Tuesday, November 1, 2016

Masjid Al-Abrar, Istana Megah di Belantara Borneo

Kalau kalian mencari masjid Al-Abrar via google map dan yang keluar adalah gambar di bawah ini : 
Lokasi Masjid Al-Abrar menurut gugel mep
Plis, it's a trap! Jangan ikuti.

Kebisaan saya saat berada ditempat baru adalah mencari sesuatu yang khas. Ntah itu tempat wisata, ikonnya, dan tempat ibadahnya. Nah setelah beberapa hari berada di Tanjung, saya menemukan banyak masjid, yang menandakan negeri ini dihuni oleh mayoritas muslim. Kemudian sejenak berfikir, tempat ini tentunya punya Masjid Agung / Islamic Center seperti ditempat-tempat lain. Nah iseng-iseng cek gambar di mbah gugel : "masjid agung Tanjung", maka yang keluar dari koreksi di gugel adalah Masjid Al-Abrar, pencet search maka yang keluar adalah suatu bangunan megah berwarna putih dengan beberapa menaranya. Foto-foto indah hasil jepretan para fotograper itu membuat saya segera ingin kesana dan juga mengabadikannya.

Karena baru berada ditempat ini, gugel mep lah yang bisa ditanyai. Searching nama, dan keluar peta seperti gambar diatas itu, yah its a trap, dan akan saya ceritakan disini. Setelah mengikuti persis alur yang ditunjukkan oleh peta, kami sudah berada diluar kota, masuk perkampungan dengan jalan setapak ditemani kebun karet kiri dan kanan. Awalnya kami sama sekali tidak curiga, apalagi di salah satu artikel mengatakan bahwa masjid ini terletak di tengah-tengah hutan Kalimantan. Namun setelah ditelusuri lanjut, masjid yang dicari tak kunjung ditemukan. Putus asa, kami berbalik arah, karena saat itu waktu ashar juga sudah dekat, dalam perjalanan pulang, kami bertemu penduduk kampung setempat dan menanyakan lokasi Masjid Agung ini, dan jawabanya adalah ; "jauuuh mas e, dekat Maburai", dengan logat khas Tanjung nya.
Masjid Al-Abrar
Merasa sudah fix salah, kami melanjutkan perjalanan pulang, istirahat ashar dimasjid Raya Tanjung "Ash-Shiraatal Mustaqiem" yang terletak ditengah kota, dengan harapan bisa bertanya pada orang-orang disana nantinya. Setelah ashar, ditempat parkir, saya bertanya pada seorang yang parkir nya bersebalahan dengan motor kami, dia menunjukkan detail jalannya, dan dengan baiknya dia bersedia mengantarkan kami kesana. Wau, mantap kan.
Lokasi yang benar
Perjalanan dari Masjid Kota ke Masjid Agung agak jauh memang, melewati jalan utama, Jl. Ir. PH. Moch Noor hingga bertemu Tugu Obor Tanjung, lalu belok ke kanan atau ke arah Banjarmasin, jalan Ahmad Yani lurus terus sekitar 3-5 km, kemudian ada pertigaan dan belok kiri, nah disanalah masjid agung yang ada di gugel imej itu berada. Megah memang. Dan memang juga berada "ditengah-tengah hutan". Sepertinya lahan ini baru dibuka, dan akan dibangun beberapa kantor atau yang lainnya sebagai sarana penunjang daerah. Saya kembali melihat gugel mep, jauh sekali jarak antara yang ditunjukkan dengan yang aslinya, apa mungkin si mbah ini salah? atau memang ada masjid Al-Abrar juga disana? Hmmm. Wes ah, udah sampai ini, ya kan.
Masjid Al-Abrar Tanjung Tabalong
Namanya Masjid Al-Abrar. Masjid kebanggaan warga Tanjung kabupaten Tabalong. Al-Abrar berarti golongan yang suka melakkan kebajikan kepada Allah Ta'ala. Bangunan yang dilapisi cat berwarna putih ini semakin menunjukkan nilai-nilai islam yang suci, dihiasi oleh 7 menara yang menjulang, serta bentuk kubahnya yang khas, kubah terbalik, seperti parabola. Unik, elegan, dan menawan.
Masjid Al-Abrar
Ohya, saya akan kenalkan seorang yang menunjukkan bahkan menyempatkan waktunya untuk mengantarkan kami disini. Namanya Jali, masih bersekolah di SMA N 2 Tanjung, saya lupa jurusannya. Yah setidaknya pahlawan kami untuk hari ini, membantu menjawab rasa penasaran akan indahnya Islamic Center Kabupaten Tabalong yang sebelumnya hanya kami lihat di gugel imej saja. Juga meredam letih dan amarah akibat ditipu-tipu oleh gugel mep. Emang dah kata lagu kan, "Bang Jali.... Bang Jali.... Orangnya bikin hepi, bukak sitik, joss!!!"
Masjid Al-Abrar Tanjung
Oke, balik ke Islamic Center ya. Nama kompleknya adalah Islamic Center Darul Napis Tabalong, dibangun oleh raksasa tambang batubara, PT Adaro Indonesia sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan diresmikan pada Agustus 2012. Pembangunan ini sejalan dengan visi Kabupaten Tabalong : Mewujudkan Masyarakat Agamis dan Mandiri Secara Intelektual". Masjid Al-Abrar yang merupakan bagian dari Islamic Center ini dapat menampung hingga 3.500 jemaah. Kubah terbalik dibagian atas masjid menyimbolkan tangan yang menengadah berdoa kepada Allah Ta'ala. Selain masjid, komplek ini juga terdapat bangunan-bangunan lain seperti gedung pertemuan, miniatur Ka'bah dan miniatur perjalanan Sa'i dari Shafa ke Marwah, jelas sekali ini diperuntukkan untuk para calon jemaah haji yang akan melakukan ibadah ke tanah suci, ada juga komplek perumahan, perpustakaan, kantor dan auditorium.
Bentuk Kubah terbalik yang Khas membuat Masjid ini beda dari masjid-masjid besar yang lain
Saya memutari masjid, sambil mengambil beberapa gambar. Sayangnya tidak boleh mengambil gambar di dalam masjid (ada tulisannya gitu). Meskipun tidak terlihat penjaga masjid dan juga pengurus masjid disini. Tapi namanya peraturan ya kan, tetap saja saya tidak mengambil gambar didalam. Alhasil gambar-gambar saya ambil dari luar saja.
Miniatur Kabah
Disore hari, biasanya setelah ashar, Masjid ini ramai dikunjungi oleh warga, untuk bersantai, berfoto, sembari menunggu waktu magrib pikirku. Taman Masjid yang indah juga kerap dijadikan tempat foto pre-wedding bagi para calon pengantin. Setelah merasa puas, meskipun minim informasi untuk menanyakan hal yang lebih detail lagi, kami memutuskan untuk pulang, dan berpisah dengan bang Jali yang sudah menemani kami tadi. See you next time, bro!
Miniatur Kabah, Islamic Center Darul Napis Tabalong


Sumber :
Singgahkemasjid.blogspot.co.id
metrotvnews.com

Monday, October 31, 2016

WisKul @Jogja : Icip-icip Pizza murmer neng IBARBO

Bicara tentang Jogja, tanpa menyertai kulinernya? itu sama kaya apa ya? ya itulah pokoknya ya. Nggak lengkap. Ngomongin tentang Jogja, bukan hanya semua sudut kota yang romantis aja, kata pak Anis. Namun harus libatkan juga ribuan macam kuliner karya pengusaha-pengusaha muda bidang "perut" ini. 
Daftar menuuuu.
Nah, mumpung lagi di Jogja (lagi) ni. Kesempatan ini tak akan saya lewatkan. (padahal dulu, kuliah disini gak kepikiran euy, nasiiib). Berawal dari perut yang tiba-tiba demo minta pizza. Mau yang itu tu, tapi mahalnya minta ampun. Jadi kita surfing-surfing neng instagram pake hastag apa gitu, lupa. Akhirnya nemu tempat yang pas, namanya IBARBO coy.. Mumpung dekat, langsuung capcus.

Ibarbo Jogja
IBARBO berlokasi di jalan Nologaten, Depok, Yogyakarta. Kalo dari Seturan, silahkan menuju ke Selokan Mataram, setelah bertemu perempatan OB, teruslah ke selatan, sekitar 200 meter di barat jalan ketemu deh sama tempat ini. Gampang nyarinya, Bangunan khas dari kontainer, berwarna kuning yang dimodifikasi sedemikian rupa, disulap jadi tempat nongkrong yang apik tenan.
Pizza nya Ibarbo ni broooo
Bangunannya khas dari kontainer dengan warna kuning. Logonya juga keren, orang berotot gitu, nyambung dikit sama namanya IBARBO, barbo, barbo, barbel, barbel orang berotot, ya itu lah ya, #cocoklogi. Menu andalannya adalah beragam jenis pizza dengan harga mulai dari 20k. Pizza nya dengan beragam toping loh. 

Pizza dengan harga 20k udah + mozzarela dan saus (tomato, chocolate, dan white saus). Toping yang tersedia juga beragam, beragam rasa dan beragam harga. Pilihan topingnya mulai dari ayam, telur, sosis, jamur, bawang, nanas, oreo, meses sampe keju chedar, ada 18 toping yang bisa kamu pilih sesuai dengan keinginan perut dengan harga mulai dari 3k. Saya sih karena suka coklat dan keju jadi pesan 2 pizza dengan toping keju dan meses + oreo gitu. Dan emang gak salah pesen, rasanya sampe nempel dihati, lebay.

Terus, menu lainnya yang harus kamu coba adalah nasi lidah sapi dengan harga mulai dari 19k, rasanya pedes-pedes ngangeni kaya Jogja, hmmmm, maknyoss. Harganya mahasiswa banget lah ya. yuuk bos monggo mampir.
Ibarbo Jogja

more info : 
instagram @ibarbo.jogja
https://twitter.com/ibarbo_jogja

Saturday, September 17, 2016

"Nyecah Punan" di Kalimantan Tengah

Kali ini dapat tugas kerja di Tanjung, kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. Secara geografis, letak kabupaten ini berada di bagian paling utara dari Provinsi Kalimantan Selatan ini. Sebelah timur berbatasan dengan provinsi Kalimantan Timur, dan sebelah barat berbatasan dengan provinsi Kalimantan Tengah. Setelah melihat peta dan bertanya kepada orang sekitar. Ternyata hanya membutuhkan waktu 1 jam saja untuk menuju Provinsi Kalimantan Tengah. Nah, dengan tidak berfikir panjang, langsung saja kami atur waktu menuju kesana. Menunggu waktu stanby kerja, akhirnya saya dan rekan-rekan sepakat untuk melakukan perjalanan lintas provinsi ini. 😁

Dengan bekal 2 buah motor dan 2 buah helm pinjaman, kami menuju provinsi Kalimantan Tengah dengan modal nekat dan dengan sedikit bantuan mbah gugel. Lama juga perjalanan, melewati tepian sungai, jembatan, serta melintasi jalan tol khusus yang dibuat oleh perusahaan tambang besar, dan khusus untuk mobil-mobil trucknya saja yang melewati jalan tersebut menuju tempat loading batubara. 

Perjalanan masih berlanjut hingga akhirnya kami bertemu tugu perbatasan yang bertuliskan "Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah". Namun, kami tak langsung berhenti, karena belum menemukan hal greget disana. Kami memilih melanjutkan perjalanan hingga menemukan tanda bahwa kami benar-benar telah berada di provinsi Kalimantan Tengah.  
Tugu Burung Enggang Gading, di perbatasan Provinsi KalTeng dan KalSel
Sampai pada akhirnya kami menemukan tugu perbatasan di tengah-tengah jalan raya serta gapura kecil dan papan yang bertuliskan daerah Kalimantan Tengah. Oyeeay! Akhirnya sampai juga. Tepatnya di Kabupaten Barito Timur. Meskipun hanya pinggiran alias perbatasan, namun "jedilah, nyecah punan". Istilah "nyecah punan" dalam bahaya melayu Natuna berarti sesuatu yang sudah dikerjakan atau didapatkan walaupun hanya sedikit. Bahasa gaulnya bisa dibilang "daripada kagak, ya kan", begitu lah kira-kira ya.  

Berada di Kalimantan Tengah berarti sudah beda zona waktu lo ya. Di Pulau Kalimantan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah mengikuti zona Waktu Indonesia Barat, sedangkan Kalimantan Selatan, Timur dan Utara mengikuti zona waktu Indonesia Tengah. Artinya kami tak hanya melintasi provinsi, namun juga melintasi zona dan waktu. 😎
Museum Lewu Hante
Tak jauh dari perbatasan, di sebelah kiri dari tugu ini terdapat museum. Seperti museum adat atau museum daerah Barito Timur. Namanya Museum Lawe Hante Pasar Panas. Kami pun singgah sebentar ke museum tersebut. Karena hanya ini hal menarik yang kami dapati. Komplek museum ini terdiri dari bangunan utama museum yang berbentuk rumah adat dayak dan taman yang tertata rapi di depannya. Museum ini jika dilihat dari luar berisi seluk beluk tentang suku dayak. Selain terdapat rumah adat, juga ada budaya pemakaman, serta panggung hiburan, dan pusat souvenir dan oleh-oleh. 

Saat kami tiba disana, sepertinya Museum ini sedang dilakukan perawatan sehingga kami tidak bisa masuk ke dalam museumnya. Kami hanya menikmati dari luar saja apa yang bisa dinikmati. Alhasil, hanya jepret-jepret di luar, dan hasilnya not bad lah. Di tambah dengan cuaca yang sanga mendukung sekali dengan biru nya langit Borneo ini. Tak butuh waktu lama kami berada disini karena hasrat telah terpenuhi (menginjakkan kaki ke Kalimantan Tengah), pun kami tidak berniat untuk melanjutkan perjalanan karena terbatasnya waktu yang kami miliki. Lalu kami memutuskan untuk kembali pulang ke Tanjung.
Tugu Perbatasan yang lain.
Saat perjalanan pulang, kami kembali singgah di tugu perbatasan yang pertama kali kami lihat tadi. Tugu yang unik dengan gambar tameng dan ukiran khas suku dayak yang selalu eksotis nan elegan dimata saya. Tak lupa kami jepret-jepret lagi sebagai pembuktian. Hahaha. Lalu kembali pulang ke Provinsi Kalimantan Selatan.
Jejak

Secara pribadi ini merupakan pencapaian baru saya, "meninggalkan jejak" di semua Provinsi di Kalimantan. Dengan begitu, tinggal provinsi Kalimantan Utara lagi yang belum saya singgahi. Next time maybe. Yah meskipun di KalTeng hanya beberapa menit saja, pun juga di perbatasannya, namun biarlah daripada kagak ya kan ya, nyecah punan lok.

Tuesday, September 13, 2016

Tanjung Tabalong, si Kental Hitam dan Batu "Rupiah"

Akhir agustus lalu, saya kembali dapat perintah kerja dari kantor. Kali ini lokasinya berada di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan, tepatnya di Tanjung yang merupakan ibukota kabupaten. Karena sudah mendapat isu-isu pekerjaan disini sebelumnya, jadi saya sempat browsing dan tanya ke beberapa teman tentang daerah ini. Segala dikepoin, mulai dari daerahnya, tempat wisatanya, living cost, sampai keadaan kota. Hahaha, biar ada gambaran kan ya. 
Pelabuhan Kariangau
Perjalanan dimulai dari kota Balikpapan, jarak dari Balikpapan ke Tanjung sekitar 300an km dan ditempuh dalam waktu kurang lebih 8 jam. Kami naik jasa travel dengan biaya berkisar 300 rb rupiah. Perjalanan ke Tanjung Tabalong diawali dengan menyeberang "membelah" Teluk Balikpapan menuju Kabupaten Penajam. Kami menyeberang dengan menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Penyeberangan Kariangau di Balikpapan. Ini kali pertama saya naik moda penyeberangan yang kaya di tipi-tipi gitu : penyeberangan Banten - Lampung, atau Jawa - Bali. Kali ini penyeberangannya Balikpapan - Penajam aja. Rada-rada excited gitu deh jadinya. Hahaha, ndeso
Pemandangan dari Sungai yang memisahkan Balikpapan - Penajam
Penyeberangan memakan waktu kurang lebih 60 menit. Setelah sampai di Penajam, mamang travel langsung tancap gas menuju Tanjung, katanya kalo tidak ada hambatan, dari Penajam ke Tanjung bisa ditempuh dalam waktu 6 jam saja. Saya tidak begitu menikmati perjalanan ini karena hari sudah gelap, dan matapun mengantuk, tambah lagi hujan yang membasahi bumi Borneo, cuaca pas untuk "meraih mimpi". Yang saya tangkap ketika sesekali terjaga dalam perjalanan adalah kiri kanan hutan borneo yang masih lebat dan asri (semoga terus menjadi paru-paru dunia ya). 

Ohya, dalam perjalanan ini si travel berhenti dua kali, yang pertama berhenti makan malam, dan berhenti berikutnya adalah berhenti untuk ngopi, karena travel masih akan terus berlanjut perjalanannya ketika sampai di Tanjung nanti. Jarak dari tempat berhenti untuk ngopi ke Tanjung sudah sangat dekat, dan alhamdulillah kami sampai dengan selamat. 😇
 

Tanjung Tabalong,
Yap, ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Provinsi Kalimantan Selatan. Provinsi dengan mayoritas didiami oleh suku asli Banjar yang terkenal dengan Martapura : pusat intan berlian terkenal Nusantara dan pasar terapungnya. Provinsi yang dialiri oleh Sungai Barito. Provinsi, provinsi apa lagi ya, itu lah yaa pokoknya. 

Peta Kabupaten Tabalong
Tanjung sendiri merupakan ibukota dari Kabupaten Tabalong, sebuah kabupaten yang berada di bagian utara Provinsi KalSel, sebelah barat dan utaranya berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah, dan sebelah Timurnya berbatasan dengan Provinsi KalTim. Kabupaten yang resmi berdiri pada tanggal 1 Desember 1965 ini memiliki sejarah yang panjang ternyata, hmm mungkin akan saya jabarkan nanti ya. 
Logo Kabupaten Tabalong
Penduduk Tanjung mayoritas beragama muslim, oleh karena itu, disini tidak susah bagi kita untuk menemukan masjid/mushola/langgar dalam jarak 5 km perjalanan kita bisa mendapati 2-3 tempat ibadah tersebut di sini. Pemerintah juga membangun masjid megah di Islamic Center Tabalong. Kabupaten ini dihuni oleh suku asli Banjar, dengan bahasanya yang agak mirip dengan bahasa melayu saya. Selain itu, juga terdapat suku dayak, dan beberapa lain yang merupakan pendatang. Tabalong juga memiliki bandara, yang terletak di Warukin, bandara kecil untuk penerbangan pesawat ATR sepertinya, namun sekarang pengoperasiannya dihentikan, dan kabarnya akan diaktifkan kembali setelah menunggu beberapa kajian dari pihak terkait. 
Pompa Angguk pada sumur-sumur migas tua di Tanjung - Tabalong
Dan, last but not least. Sumber daya alam : nah! seperti daerah-daerah lain di Kalimantan, Kabupaten Tabalong dianugerahi dengan limpahan cairan yang membuat dunia bisa perang, hahaha. Apalagi kalau bukan minyak dan gas, komoditi ini kerap menjadi sebab beberapa peristiwa besar di dunia. Ya, banyak sumur migas tua di kabupaten ini yang dikelola langsung oleh Perusahaan Migas milik Negara, dan disini lah lokasi tempat saya mengerjakan proyek dari kantor. Sumur migas di Tanjung Tabalong ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dahulu, ada ratusan sumur disini. Hasilnya juga dialirkan melalui pipa panjang sampai ke Refinery Unit 5 di Balikpapan sana untuk diolah menjadi bahan bakar minyak.
Tugu Obor, ikon Kota Tanjung
Dan gas nya ada yang dialirkan dan ada juga yang kembali digunakan sendiri oleh perusahaan, untuk pembangkit listrik dan untuk menghidupkan api Tugu Obor di tengah-tengah kota yang menjadi ikon Kota Tanjung. Selain itu Tabalong juga memiliki situs Batubara yang besar, dan banyak perusahaan-perusahaan besar dibidang batubara yang "main" disini. Meskipun saat ini industri batubara sedang "oleng", migas juga sih. Tapi kegiatannya tidak berhenti. Masih saja ada bus-bus yang tiap pagi dan sore mengangkut karyawan untuk diantarkan ke site kerja. Itu hasil mineral tambang migas. Tak hanya itu ternyata, Tanjung Tabalong memiliki SDA yang lain, hasil perkebunannya. Ada karet, sawit, cocoa. Ah, luar biasa pokoknya. Ini bisa menjadikan Kalimantan Selatan termasuk Provinsi kaya di Indonesia. 

Sekilas tentang Tanjung Tabalong, see you next time.

Melipir ke Ladaya Tenggarong, Perpaduan Wisata Keluarga dan Seni Budaya nan Edukatif


Mengeksplorasi Tenggarong emang gak ada habisnya, setelah kemarin ke Museum Kayu, Museum Mulawarman, sekarang ini giliran Ladaya yang kami kunjungi. Ladaya adalah singkatan dari Ladang Budaya, merupakan destinasi wisata alam berpadu dengan budaya. Wisata Ladaya terletak di Jl. H. Bachrin Seman Mangkurawang, Tenggarong, Kutai Kartanegara (google map). Dari pusat kota, kita memerlukan waktu sekitar 15-20 kecepatan rata-rata kendaraan bermotor. Biaya masuknya tergolong murah yakni 10K untuk dewasa dan 5K untuk anak-anak. Tempat ini berdiri diatas lahan yang luas (gak tau berapa hektar, pokonya luas). Ladaya Tenggarong ini selalu ramai dikunjungi diakhir pekan. Hanya saja kemarin waktu saya kesana saat weekday, jadi sepi, namun bagus juga untuk explorasi tempat. Yoi gak? Yonkruu mamen.
Odah Rehat
Ladaya Tenggarong menyuguhkan keeksotisan karya manusia yang berpadu dengan alam. Bangunan-bangunan dan tata letaknya sangat artistik. Dikelilingi hutan membuat tempat ini begitu asri, adem coy. Apalagi ditambah dengan suara alam dan kicauan burung-burung serta suara pepohonan yang tertiup angin, perpaduan antara keharmonisan karya indah manusia dan mahakarya Tuhan yang luar biasa, hhmmm lupa pulang kayanya. Di dalamnya terdapat kolam ikan beserta tempat santai, kemudian juga ada arena paintball, bangunan-bangunan unik berbentuk segitiga, seperti tenda, namun permanen yang dibuat dari kayu dan berada diatas kolam buatan, seakan berada di atas sungai jika kita berada disana, tempat ini namanya odah rehat dalam bahasa Kutai yang berarti tempat istirahat.
Tempat santai di cafe Ladaya
Berjalan sedikit keatas, terdapat vila, dan beberapa odah rehat yang lain, ada juga arena outbond, dan beberapa arena bermain lainnya. Ladaya juga menyuguhkan panggung seni dan ruang aula terbuka yang selalu menampilkan kesenian dan teatrikal adat diakhir pekan, memang Pemkab dan Masyakat Kutai sangat menjunjung tinggi seni adat dan budaya daerah. Pernah dengar Festival ERAU yang sudah terkenal itu? nah itu merupakan festival tahunan skala internasional yang diselenggarakan berkat sinergi kerjasama dan dukungan seluruh elemen masyarakat Tenggarong, Sultan dan Pemerintah Kabupaten Kukar.
Salah satu binatang di mini zoo Ladaya
Ladaya Tenggarong juga memiliki kebun mini dan mini zoo yang berisi hewan-hewan langka khas Kaltim. Ada buaya, monyet, beruang madu, burung merak, burung enggang, dan banyak lagi. Ada juga rumah adat Kutai dan cafe yang menyediakan es bruap yang jadi khasnya serta toko souvenir bagi kamu kamu yang mau beli kenang-kenangan. Fix dah, ini merupakan perpaduan tempat liburan dimana bersantai, bermain, dan edukasi serta belanja menjadi satu paket yang mantap. Ohya, menurut beberapa sumber yang saya dapatkan (berhubung kemarin saya tidak mencoba seluruh fasilitas permainannya), selain biaya masuk yang murah, wahana-wahana bermain yang tersedia juga murah loh ya. Flying fox 20k, pake starkit paintball 35k, dan untuk menyewa odah rehat dikenakan biaya 350k permalam untuk 2 orang + sarapan pagi.
Arena Paintball
Ohya, ternyata tempat ini punya nama asli lho, namanya adalah Ladang Budaya Lanjong, tempat ini dikelola oleh Yayasan Lanjong Kutai Kartanegara yang berdiri pada januari 2002. Lanjong sendiri berarti wadah. Semacam alat yang terbuat dari anyaman rotan tersebut biasa dipakai oleh masyarakat tradisional sekitar untuk membawa hasil panen dari ladang atau keperluan lain.
 
Selengkapnya bisa surfing di http://www.lanjongartfoundation.org.
Njosss tenan untuk Kukar!!!
Lawa.



Sumber-sumber informasi

Sunday, July 24, 2016

Museum Mulawarwan Tenggarong, Wisata Sejarah di Kabupaten Terkaya Indonesia

Alhamdulillah, kembali diberi kesempatan mengunjungi kota Tenggarong. Sambil melanjutkan eksplorasi museum di Kota Raja. Kali ini berlanjut ke Museum Sejarah, Museum Mulawarman namanya. Museum ini terletak di jalan Sudirman di tepian sungai mahakam, berada dalam komplek Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Museum ini merupakan istana Kerajaan Kutai yang dibangun pada tahun 1963 sebagai pengganti istana sebelumnya yang terbakar.

Setelah membeli tiket masuk, kami pun memasuki area museum, ruangan pertama menyajikan singgasana kerajaan Kutai, terdapat dua buah pelaminan tempat duduk Sultan dan Permaisurinya. Disebelah kiri singgasana terdapat replika beberapa baju kerajaan yang biasa dipakai Sultan. Kemudian disebelah kanan singgasana terdapat kursi dan meja santai yang dipakai oleh SUltan Kutai ke 19, A. M. Parkesit. 
Singgasana Sultan
Dari sini perjalan berlanjut ke sisi kiri. Ruangan ini memamerkan berbagai furniture kerajaan, dan mahkota Kerajaan Pasir Balengkong, juga terdapat arca kecil dan pernak pernik kerajaan yang lainnya. Disamping ruangan ini terdapat ruangan yang memamerkan berbagai jenis tombak, senjata yang digunakan untuk berperang dikerajaan Kutai.

Kemudian memasuki lebih museum lebih dalam, terdapat aula besar yang memamerkan alat musik gamelan dan miniatur candi Borobudur dan Prambanan. Di sisi kiri nya terdapat banner yang menjelaskan sejarah singkat Kerajaan Kutai beserta para Raja nya. Wettsss, ternyata tak hanya satu kerajaan Kutai saja, ada lima Kerajaan lain yang ada disekitaran sini (entah itu pecahan atau bawahan dari Kerajaan Kutai, atau memang Kerajaan Independen yang berdiri sendiri). Ada kerajaan Gunung Tabur, yang merupakan kerajaan termuda (1768-1921), Kerajaan Sanduragas (1600--1815), Kerajaan Bulungan (1731-1958), Kerajaan Berau (abad ke XV), dan Kerajaan Sambaliung (1673-1962).
Daftar Kerajaan di sekitar Kerajaan Kutai
Terus berlanjut keruangan berikutnya yang menampilkan berbagai kerajinan adat daerah, pakaian adat serta pernak-pernik yang digunakan oleh masyarakat kerajaan maupun suku dayak di sini. Ruangan berikutnya merupakan aula luas yang menampilkan patung-patung yang menggambar kehidupan suku dayak sehari-hari. Berhubung saya phobia dengan patung jadi perjalanan saya teruskan.

Ruangan berikutnya merupakan Ruang Flora Fauna dan Pertambangan. Ruangan ini menampilkan berbagai macam binatang dan tumbuhan yang kerap ditemui di Bumi Kalimantan, serta kegiatan eksplorasi Produksi hasil bumi Kalimantan. Alangkah besarnya karunia Tuhan terhadap pulau ini, saya fikir pulau ini merupakan pulau yang lengkap, hampir segalanya ada, mulai dari flora dan faunanya yang bermanfaat, hingga hasil buminya yang berguna bagi masyarakat luas. Tinggal kita lagi yang merawatnya dengan benar.
Ruangan Flora Fauna dan Pertambangan
Ruangan selanjutnya menampilkan mesin tenun tradisional dan hasil tenun Kalimantan, dan dilanjutkan dengan ruangan kaya, yakni koleksi uang / alat tukar perdagangan zaman dulu yang digunakan. Terdiri dari uang logam dan uang kertas yang diperoleh dari berbagai negara. Ini menunjukkan bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara zaman dulu merupakan kerajaan penting yang selalu dikunjungi oleh bangsa / kerajaan lain. Ruangan selanjutnya menampilkan beragam senjata tradisional Kalimantan, yang terdiri dari mandau, tombak, sumpit dan berbagai macam keris dengan namanya masing-masing.
Ruang Tenun
Perjalanan masih berlanjut, dipojok kiri bangunan museum, tepatnya di sebelah kiri ruangan utama setelah pintu masuk. Terdapat ruangan yang menampilkan tempat tidur kerajaan dan di seberang ruangan tersebut ditampilkan beberapa pernak-pernik perlengkapan adat bagi bayi yang baru dilahirkan. Terdapat ayunan, kemudian berbagai macam buah, timbangan, dan meja baca alquran yang besar, ini menunjukkan Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak islam yang kuat. Ruangan terakhir yang kami kunjungi adalah ruangan bawah tanah. Weew. Wisata mistis ni kayanya. Tapi tidak seperti yang saya kira, di ruangan ini ditampilan berbagai jenis keramik dan tembikar, dan juga menampilkan berbagai macam pakaian adat dari seluruh Indonesia (dalam bentuk foto), serta patung yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari masyarakat suku di Kalimantan. 

Eksplorasi di dalam museum selesai, achieve unlocked! Namun ini baru setengah perjalanan rupanya, masih banyak tempat lagi yang harus dikunjungi di museum ini. Kami keluar dan melihat ada patung "campuran binatang" yang dulu saya lihat di Pulau Kumala saat pertama kali ke Tenggarong, penasaran dan kami pun kesana, jepret-jepret lah yang terjadi. Kemudian saya dapatkan sebuah nama, yaitu LEMBU SUANA, namun tidak ada artikel yang dapat saya ambil untuk mengetahui apa binatang ini, malah saya disuguhkan dengan teka-teki rakyat :
Lembu Suana
"bermahkota bukannya Raja, berbelalai bergading lainnya Gajah, bersayap bukannya Burung, bersisik lainnya Ikan, bertaji bukannya Ayam, binatang apakah ini"
Ya, Lembu Suana, kata partner saya ini, merupakan makhluk mitologi rakyat Kutai, juga merupakan alat transportasi Raja-Raja Kutai zaman dahulu. Saya pernah mendengar cerita, bahwa Raja-Raja dahulu suka berjalan lintas waktu dan tempat dalam waktu singkat. Makanya mereka memiliki banyak relasi dan link dengan kerajaan-kerajaan lain yang jauh letaknya. Cara itu tak lain adalah dengan menggunakan transportasi ektra cepat, salah satunya mungkin ya Lembu Suana ini. Hmmmmm menarik kan, nanti deh kita sambung dengan artikel khusus. Aseeek.
Komplek Makam Raja-Raja Kutai
Disebelah kanan bangunan museum yang dulunya merupakan Kedaton Kesultanan Kutai ini, terdapat bangunan yang menyerupai pendopo. Karena penasaran, ya kesitu lah saya kan. Rupanya ini adalah komplek makam Raja-Raja Kutai dan keluarganya. Ada puluhan batu nisan disana, saya hanya melihat dari luar, tidak masuk ke dalam, dari luar saya melihat ada beberapa pengunjung yang bertakziah di dalam makam. Di dekat pintu masuk makam terdapat keterangan mengenai Raja-Raja dan silsilahnya mulai dari Kerajaan Kutai Hindu, masa transisi Hindu-Islam sampai pada Kerajaan Islam nya. Sedikit informasi dari yang saya baca, bahwa Kerajaan Kutai ini ada kaitannya pula dengan Kerajaan-Kerajaan besar seperti Tarumanegara, Majapahit, Singosari, sampai Kerajaan di Melaka dan Kamboja, luar biasa. Saya semakin tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi. Emang asyik sepertinya belajar sejarah ini ya.
Daftar silsilah Raja-Raja Kutai
Layaknya tempat objek wisata, Museum Mulawarman juga memiliki fasilitas lain seperti mushala, tempat makan, pusat oleh-oleh yang menjual souvenir-souvenir khas, kain dan batik corak Kaltim, dan lain-lainnya. Di sebelah pusat oleh-oleh, tepatnya bangunan setelah makam Raja-Raja tadi terdapat sebuah pendopo besar, yang sepertinya sedang direnovasi, sepertinya sebuah panggung kesenian. Kemudian seperti komplek-komlek Kedaton / Keraton lainnya, disini terdapat masjid Jami' Kedaton Kutai Kartanegara yang terletak di belakang Museum.
Masjid Jami' Kedaton Kutai
Yap, sepertinya sampai disini dulu pembahasan mengenai Museum Mulawarman, saya akan melanjutkan lagi perjalanannya yang nanti insya Allah akan saya ceritakan. Bhaaay!



sumber tambahan informasi :
id.wikipedia.org

Saturday, July 23, 2016

Beragam Penyebab MATELU (Mahasiswa Telat Lulus), Kamu Termasuk Gak Bro?

Wisuda bro, gak pengen?, via suryamalang.tribunnews.com
Bertoga dan berjubah sakral merupakan impian tiap mahasiswa. Kalo sudah mengenakan ini rasanya sudah melewati batas akhir perjuangan (meskipun sejatinya itu adalah gerbang menuju dunia baru toh). Yah setidaknya sudah menuntaskan salah satu amanah dari orang tua, ya kan. Bagi mahasiswa yang visioner bin futuristik, mereka tentu sudah merencanakan ini itu jauh jauuuh hari untuk mencapai target kapan bisa lulus dan wisuda. 

Namun sekali lagi, setinggi-tingginya kuasa manusia hanyalah bisa menjadi perencana terbaik, pembuat proposal terbaik, dan Tuhan lah yang akan meng-ACC-kannya. Rencana yang sudah kita buat kadang-kadang berhenti ditengah jalan, kadang juga berbelok haluan. Tinggal kita aja yang bagaimana menyikapinya. Saat baru masuk kuliah udah bertekad bahwa harus lulus tahun sekian-sekian, namun apadaya bulan depan udah beda haluan. Sadar atau tidak, kita sendiri tak pernah tau kan. 
Yang awal kuliah biasa-biasa aja tampilannya, gak pinter-pinter amat, eh lulusnya paling awal. Yang getol belajar, ujian keluar duluan lulusnya telat. Ada? BUAANYAAK. Udah merasa paling bisa, paling yakin, eh hampir dapat gelar MA (mahasiswa abadi) atau matelu (mahasiswa telat lulus). Nah yang ini ni, yang mau dibahas, faktor-faktor penyebab kita jadi matelu. Kamu kamu yang mana satu?


1. Gamer
D*TA dulu mameeeen, via www.suara-islam.com
Yap, ini merupakan salah satu faktor pemicu mahasiswa telat/lambat lulus kuliah. GAME ONLINE. Dikota-kota besar khususnya kota yang banyak kampus apalagi mahasiswanya, tempat main game online ini sangat banyak ditemukan, kata orang kampung saya "betabo ighak". Seru, bikin penasaran, dan muraaaah meriah membuat orang yang buka usaha ini bakal bisa langsung naik haji (nyaingin tukang bubur), karena hampir gak pernah sepi. Bahkan ada pelanggan tetapnya kali ya. Kecanduan game online bikin mahasiswa lupa waktu, berjam-jam di sana hanya untuk menyelesaikan misi yang gak seberapa itu untuk memuaskan nafsu ngegamenya. Manalagi saat ngegame bawa semua yang ada dikebun binatang. Bahkan, teman kost ane dulu bilang saat dia masih candu, pernah sampe 5 hari disana, makan minum di sana, sampe merah tu mata. Nah lo. Akibatnya, kuliah jarang masuk, tugas gak dikerjakan, ngulang ngulang dan ngulang dan akhirnya jauh ketinggalan dari rekan-rekan yang lain. Kebayang gak tu. Candu game online ini merupakan salah satu faktor besar yang membuat matelu (mahasiswa telat lulus). Iye kalo kamu gamer pro, tapi kalo skill ngegame mu biasa-biasa aja mending jangan candu banget dah ya. Boleh aja lah main game untuk isi waktu luang aja dan ingat tujuan awal.

2. Aktivis + Organisatoris
Turunkan nilai standar kelulusan!!!, via baranews.co
Faktor kedua yang membuat mahasiswa telat lulus adalah si mahasiswa merupakan aktivis kampus, atau organisatoris. Yah sedikit bermanfaat dari faktor yang pertama. Bergabung dengan organisasi merupakan kegiatan waktu luang yang sangat menyenangkan bagi mereka yang suka menjalaninya. Biasanya di tiap-tiap kampus memiliki berbagai organisasi kemahasiswaan seperti BEM, Senat, Himpunan Mahasisa, DPM, hingga sampai di Unit Kegiatan Mahasiswa, bahkan ada juga organisasi mahasiswa kedaerahan diluar kampus, belum lagi komunitas-komunitas sosial yang bertebaran di luar sana. Boleh-boleh saja bergabung dengan organisasi-organisasi tersebut, bahkan ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan berguna bagi kita kedepan yang tidak kita dapatkan di mata kuliah, bersosialisasi salah satunya. Mereka yang aktif dalam organisasi biasanya orang yang supel dan aktif serta krtis dalam berbicara dan tidak sungkan ketika menghadapi orang banyak. Namun bergabungnya dalam organisasi ini janganlah sampai membuat kita lupa tujuan awal kita, yaitu kuliah. Kebanyakan mahasiswa rela tidak tidur semalaman dan berfikir sepanjang waktu agar kegiatan serta organisasinya berjalan dengan lancar, namun hal itu berbanding terbalik dengan saat ia mengerjakan tugas dari dosen untuk kuliahnya sendiri. Nah, jangan gitu yak. Manjemen waku juga hal yang diajarkan diorganisasi, oleh karena itu aplikasikanlah hal itu dengan benar, dengan mengimbangkan serta memilah mana yang menjadi prioritas. 

3. Keasyikan Kerja/Magang
Magang dolo, biar dapat pengalaman (dan duit), via news.okezone.com
Yang ini sama manfaatnya seperti yang no 2. Nyambi kerja sambil kuliah kerap dilakukan oleh para mahasiswa, baik emang karena kebutuhan finansial maupun karena passion nya begitu. Di kota-kota besar, sangat mudah bagi kita untuk menemukan tempat bekerja / magang, baik full time maupun part time bahkan freelance. Kebanyakan mahasiswa akan mengambilnya pada saat libur panjang akhir semester bagi mereka yang tidak pulang kampung. Ada juga yang mengisi waktu luang saat semester akhiiiir dimana gak ada lagi mata kuliah dan hanya fokus pada skripsi saja. Nah, kadang-kadang ni, keasyikan di tempat kerja membuat kita lupa mengerjakan skripsi, ngadep dosen, dan menyelesaikan penelitian. Apaplagi lingkungan tempat kita bekerja terasa nyaman, bos nya ok, rekan kerja yang asyik, gaji lumayan. Nah bisa-bisa ketagihan kan. Lupa sama tujuan awal kuliah. Apalagi kerja udah bisa hasilin uang untuk jajan sendiri tu. Skripsi, "hmmmmm apa itu?"

4. Dosen Pembimbing
Bimbingan paak, via www.kaskus.co.id
Kamu anak rajin dan pintar, bukan gamer, organisasi-organisasi juga bisa kamu handel, nyambi kerja juga kagak. Tapi telat lulus. Mungkin ini faktornya : dombing / dosen pembimbing. Weh jangan anggap sepele dengan faktor ini ya, dosen pembimbing memegang peranan penting dalam menentukan kelulusan kamu. Beruntung kalau kamu kuliah dikampus yang bisa memilih sendiri dosen pembimbingmu. Nah bagaimana mereka yang dosennya dipilih oleh kampus? Kalau dapat dosen yang rada sensitif, dosen yang super sibuk, dosen "bersayap" alias dosen terbang yang selalu kesana-kemari, dosen KILLER? Waduuh, ini bisa gawat kan yak. Contoh ni kamu dapat dosen yang rada sensitif :

Bimbingan hari ini antar proposal, di ruang dosen.
Kamu : "Pagi buk, ini saya antara proposal penilitian saya"
Dombing : "lhoo, makalahnya mana?"
Kamu : "bukannya proposal dulu ya buk"
Dombing : "bikin makalah dulu, nanti baru ngadep"
 Seminggu kemudian,
Kamu : "Pagi buk, ini makalahnya"
Dombing : "Lhah, proposalmu udah ACC belum?"
Kamu : "tapii buk, kema...(rin)"
Dombing "gimana kamu ini, proposal belum ACC udah bikin makalah"
Kamu : .........................................................
Oke kalau udah disituasi seperti ini, coba kamu berdiri setengah duduk bertumpu pada lutut, dan angkat kedua tanganmu. Lets pray for better future. O:)

5. Malas
Santai bro, Belanda masih jauh, via sarungpreneur.com
Naah ini, kalau kamu punya temen anak nya bukan gamer, organisasi juga gak aktif-aktif amat, magang atau part time juga kagak, dan kamu tau dosen pembimbingnya asyik. Tapi malah dia termasuk dalam kategori matelu (mahasiswa telat lulus), ini mungkin faktor yang bisa kamu simpulkan : MALAS. Gak ada yang lain sih, itu udah fix. Kata-kata maut : NTAR, merupakan kata yang kerap keluar dari moncong si pemalas ini. Kadang juga ditambahin dengan kata-kata ngeselin, 
NTAR BRO SANTAI, BELANDA MASIH JAUH 
(lo kata mau perang?). 
Dan banyak lagi alasan-alasan lain yang keluar untuk meneruskan bakat mereka, yaitu melanjutkan malas. Saking malasnya ya, pengen males-males aja mereka malas. Penyakit malas ini merupakan penyakit yang butuh tekad, niat, ikhtiar usaha yang kuat untuk menyembuhkannya. Karena sejatinya manusia itu gak ada yang bodoh, yang ada hanyalah malas dan tidak nya, itu aja sih. Nanti kalo udah sampai deadline skripsi baru deh keteteran, ya kan. 

----------------------------
Nah itu dia, beberapa faktor yang membuat kita jadi matelu. Mungkin ada yang mau nambah, monggo. Bagi ane, cara untuk melepaskan predikat matelu ini adalah banyak-banyak istighfar, mohon ampun pada Allah, dan tanamkan tekad dan semangat yang kuat membara, dan ingat keluarga menunggu di rumah. Dan selalu ingat, bahwa mereka tak henti-hentinya mendoakan kamu dari sana untuk masa depanmu yang lebih baik. Hargai mereka dengan membantu mewujudkan doa-doa yang keluar dari hati mereka yang tulus dan ikhlas. Okey, kalau gitu BAKAR SEMANGATNYA!!!!!!!!!!!!!!!

Cerita Pickleball di Natuna: Gema "Tiktok" di Ujung Utara

Sudah empat episode cerita pickleball yang saya tulis di blog ini, mulai dari  sejarah kelahirannya ,  momen ekspansinya ,  gerakan era mode...