Friday, August 21, 2015

Dear Ladies..... (Curhatan Para Lelaki)... :)

Dear Ladies.....
Jujur, kami tidak suka jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh pemeran utama berbadan mustahil dan muka super ganteng seperti di film Twilight kesayangan kalian. Terlebih lagi di film KW nya yang berjudul G*S itu. Karena kami tau, badan seperti itu mustahil kami bentuk (sesuai dengan standard gizi), dan kami juga bukan orang Korea yang rela operasi plastik untuk merubah bentuk muka yang telah Tuhan anugerahkan kepada kami.
Kami juga tidak suka dibandingkan dengan tokoh-tokoh Korea lengkap dengan boybandnya yang berambut aneh itu. Intinya kami tidak suka dibandingkan dengan lelaki manapun. Plis yak, jangan sebut yang ini pinter, yang ini penyayang, yang ini romantis, ini itu di depan kami, meskipun dengan maksud menyindir. Karena menurut kami berkompetisi itu adanya dalam darah, saat kami mengalahkan ribuan sel lain hingga kami bisa menembus ovum hingga menjadi manusia seperti sekarang ini. Mencoba membuat cemburu? itu sama dengan menggali kuburmu sendiri.

Dear Ladies,
Tolong, jangan memaksa kami untuk memilih antara kamu dan hobi kami, atau dengan teman-teman kami. Jangan juga melarang kami untuk rapat organisasi, terlebih-lebih disuruh memilih antara kalian dan organisasi. Karena melakukan semua itu adalah rasa yang ingin kami salurkan. Bukankah kami selalu menyempati waktu untuk bersamamu. 
Jalan2men! via www.menshealth.co.id
Ketika kami sibuk dengan game, tolong biarkan. Ketika ingin berpetualang dengan teman-teman kami, tolong ijinkan. Terlebih jika kami ingin bermain futsal. Karena sejauh manapun kaki kami melangkah, sejauh apapun level game yang kami mainkan, kami akan kembali ke pangkuan kalian, merasakan lembutnya belaian tangan kalian untuk menghilangkan rasa penat kami. Dan juga, dengan mengikuti organisasi sejatinya kami sedang belajar untuk menjadi pemimpin tangguh. Bukankah nanti kami yang akan memimpin keluarga kecil kita?

Dear Ladies,
Ingat, kami bukan DUKUN, plis.. Kami tidak akan pernah tau apa yang kalian rasakan, kami tak akan pernah tau yang kalian inginkan jika kalian tidak memberitahukannya kepada kami. Jangan menangis tiba-tiba dan ketika ditanyakan kalian menjawab "kamu gak tau, kamu gak ngerti apa yang aku rasakan, peka dong!" (Peka pale lu!)
Peka doonk, via stickonyou.wordpress.com
Dan juga ketika menjadi diam tiba-tiba dan saat ditanyakan kalian menjawab "gak papa kok". Saat kami bilang "yaudah" atau diam. Kalian malah menjadi-jadi.. -_-
Komunikasi. Itulah yang terpenting bukan?

Dear Ladies,
Jangan marah dengan masa lalu kami, jangan benci dengan itu. Sebab seorang lelaki akan dipandang dengan pemikirannya yang matang untuk masa depan. Futuristik. Visioner. Kami menyarankan, pilih saja pasangan yang masih orok jika kalian menginginkan pasangan yang tak memiliki masa lalu. Juga jangan manja untuk minta diperhatikan setiap saat, karena kami bukan CCTV yang ada di pojok ruangan!
CCTV, via stikerlucu.com

Dear Ladies, 
Tukang Ojek? via ayuintanpermata.blogspot.com
Jadikan kami pasangan, bukan pembantu, bukan supir, apalagi tukang ojek. Jujur, kami sangat suka wanita manja, namun tidak keterlaluan. Katakan saja yang kalian mau. Jangan berharap kami untuk mengerti tanpa dijelaskan. Juga jangan sering marah dan ambekan, karena itu akan merusak konsentrasi kami.


Dear Ladies,
Mbelgendes..... via ask.fm
Tolong jangan cepat marah, ketika kami tidak mengangkat telpon kalian, jika kami terlambat membalas pesan WA kalian. Bukan karena kalian tidak kami prioritaskan, namun kami hanya manusia yang juga punya kesibukan, terkadang juga butuh instrahat, kami rapat, kami bekerja, juga untuk membuat kalian senang bukan? Jadi tolong, jangan telan mentah-mentah gambar tulisan yang kalian lihat di akun-akun instagram atau path yang gak jelas itu.

Dear Ladies,
be my WAG's, via www.dailyrecord.co.uk
Kami hanya ingin kalian duduk dipinggir lapangan, menyaksikan kami bermain. Meskipun kami tau, betapa tidak sukanya kalian duduk sendirian disana. Namun ketahuilah, itu adalah energi tambahan untuk memenangkan tim yang kami bela. Ditambah lagi dengan sodoran handuk dan minuman dingin yang kalian berikan tanpa diminta. Oowpsss. It makes us melt.

Dear Ladies,
Jangan.!! Jangan tanyakan kepada kami dengan kata-kata "aku gendutan, ya?" kepada kami. Itu adalah jebakan hidup. Seperti buah simalakama. Apa fungsi timbangan dan cermin kalau begitu?
PURA-PURA MATI, via kaskus.co.id

Dear Ladies,
Tidak semua dari kami berhati lembut, tidak semua dari kami bisa bersifat romantis, tidak semua dari kami paham yang kalian mau. Plis, jangan terlalu banyak mengambil refrensi dari film-film Hollywood dan Bollywood yang tidak jelas itu. Berdua bersama kamu melewati hari-hari serta berbagi tawa dan canda sudah merupakan hal terbaik yang kami rasakan.


Dear Ladies,
Pernahkah kalian merasakan kami cepat marah tanpa sebab yang jelas? Ngambek tanpa alasan? Hal itu menyebalkan, ya kan? Itu lah yang kami hadapi tiap bulannya. You all turn into crazy every time when you get your period. Kami (terpaksa) mengerti dengan keadaan seperti itu. Oleh sebab itu, sebuah kata maaf dan memaafkan akan membuat masalah tak terlalu panjang. 


Dear Ladies,
Marah tanpa sebab, via kaskushootthreads.blogspot.com
Jangan terlalu sering marah tanpa sebab yang jelas, jangan sering marah karena hal-hal sepele, karena sejatinya itu akan mengajari kami melakukan hal demikian. Sementara kami juga harus menahan sesak di dada ketika menahan emosi akibat ulah kalian.

Dear Ladies,
Tolong jangan gunakan standar ganda kepada kami. Disatu sisi kalian ingin emansipasi wanita, disisi lain kalian minta tempat parkir khusus wanita. Terkadang ada sesuatu yang tidak adil, ketika kalian ingin persamaan gender, melakukan apa yang kami lakukan. Noh sana perbaiki antena di atap genteng.
Sometimes, our ego is bigger than our brain or heart. Please understand that.

Dear Ladies,
MATRE, via iyansetione.wordpress.com
Kami sangat benci cewek matre! Serius ini. Kalian tau kenapa Tuhan menciptakan laut yang begitu luas? Karena Dia tau laut yang begitu luas tersebut sangat pas untuk menampung cewek matre. "Cewek matre ke laut aje".

Dear Ladies,
Kami sangat menyukai ke"natural"an. Tampillah dalam ke"alami"an yang ada pada diri kalian. Kami tidak suka sesuatu yang berlebih. Terlebih lagi kepalsuan, itu sangat mengerikan. Sesekali cobalah bercermin, mukamu yang putih pucat karena obat atau suntikan itu sangat tidak "match" dengan warna tangan kalian yang kuning langsat. Kami ingin punya pasangan, bukan badut ancol.
Mateeeee, via kamar-bujang2.blogspot.com

Dear Ladies,
Kami suka wanita cerdas, yang nyambung ketika diajak ngobrol, namun juga tidak sok tahu. Tidak harus dimengerti, tapi setidaknya mendengar dan merespon. So, dari pada uangmu habis untuk beli alat make up yang gak jelas, mending untuk beli paket internetan atau buku agar pengetahuanmu bertambah.
Cerdas, via www.pelitaonline.com

Dear Ladies,
Kami memang tidak tahu cara membedakan harga lipstik 50rb dan 500rb. Karena itu kami tidak pernah melarang apa yang akan kalian perbuat, asal masih dalam koridor yang wajar. Oleh karena itu, biarkan juga kami berusaha, agar kamu juga bisa membedakan mana Bontang mana Singapura, mana Kediri mana Paris, mana Maldives mana Natuna.


Dear Ladies,
Sebetapapun menyebalkannya kalian saat PMS, seberapapun cerewetnya kalian saat mengingatkan kami untuk makan. Kami menyadari, itu juga untuk diri kami. Kami suka akan hal itu, terkadang dari kami ada yang membangkang dan "ngeyel", itu juga untuk mengetes seberapa perhatiannya kalian pada kami. Maaf untuk tingkah yang demikian.
dalam dekapanku, via eharmonis.com

Kami mengakui, kami ibarat anak kecil yang terbungkus dalam tubuh-tubuh dewasa. Kami masih bersifat kekanakan dengan cara kami masing-masing. 


"Ku akui, ku tak hanya hinggap disatu hati. Ku akui, ku terlalu liar tuk kau miliki, walau begitu semua hanya persinggahan egoku, sifatmu tlah merobohkan aku"
-terimakasih bijaksana- So7

Kau, dermaga terakhirku, via dakwatuna.com
Kami ibarat pelaut muda yang berlayar singgah di pelabuhan-pelabuhan, bertualang di dermaga ke dermaga yang lain. Namun suatu saat kami akan berlabuh juga ke suatu pantai kecil, dimana kami akan berhenti bertualang, membangun pondok kecil, dan beristirahat disana. :)

Itu lah kami kepada kalian.

Sumber inspirasi :
akun Line : Huba Media

1 comment: