Saturday, February 20, 2016

Balikpapan, the 2nd Trip : Wisata Misteri di Siang Hari

Waktu di Monpera sudah habis, saatnya melanjutkan perjalanan. Tujuan kali ini agak sedikit greget, wisata misteri ceritanya. Temen saya ini pernah bercerita tentang “rumah pembantaian” di Balikpapan. Yang ceritanya menjadi urban legend masyarakat. Karena penasaran, jadi pergilah kami kesana. Letaknya di dekat komplek Pertamina Balikpapan, yang memang rumah itu merupakan salah satu dari perumahan Pertamina.

Kami masuk dari arah masjid Istiqomah, kemudian naik ke atas, dan terus terus, ah lupa jalannya. Sebelum ke sana kami beristirahat sebentar di Bukit Lapangan Perahu untuk melihat pemandangan setengah Kota Balikpapan. Nama Lapangan Perahu diambil karena di sini terdapat lapangan yang berbentuk seperti perahu jika dilihat dari atas, udah itu aja. Jepret jepret sebentar, trus lanjut deh perjalanan.
Pemandangan Kota Balikpapan dari Bukit Lapangan Perahu
Perjalanan menuju TKP melewati komplek perumahan dengan khas arsitektur Belanda, serasa berada ditahun jebot saat lewati perumahan ini, udah terasa juga aroma-aroma mistis yang bikin merinding. Sampai akhirnya kita sampai di tempat yang dituju. Saya memarkirkan mobil agak masuk ke dalam di dekat bekas jalan kecil yang saya yakini merupakan jalan menuju “rumah pembantaian” tersebut. Lalu kami turun dari mobil dan menyisiri jalan setapak masuk ke semak-semak. Segerombolan nyamuk hutan sudah lebih dulu menyambut kedatangan kami sejak kami membuka pintu mobil, aliran sungai dan suara khas binatang semak belukar beradu menjadi simfoni irama yang sedikit mengerikan.

Tak lama perjalanan kami, ketika teman saya berhenti dan menunjukkan lokasi rumah pembantaian itu dengan mulutnya yang dimonyongkan. Saya hanya terdiam di tempat, tak berkata-kata, dan sesaat kemudian saya mengambil gambar rumah tersebut, hanya dari kejauhan. Teman saya menawarkan untuk masuk namun saya menolak, entah nyali saya menciut seketika dan tak berani untuk melanjutkan perjalanan memasuki rumah itu.
Penampakan Rumah Pembantaian
Saya memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Tujuan kali ini masih adalah jembatan gantung. Letaknya sebenarnya tak jauh dari rumah tadi, hanya saja untuk mencapainya kita harus memutar jalan. Setelah sampai dan memarkirkan mobil, kami pergi ke jembatan tersebut, sebuah jembatan gantung tua namun saya yakin masih kuat, meskipun ada beberapa yang berlubang. Maklum Belanda mempunyai teknik arsitek dan bangunan terbaik di dunia sejak zaman dulu. Makanya banyak beberapa bangunan Belanda di Indonesia ini yang masih kokoh beridir hingga sekarang, termasuk jembatan gantung ini.
Jembatan Gantung
Tak lama kami berada disini, jepret sana jepret sini, lalu perjalanan kami lanjutkan ketempat yang lain lagi. Sebenarnya masih ada beberapa tempat tujuan "wisata angker" di perumahan ini, ada rumah Dalang, dan rumah Belanda yang tak jauh dari lokasi tadi. Hanya saja perjalanan kami terbatas dengan waktu. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkannya, keluar dari komplek dan berjalan melewati kilang, stadion Persiba, dan pulang istirahat. Mengenai cerita tentang rumah pembantaian dan jembatan gantung akan saya ceritakan di artikel selanjutnya. :)

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete