Sunday, September 27, 2015

Peristiwa Penting yang Terjadi Tanggal 27 September, #hariinidalamsejarah

Peristiwa Penting yang Terjadi 27 September :


1821 - Kemerdekaan Meksiko dari Spanyol diakui.
Agustín de Iturbide menyatakan Meksiko sebagai monarki konstitusional merdeka; tahun berikutnya ia menyatakan dirinya sebagai kaisar.
Agustin Iturbide, via www.buscabiografias.com


1825: Stockton and Darlington Railway, kereta api publik pertama di dunia yang didukung oleh lokomotif uap, dibuka untuk bisnis; panjangnya di Inggris utara mencapai 32 km.
The Railway, via www.britannica.com


1940 - Pakta Tripartit ditandatangani di Berlin oleh Jerman Nazi, Jepang, dan Italia.
Setelah Tanda Tangan, via jermanraya.blogspot.com

Negara-negara yang berperang dalam Perang Dunia II terbagi dalam dua aliansi utama: Poros dan Sekutu. Tiga mitra utama dalam aliansi Poros adalah Jerman, Italia, dan Jepang. Para mitra Poros memiliki dua kepentingan yang sama: 1) ekspansi wilayah dan pembentukan kerajaan melalui penaklukan militer dan perombakan tata kehidupan Internasional pasca-Perang Dunia I; dan 2) penghancuran atau netralisasi Komunisme Soviet. 
Pada tanggal 1 November 1936, Jerman dan Italia mengumumkan pembentukan Poros Roma-Berlin seminggu setelah penandatanganan perjanjian persahabatan. Pada tanggal 25 November 1936, Jerman Nazi dan Kekaisaran Jepang menandatangani Pakta Anti-Komintern yang ditujukan pada Uni Soviet. Italia bergabung dengan Pakta Anti-Komintern pada tanggal 6 November 1937. Pada tanggal 22 Mei 1939, Jerman dan Italia menandatangani apa yang dinamakan Pakta Baja, yang meresmikan persekutuan Poros terkait pasokan militer. Terakhir, pada tanggal 27 September 1940, Jerman, Italia dan Jepang menandatangani Pakta Tripartit, yang kemudian dikenal sebagai persekutuan blok Poros.
sumber : http://www.ushmm.org/wlc/id/article.php?ModuleId=10007963


1945 - Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
Tugu Peringatan AMPTT, via subroto1950.wordpress.com

Tanggal 27 September yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Bhakti Postel oleh semua pegawai di jajaran pos dan telekomunikasi bertolak dari diambil-alihnya Jawatan PTT dari kekuasaan pemerintahan Jepang oleh putra putri Indonesia yang tergabung dalam Angkatan Muda Pos Telegrap dan Telepon yang disingkat AMPTT pada tanggal 27 September 1945.
Dengan digerakkan oleh Soetoko, AMPTT yang pada saat itu belum mempunyai pengurus, pada tanggal 3 September 1945 mengadakan pertemuan. Para pemuda AMPTT yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Soetoko, Slamet Soemari, Joesoef, Agoes Salman, Nawawi Alif dan beberapa pemuda lainnya. Untuk merealisasikan pemindahan kekuasaan, dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Kantor Pusat PTT harus sudah dikuasai paling lambat akhir bulan September 1945.
Proklamasi Kemerdekaan sudah berlangsung selama satu bulan. Para pemuda berusaha mendekati Jepang supaya menyerahkan kekuasaan di Kantor PTT karena Komandan Pasukan Jepang menginstruksikan bahwa penyerahan Kantor Pusat PTT harus dilakukan oleh sekutu. Oleh karena itu, rencana untuk merebut Kantor Pusat PTT harus lebih dimatangkan dan dirahasiakan.
Pada tanggal 23 September 1945 Soetoko berunding dengan Ismojo dan Slamet Soemari yang menghasilkan sebuah keputusan yaitu meminta kesediaan segera dari Mas Soeharto dan R. Dijar untuk menuntut pihak Jepang supaya menyerahkan kekuasaan PTT secara damai, akan tetapi jika pihak Jepang tidak mau menyerahkannya, akan ditempuh jalan kekerasan dengan kekuatan yang ada dan bantuan dari rakyat. Setelah kekuasan direbut, mereka berencana untuk mengangkat Mas Soeharto menjadi Kepala Jawatan PTT dan R. Dijar sebagai Wakilnya.
Keesokan harinya, tanggal 24 September 1945 Soetoko meminta Mas Soeharto dan R. Dijar supaya hari itu juga, tanpa menunggu instruksi dari Jakarta, menemui pimpinan PTT Jepang, Tuan Osada, untuk berunding dan mendesak agar hari itu juga pihak Jepang mau menyerahkan pimpinan Jawatan PTT secara terhormat kepada Bangsa Indonesia.
Namun perundingan yang dilakukan oleh Mas Soeharto dan R. Dijar bisa dikatakan gagal, karena hanya diperkenankan mengibarkan bendera Merah Putih di halaman belakang gedung di Jalan Cilaki. AMPTT segera menaikkan Sang Merah Putih secara khidmad pada sebuah tiang khusus, tepat di tempat tugu PTT sekarang.
Tangggal 26 September 1945 Soetoko memanggil Soewarno yang menjadi Komandan Cusin Tai dan Nawawi Alif untuk diberi tugas memimpin pekerjaan meruntuhkan tanggul dan mengelilingi kantor.
Untuk menciptakan koordinasi AMPTT dalam perebutan kekuasaan Jawatan PTT dari tangan Jepang, maka ditetapkan Soetoko sebagai ketua, dengan dibantu oleh tiga wakil ketua yang terdiri dari Nawawi Alif, Hasan Zein dan Abdoel Djabar.
Pada sore hari tanggal 26 September 1945 Soetoko menemui Mas Soeharto untuk memberitahukan rencana perjuangan AMPTT yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 September 1945. Mas Soeharto menerima dan menyetujui rencana tersebut.
Malam itu juga segenap anggota AMPTT disebar untuk mencari dan mengumpulkan senjata tajam, kendaraan bermotor, senjata api dan kebutuhan lainnya. Siasat dan taktik disusun. Penduduk tua, muda dan semua organisasi perjuangan yang berkedudukan di dekat Kantor Pusat PTT dihubungi dan menyatakan kesediaan untuk memberikan bantuan Kepada AMPTT.
Setelah tiga hari berturut-turut diadakan perundingan dengan pihak Jepang dan terus gagal, tibalah hari yang bersejarah yakni tanggal 27 September 1945. Sekali lagi Mas Soeharto dan R. Dijar mengadakan perundingan dengan Pimpinan Jepang di Kantor Pusat PTT. Hasilnya tetap gagal juga. Namun demikian sudah menjadi keputusan AMPTT bahwa tanggal 27 September 1945 kekuasaan atas Jawatan PTT harus direbut dengan kekerasan dari tangan Jepang.
Ketika itu AMPTT siap dengan senjatanya masing-masing. Rakyat sudah dikerahkan dan massa sudah berkumpul di halaman selatan. Soewarno dan pasukannya memasuki ruangan kantor yang dikuasai Jepang dan membuat mereka tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghalangi tekad AMPTT. Secara sukarela mereka menyerahkan senjatanya. 
Pada saat itu di dalam Kantor Jawatan PTT muncul beberapa pemuda di bawah pimpinan Soewondo. Mereka menurunkan bendera Jepang, dan sebagai gantinya mereka mengibarkan Bendera Merah Putih pada tiang listrik. Massa yang menjadi saksi mata dalam peristiwa yang mengakhiri kekuasaan kolonial Kantor Pusat PTT segera mengumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh Jawatan PTT dengan semua eselonnya memberikan kontribusi dalam melaksanakan amanat Proklamasi Kemerdekaan yaitu : “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan denga cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.
Pasukan peruntuh tanggul melanjutkan pekerjaannya. Gedung Kantor Pusat PTT siang malam dijaga oleh para pemuda. Mulai keesokan harinya bekas pimpinan Jepang tidak diperkenankan lagi masuk kantor. Mereka disuruh tinggal dirumah mereka yang telah ditempeli tulisan : Milik Republik Indonesia.
sumber : http://www.postel.go.id/info_view_c_26_p_22.htm


1945 : Koran Kedaulatan Rakyat didirikan di Kota Yogyakarta.
Kedaulatan Rakyat yang terbit pada November 1945, via krjogja.com

Kedaulatan Rakyat disingkat KR didirikan oleh HM. Samawi dan M. Wonohito. Surat Kabar Kedaulatan Rakyat terbit dan didirikan sejak 27 September 1945. Merupakan koran ke-2 (dua) setelah koran Bahasa Jawa yang bernama “Sedya Tama” yang terbit 2 minggu sekali. Saat koran Sedya Tama dibreidel oleh tentara Jepang. Kemudian tentara Jepang mendirikan percetakan dan menerbitkan koran Sinar Matahari. Didorong keinginan menerbitkan koran sendiri oleh pemerintah Indonesia. Maka, koran Sinar Matahari yang berkaryawan orang Indonesia. Atas gagasan HM. Samawi dan H Madikin Wonohito. Maka, berdirilah percetakan dan harian Kedaulatan Rakyat. Nama harian Kedaulatan Rakyat diambil dari Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 (empat). “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Maka, disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” 
sumber : http://sona-adiansah.blogspot.co.id/2014/10/sejarah-berdirinya-surat-kabar-kr.html

1962 - Universitas Mulawarman didirikan.
Unmul, via www.unmul.ac.id

Dengan bertolak dari kebutuhan akan SDM yang berkualitas itulah diperlukan perguruan tinggi yang besar dan potensial di Kaltim. Berdirinya Universitas Mulawarman (Unmul) merupakan realisasi perjuangan para tokoh masyarakat dan pemerintah daerah Kaltim yang diawali dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Timur No. 15/PPK/KDH/1962, tanggal 07 Juni 1962 maka berdirilah sebuah perguruan tinggi yang berkedudukan di Samarinda dengan nama: Perguruan Tinggi Mulawarman. Untuk menunjang penyelenggaraan program-program pendidikan perguruan tinggi ini membentuk yayasan untuk menopang kebutuhan dana, fasilitas, dan peralatan.
Kemudian pada tanggal 27 September 1962 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Universitas Mulawarman, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan No. 130 Tahun 1962 tanggal 28 September 1962, dan dikukuhkan secara resmi dengan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 65 tanggal 23 April 1963.
sumber : http://ftikom-unmul.nstars.org/t3-sejarah-universitas-mulawarman


1965 - Universitas Atma Jaya Yogyakarta didirikan.
UAJY, via jurnal.uajy.ac.id

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah lembaga pendidikan tinggi swasta yang didirikan oleh kaum awam Katolik dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi – Yogyakarta, di bawah lindungan Santo Albertus Magnus. Universitas Atma Jaya Yogyakarta lahir pada tanggal 27 September 1965, dengan tujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berdimensi serta berorientasi global.
Sejak 31 Agustus 1973 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Cabang Yogyakarta melepaskan diri dari Universitas Katolik Indonesia Atmajaya di Jakarta, dan berdiri sendiri sebagai UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA. Nama Atma Jaya diambil dari Bahasa Sansekerta. Atma berarti jiwa, jaya berarti unggul; sehingga Atma Jaya berarti Jiwa yang Unggul. Cita-cita UAJY sejak semula adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan keunggulan pada pendidikan nilai-nilai moral yang tinggi.
sumber : http://www.uajy.ac.id/tentang-uajy/sekilas-uajy/



1979 : Penetapan Hari Pariwisata Dunia 
Hari Pariwisata Dunia, via jis.gov.jm
Majelis Umum UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia) memutuskan pada tanggal 27 September 1979 sebagai Hari Pariwisata Dunia, dan perayaannya dimulai pada tahun 1980. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan tonggak penting dalam dunia pariwisata: ulang tahun adopsi dari UNWTO Statuta pada 27 September 1970.
sumber : http://wtd.unwto.org/en/content/about-world-tourism-day-1






http://www.kembangpete.com/2014/09/26/peristiwa-penting-yang-terjadi-pada-tanggal-27-september/
https://id.wikipedia.org/wiki/27_September
http://www.muradmaulana.com/2014/08/hari-penting-nasional-dan-internasional.html

No comments:

Post a Comment