Friday, February 24, 2017

Teknik Produksi : Well Completion

Setelah pemboran telah mencapai formasi yang merupakan terget terakhir dan pemboran telah selesai, maka sumur perlu dipersiapkan untuk diproduksikan. Persiapan atau penyempurnaan sumur untuk diproduksikan ini disebut dengan komplesi sumur atau well completion. Pada well completion, dilakukan pemasangan alat-alat dan perforasi apabila diperlukan dalam usahanya untuk mengalirkan hidrokarbon ke permukaan. Tujuannya adalah untuk menyerap hidrokarbon secara optimal. Komplesi sumur meliputi bagian tahapan operasi produksi, yaitu :
  1. Tahap pemasangan dan penyemenan pipa selubung produksi (production casing)
  2. Tahap perforasi dan/atau pemasangan pipa liner.
  3. Tahap penimbaan (swabbing) sumur.
 
1. Jenis-jenis Well Completion
Well completion berdasarkan fungsi dan tujuannya dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu formation completion, tubing completion dan well head completion.

1.1. Formation Completion
Metode formation (down hole) completion dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu open hole completion, perfarated casing completion dan sand exclusion types.


1.1.1. Open Hole Completion
Metode ini merupakan metode yang sederhana dimana casing dipasang hanya sampai puncak formasi produktif sehingga formasi produktif tidak tertutup secara mekanis. Dengan demikian aliran fluida reservoir dapat langsung masuk ke dalam sumur tanpa halangan. Metode ini hanya cocok digunakan pada formasi yang kompak atau tidak mudah runtuh. Bila laju produksi besar maka produksi dilakukan melalui casing sedangkan untuk laju produksi kecil produksi dilakukan melalui tubing.
Penggunaan metode open hole completion memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah Fluida mengalir ke lubang sumur dengan diameter penuh dan tanpa hambatan, sehingga dengan cara ini umumnya dapat diperoleh laju produksi yang lebih besar dibandingkan dengan cara lain. Memperkecil kemungkinan terjadinya kerusakan formasi (formation damage). Interpretasi log yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik, dan mudah ditambah kedalaman bila diperlukan serta mudah ditambah secara liner atau perforated completion.
Sedangkan kerugiannya adalah sukar dilakukan pengontrolan terdapat produksi air atau gas, dan sukar melakukan stimulasi pada interval produksi bila diperlukan suatu selective stimulation. Harus sering dibersihkan pada interval formasi produktifnya, terutama bila formasinya kurang kompak, serta pemasangan casing dilakukan dengan coba-coba sebelum pemboran terhadap formasi produktif.  

1.1.2. Perforated Casing Completion
Dalam metode ini casing produksi dipasang sampai dasar formasi produktif dan disemen. Selanjutnya lubang diperforasi pada interval-interval yang diinginkan. Dengan adanya casing maka formasi yang mudah gugur dapat ditahan. Perforated casing completion umumnya digunakan pada formasi-formasi dengan faktor sementasi (m) sebesar 1,4.
Adapun keuntungan dalam penggunaan metode ini adalah dapat mengontrol air dan gas berlebihan, stimulasi dan treatment dapat dilakukan lebih selektif. Kemudian akan mudah untuk menambah kedalaman jika diperlukan. Casing produksi yang dipasang hingga dasar formasi akan menghalangi masuknya pasir, komplesi tambahan dapat dilakukan sesuai dengan teknik pengontrolan pasir yang dikehendaki, serta dapat disesuaikan dengan semua konfigurasi multiple completion. Sedangkan kerugiannya adalah memerlukan biaya perforasi yang besar, interpretasi log kritis, dan kemungkinan terjadinya kerusakan formasi lebih besar.
Open dan Cased Hole Completion, via DrillingFormulas.com

1.1.3. Sand Exclusion Type Completion
Metode ini digunakan untuk mencegah terproduksinya pasir dari formasi produktif yang kurang kompak. Metode yang umum digunakan untuk menanggulangi masalah kepasiran adalah liner completion, gravel pack completion dan sand consolidation.
  • Metode pertama adalah Liner Completion biasa digunakan untuk formasi produktif dengan faktor sementasi antara 1,4 sampai 1,7. Liner completion dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan cara pemasangannya, yaitu screen liner completion dan perforated liner completion
    • Pada metode Screen Liner Completion, casing dipasang sampai puncak dari lapisan atau zona produktif. Kemudian liner dipasang pada formasi produktif sehingga pasir yang ikut aliran produksi tertahan oleh screen tersebut.. Dalam screen liner completion, dijumpai beberapa macam jenis screen liner yang dapat digunakan, yaitu slotted screen liner, wire wrapped screen liner dan prepack screen liner
    • Sedangkan dalam metode Perforated Liner Completion, casing dipasang di atas zona produktif, kemudian zona produktif dibor dan dipasang casing liner dan disemen. Selanjutnya liner diperforasi untuk produksi. 
  • Metode kedua adalah metode Gravel Pack Completion. Metode ini dilakukan bila screen liner masih tidak mampu menahan terproduksinya pasir. Caranya adalah dengan menginjeksikan sejumlah gravel dan fomasi produktif disekeliling casingnya hingga fluida akan tertahan oleh pasir yang membentuk barrier di belakang gravel dan gravel ditahan oleh screen. Dari keadaan lubang sumur ketika gravel pack ini dipasangkan, pemasangannya dibagi menjadi eksternal dan internal.  
Gravel Pack, via petrowiki.org

    • External gravel pack, adalah jenis gravel pack yang diterapkan pada kondisi open hole. Open hole (external) gravel pack akan sesuai untuk diterapkan pada sumur yang indeks produktivitasnya tidak mengalami penurunan yang besar selama produksi.   
    • Internal gravel pack, adalah jenis gravel pack yang diterapkan pada kondisi lubang bor dalam keadaan tercasing dan terperforasi. Faktor utama yang harus diperhatikan dalam cased hole gravel pack ini adalah dilakukan pembersihan lubang perforasi dengan menggunakan fluida komplesi sebelum gravel dimasukkan ke dalam lubang sumur atau formasi, hal ini dapat mencegah terjadinya sumbatan pada alur maupun lubang perforasi. Metode cased hole (internal) gravel pack dapat diterapkan pada dua situasi : 
      • Formasi dengan internal produksi yang panjang, dimana penempatan pasir (sand) consolidation tidak dapat diterapkan. 
      • Formasi yang berlapis-lapis, dimana produksi diharapkan dapat dilakukan melalui satu rangkaian pipa produksi.
  • Metode terakhir dari tipe komplesi Sand Exclusion adalah Sand Consolidation, dimana masalah kepasiran juga terjadi di dalam komplesi formasi yang secara alamiah tidak terkonsolidasi. Dalam hal ini para ahli mencoba untuk meningkatkan pengontrolan pasir dengan melakukan konsolidasi batuan. Cara ini dikenal dengan sand consolidation. Metode ini umumnya dilakukan pada lapisan tipis berbutir relatif besar, permeabilitas seragam (uniform) dan clean sand. Prinsip dari metode ini adalah menginjeksikan bahan kimia ke dalam lapisan pasir sehingga butiran pasir yang terlepas menjadi tersemen. Bahan kimia yang umum digunakan adalah epoxy resin, furun dan phenol formaldehyde.

1.2. Tubing Completion
Penentuan jenis tubing completion terutama didasarkan atas jumlah tubing yang akan digunakan dimana hal ini erat hubungannya dengan jumlah atau zone produktif yang dimiliki serta produktivitas formasinya. Tubing completion dapat dibedakan menjadi tiga jenis yang didasarkan jumlah production string (pipa produksi) yang digunakan dalam satu sumur. Jenis-jenis tersebut adalah : single completion, comingle completion, multiple completion.

1.2.1. Single Completion
Merupakan metode produksi yang hanya menggunakan satu pipa produksi dimana sumurnya hanya memiliki satu zone produktif. Berdasarkan kondisi reservoir dan lapisan batuan produktifnya, single completion dibedakan menjadi dua jenis, yaitu open hole dan perforated completion. Open Hole Completion merupakan cara komplesi yang dilakukan bila formasinya cukup kompak. Sedangkan Perforated Completion, yaitu cara komplesi yang dilakukan bila formasinya kurang kompak dan bila diselingi lapisan-palisan tipis dari air atau gas.

1.2.2. Commingle Completion
Metode jenis ini dilakukan pada sumur yang mempunyai reservoir berlapis atau memilki lebih dari satu zone lapisan produktif. Metode ini dapat diterapkan dengan syarat tidak menimbulkan interflow antara lapisan produktif. Macam-macam commingle completion dapat digolongkan pada beberapa jenis sebagai berikut :
  1. Single tubing dengan single packer, merupakan cara produksi yang dipakai untuk sumur yang mempunyai dua lapisan produktif, dimana dua lapisan produktif tersebut dibatasi oleh packer. Fluida produksi dari lapisan bawah diproduksikan melalui tubing, sedangkan untuk lapisan di atasnya diproduksikan melalui annulus antara tubing dan casing. Jenis komplesi ini diterapkan untuk sumur yang produktivitasnya rendah. Keuntungan metode ini terutama adalah biaya ringan karena hanya menggunakan satu tubing. Sedangkan kerugiannya hanya lapisan bawah yang dapat dilakukan pengangkatan buatan bila nanti diperlukan, production casing tidak terlindungi dari tekanan sumur dan fluida korosif, endapan-endapan solid dari lapisan di atasnya dapat merusak tubing string, dan diperlukan untuk mematikan lapisan bawah bila akan dilakukan work over (kerja ulang) pada lapisan tersebut.  
  2. Single Tubing dengan Dual Packer dan Tubing. Pada komplesi ini diinginkan untuk memproduksikan fluida formasi bagian atas melalui dalam tubing dengan bantuan croos over atau dengan regulator flow choke. Sedangkan untuk fluida formasi dari bawah diproduksikan malalui tubing itu juga, dan kemudian melalui annulus tubing dan casingKomplesi jenis ini akan lebih murah jika dibandingkan dengan multiple completion tapi cukup menimbulkan kesulitan bila terjadi gangguan pada salah satu lapisan produktifnya harus mematikan lapisan yang lain untuk melakukan kerja ulang. Dalam hal perencanaan pamakaian tubing juga mendasarkan pada cara single completion, hanya perlu dipertimbangkan produktivitas lapisan secara keseluruhan untuk mendapatkan kapasitas tubing yang sesuai. Komplesi ini dapat dipasang pada packer dibagian bawah untuk memisahkan aliaran fluida masing-masing lapisan.

1.2.3. Multiple Completion
Multiple completion merupakan metode komplesi yang digunakan untuk sumur yang mempunyai lapisan lebih dari satu zone produktif. Dimana setiap lapisan produktif tersebut diproduksikan sendiri-sendiri secara terpisah sesuai dengan produktivitas masing-masing. Metode komplesi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut :
  1. Two Packer-two Tubing Strings “paralel” Dual Completion, Metode komplesi jenis ini, fluida dialirkan melalui dua tubing yang terpisahkan oleh dua packer. Dengan demikian masalah kepasiran dan artificial lift dapat diselesaikan dengan baik, akan tetapi biaya komplesinya menjadi mahal, dikarenakan setiap lapisan mempunyai komplesi sendiri-sendiri.
  2. Dual Well with Two Alternated Completion, Metode ini didasarkan letak kedua lapisan produktif yang akan diplilh untuk diselesaikan, maka dapat diproduksikan melalui rangkaian tubing yang panjang atau yang pendek.
  3. Triple Completion-Three Zones, Two Paker or Three Packer and Twoor Three Tubing Strings, Komplesi jenis ini diselesaikan dengan dua atau tiga tubing dan dua atau tiga packer. Dengan cara ini dapat menghasilkan total produksi harian yang tinggi tiap lubang sumur dan pada umumnya dapat memperbaiki ongkos yang telah dikeluarkan. Tetapi komplesi ini sulit untuk dipasang dan mudah dikenai problem komunikasi antar lapisan.
  4. Multiple Packer Completion, Jenis komplesi ini memisahkan aliran fluida dari masing-masing zona yang dilakukan dengan memakai packer. Kelemahan metode ini adalah artificial lift sulit diterapkan dan workover tidak mudah dilakukan.
  5. Multiple Tubingless Completion, Sistem komplesi ini tidak memakai production tubing, tetapi menggunakan casing berukuran kecil, biasanya berukuran 27/8”. Metode ini sesuai untuk sumur-sumur yang mempunyai masa produksi relatif panjang, adanya masalah fracturing, acidizing, sand control dan masalah lain yang memerlukan stimulasi atau treatment. Untuk sumur yang menghasilkan fluida bersifat korosif, cara ini tidak cocok karena casing produksi disemen secara permanen. 
Multiple Zone Completion, via DrillingFormulas.com
1.3. Wellhead Completion
Wellhead atau kepala sumur adalah suatu istilah yang digunakan untuk menguraikan peralatan yang terpaut pada bagian atas dari rangkaian pipa didalam suatu sumur untuk menahan dan menopang rangkaian pipa, menyekat daripada masing-masing casing dan tubing serta untuk mengontrol produksi sumur. Komponen-komponen utama dari wellhead terdiri dari casing head, tubing head dan christmas tree.

1.3.1. Casing Head  
Casing head disebut juga sebagai landing base, digunakan untuk menahan casing berikutnya yang lebih kecil, memberikan suatu hubungan dengan annulus dan sebagai landasan dari BOP. Casing head dapat dibagi menjadi dua, yaitu lower casing head dan intermediate casing head
Casing Head, via FMCTechnologies.com
  • Lower casing head, merupakan casing head paling bawah yang berpaut dengan bagian atas surface casing serta menyekat annulus antara rangkaian casing.
  • Intermediate Casing Head, disebut juga sebagai casing head spool, yang berfungsi untuk menahan casing berikutnya yang lebih kecil dan memberikan suatu hubungan dengan annulus antara kedua casing.

1.3.2. Tubing Head
Tubing head ditempatkan diatas casing head dan berfungsi untuk menggantungkan tubing string dan memberikan suatu pack off antara tubing string dan production string. Disamping itu juga memberikan hubungan annulus casing dan tubing melalui outlet samping. Pemilihan tubing head untuk single completion maupun untuk multiple completion didasarkan pada perencanaan mangkuk tubingnya (tempat menggantungnya tubing hanger). Fungsi utama dari tubing head adalah :
  1. Sebagai penyokong (support) rangkaian tubing.  
  2. Menutup ruang antara casing dan tubing.  
  3. Cairan dan gas dapat dikontrol dengan adanya connection diatas permukaan
Tubinh Head, via www.diytrade.com
Adapun bagian-bagian dari peralatan tubing head adalah sebagai berikut :
  1. Top flange, disini dilengkapi dengan locksrew yang berfungsi untuk menahan tubing hanger pada tempatnya dan memberikan tekanan pada tubing hanger seal dan seal annulus.
  2. Tubing hanger, fungsinya untuk menggantung tubing dan memberikan penyekat antara tubing dengan tubing head.
  3. Outlet, merupakan saluran keluar yang jumlahnya bisa satu atau dua buah.   
  4. Lower flange, merupakan tempat untuk memasang bit guide dan secondary seal.

1.3.3. Christmas-tree
Christmas-tree atau X-mas tree merupakan suatu susunan dari katup-katup (valve) dan fitting yang ditempatkan di atas tubing head untuk mengatur sarta mengalirkan fluida dari sumur. Chistmas-tree dibuat dari baja berkualitas tinggi, sehingga di samping mampu menahan tekanan tinggi, juga mampu menahan aliran air formasi yang bersifat korosif yang mengalir bersama-sama minyak atau dapat menahan pengikisan yang disebabkan oleh pasir yang terbawa oleh aliran fluida formasi. Komponen-komponen yang terdapat di christmas-tree adalah :
  • Mastre gate, berfungsi untuk menutup sumur bila diperlukan dan untuk sumur tekanan tinggi, biasanya dipasang dua buah.
  • Wing valve, digunakan untuk membuka dan menutup dari aliran bercabang.
  • Manometer, berfungsi untuk mengukur tekanan casing (Pc) dan tekanan tubing (Pt)
  • Choke, berfungsi untuk menahan sebagian aliran fluida sehingga produksi fluida formasi diatur menurut kebutuhan
X-mass tree, via SAPWELLSGLOBAL.com


Choke
Choke atau beam (jepitan) digunakan pada sumur-sumur sembur alam (natural flow atau flowing well) dan pada sumur gas lift, yaitu pada inlet gas injeksinya. Fungsinya untuk mengontrol atau mengatur produksi minyak dan gas dari sumur tersebut. Choke ini terbuat dari besi baja berkualitas tinggi supaya dapat menahan kikisan pasir serta fluida yang korosif. Ada dua macam choke yang terkenal dalam industri minyak dan gasbumi, yaitu positive choke dan adjustable choke.
  • Positive choke terbuat dari besi baja pejal, dimana pada bagian dalamnya terdapat lubang dengan ukuran tertentu (orifice), dimana minyak atau gas dapat mengalir didalamnya. Karena aliran fluida melalui choke ini, maka akan terjadi penurunan tekanan yang besarnya tergantung pada besarnya diameter orifice dari choke tersebut. Positive choke ini hanya mempunyai satu ukuran orifice untuk setiap choke (fixed orifice).   
  • Adjustable Choke, untuk mencegah penutupan sumur sewaktu mengganti ukuran choke atau perubahan laju produksi, maka lebih praktis memakai adjustable choke, yaitu dengan memutar handweel yang akan menaik-turunkan stem tip menjauhi/medekati removable seat, dimana ini berarti memperbesar/memperkecil ukuran orifice. Di sini fluida harus mengalir mengelilingi stem tip terlebih dahulu, sehingga aliran akan lebih bersifat turbulen, sehingga ini akan memperbesar kemungkinan terjadinya sumbatan (plug) pada orifice oleh pasir atau padatan-padatan lainnya. Karena sifat dan konstruksinya ini, maka jenis choke ini sangat sesuai pemakaiannya bila kita harus sering mengubah-ubah laju produksi.
Seringkali, positive dan adjustable choke mempunyai choke body yang sama, sehingga choke dapat diganti dari adjustable ke positive atau sebaliknya, tanpa melepas choke body dari X-mas tree.


2. Tahap Perforasi
Pembuatan lubang menembus casing dan semen sehingga terjadi komunikasi antara formasi dengan sumur yang mengakibatkan fluida formasi dapat mengalir ke dalam sumur disebut dengan perforasi. Alat untuk melakukan perforasi disebut dengan perforator. Perforator dibedakan atas dua tipe yakni Bullet/Gun perforator dan Shape charge/Jet perforator.
Gambaran proses perforasi, via Halliburton.com
a. Bullet / Gun perforator
Komponen utama dari bullet perforator meliputi fluida seal disk, gun barrel, gun body, bullet, thread sell, shear disk, powder centrifuge, contact-pin assembly, back contact spring, dan electrick wire.
Fluida seal disk berfungsi menahan masuknya fluida sumur ke dalam alat dimana dapat melemahkan kekuatan membakar powder. Gun body terdiri dari silinder besi panjang yang dilengkapi dengan suatu alat kontrol untuk penembakan dimana barrel disekrupkan dan juga untuk menempatkan sumbu (igniter) dan propelant dengan shear disk didasarnya, untuk memegang bullet ditempatnya sampai tekanan maksimum tercapai karena terbakarnya powder. Sedangkan Electric Wire merupakan kawat listrik yang meneruskan arus untuk pengontrolan pembakaran powder charge.
Prinsip kerja bullet perforator adalah susunan gun yang sudah ditempatkan dengan interval tertentu diturunkan kedalam sumur dengan menggunakan kawat (electric wire-line cable) dimana kerja gun dikontrol dari permukaan melalui wireline untuk melepaskan peluru (penembakan) baik secara sendiri maupun serentak. Karena arus listrik melalui wireline timbul pembakaran pada propelant dalam centrifuge-tube sehingga terjadi ledakan yang melontarkan bullet dengan kecepatan tinggi.

b. Jet Perforator
Prinsip kerja jet perforator berbeda dengan gun perforator, bukannya gaya powder yang melepas bullet tetapi powder yang eksplosif diarahkan oleh bentuk powder chargenya menjadi suatu arus yang berkekuatan tinggi yang dapat menembus casing, semen, dan formasi.


2.1.Kondisi Kerja Perforasi
2.1.1. Conventional Overbalance
Merupakan kondisi kerja di dalam sumur dimana tekanan formasi dikontrol oleh fluida/lumpur komplesi atau dengan kata lain bahwa tekanan hidrostatik lumpur (Ph) lebih besar dibandingkan tekanan formasi (Pf), sehingga memungkinkan dilakukan perforasi, pemasangan tubing dan perlengkapan sumur lainnya. Cara overbalance ini, umumnya digunakan pada :
  1.  Komplesi multizona.
  2.  Komplesi gravel-pack (cased-hole).
  3.  Komplesi dengan menggunakan liner.
  4.  Komplesi pada casing intermidiate.
Masalah/problem yang sering timbul dengan teknik overbalance ini adalah :
  1. Terjadinya kerusakan formasi (damage) yang lebih besar, akibat reaksi antara lumpur komplesi dengan mineral-mineral batuan formasi.
  2. Penyumbatan oleh bullet/charge dan runtuhan batuan.
  3. Sulit mengontrol terjadinya mud-loss dan atau kick.
  4. Clean-up sukar dilakukan.
2.1.2. Underbalance
Merupakan kebalikan dari overbalance, dimana tekanan hidrostatik lumpur komplesi lebih kecil dibandingkan tekanan formasi. Cara ini sangat cocok digunakan untuk formasi yang sensitif/reaktif dan umumnya lebih baik dibandingkan overbalance, karena :
  1. Dengan Ph < Pf, memungkinkan terjadinya aliran balik : dari formasi ke sumur, sehingga hancuran hasil perforasi (debris) dapat segera terangkat keluar dan tidak menyumbat hasil perforasi.
  2. Tidak memungkinkan terjadinya mud-loss dan skin akibat reaksi antara lumpur dengan mineral batuan.
  3. Clean-up lebih cepat dan efektif.

2.2.Teknik/Cara Perforasi
Berdasarkan cara menurunkan gun ke dalam sumur, ada dua teknik perforasi, yaitu dengan wireline (wireline conveyed perforation) dan dengan tubing (tubing conveyed perforation).

2.2.1. Wireline Conveyed Perforation
Pada sistem ini gun diturunkan ke dalam sumur dengan menggunakan wireline (kawat listrik).
  • Wireline conveyed perforation. Biasanya menggunakan gun berdiameter besar. Kondisi kerja perforasi dengan teknik ini adalah overbalance, sehingga tidak terjadi aliran setelah perforasi dan menara pemboran dengan blow out preventer (BOP) masih tetap terpasang untuk penyelesaian sumur lebih lanjut.
  • Wireline conveyed tubing gun. Gun berdiameter kecil dimasukkan kedalam sumur melalui X-mastree dan tubing string, setelah tubing dan packer terpasang diatas interval perforasi. Penyalaan gun dilakukan pada kondisi underbalance dan untuk operasi ini, umumnya tidak diperlukan menara pemboran tetapi cukup dengan lubricator (alat kontrol tekanan) atau snubbing unit.
2.2.2. Tubing Conveyed Perforator (TCP).
Gun berdiameter besar dipasang pada ujung bawah tubing atau ujung tail-pipe yang diturunkan kedalam sumur bersama-sama dengan tubing string. Setelah pemasangan X-mastree dan packer, perforasi dilakukan secara mekanik dengan menjatuhkan bar atau go-devil melalui tubing yang akan menghantam firing-head yang ditempatkan di bagian atas perforator. Perforasi ini dapat dilakukan baik pada kondisi overbalance maupun underbalance dan setelah perforasi dilakukan, gun dibiarkan tetap tergantung atau dijatuhkan ke dasar sumur (rathole).


3. Tahap Penimbaan (Swabbing)
Swabbing adalah pengisapan fluida sumur/fluida komplesi setelah perforasi pada kondisi overbalance dilakukan, sehingga fluida produksi dari formasi dapat mengalir masuk kedalam sumur dan kemudian diproduksikan ke permukaan. Ada 2 sistem pengisapan fluida yang berbeda pada sumur sebelum diproduksikan, yaitu :

1. Penurunan densitas cairan.
Dengan menginjeksikan lumpur yang mempunyai densitas lebih kecil dari fluida yang berada di sumur, sehingga densitas lumpur baru akan memperkecil tekanan hidrostatik (Ph) fluida sumur, sehingga akan terjadi aliran dari formasi menuju sumur produksi selanjutnya ke permukaan.

2. Penurunan kolom cairan.
Seperti halnya penurunan densitas, untuk tujuan menurunkan tekanan hidrostatik fluida dalam sumur agar lebih kecil dari tekanan formasi, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan pengisapan dan timba. 
Macam-macam swab-cup, via OilfieldSupply.com
  • Pengisapan, dengan memasukkan karet penghisap (swabb-cup) yang berdiameter persis sama dengan tubing untuk swabbing. Dengan cara menari swab-cup keatas, maka tekanan dibawah swab-cup menjadi kecil sehingga akan terjadi surge dari bawah yang akan mengakibatkan aliran.
  • Timba, mekanisme dengan cara ini adalah timba dimasukkan melalui tubing, dimana pada saat timba diturunkan, katup pada ujung membuka dan bila ditarik katup tersebut akan menutup. Dengan cara ini, maka suatu saat tekanan formasiakan melebihi tekanan hidrostatik kolom lumpur.

Wednesday, February 22, 2017

Pengenalan Teknik Produksi

Setelah beberapa waktu yang lalu kita sudah membahas tentang pengenalan teknik pemboran dan sistem-sistem yang ada pada operasi pemboran, kali ini insya Allah kita akan bahas mengenai Teknik Produksi minyak. Tulisan ini merupakan salinan dari praktikum peragaan Teknik Produksi yang merupakan salah satu mata kuliah yang saya pelajari dulu di teknik perminyakan UPN Jogja.

Teknik Produksi Migas, via syawal88.wordpress.com

Tahap operasi produksi dimulai apabila sumur telah selesai dikomplesi (Well Completion), dimana tipe komplesi yang akan digunakan tergantung pada karakteristik dan konfigurasi antara formasi produktif dengan formasi diatas maupun dibawahnya, tekanan formasi, jenis fluida dan metoda produksi.

Metoda produksi yang selama ini dikenal, meliputi metoda sembur alami (Flowing Well / Natural Flow) dan metoda pengangkatan / sembur buatan (Artificial Lift). Metoda sembur alami diterapkan apabila tenaga alami reservoir masih mampu mendorong fluida produksi keatas permukaan, sedangkan metoda pengangkatan buatan diterapkan apabila tenaga alami reservoir sudah tidak mampu lagi mendorong fluida produksi keatas permukaan maupun untuk maksud-maksud peningkatan produksi.

Setelah fluida produksi sampai permukaan, fluida tersebut dialirkan menuju Block Station melalui pipa-pipa alir (Flowline) untuk dilakukan pemisahan antara air, minyak dan gas. Gas hasil pemisahan, selain dapat langsung dimanfaatkan untuk industri dapat pula digunakan untuk injeksi gas lift ataupun pressure maintenance. Sedangkan minyak bumi mentah (Crude Oil) umumnya ditampung terlebih dahulu dipusat pengumpulan minyak sebelum dikirim menuju pengilangan atau terminal untuk dikapalkan.

Untuk operasi produksi lepas pantai, diperlukan fasilitas produksi lepas pantai berupa anjungan produksi (Production Platform) untuk menempatkan peralatan produksi seperti kepala sumur (Well-Head), silang sembur (X-mas Tree) sampai fasilitas pemisahan (Satellite) : Floating Tanker untuk menampung crude oil serta pengapalan. Di beberapa tempat dijumpai pula bahwa x-mas tree, manifold dan tangki pengumpul tidak ditempatkan diatas anjungan tetapi ditempatkan pada dasar laut.

Untuk operasi lapangan panas bumi (Geothermal) secara prinsip tidak jauh berbeda dengan operasi lapangan minyak dan gas bumi. Akan dijumpai perbedaan khususnya pada pengendalian uap akibat tekanan yang cukup tinggi dan adanya amplitudo yang cukup besar antara suhu uap dan suhu permukaan bumi, sistem pemisahan dan pemanfaatan energi. 
Sama halnya seperti pemboran dahulu, kali ini akan saya jelaskan perbab / persistem (sesuai dengan bab di praktikum), dan akan saya posting secara berkala. Namun mohon maaf apabila nantinya terdapat banyak kekeliruan, silahkan "revisi" dengan berkomentar di bawah. Semoga bermanfaat.

Tuesday, February 21, 2017

Wisata Batu Madu, Objek Wisata yang Tengah Naik Daun di Natuna

Sebenarnya cerita ini sudah hampir 8 bulan yang lalu saat libur lebaran, kami sekeluarga rekreasi ke komplek wisata Batu Madu di Kecamatan Bunguran Selatan. Seperti sebuah tradisi di sini, saat lebaran idul fitri hari ke 3 atau hari ke 4, masyakaratnya pergi rekreasi. Ya mungkin untuk me-refresh-kan fikiran sebelum masuk kerja esok hari nya, dan tentu saja sambil silaturahim dengan kerabat yang ditemui di tempat rekreasi di sana. Sambil melepas lelah, sambil menambah pahala dengan silaturahim (insya Allah). Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya (disini), komplek wisata Batu Batu terletak di Batu Bayan, kelurahan Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, masih di satu Pulau Bunguran Besar di Natuna. Dari pusat kota Ranai menempuh waktu kurang lebih 20an menit saja dengan kecepatan rata-rata lebih dikit.

Kawasan Wisata Batu Madu
Nama Wisata Batu Madu ini di ambil dari nama “pulau” batu yang ada tak jauh dari pantai, namanya Batu Madu. Kenapa disebut dengan Batu Madu? Karena dulu di tumpukan-tumpukan batu granit yang indah ini terdapat sarang madu, agak aneh memang, yang biasanya madu atau lebah bersarang di dahan pohon di hutan, ini malah bersarang di batu, di tengah laut pula (belum tau ni spesies madu apa, hhe). Meski sekarang madu nya sudah tidak ada lagi, namun bekas sarangnya masih bisa terlihat.
Bekas Sarang Madu
Diakhir pekan saat hari biasa, tempat ini ramai dikunjungi, apalagi saat libur lebaran ini, sepertinya bakal penuh. Wisata Batu Madu menawarkan pantai yang indah, dengan ombak yang tenang serta angin yang sepoi-sepoi, pemandangan jadi lebih indah ditambah dengan dua “pulau” batu di depannya, Batu Kuoun dan Batu Madu. Lalu terdapat juga Pulau Kemudi yang terletak agak jauh dari pantai, namun tetap indah terlihat. Objek wisata ini juga menawarkan berbagai fasilitas untuk memanjakan rekreasi kita. 
Sepeda air.
Sepeda air
Ada penyewaan pelampung untuk berenang, air laut nya tenang dengan ombak-ombak kecil, tidak berarus kuat, sangat aman untuk anak-anak kecil yang berenang, meski harus tetap dalam pengawasan. Juga ada penyewaan tikar untuk alas duduk (semacam piknik ala-ala barat gitu). Lalu ada juga penyewaan perahu “sampan kulek” dan rakit bagi anda yang ingin ke Batu Madu dan Batu Kuoun tanpa ingin basah. Dan yang terbaru, ada sepeda air, asyik loo, coba deh. Di objek wisata ini juga terdapat sungai kecil yang bermuara dekat dengan batu Kuoun, selanjutnya mungkin akan dikembangkan wisata sungai atau wisata mangrove disini. Kita lihat saja nanti ya.

Batu Madu
Fasilitas lain adalah adanya lapangan voli bagi kamu kamu yang senang olahraga, juga ada mushala bagi wisatawan muslim, toilet dan tempat bilas juga disediakan untuk membersihkan diri setelah berenang di laut. Memasuki area wisata ini tidak dipungut biaya alias gratis, namun parkir lah kendaraan yang rapi. Peraturan lainnya adalah jauhi pohon kelapa karena buahnya bisa jatuh dan menimpa anda, dan jangan sekali-kali membawa minuman beralkohol serta obat-obat terlarang dan hal-hal lain yang melanggar peraturan serta syariat, bisa didenda nanti looo. Silahkan membawa bekal dari rumah. Namun jika tidak membawa bekal, jangan khawatir, Batu Madu juga menyediakan berbagai kuliner minuman dan makanan khas Natuna untuk mengatasi masalah keroncongan perut kamu.
Usah nyacak sambah weii
Dilarang maboook
Kami pergi agak pagi, untuk menghindari ramainya pengunjung, meski sudah “booking” tempat dulu, Hhe. Ohya, Batu Madu ini dikelola oleh swasta, saudara ane ni (saudara seiman), keluarga pak Usman namanya. Anaknya Eka, teman ane, jadi insya Allah gampang aja urusan. Saat kami sampai, sudah ada beberapa pengunjung yang datang. Dan Alhamdulillah, semesta mendukung refreshing kami kali ini. Langit biru dan cerah, air pasang sedang, angin juga menyapa dengan manja nya.
Kawasan Wisata Batu Madu, diambil dari atas batu Kuoun
Pulau Batu Kuoun
Kesempatan ini tak datang dua kali sepertinya, langsung aja ane dan adik serta ditemani Eka, yang punya, pergi ke Batu Kuoun untuk mengambil beberapa gambar, juga ane penasaran dengan bentuk di belakang batu Kuoun yang menyerupai ………….. hmmmm liat gambar aja deh nanti ya, hhe. Nanti insya Allah aka nada postingan sendiri mengenai sejarah atau cerita rakyat mengenai Batu Kuoun ini. Meski air pasang, perjalanan ke Batu Kuoun tidak perlu memakai rakit, jarak yang dekat membuat air pasangpun hanya berkisar selutut orang dewasa ganteng seperti ane ni. 
Batu Kuoun, hayo mirip apa hayo???
Pemandangan dari atas Batu Kuoun juga saat indah, bebatuan granit yang terhampar di laut seakan tersusun membentuk pola, pola alam, gunung Ranai di sebelah utara jauh juga terlihat gagahnya dari sini, pulau Kemudi dan Pulau Jantai seperti tepar pesona minta diperhatikan, luar biasa indah, alamku.  
Dari atas batu Kuoun
Numpang narsis bentar
Setelah dari Batu Kuoun, kami pergi ke Batu Madu. Itu tadi yang ane bilang semesta mendukung, alam “membuat” jalan ke Batu Madu sangat indah, pasir-pasir laut “muncul” menuntun jalan kami kesana. Batu Madu merupakan tumpukan-tumpukan batuan granit yang besar, meski tak sebesar Batu Kuoun. Dan memang, bekas sarang Madu atau lebah masih bisa dilihat di Batu ini. Juga yang tak kalah menariknya, goresan-goresan yang terpahat secara alami di Batu Madu ini membentuk lafadz Allah, masha Allah, luar biasa.
Batu Madu : Lafadz Allah

"Yaa Rabb, sungguh indah ciptaan_Mu, bantu kami menjaganya."
Hari sudah beranjak sore, pengunjung pun makin ramai memadati objek wisata ini. Kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat di rumah. Letih setelah puas-puas bermain dan mengambil beberapa gambar, ponakan ane juga dengan girangnya berenang di laut tadi, dan saya juga akan mempersiapkan diri untuk kembali merantau, mencari arti hidup dan jodoh, cieeeh. See ya.

Monday, February 20, 2017

Hal Greget Ini Hanya Dirasakan Oleh Kamu yang Pernah Jadi Mahasiswa UPN Jogja



"Mahasiswa UPN Veteran,
bersatu padu bernaung di bawah panji,

Menjunjung tinggi sumpah setia,
patuh setia pada negara.."

Masih ingat dengan potongan lirik tersebut? Itu merupakan mars mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta. Kampus yang terletak di jalan lingkar Utara dan daerah Babarsari Jogja ini memiliki belasan jurusan dengan ribuan mahasiswanya. Kampus yang sering berganti nama dan status ini mempunyai slogan disiplin, kejuangan dan kreativitas. Sebuah slogan penuh “arti dan makna” bila kamu merupakan alumninya. Layaknya kampus-kampus lain, UPN Jogja ini menyimpan berbagai cerita unik bagi para mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan kuliah disana.
Siap-siap nostalgia ya. Kuy ah.

1. Saat PKK, Peserta dan Panitianya Mempunyai Sebutan-sebutan Unik.
PKK tjoyy, via dpm-km-upnyk.blogspot.co.id
PKK (Pengenalan Kehidupan Kampus) di UPN Jogja merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM KM (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa) UPN "Veteran" Yogyakarta bagi para mahasiswa baru (maba). Acara ini biasanya berlangsung 3 sampai 4 hari. PKK ini bertujuan untuk mengenalkan UPN Jogja secara umum. Saat PKK, para maba disebut dengan Kopral, ketua PKK nya disebut dengan Panglima, koordinator tim P3K nya disebut dengan Jenderal Kesehatan. Unik kan ya? Ya karena mungkin dulunya UPN ini berada dibawah Departemen Pertahanan, jadi nya rada-rada militer gitu ya kan. Lambangnya aja ada Topi Baja. Sesuai lah ya. :D

2. Ketemu Banyak Kenalan Dari Berbagai Kalangan
Berbagai asal muasal, via perpus.upnyk.ac.id 
Namanya Jogja kota pelajar, dan itu juga berlaku di UPN Jogja. Kamu bakal ketemu banyak kenalan, dari Sabang sampai Merauke, bahkan negara-negara tetangga juga ada seperti Malaysia dan Timor Leste. Seakan tak peduli darimana asalmu, suku, dan agama. Kamu berkenalan dengan mereka dan mempunyai rasa yang satu : Mahasiswa UPN Jogja.

3. Puluhdadi, Seturan, Mancasan, Condongcatur, serta sebagian Babarsari merupakan Markas Pusat Bagi Anak-anak UPN
Gerbang Kampung Puluhdadi
Yap, daerah itu merupakan basis terkuat bagi mahasiswa/i yang kuliah di UPN, selain dekat dengan kampus, di sekitar tempat tersebut juga banyak tersedia sarana pendukung hidup bagi para mahasiswa. Tempat nongkrong? kita punya Go*boex Café, dan puluhan café di sepanjang jalan Wahid Hasyim, jl Seturan, Perumnas, Babarsari. Futsal, ada Telaga Futsal, Pele Futsal dan Gaol Futsal. Tempat les ada EME, Babe, See. Warnet? Ada tempat legend SATR*A NET. Laundry? Gak bisa dihitung lagi. Mau shoping dengan budget minim? Tenang, ada OB (Outlet B*ru). Minimarket? Ada Beta, Mirota Kampus Babarsari, Superindo dan Citrouli yang buka 24 jam. Dan beberapa fasilitas pendukung lainnya yang siap membantumu menjalani hidup sebagai mahasiswa.

4. Kuliah Pertama yang Mengesankan Hingga Rela Bangun Pagi Untuk Ikut Kuliah Olahraga
Olahraga dulu tjoy, biar sehat
Namanya juga mahasiswa baru, kuliah pasti hal yang sangat ditunggu-tunggu. Suasana baru, teman baru, lingkungan baru. Bagi yang sungguh-sungguh ingin kuliah, hari pertama merupakan hari yang sangat bersejarah, bahkan ada yang masih ingat mungkin tanggal pertama kuliah (ane sih masih, 7 september), mata kuliah sampe dosennya. Nah, yang unik di UPN ini adalah mata kuliah olahraganya ni. Jam nya selalu pagi, 6.30 dan 7.30, sebuah ujian yang sangat berat bagi mereka yang mengalami kesulitan bangun pagi. Dan, mata kuliah ini adanya didua semester awal. Emang sih Cuma 1 SKS, tapi kalau ngulang kan rasanya gimanaaa gitu. :D

5. Wimaya : ILMU ke-UPN-an, dan Outbond “Topi Baja”
Outbond dulu lah, sambil narsis, via wimayaupn.blogspot.co.id
Wimaya merupakan mata kuliah WAJIB bagi mahasiswa UPN Jogja. Layaknya kampus Muhammadiyah yang ada pelajaran ke-muhammadiyahan-nya. Nah UPN juga punya khasnya yaitu wimaya itu. Wimaya merupakan singkatan dari widya mwat yasa yang berarti belajar untuk membangun, juga berarti sesungguhnya adalah menuntut ilmu yang digunakan untuk mengabdi sebesar-besarnya kepada bangsa dan negara dengan hati yang suci dan bersih. Kaya dasar-dasar UPN gitu, Pancasila nya deh, boleh dibilang seperti itu, meski matkul Pancasila dan Kewarganegaraan juga ada. Nasionalis banget kan anak-anak UPN? Dan, sebagai salah satu syarat untuk keluarnya nilai matkul ini ada ikut outbond yang dibuat oleh kampus sendiri, dengan pembimbingnya dosen dan senior-senior yang tergabung dalam UKM Resimen Mahasiswa Kalimasada. Outbond nya gabung dengan seluruh jurusan, nah lumayankan sambil nyari-nyari calon.

6. Gak Hanya Melulu Belajar, UPN Jogja Punya Puluhan UKM yang Siap Memfasilitasi Bakat Terpendam Kamu.
UKM KSR PMI UPN
Saya banyak mendapat wejangan, bahwa kuliah saja tidak lah cukup untuk menatap masa depan, IPK tinggi tidak menjamin jika ilmu-ilmu tambahan diluar pelajaran tidak kita kuasai. Kita harus punya skill lain yang membuat kita berbeda, harus kembangkan bakat yang kita punya. Sarjana plus plus istilah lainnya. Oleh karena itu, kita membutuhkan wadah tersebut untuk mengimbangi antara belajar dan menyalurkan bakat bukan? Nah kampus UPN Jogja ini memiliki puluhan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang siap memfasilitasi bakat terpendam kamu. Bakatmu di seni? Kita punya UKM Seni, Marching Band, Paduan Suara yang prestasinya udah kemana-mana. Pengen jadi tentara tapi gak kesampaian? Ada Resimen Mahasiswa yang siap jadi tumpuan. Kegiatan sosial, kemanusiaan, kesehatan? UKM KSR PMI siap nampung kamu gaes. Suka dengan alam? Jelas, Mapala tempatnya. Olahraga? Yah UPN Jogja ahlinya tjoy. Mau seimbangkan antara dunia dan akhirat? UPN Jogja juga punya UKM-UKM Kerohanian. Komplit-plit-plit kaya nasi goreng special. Nah itu baru UKM, belum lagi lembaga-lembaga yang tersebar di kampus, tingkat fakultas dan jurusan. Ajiiiib banget kan?

7. Bagi yang Dikaruniai Sedikit Keahlian, nyambi Jadi Asdos dan Asleb leh uga tuch..
Asisten Laboratorium
Nah bagi kamu yang merasa punya sedikit kelebihan pada bagian otak, alias cerdas dikit gitu dan sedikit hoki. Bisa tu jadi asisten dosen di kampus, atau paling tidak jadi asisten laboratoriumnya deh. Nanti kamu bakal diajak untuk ikut serta dalam kegiatan dan ngerjain proyek-proyek yang dimiliki oleh dosen tersebut bersama dengan timnya. Banyak banget benefitnya kan, pengalaman dapet, ilmu apalagi, dan aji mumpung dapat sangu kan kalo yang dikerjakan dapat untung besar. Lumayan nambah uang jajan untuk beli paket internet. Hati-hati keenakan, banyak temen-temen yang kadang ada yang lupa sama skirpsi gara-gara ikut ini. Hahaii

8. Untuk yang di Kampus 1, Ketika Perut Lapar Namun Waktu Mepet, Kamu Bakal Tau RM Padang yang Hits dan Eksis Itu.
RM "legend", via foody.id
Saat siang, perut sudah minta hak nya. Namun waktu mu mepet karena setelah istirahat bakal ada jam kuliah lagi, sementara lidahmu kangen dengan masakan padang. Nah kamu tau harus kemana : RM Chani*go lah tempatnya. Mahasiswa yang kuliahnya di kampus 1 bakal tau RM yang hits ini. Letaknya di pojok, di selatan kampus, diseberang koperasi pegawai UPN. Kalau siang warung ini selalu ramai dikunjungi. RM Padang ini masih eksis dari sebelum ane kuliah, hingga sekarang ni. Menu makanannya boleh dibilang lengkap, dan rasanya yang cocok banget sama lidah anak Sumatera, ownernya asli Minang sepertinya, namun karena karyawannya banyak yang bukan minang, jadi citarasanya bercampur gitu yang bikin RM ini disukai banyak kalangan, alhasil banyak yang suka makan ditempat ini, murah lagi. Jogja gitu lo. Gak hanya mahasiswa kampus 1, mahasiswa yang kuliah di kampus 2 UPN yang di Babarsari juga sering makan disini, legend kan. :D

9. Ketika Saat Ujian Semakin Dekat, Ada Fotokopi-fotokopi Legend yang Bakal rame Didatangi.
Fotokopi *ilustrasi, via buletinpeluangusaha.blogspot.com
Mahasiswa-mahsiswa angkatan lawas yang kuliahnya di Kampus 1 wilayah timur mesti tau ni. Fotokopi YO*I dan PU*RA ROSYADI, ya to? Ngaku aja siapa yang sering fotokopi kerpean dalam ukuran kecil di tempat ini? (sssttt adegan untuk tidak ditiru!) Wkwkwk. Ya, fotokopi ini kerap dikunjungi oleh mahasiswa terutama jurusan di FTM, TeKim, dan FaPerta. Selain mendukung keperluan ATK bagi mahasiswa, disini juga banyak menyimpan arsip-arsip diktat kuliah. Dan yang paling penting ya itu tadi, ngopi kerpean. Hehehe. Maafkeun kecurangan kami dahulu, yaa Rabb. Dan sekarang kedua fotokopi tersebut sudah tidak ada lagi, mereka sudah berpindah tempat yang sulit dijangkau oleh mahasiswa UPN kalau lagi kepepet. Jadi angkatan dua ribu belasan keatas, gak bakal tau ni gimana legend nya tempat ini.

10. Moment Wisuda Merupakan MOMENT SAKRAL Bagi Mahasiswa UPN
Raja sehari, via youtube.com
Yah, hampir semua mahasiswa menginginkan wisuda bukan? Nah moment wisuda seperti yang kita ketahui merupakan moment yang sakral bagi mahasiswa. Selain menandakan bahwa kita telah selesai mengenyam bangku perkuliahan, wisuda juga merupakan moment pembuktian kepada orang tua kita di rumah akan amanah yang telah diberikan kepada kita kita selama beberapa tahun itu. Memakai jubah kebesaran serta toga merupakan hal yang paling diidam-idamkan. Membuat orang tua bangga, juga calon mertua, tersenyum haru, doa-doa yang selama ini dipanjatkan kepada Tuhan, salah satu nya terwujud hari itu. Nah UPN Jogja punya cara sendiri bagaimana cara menghormati para wisudawan, terlebih jurusan-jurusan teknik. Para wisudawan/ti akan diarak oleh junior mereka dari gedung jurusan hingga auditorium tempat acara berlangsung. Ketika prosesi selesai, dan saat keluar dari auditorium pun kita masih akan disambut oleh mereka. Di nyanyikan mars-mars jurusan yang sering dinyanyikan saat maba dulu, diberi bunga, dan lain sebagainya. Yah kalau pengantin mendapat istilah raja sehari, wisudawan di UPN boleh lah dibilang menjadi Raja dan Ratu 6 jam. Euforianya hanya berlangsung selama itu. Meskipun setelah itu mendapat gelar baru : Alumni dan Pengangguran.


Gimana gaes, udah kebayang lagi kisah-kisah lalu di UPN Jogja? Kalau dibuat satu buku mungkin bisa setebal kamus ya? Karena ada banyak cerita yang terjadi disini. Dan ingat, sejauh apapun kita pergi UPN Jogja pernah mewarnai lika liku hidup hingga mengantar kita seperti sekarang ini, jasmerah! dan jangan melupakan almamater, ah. :')

Salam wimaya. Salam Energi, Salam Bela Negara!

Friday, February 10, 2017

Sejarah Perminyakan di Balikpapan : Sumur Mathilda dan Hari Jadi Kota Balikpapan

Memiliki julukan sebagai Kota Minyak ternyata mengandung makna dan sejarah yang mendalam bagi Kota Balikpapan. Bahkan hari jadi Kota bermaskot Beruang Madu yang diperingati tiap tanggal 10 Februari ini juga memiliki kaitan erat dengan proses perkembangan perminyakan di Bumi Manuntung ini. Balikpapan yang merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur ini bisa dikategorikan sebagai daerah penghasil minyak terbesar di Indonesia, bahkan salah satu tempat pengelolaan minyak (refinery unit) milik Pertamina dibangun disini, dan akan dikembangkan lagi luas serta kapasitasnya.

Sejarah Balikpapan sebagai kota minyak berawal saat zaman Kolonial Belanda. Pada Agustus 1860, Departemen Pertambangan Kerajaan Belanda mengirim Jacobus Hubertus Menten ke Kalimantan Timur. J.H. Menten, lulusan teknik pertambangan Akademi Delft ini mendapat tugas berburu batubara. Perburuannya pun berhasil. Menten menemukan batubara berkualitas baik di sekitar Delta Mahakam, Kutai dan sekitarnya. Ia pun berhasil menjalin hubungan baik dengan Sultan Kutai, Aji Muhammad Sulaiman. Menten lalu diangkat menjadi manajer perusahaan batubara Kerajaan Belanda pada 1862. Setelah beberapa penugasan di Bangka dan Bogor, Menten mengundurkan diri dari Departemen Pertambangan pada 1882. Awal Desember di tahun yang sama, ia mendapatkan konsesi tambang batubara dari Sultan Kutai. Pada 1888, Menten menyerahkan konsesi ini kepada Steenkolen Maatschappij Oost Borneo (SMOB). 

Pada masa itu Menten sadar potensi minyak di wilayah Kalimantan Timur. Ia sempat mengundang kawannya, Sultan Aji Muhammad Sulaiman melihat rembesan minyak bumi di wilayahnya. Tak butuh waktu lama, Sultan Aji Muhammad Sulaiman memberi konsesi pada Menten pada 29 Agustus 1888. Menten mendapat konsesi eksploitasi minyak bumi meliputi hampir seluruh wilayah Kutai. Sementara Pemerintah Belanda baru menyetujui konsesi Louise pada 30 Juni 1891.

Sayangnya Menten tak memiliki modal. Para pemodal di Eropa, termasuk Kerajaan Belanda tak berminat memodali proyek nekad Menten mengeksplorasi minyak di Kalimantan. Untungnya Sultan Kutai memperpanjang izin eksplorasi hingga akhir 1897. Beruntung pada September 1895 Menten bertemu Sir Marcus Samuel dari Shell Transport and Trading Ltd yang bermarkas di London. Sir Marcus siap mempertaruhkan modal demi mencoba peruntungan di Kalimantan Timur. 
J.H. Menten and Marcus Samuel, via handryjonathan.blogspot.com
Menten memulai perburuan minyaknya di wilayah konsesi Louise. Wilayah ini berada di rawa-rawa (swamps) Delta Mahakam, dekat Sungai Sanga-sanga (anak Sungai Mahakam). Meski kesulitan terus merundung, Menten berhasil mendapatkan minyak komersil pada kedalaman 150 kaki di Sangasanga pada tanggal 5 Februari 1897. Minyak mentah (crude) yang mereka dapat ini memang tidak cocok untuk lampu. Namun, Samuel mengetahuinya sebagai sumber untuk bahan bakar mesin. Di waktu yang sama, Menten mencari lokasi yang tepat sebagai tempat pengolahan (refinery) minyak sekaligus pelabuhan. Dan ia menemukan lahan cocok di Teluk Balikpapan (Balikpapan Bay). Tanah luas di kelilingi hutan tropis dan vegetasi pesisir, serta laut yang dalam.

Saat survei, tanpa sengaja tim Menten melihat rembesan minyak saat di sekitar Tandjung Toekoeng, Balikpapan.
Menten segera mengajukan izin perburuan minyak di daerah konsesi Mathilde. Lokasi tersebut terletak di sisi timur kota Balikpapan, tepatnya di kaki gunung Komendur di sisi timur Teluk Balikpapan (di dekat Pelabuhan Semayang sekarang) -map- Sumur pemboran pertama yang dilakukan pada tanggal 10 Februari 1897 ini diberi nama dengan nama Sumur Mathilda. Hanya terpaut 38 tahun dari pengeboran sumur minyak pertama di dunia oleh Edwin L Drake di Amerika atau sekitar 13 tahun setelah explorasi sumur minyak pertama di Indonesia (sumur Telaga Said di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara).
Sumur Minyak Pertama Balikpapan, via muyhufe.wordpress.com
Sumur Mathilda memiliki kedalaman hingga 222 meter dengan produksi awal sekitar 184 barrel. Keberhasilan explorasi sumur Mathilda ini memancing eksplorasi sumur-sumur minyak di area konsesi sekitarnya, hingga akhirnya memiliki total sembilan sumur yang produktif pada masa itu. Satu tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 15 April 1898, Menten dan Samuel Marcus mendirikan perusahaan bernama Nedelandsch Indisch Indusrie en Handel Maatschappij (NIIHM) setelah mendapat modal dari Shell. Dilanjutkan dengan mulai melakukan pengeboran di konsesi Mathilde dan menemukan minyak pada kedalaman 180 m. Pada tahun 1898 produksi tahunan NIIHM mencapai 32,618 barrel minyak mentah yang berasal dari konsesi Louise dan Mathilde.
 
Pencarian J.H. Menten selama belasan tahun dan rekannya Mr. Samuel akhirnya berbuah manis. Di Balikpapan, Menten tak hanya mendapat pelabuhan, tetapi juga sumber minyak baru. Di sepanjang 1898, Menten mendatangkan pekerja pengeboran dan pengolahan ke Balikpapan. Kapal uap serta kapal layar pengangkut material dan peralatan pengeboran akhirnya merapat di Balikpapan. Pada 20 Agustus 1898 untuk pertama kali kapal tanker "Sabine Rickmers" milik Shell berlayar mengirimkan minyak mentah dari Kalimantan Timur menuju penyimpanan di Singapura. Disusul pengiriman langsung ke London dengan kapal uap Broadmain.  

Banyaknya sumur-sumur minyak yang produktif di konsesi Mathilda serta penemuan-penemuan minyak baru di konsesi Louise dan Nonny (Sangasanga) membuat pemerintah Belanda membangun tempat instalasi penyulingan minyak di Balikpapan pada tahun 1900. Belanda juga membangun fasilitas-fasilitas pendukung seperti perumahan, sekolah, rumah sakit, sarana olahraga dan sarana hiburan. Dengan selesai dibangunnya kilang minyak di kota Balikpapan pada tahun 1922, menjadikan kota Balikpapan sebagai pusat penyulingan minyak mentah di wilayah Kalimantan Tenggara (dengan lahan konsesi Mathilde, Nonny dan Lousie). Pada masa itu, baik minyak yang telah diolah maupun minyak mentah mampu memberikan kontribusi rata-rata lebih dari 50% dari nilai ekspor bagi Kalimantan Tenggara. Dalam kelanjutannya, kedudukan NIIHM digantikan oleh BPM.

Tahun 1903 merupakan akhir cerita dari sumur Mathilda. Setelah beroperasi selama kurang lebih 6 tahun dengan total kumulatif 68.375 barrel, sumur Mathilda ini ditutup. Saya belum temukan mengapa sumur ini ditutup, apakah karena cadangan dan tekanannya yang tak mampu lagi mengalirkan minyak keluar (natural flow) atau ada alasan lain mengenai sebab penutupannya. Namun sumur-sumur di area konsesi Mathilda yang lain masih beroperasi dan mengeluarkan banyak minyak.
Kilang Balikpapan, via wikipedia
BPM (Bataafsche Petroleum Maatschappij) adalah anak perusahaan dari Royal Dutch Shell, perusahaan yang juga mengelola sumur-sumur minyak di Pangkalan Brandan. Pekerjaan BPM di Indonesia hanya mengebor. Penjualannya dilakukan perusahaan Inggris Shell. Sementara pengangkutannya oleh Anglo Saxon Oil Coy, yang mempunyai kapal tangker untuk diangkut ke negara-negara yang membutuhkan minyak. Dengan demikian, dari dulu memang industri minyak bumi ini melibatkan banyak perusahaan dan pihak. Pada tahun 1912 BPM memperoleh konsesi baru di wilayah Balikpapan yaitu Konsesi Batakan, Konsesi Manggar, Konsesi Manggar II dan Konsesi Teritip. Penambahan tersebut membuat BPM menguasi hampir seluruh kota Balikpapan dan memiliki wewenang dalam mengatur pola pembangunan infrastruktur fisik kota Balikpapan seperti wilayah pemukiman, ruas jalan, jalur pipa minyak, dan jalur komunikasi. Pengaturan tersebut pada dasarnya ditujukan untuk mendukung kepentingan pengembangan industri minyak di area teluk Balikpapan. Hal ini juga berdampak dalam pembentukan tatanan awal fisik dari Kota Balikpapan.
Kilang Minyak Balikpapan tahun 1930, via muyhufe.wordpress.com
Keberhasilan sumur-sumur minyak di Balikpapan ternyata sampai ketelinga para penguasa dunia. Hingga menjadi rebutan para penjajah. Hingga saat terjadi perang Pasifik, sumur-sumur ini merupakan salah satu target untuk dikuasai. Beberapa sumur minyak dihancurkan oleh Belanda agar tidak ada satu pihakpun yang dapat menikmatinya. Perang pasifik juga menyebabkan banyak sumur, tangki-tangki kilang dan fasilitas-fasilitasnya rusak parah. Tercatat, infrastruktur  BPM di Balikpapan dua kali di bumihanguskan. Pertama oleh pihak Belanda sendiri sebelum diduduki Jepang dan yang kedua oleh  pihak tentara Jepang.

Selama Perang Dunia II (tahun 1942-1945), kota Balikpapan dikuasai oleh pasukan tentara Jepang. Mereka membutuhkan sumber daya bahan bakar minyak untuk kendaraan lapis baja, pesawat tempur hingga lampu. Penyerangan ke Balikpapan setelah mereka berhasil menguasai Tarakan. Tetapi menguasai Tarakan menjadi tidak berguna karena kilang minyak di Tarakan sudah dihancurkan oleh Belanda pada saat itu. Ketika tentara Jepang menyerang Balikpapan pada 20 Januari 1942, kilang minyak dan Pelabuhan Balikpapan tetap utuh dan tidak di hancurkan seluruhnya karena pimpinan Jepang memberikan ultimatum akan membunuh semua tentara dan warga Belanda yang ditemukan di Tarakan dan Balikpapan. Masa penjajahan Jepang di Balikpapan tidak berlangsung lama. Perang Dunia ke II kemudian meletus.
Kantor Kilang Minyak, via muyhufe.wordpress.com
Tentara Sekutu yang terdiri dari angkatan Bersenjata Divisi 7 Australia dipimpin oleh Letnan Kolonel Edward Robson berusaha merebut kembali pelabuhan Balikpapan. Karena dari kacamata ekonomi, kilang minyak memiliki nilai strategis. Serangan tentara Sekutu berlangsung sejak 25 juni sampai 15 juli 1945. Untuk mematahkan pertahanan tentara Jepang, pihak tentara Sekutu melancarkan serangan udara. Skwadron angkatan udara Sekutu mengepung angkasa Balikpapan. Pesawat bomber menjatuhkan ratusan Bom dari angkasa sehingga menghancurkan fasilitas vital. Akibat serangan udara pasukan Sekutu itu, Kilang minyak dan pelabuhan Balikpapan mengalami kerusakan sangat parah. Tentara Jepang akhirnya mundur. Hingga akhirnya tanggal 21 Juli 1945 Jepang menyerah kepada pasukan Sekutu di Balikpapan. 

Proklamasi kemerdekaan akhirnya berkumandang di Jakarta tgl 17 Agustus 1945. Namun karena minimnya sarana komunikasi, kabar proklamasi ini telat diketahui oleh masyarakat Balikpapan. Baru pada sekitar bulan november 1945, kabar proklamasi kemerdekaan ini sampai di Balikpapan. Namun, tidak serta merta hal tersebut membuat Balikpapan bebas dari penjajah. Belanda yang membonceng sekutu Australia waktu itu ingin menjajah Balikpapan kembali. Saat itu Balikpapan memang dalam status quo. Artinya belum masuk ke wilayah NKRI. Berbagai pertempuran pecah di Balikpapan antara kaum pejuang pribumi dan tentara Belanda.
Perang Balikpapan, via klikbalikpapan.co
Sekitar 1945-1946 pekerja BPM yang datang dari Jawa dalam rangka rehabilitasi Kilang Minyak yang hancur akibat perang yang dilanjutkan dengan pernyataan rakyat di Lapangan FONI. Namun karena Belanda berniat menguasai kembali kota ini, secara spontan, masyarakat menentang rencana BPM. Maka terjadi peperangan yang berlanjut sampai pada pertempuran Sangatta. Perlawanan terhadap Belanda terus dilakukan. Dengan pertempuran dan perundingan-perundingan. Hingga akhirnya pada tanggal 27 Desember 1949, Balikpapan resmi masuk ke dalam Republik Indonesia. 

Pada tahun 1949 Pelabuhan Balikpapan diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Republik Indonesia. Langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah membenahi pelabuhan Balikpapan dan membangun kembali kilang minyak pada tahun 1950. Pembangunan dan penambahan fasilitas dermaga, fasilitas gudang dan peralatan pelabuhan dilakukan pemerintah guna menunjang pembangunan Kilang. Hingga tahun 1951, 50 buah tangki penyimpanan selesai dibangun. Daya penyimpanannya berjumlah sekitar 400.000 meter kubik. Cukup besar meski tidak sebesar 1.000.000 meter kubik seperti  sesaat sebelum perang. Sebagian terbesar dari jembatan pipa yang rusak digantikan ponton sebagai sarana transportasi pengganti dan sebagian lagi bisa diperbaiki. 

Sejak tahun 1890 sampai 1950, kota Balikpapan menjadi kota minyak yang awalnya merupakan kota tambang. Hal tersebut cukup beralasan, karena hasil produksi di wilayah tersebut terus megalami peningkatan secara bertahap. Sumur-sumur Mathilda kala itu mampu memproduksi minyak mentah dalam jumlah yang cukup besar, yang mencapai 620,895 barrel. Inilah yang menjadi cikal bakal era industri di kota Balikapapan dan mulailah berdatangan pada pekerja ke kota tersebut. Saat itu para pekerja sebagian besar bermukin di desa Jumpi (Kampung Baru) dan desa Tukung (Klandasan). Hasil produksi semula yang pada saat itu hanya menggunakan tiga kilang berjumlah 10.000 barrel perhari, kemudian 40.000, 50.000 hingga mencapai 60.000 barrel per hari dengan bertambahnya jumlah kilang.
Monumen Sumur Mathilda, via situsbudaya.id
Revolusi besar terjadi pada tahun 1982 karena adanya pengembangan dan penambahan jumlah kilang sehingga meningkatkan jumlah produksi hingga mencapai 260.000 barrel per hari. Saat ini hasil produksi kilang minyak Balikpapan mencapai 86 juta barrel setiap tahunnya dan kemungkinan besar kedepannya akan terus mengalami peningkatan mengingat kebutuhan akan bahan bakar dalam negeri terus mengalami peningkatan. Sumur minyak Mathilda saat ini telah dijadikan monumen dan dapat ditemui di pintu masuk jalan minyak. Tanggal pertama pengeboran explorasi yakni pada tanggal 10 Februari 1897 pun ditetapkan sebagai hari jadi Kota Balikpapan.
Kilang Minyak Balikpapan sekarang, via klikbalikpapan.co
Minyak bumi dari Balikpapan cukup dikenal oleh para pedagang jauh sebelum penemuan sumur minyak di Sanga-Sanga. Para pedagang yang datang ke kota ini tidak hanya menjajakan dagangannya, namun mereka juga mencari minyak tanah (saat itu disebut dengan "lantung"), memang pada saat itu minyak tanah merupakan salah satu produk hasil olahan minyak bumi yang sangat diminati oleh masyarakat. 

Seiring perkembangan waktu. Kilang minyak di Balikpapan mengalami perkembangan yang pesat. Kilang minyak Balikpapan saat ini mengolah minyak mentah dari berbagai negara, seperti dari Nigeria, Iraq, Libya, Arab Saudi, Brunei. Selain mengolah minyak mentah dari luar negeri, unit pengolahan Balikpapan juga mengolah minyak mentah dari Sepinggan, Handil, Sanga-Sanga, Tarakan dan Bunyu (Kalimantan Utara) dan Tanjung (Kalimantan Selatan). Hingga saat ini, pemerintah melalui Pertamina sedang menjalankan mega proyek perluasan kilang minyak di Balikpapan dengan nama RDMP (Refinery Development Master Plan) yang dapat meningkatkan kapasitas produksi minyak dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya. 
RDMP Pertamina RU V Balikpapan, via google


***********


Tulisan ini saya kutip dari berbagai sumber, jika ada sumber yang lebih valid, saya akan dengan senang hati untuk menerima masukan. 😁

Sumber-sumber refrensi :
https://www.prosesindustri.com/2015/06/sejarah-perminyakan-kota-balikpapan.html
https://www.kompasiana.com/jurnalgemini/56f3f9c11197735109a4de24/kota-minyak-balikpapan-awal-1950-an-menurut-reportase-dua-orang-jurnalis
https://situsbudaya.id/sumur-minyak-matilda-kalimantan-timur/
http://balikpapanku.id/hari-jadi-kota-balikpapan-berasal-dari-pengeboran-sumur-minyak-mathilda/
https://id.wikipedia.org/wiki/Bataafsche_Petroleum_Maatschappij
http://handryjonathan.blogspot.com/2015/09/balikpapan-meneer-menten-kota-yang.html
https://muyhufe.wordpress.com/2012/06/18/sejarah-kota-balikpapan/

Cerita Pickleball di Natuna: Gema "Tiktok" di Ujung Utara

Sudah empat episode cerita pickleball yang saya tulis di blog ini, mulai dari  sejarah kelahirannya ,  momen ekspansinya ,  gerakan era mode...