positif ini terus berlanjut. Dalam waktu singkat, IPF berhasil membangun jaringan kepengurusan di hampir seluruh 38 provinsi di Indonesia. Jumlah pemain aktif pun melonjak tajam dari segelintir orang pada 2019 menjadi ribuan dalam hitungan tahun. Prestasi kancah internasional pun mulai diukir, termasuk raihan medali emas dan perak pada ajang World Pickleball Championship (WPC) Series.
Kini, target berikutnya sudah jelas: menjadikan pickleball sebagai cabang olahraga resmi yang memperebutkan medali pada PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Jika terwujud, Indonesia akan mencatatkan sejarah sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memasukkan pickleball sebagai cabang olahraga bermedali penuh dalam multi-event nasional.
Dari lapangan kampus UNJ yang sederhana di 2019, hingga panggung PON dan mimpi Olimpiade, perjalanan pickleball di Indonesia memang terbilang cepat. Tapi justru di situlah daya tariknya. Olahraga ini membuktikan bahwa dengan semangat komunitas, dukungan lembaga, dan sedikit keberanian untuk mencoba hal baru, sebuah permainan yang lahir di halaman rumah di Amerika Serikat bisa tumbuh subur di tanah air.
Cerita pickleball, masih berlanjut......................
sumber:
Wikipedia
Portal Jurnal UNJ
No comments:
Post a Comment