Wednesday, February 10, 2016

Harus Ku Ceritakan Bahwa Kami : Generasi Terbaik yang Pernah Ada

Generasi paling bahagia menurut saya adalah generasi kelahiran 1980-1995, dan itu adalah kami.

Kami adalah generasi terakhir yang bermain di halaman rumah yang luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan suasana kental persahabatan. Main petak umpet (pek kong, endop, serta cip), gerobak sodor, ling-lingkap, daun kelapa didudukin terus yang lain narik sambil lari. Bikin rumah dari pelepah kelapa dan ranting-ranting pohon, masak-masakan, yeye (lompat tali), gambar tepuk, main guli (kelereng). Kami merupakan anak-anak kreatif yang bahkan menemukan sampah untuk bahan mainan, gelang karet, biji karet, dan terkadang mengejar pesawat terbang yang entah apa tujuannya. -_-
Biji Karet, via ayosebarkan.com
Kami juga merupakan generasi yang menelpon teman, gebetan, pasangan dengan telpon wartel dan juga telpon koin di tepi jalan, rela mengantri berjam-jam untuk sebuah suara diujung bagian dunia lain. Berkirim surat melalui pos yang entah kapan tahun baru sampai tujuan. Tiap malam berkirim salam lewat kartu "suara pendengar" nya di RRI. Kami juga generasi yang membeli buku diary kemudian diisi biodata teman-teman kelas, mengoleksi perangko, bertukar binder. Kami pula generasi SD yang masih menggunakan papan tulis hitam, bermain kasti jika waktu istirahat tiba, bermain gelanggang jika saat jam olahraga. Kami generasi SMP yang menjadikan meja sebagai satu set alat drum sehingga dihukum guru keliling sekolah sambil mengangkat meja tersebut. Kami merupakan generasi yang SMA yang mejanya penuh dengan coretan-coretan tinta dan tipe-x. Generasi yang mencuri pandang dan bertitip salam melalui teman dekatnya.

Kami generasi yang merasakan kemunculan awal HP Nokia yang melegenda itu, generasi awal merasakan canggihnya komputer dengan dos serta pentium 1. Kami generasi yang bangga memegang disket kapasitas 1,44 Mb. Kami generasi baru mengerti internet dan chatting menggunakan yahoo "hi... Asl plz". Generasi PS One dan Sega, serta memiliki "e-pet" TAMAGOCTHI. Kami juga generasi yang bermain gamboy dengan permainan tetris sebagai game legendanya.
Tamagotchi, via ayosebarkan.com
Mungkin kami lah generasi terakhir yang mengetahui hubungan antara pensil dan kaset tape. Bangga sekali bila telinga sudah ditempeli headset walkmen. Kami juga merupakan generasi yang masih menonton kuda lumping saat 17an di lapangan bola, menonton paling depan namun paling cepat lari ketika sang pemain sudah kesurupan. Kami generasi penikmat Sheila On 7 memulai karir dengan tembang JAP nya hingga jadi band legenda seperti saat ini. Juga generasi yang tumbuh diantara legenda seperti Dewa 19, Padi, Project Pop "dangdut is the music of my country", T-five, dan Slank, ketika Peterpan dan Ungu masih berupa embrio.
Sheila on 7, via asal-usul-motivasi.blogspot.com
Kami generasi penikmat bola dengan pemain legenda seperti Ronaldo, Batistuta, Oliver Kahn, Zidane, R. Carlos -yang selalu di pake jadi striker ketika main PS One-, Recoba, Zanetti. Generasi kami pula yang sudah memainkan futsal meski olahraga itu belum terkenal. Lapangan kecil dengan sendal sebagai gawangnya, tinggi gawang tergantung tinggi sang kiper, dan biasanya teman yang lebih besar -badan- nya yang akan menjadi kiper.

Dan jika minggu tiba, rumah bagai home theater yang memutar film kartun kesayangan dari jam 5.30 pagi hingga siang. Dragon Ball, Ultraman, Power Ranger "ayayayayaaay -Alfa", Digimon, Tsubatsa, Doraemon, Tom and Jerry, Ksatria Baja Hitam dll. Tidak seperti sekarang, hari minggu kami dirampas oleh siaran musik gak jelas ditambah FTV yang alur ceritanya itu-itu aja. Siaran tidak mendidik yang entah mengapa tidak ditegur LSI dan KPI. Kami pula generasi penikmat sinteron Tuyul dan Mba Yul, Jinny oh Jinny, Jin dan Jun serta sinteron tersanjung yang gak pernah habis. Kami generasi remaja dengan telenovela Amigos sebagai idola, Kera Sakti dan Legenda Siluman Ular Putih sebagai drama asia. Kami bangga dengan superhero nasional seperti Saras 008 dan Panji Manusia Milenium. Kami generasi penikmat lawakan Warkop DKI dan Patrio, yang mebuat tertawa tanpa menghina. Penggemar film laga Deru Debu dan film-film Horor Suzanna, "bang satenya bang".
Favorit, via twitter.com
Kami generasi yang makan cup-cup pop untuk mendapat stiker Pokemon dan terus selalu mencari Raichu -perubahan Pikachu-, selalu bertukar stiker bila telah mendapat stiker yang sama. Generasi yang selalu mencari N nya YOSAN yang sampai saat ini masih jadi misteri. Kami adalah generasi yang bebas, bebas bermotor tanpa helm, bebas dari sakit leher karena kebanyakan melihat ponsel, bebas mandi disungai dan laut, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab. Meski todak memiliki HP, kamimerupakan generasi yang selalu menepati janji kala berjanji.

Sebagai putra-putri bangsa Indonesia, kami hafal Pancasila, lagu Indonesia Raya, Maju Tak Gentar, Garuda Pancasila, Teks Proklamasi, Sumpah Pemuda, nama nama para Menteri kabinet pembangunan IV dan Dasadharma Gerakan Pramuka dan nama-nama seluruh provinsi di Indonesia. Dengan RPUL sebagai google berbentuk buku yang menjadi pedomannya.
RPUL, via mostlikedtags.com

Kini disaat kalian sedang sibuk-sibuknya belajar dengan kurikulum yang njelimet, kami tengah asik-asikan mengatur waktu untuk bisa ngumpul reunian dengan generasi kami. Menceritakan cerita indah, bahwa kami bisa lebih bahagia walau tanpa gadget sekalipun.

Maaf adik-adik ku sayang. kalian belajarlah yang keras untuk mendapatkan kebahagian dengan cara kalian sendiri.
Salam sayang dari kami.. 
90an, via twitter
Kakak-kakak #generasi90an :)









inspirasi : LINE

1 comment:

  1. aku gnerasi 96 tpi aki ngrasain smua kok masa2 itu 😉

    ReplyDelete