Sunday, February 14, 2016

Momen-momen Greget Saat Kita Bergelut dengan Skripsi

Skripsi merupakan momen sakral bagi mahasiswa. Skripsi merupakan bukti dan "laporan tertulis" kita kepada orang tua bahwa kita selama ini benar-benar menjalankan amanahnya. Skripsi merupakan bukti dari hasil jerih payah kita selama bertahun-tahun mengenyam bangku kuliah. Mahasiswa harus memiliki mental baja kala sudah mengklik skripsi di daftar KRS (Kartu Rencana Studi) nya. Skripsi juga merupakan satu periode dimana mahasiswanya ogah-ogahan, dan mahasiswinya udah mulai minta dinikahkan saja.
 
Berbagai macam cara mahasiswa dalam menjalaninya. Ada yang malas-malasan, sambil kerja sana-sini, hingga akhirnya skripsi keteteran. Mahasiswa tipe ini berprinsip kalau skripsi bisa belakangan, yang penting banyak pengalaman. Ada yang sama sekali gak ngerjain karena asik ngegame onlen, akhirnya keteteran juga. Ada juga yang malah "sengaja" dilambatin sampai akhir mau dilulusin -baca : lolosin- oleh program studi. Ada juga yang terlalu idealis. Namun, banyak mahasiswa akan fokus dulu ngerjain skripsi. Setiap ada kesempatan ngadep pasti akan dilakukannya, supaya bisa lulus paling duluan.  
Menyebalkan, sangat! Meski begitu, momen-momen kampret saat mengerjakan skripsi sebenarnya merupakan momen paling berkesan yang akan kita rasakan setelah kita lulus nanti. Bakal kamu ingat sampai tua, bisa juga jadi bahan cerita atau bahkan motivasi untuk minimal ke anak-cucumu kelak. 
Bagi para mantan mahasiswa, yuk dah kita mengulang kembali momen-momen greget ini, nostalgia membuka cerita lama, daripada pusing mikirin dunia yang kadang tak selalu memihak pada kita. cieeileeh.


1. Hal Menyebalkan Pertama Adalah : PENENTUAN JUDUL.
Pecah Ndase, via belajarmengajar1.blogspot.com


*TING!!! lampu ide menyala terang di atas kepala*  
Ah! Akhirnya aku tau mau nulis apa!” 
-lompat-lompat kegirangan- 

*Besok Ngadep Dosen*

Heeehh (ketawa sinis). Mas, tema ini sih udah banyak banget yang nulis. Coba ajukan yang lain ya.” 


*tiba-tiba semangat hidup jadi padam, barengan dengan lampu ide*


Yap, judul skripsi merupakan hal awal yang pertama datang. Bagi kamu mahasiswa pas-pasan yang tanpa rencana matang. Yang dulunya bodo amat, yang penting skripsi diambil dulu. Trus pas mau nentuin tema baru bingung dah, selalu terfikirkan, terngiang-ngiang dikepala, ngalahin ingatnya kamu sama cinta pertamamu yang udah nikah duluan. Upss.

Difase ini, kamu harus rajin-rajin baca koran, googling, baca jurnal, pahami isu-isu terbaru, atau apa aja deh biar kamu nemuin banyak inspirasi. Kemudian setelah ketemu juga kamu harus cek-ricek lagi ke perpustakaan, apakah ide mu ini sudah pernah dibuatatau belum, kalau udah ya nyari lagi. Yang tabah ya.


2. Dapat Dosen Pembimbing Udah Kayak Ikut Lotere. Enak Atau Nggaknya Tergantung Keberuntunganmu.
Dosbing, via www.idntimes.com
Hal berikutnya yaitu dosen pembimbing. Biasanya mahasiswa sudah punya bidikan nanti saat skripsi mau dibimbing siapa. Biasanya yang jadi primadona adalah dosen yang sehari-hari ngajarnya enak juga terkenal baik, sertagak neko-neko saat bimbingan -refrensi ini kamu dapat dari nguping pembicaraan senior-senior dulu-. Ini juga kita harus bersaing dengan rekan yang juga barengan ambil skripsi, biasanya kita disuruh isi angket dulu, nah disitu tu kita mulai menerawang keberuntungan kita. Kalau bisa nulis angket atau temanya dicocok-cocokin sama dosen incaran itu. Tapi ya namanya keinginan. Ngedapatin dosen incaran itu hoki-hokian dah. Bisa jadi dosen incaranmu sedang nggak bisa bimbing skripsi, atau udah terlanjur bimbing beberapa anak lain.

Akhirnya karena kurang beruntung, kamu harus dapat dosen lain yang nggak sesuai keinginan. Kalau segitu doang sih nggak apa-apa, masalahnya kamu bisa saja dapat dosbing yang paling dihindari semua orang, dengan alasan temamu ini emang cocok kalau beliau yang bimbing. Kalau benar terjadi, maka bersabarlah! Hanya sabar dan shalat yang bisa membantumu.


3. Bimbingan Sesi Pertama : Bimbingan Proposal
Plisssss, via tips.skripsiword.com
Jejeeeng. Setelah dapat pembimbing, tema juga sudah oke, saatnya bimbingan proposal. Di fase ini kamu jangan langsung senang. Saat kamu mengajukan proposalmu, ada berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.

Beruntung :
Dosbing : "oke, lanjut sidang proposal" sambil ACC proposalmu

Kamu : Girang bukan kepalang, senyum merekah yang tahan sampe malam.



Kurang beruntung :
Dosbing : "Kasus seperti ini udah kuno mas, teorinya cocok. Gini aja mas, blablablaaaaaa."

Dosbingmu menyarankan teori lain, dan memberi referensi buku untuk kamu baca.

Kamu: "baik pak" senyum kecut.



Nggak beruntung :
Dosbing : "Proposal seperti ini udah banyak mas, kreatif dikit donk, cari masalah yang baru, blablablaaa.......... Ganti topik!!!"

Dosenmu menolak proposalmu secara keseluruhan karena alasan-alasan yang kamu kurang paham, dan memintamu membuat topik yang baru dengan masukan dari dosenmu yang kamu juga kurang paham.

Kamu : "baik, pak, terimakasih" -padahal belum ngerti-



Apes :
Dosenmu : "maaf mas, proposal ini saya tolak"

Dia menolak topik yang kamu ajukan, tapi dia juga nggak ngasih masukan tentang topik apa yang bisa kamu tulis.

Kamu : "ia......" -tatapan kosong, pandangan hampa-

Sampai akhirnya 1 bulan berlalu, dan kamu belum juga menemukan topik lain baru


4. Bagaimanapun Juga, Tiada Skripsi Tanpa Revisi.
Skripsi, via catatanku.web.unej.ac.id
Skripsi dan revisi merupakan pasangan yang sulit dipisahkan. Setelah kerja keras tak tentu jam tidur dan makan, diskusi berjam-jam, debat sana-sini akhirnya proposal skripsimu diterima, dan kamu mulai mengerjakan draft -calon- mahakaryamu itu. Dan itu pun belum tentu berjalan mulus-mulus aja. Setelah menyelesaikan draft bab pertama, kamu akan merasa sangat lega dan dengan bangga kamu menyerahkan hasil jerih payahmu itu ke dosbing. 

Namun kamu juga harus siapkan mental baja, saat draft mu kembali dengan coretan sana-sini penuh revisi. Beruntung jika yang perlu kamu revisi hanya hal-hal kecil perihal metode penulisanmu yang nggak terlalu menghambat. Kadang, dosenmu mempertanyakan kemana sebenarnya arah hidup skripsi mu itu. Ini baru bab pertama loh ya. Kamu pun hanya bisa merenung, menanyakan diri sendiri apa yang sudah kamu tulis. Momen-momen inilah yang kadang-kadang mebuat mahasiswa/i yang lemah mentalnya tereliminasi, yang cowok entah hilang kemana, yang cewek minta cepat-cepat dilamar.


5. Bimbingan Juga Gak Selalu Lancar. 

On whatsApp
Kamu :  "Siang Pak, besok jadi bimbingan kan?"

Dosbing : "Saya lagi di Cepu, Do. Bimbingannya diganti hari ya"

Kamu : "Oh… oke Pak. Kapan pak kira-kira saya bisa bimbingan?"

Dosbing : "Sepulangnya saya"

Kamu : ***heniiiiiing
Cepat lambatnya skripsi mu juga tergantung dosenmu. Jika dosbingmu adalah dosen yang sibuk ngerjain proyek bahkan sering ngisi seminar di luar kota, nah itu alamat dan tanda-tanda skripsimu calon terbengkalai. Belum lagi kalau ketemu dosen yang moody. Nulis udah bener disalahin dan disuruh ganti, bimbingan berikutnya masih anter skripsi yang sama -gak diganti- malah dibilang bagus. Emang kadang dosbing suka becanda gitu.


6. Tiba-Tiba Blank, Tak Tau Apa Yang Harus Dikerjakan, Serasa Otak Berhenti Bekerja Adalah Momen Biasa.
Plongo, via www.walltor.com

Pernah gak, udah duduk manis didepan leptop, udah buka Ms. Word. Lalu tiba-tiba fikiran mu blank, tak tau apa sebabnya? Otakmu bagai kosong seperti terlahir kembali. Kalau pernah, berarti kita sama! Dan kamu coba fokus dan kembali membaca ulang skirpsi mu, dan kamu juga bingung harusmulai dari mana, tak jarang kamu juga tiba-tiba gak ngerti dengan apa yang sendiri kamu tulis. Di momen ini kamu mulai stress karena merasa bego. Dan akhirnya, kamu nangis-nangis curhat ke Mama Papa atau teman sejurusan. Atau jongkok dipojok kamar sambilngais-ngais dinding.


7. Rasa Bosan Kerap Menghampiri. Kalau Keluar Takut Kebablasan dan Malah Skripsi Keteteran, Aku Kudu Piye?
Kudu Piye?, via papasemar.com
Ya kali, sepanjang waktu berada dalam kamar ngebut ngerjain skripsi karenadeadline yang dikasih dosbing. Kadang membuatmu suntuk sendiri. Ruangan 3x4 mu itu membuatmu bosan, otak mu konslet dan akhirnya inspirasimu macet. Kamu pun bisa berujung dengan memandangi lembar Microsoft Word dengan pandangan hampa. Kadang pengin juga ganti suasana. Keluar dan mengerjakan skripsi di mana gitu yang asyik. Tapi khawatir jadinya malah main-main saja.

Kalau momen seperti ini melanda, coba deh tenangkan diri sejenak. Dan gak ada salahnya kamu "putusin" dulu skripsimu dan bilang ke dia "hanya sementara kok, nanti aku balik lagi". Dan kamu seharian keluar, untuk sekedar melepaskan stress yang menumpuk di otak. Ingat, jangan lama-lama, jika semangat dan inspirasimu telah kembali, pacarin lagi noh skripsi.



8. Godaan Datang Dari Berbagai Penjuru.
Nongkrooong, via www.anekawisata.com
Lagi ngetik, Temen datang 
Temen : "Bro, nongkrong yuk"

Kamu : "lagi nyekripsi ni, deadline bro, deadline"

Temen "ah elah bro, masih jaman skripsian? Nongkrong dulu lah, malam ini aja, kapan lagi coba"

Kamu berhenti ngetik, berfikir, dan berkata "bener juga ya, ayuk dah",

-matiin leptop-

-Dan nongkrongpun terus berlanjut ke malam-malam berikutnya-

Nah itu dia, salah satu godaan yang datang saat skripsi. Bagi yang awal-awalnya suka nongkrong bareng temen-temen. Saat ngerjain skripsi, teman nongkrong yang udah lama ngilang itu kembali datang dan kembali ngajakin nongkrong lah, futsal lah, nonton lah, apa aja deh. Dan bagi kamu yang suka ngegame onlen juga bahaya ni, godaan teman dan game onlen yang datang padamu terasa seperti saat orang makan ayam goreng didepanmu saat kamu sedang puasa. Harus kuat iman boo. Hati-hati dengan ini ya.


9. Masa Nyekripsi Biasanya Merupakan Waktu yang Longgar, Tapi Jangan Terlena Dengan Itu Ya. Mau Magang Atau Part Time Harus Dengan Perencanaan yang Matang.
Magang, via riauposting.com
Hati-hati, nah ini dia. Biasanya skripsi yang kita ambil di semester akhir kuliah sudah nggak ada jadwal kuliah lagi. Ke kampus pun cuma buat bimbingan atau nyari bahan di perpus. Tak jarang dari kamu berpikir lebih baik disambi magang, supaya dapat pengalaman untuk mengisi CV. Atau bahkan mau part time untuk nambah-nambah uang jajan. Toh masih banyak waktu kosong juga untuk ngerjain skripsi. Ternyata eh ternyata, kamu malah keasyikan. Kamu malah jadi loyal dengan magang / part time mu. Waspadalah, waspadalah!


10. Lagi Enak-Enak Ngetik Tiba-Tiba Laptop Eror, Mati Tiba-Tiba, dan File Nggak Ke-Save. = STROKE!
SHOCK!!!!!, via cara-memperbaiki-laptop.blogspot.com
Ini merupakan peristiwa yang samasekali tidak diinginkan terjadi saat proses penyelesaian skripsi. Leptopmu yang berumur atau mungkin karena kesalahan teknis bisa saja eror dan mati tiba-tiba saat kamu tengah semangat-semangatnya nyekripsi. Parahnya lagi file mu balum kamu save sementara kamu udah ngetik beberapa lembar, nah kan?

Atau tak jarang, laptopmu rusak total dan harus diformat ulang sementara -calon- mahakaryamu sudah hampir rampung kamu kerjakan.


Kamu cuma bisa berkata : Yaa Rabb, apa salah ku? Sambil mengingat-ingat maksiat apa yang sudah kamu kerjakan hingga dapat cobaan seperti ini. Looh..

Agar hal seperti itu tak terulang dan tak terjadi padamu, ada perlunya kamu menyiapkan banyak back up-an. Entah itu simpan di hardisk ekxternal, atau simpan di drop box juga boleh. Persiapan agar sewaktu-waktu jika leptopmu mati, kamu masih bisa ngelanjutin skripsi.






--------------
Begitulah suka duka para pejuang skripsi, namun jika kita mengerjakan dengan sungguh, tentu kita kan dapat hasil maksimal. Karena hasil takkan pernah menghianati proses. Selamat bagi kalian yang menyelesaikan skirpsinya, sebuah mahakarya agung yang mungkin tak akan kalian lupa (prosesnya). Dan bagi kalian yang sedang atau akan menghadapi hal ini. Bersiaplah, siapkan mental baja, dan berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk membahagiakan orang-orang tersayang.
Skripsweet, via S 11 arisubagio.blog.unej.ac.id




Salam supret.

Mantan pejuang skripsi.







Sumber inspirasi : hipwee.com via @faktual

No comments:

Post a Comment