Thursday, February 25, 2016

Balikpapan, the 1st Beach and the 2nd Historical Travel

Setelah puas dengan yang bertema hewan-hewanan, perjalanan kami lanjutkan ke Monumen Jepang, berkunjung ke Monumen ini akan dapat dua wisata sekaligus, wisata sejarah dan wisata pantai. Yap, Monumen Jepang terletak di deretan pantai Lamaru Balikpapan, khusus untuk Monumen Jepang nya terletak di pantai Sosialita namanya, begitu kata temanku menceritakan. Untuk mencapainya tidaklah sulit. Selain dengan kendaraan pribadi, biasa juga naik angkutan umum ("taxi" jalur 7) dan ojek. Hanya saja mata kita harus jeli membaca plang penunjuk arah ke Monumen Jepang ini. Jarak Monumen Jepang dan pantai Lamaru (Sosialita) ini tidak begitu jauh dari jalan raya, sekitar 200 meter masuk ke dalam.
Plang Penunjuk Arah, via pegipegi.com
Pantai ini (ntah saya bingung dengan namanya apakah Lamaru atau Sosialita) merupakan salah satu objek wisata Balikpapan, meski sudah "punya nama" namun pantai ini jauh dari fasilitas-fasilitas tempat wisata, tidak ada toilet umum, tidak ada tempat bilas dan warung makan. Hanya ada bangunan seperti kapal, mungkin itu sebuah cafe, namun sudah (atau sedang) tutup. Juga ada bangunan seperti rumah adat di dekat pantai nya, yang juga terlihat sepi. Lokasi pantai yang sepi ini sangat pas bagi kita yang ingin "kabur" dari keramaian kota. 
Pantai Lamaru (Sosialita) ?
Bersantai dengan ditemani pepohonan serta suara ombak yang menepi, bikin tenang fikiran yak. Pantai ini memiliki garis pantai yang panjang, dan dihiasi oleh pepohonan pinus sepanjang pantai, kalau di tempat saya sama seperti pantai Sebagul sepertinya, -baper lagi-. Lokasi seperti ini kerap menjadi tempat untuk berkemah bagi sebagian warga. 
Rumah Adat
Tepat di dekat pantai ini (kalau kita masuk dari bangunan yang mirip kapal tadi, ke arah pantai dan jalan ke arah kiri), setelah rumah adat yang saya bilang tadi, terdapat Monumen Jepang. Monumen / Tugu Jepang ini merupakan Tugu Peringatan bagi para serdadu Jepang yang meninggal saat perang dunia kedua melawan serdadu tentara sekutu dipimpin Australia yang mendarat di sana antara tanggal 26 Juni 1945 - 15 Juli 1945. Tentara Jepang saat itu dipimpin Shizuo Sakaguchi yang tanggal 23 Januari 1942 mendarat di sana merebut dari tentara Belanda.
Monumen Jepang, via www.jotravelguide.com
Menurut penduduk setempat, di pantai Lamaru tersebut selain tugu ternyata juga menjadi makam prajurit Jepang yang gugur ketika Perang Dunia. Tempat itu menjadi tanda puluhan prajurit Jepang yang telah gugur di sana. Tugu dan makam itu dibangun tahun 1990 dan merupakan benda cagar budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.
Kondisi Pagar yang Sudah Rusak
Di Kuburan Jepang terdapat sebuah tugu peringatan yang berhiaskan huruf Kanji yang dibangun di atas makam pemimpin tentara tersebut. Makam ini dikelilingi dengan taman lengkap dengan sebuah gazebo dan dilengkapi juga dengan toilet umum. Kuburan Jepang ini dikelola oleh “Yayasan Sakura Balindo” yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Balikpapan. 
Narsis dikit dah.
Sayangnya tempat ini seperti tidak terawat, terlihat dari pagar-pagar sudah banyak yang rusak. Saat saya tiba disana juga pintu gerbangnya tertutup dan tidak ada penjaganya. Jadi cuma bisa mengambil gambar dari luar aja. Semoga hal ini dapat perhatian dari pihak yang bersangkutan. Penting bagi pemerintah untuk merawat tempat ini. Tempat ini merupakan saksi bisu tentang sejarah Balikpapan dimasa-masa kemerdekaan. "Jangan Tinggalkan Sejarah" bukan begitu kata Sang Proklamator kita. Saya menyempatkan diri untuk mengeksiskan diri sebentar, jepret-jepret, dan langsung melanjutkan perjalanan.



Sumber :

3 comments:

  1. Baru baca artikelnya mas, penjaganya tuh petani yg lahannya pas di sebelah area monumen itu. dia kunci & tutup pintunya supaya berandal2 dari sd deket situ gk msk ke dalem. katanya berandal2 itu ngerusak gapura tinggi ala jepang yg pasti ada di kuil2 jepang. nah pas saya ke sana, gapuranya udh gk ada itu. dan petani yg jaga tuh cuma 1.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih ats penjelasannya mas,
      ia saat saya kesana kemarin memang terlihat sepi dan terlihat seakan tidak ada perawatan,.. hmmm

      Delete
  2. Dan pemerintah balikpapan tuh emg gk niat ngerawat tempat2 buat turisme. di penangkaram buayanya balikpapan aja pintu pembatas kolam buat buaya & orang aja udh tua bgt, keliatan bgt kalo ditendang dikit pasti udh jebol. trs pernah lagi banjir besar, 1 buaya bisa kabur

    ReplyDelete