Wednesday, August 12, 2015

Tokoh : Bung Hatta, sang Bapak Koperasi

via twitter.com
12 Agustus 1902, hari ini tepat 113 tahun yang lalu, seorang manusia hebat dilahirkan di dunia. Seorang lelaki yang 43 tahun kemudian ikut merubah bangsa ini menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat, seorang lelaki yang turut serta melepas cengkraman penjajah selama ratusan tahun. Seorang lelaki visioner, sang pencetus ide ekonomi kerakyatan. Seorang lelaki mungil dari Sumatera Barat : Mohammad Hatta.

Beliau terlahir dengan nama Muhammad Athar, namun beliau lebih dikenal dengan Mohammad Hatta atau Bung Hatta, dilahirkan di  Fort de Kock (sekarang Bukit Tinggi), dari pasangan H.M. Djamil dan Siti Saleha, beliau adalah anak kedua dari 2 bersaudara, Ayah Bung Hatta meninggal ketika ia masih berumur 7 bulan. Kemudia ibu nya menikah laki dengan Agus Haji Ning dari Palembang dan mempunyai empat orang anak yang kesemuanya perempuan. 

Bung Hatta, via kompasiana.com
Hatta kecil bersekolah di sekolah swasta, setelah 6 bulan, ia pindah ke sekolah rakyat dan sekelas dengan Rafiah, kakaknya. Namun, pelajarannya berhenti pada pertengahan semester kelas tiga. Ia lalu pindah ke ELS di Padang (kini SMA Negeri 1 Padang) sampai tahun 1913, kemudian melanjutkan ke MULO sampai tahun 1917. Selain pengetahuan umum, ia telah ditempa ilmu-ilmu agama sejak kecil. Ia pernah belajar agama kepada M. Jamil Jambek, Abdullah Ahmad, dan beberapa ulama lainnya. Selain keluarga, perdagangan memengaruhi perhatian Hatta terhadap perekonomian. Di Padang, ia mengenal pedagang-pedagang yang masuk anggota Serikat Usaha dan juga aktif dalam Jong Sumatranen Bond sebagai bendahara. Kegiatannya ini tetap dilanjutkannya ketika ia bersekolah di Prins Hendrik School. Kemudian di tahun 1921 ia tiba di Negeri Belanda untuk belajar di Handels Hoge School di Rotterdam. Ia mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging, yang berganti nama menjadi Indoneische Vereniging, yang kemudian berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Hatta juga mengusahakan agar majalah perkumulan Hindia Poetra terbit secara teratur sebagai dasar pengikat antar anggota. Pada tahun 1924 majalah ini berganti menjadi Indonesia Merdeka. Hatta lulus dalam ujian Handels Ecomonie (Ekonomi Perdagangan) pada tahun 1923, kemudian melanjutkan di jurusan Hukum Negara dan Hukum Administratif karena terdorong oleh minatnya yang besar dibidang politik. Hatta mengakhiri studinya pada pertengahan tahun 1932 dan kemudian kembali ke Indonesia.

Pembacaan Teks Proklamasi
Dengan berbagai pergerakan yang beliau lakukan, akhirnya pada 17 Agustus 1945, bersama dengan Bung Karno yang mewakili nama seluruh rakyat Indonesia memploklamirkan kemerdekaan Indonesia lewat teks proklamasi yang bersejarah tersebut. Beliau juga menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama mendampingi Presiden Ir. Soekarno.

Pada tanggal 12 Juli 1947 Bung Hatta mengadakan Kongres Koperasi pertama di Tasikmalaya. Pada hari itu juga, Hari Koperasi Indonesia ditetapkan dan Bung Hatta ditetapkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Kemudian pada sekitaran 1949 Bung Hata ke Pulau Midai, satu dari sekian ratus pulau-pulau kecil di gugus perairan Natuna dalam rangka kunjungan kerja. Bapak Koperasi Indonesia juga dibuat takjub dengan keberadaan serikat dagang orang Melayu Ahmadi & CO tersebut sangat maju pesat. Para patani menjual Hasil bumi Natuna berupa Kopra dan Cengkeh hingga ke penjuru Malaysia, Singapura serta deretan Negara Asia Tenggara mengunakan Kapal Niaga Menembus Laut Cina Selatan.

Bung Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di RSCM Jakarta setelah sebelas hari ia dirawat di sana. Selama hidupnya, Bung Hatta telah dirawat di rumah sakit sebanyak 6 kali pada tahun 1963, 1967, 1971, 1976, 1979, dan terakhir pada 3 Maret 1980. Keesokan harinya, dia disemayamkan di kediamannya Jalan Diponegoro 57, Jakarta dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta disambut dengan upacara kenegaraan yang dipimpin secara langsung oleh Wakil Presiden pada saat itu, Adam Malik. Ia ditetapkan sebagai pahlawan proklamator pada 23 Oktober 1986 oleh pemerintahan Soeharto dan pada 7 November 2012, Bung Hatta secara resmi bersama dengan Bung Karno ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pahlawan Nasional.



2. https://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta

No comments:

Post a Comment