Saturday, September 26, 2015

Peristiwa yang Terjadi Tanggal 26 September, #hariinidalamsejarah

Deretan Peristiwa yang Terjadi 26 September :


1815: Alexander I dari Rusia, Francis I dari Austria (mantan Kaisar Romawi Suci Francis II), dan Frederick William III dari Prusia menandatangani perjanjian yang dikenal sebagai Aliansi Kudus; Nama itu dipakai untuk mewakili kebijakan represif penguasa tersebut.
Aliansi Kudus, via www.voltairenet.org


1950 - Sumatera dibagi menjadi 3 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan. Sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta dijadikan provinsi, di bawah pemerintahan Sultan Hamengkubuwono IX. 

Provinsi-provinsi awal Indonesia, via history1978.wordpress.com

Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memiliki 8 provinsi, yaitu: Sumatra, Borneo (Kalimantan), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku, dan Sunda Kecil. Pada masa pergerakan kemerdekaan (1945-1949), Indonesia mengalami perubahan wilayah akibat kembalinya Belanda untuk menguasai Indonesia, dan sejumlah "negara-negara boneka" dibentuk Belanda dalam wilayah negara Indonesia. Hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag tahun 1949, Belanda mengakui Indonesia dalam bentuk serikat, dimana terdiri dari 15 negara bagian plus 1 Republik Indonesia. Beberapa bulan kemudian, sejumlah negara-negara bagian menggabungkan diri ke negara bagian Republik Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1950, Indonesia kembali menjadi negara kesatuan disertai dengan perkembangan-perkembangan wilayahnya dalam kurum 1950-1966.


1956: Sistem kabel telepon transatlantik bawah laut pertama diresmikan antara Skotlandia dan Newfoundland; sistem ini memiliki kapasitas maksimum awal 36 sirkuit suara.
Proses Pemasangan Kabel Bawah Laut, via atlantic-cable.com


1991: Kelompok pertama peneliti mulai tinggal di Biosphere 2, kubah yang menyerupai greenhouse yang didanai swasta di dekat Tucson, Arizona, dibangun untuk menguji kelayakan fasilitas mandiri yang mampu mempertahankan kehidupan manusia. Mereka tinggal di sana selama dua tahun.
Biosphere 2, via www.ted.com
 

1996 : Penetapan Hari Statistik
Hari Statistik Nasional, via spkanan.blogspot.com

Kegiatan statistik di Indonesia sudah berlangsung sejak Indonesia masih berada di bawah pemerintahan Belanda. Pada 1920, Director van Landbouw Nijverheid en Hendel (Direktur Pertanian dan Perdagangan) mendirikan kantor statistik di Bogor. Lalu pada 1924, lembaga ini memiliki nama resmi Centraal Kantoor voor de Statistik (Kantor Pusat Statistik) dan dipindahkan ke Batavia (Jakarta). Setelah melewati proses panjang, pada 1 Juni 1957 Kantor Pusat Statistik berubah nama menjadi Biro Pusat Statistik (BPS) sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 131 tahun 1957.
Usai merdeka, pada 24 September 1960, pemerintah Indonesia membuat Undang-undang Nomor 6 tahun 1960 tentang pelaksanaan sensus. Dua hari kemudian, 26 September 1960, pemerintah membuat Undang-Undang Nomor 7 tahun 1960 tentang statistik. Undang-undang ini merupakan tonggak awal adanya hukum mengenai penyelenggaraan statistik secara memyeluruh, tak hanya sensus. Setahun berikutnya, tahun 1961, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta tiap negara untuk melakukan sensus penduduk secara serentak. Di tahun inilah, Indonesia mencatat sejarah melakukan sensus penduduk pertama kali setelah merdeka.  
Sejarah hari statistik bermula dari ndang-undang Nomor 7 tahun 1960 disempurnakan kembali dengan Undang-undang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik. Senada dengan penyempurnaan itu, BPS yang awalnya merupakan kependekan dari Biro Pusat Statistik, berganti menjadi Badan Pusat Statistik. Di tahun 1996, Sugito Suwito yang menjabat sebagai kepala BPS saat itu, merasa perlu adanya Hari Statistik Nasional untuk memupuk kesadaran masyarakat akan statistik. Akhirnya pada 28 Juni 1996, Sugito berkesempatan menghadap Presiden Soeharto untuk meminta petunjuk terkait penetapan Hari Statistik Nasional.
Setelah itu, pada 22 Juli 1996, Sugito mengirim surat kepada Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia untuk memohon persetujuan agar tanggal 26 September ditetapkan sebagai Hari Statistik Nasional. Pemilihan tanggal ini dilatarbelakangi oleh lahirnya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1960 tentang statistik. Upaya Sugito membuahkan hasil. Tanggal 26 September disetujui sebagai Hari Statistik Nasional melalui surat nomor B.259/M.Sesneg/1996 pada 12 Agustus 1996. Sejak saat itu, masyarakat Indonesia memperingati Hari Statistik Nasional tiap tanggal 26 September. 
Melihat perjuangan Sugito, tentunya ia sangat ingin masyarakat Indonesia sadar akan statistik. Tak hanya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai statistik tetapi juga mengerti kegunaan dan peran pentingnya. Dengan begitu, kegiatan statistik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti statistisi (penghasil data), responden (sumber data), dan pengguna (konsumen data) dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.
sumber : http://careernews.id/ecccorner/view/1990-Peringatan-Hari-Statistik-Nasional


1997 - Garuda Indonesia Penerbangan GA 152 jatuh di kawasan pegunungan dekat Medan.
Lokasi Jatuhnya pesawat, dan monumen pemakaman korban (insert), via news.liputan6.com
Bangsa Indonesia, khususnya warga Medan mungkin tidak akan melupakan peristiwa memilukan satu ini. Ya, hari ini 18 tahun yang lalu, Indonesia dikejutkan dengan meledaknya pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA 152. Maskapai milik Negara itu meledak setelah jatuh di kawasan pegungan dekat Medan dan menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 234 orang.
sumber : http://news.liputan6.com/read/773100/tragedi-garuda-di-sibolangit-tabrak-tebing-dan-234-orang-pergi


2014 - Rapat paripurna DPR-RI mengesahkan RUU Pemilihan Kepala Daerah dengan hasil akhir kepala daerah dipilih oleh DPRD, kecuali Nanggröe Aceh Darussalam, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Papua, dan Papua Barat.
Rapat Paripurna, via foto.kompas.com


2007 : Penetapan Hari Kontrasepsi
World Contraception Day, via fokusjabar.com
Kontrasepsi adalah suatu cara atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Biasanya wanita menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan pertamanya dahulu atau menjarangkan kelahiran dengan anak berikutnya. Hari Kontrasepsi Dunia diluncurkan kemarin untuk pertama kalinya di seluruh dunia dan bertujuan mengangkat kesadaran mengenai kontrasepsi dan meningkatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual.
sumber :
http://www.indosiar.com/ragam/26-september--hari-kontrasepsi-dunia_76413.html
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=3&dn=20070928140213

Hari Tuli/Tunarungu
Hari Tuli Sedunia, via twicsy.com

Tiada yang tau pasti kapan pertama kali Hari Tunarungu ini diperingati. Yang jelas, peringatan hari tuli ini mengingatkan kita akan adanya penyandang tuna rungu disekitar kita. 



http://www.muradmaulana.com/2014/08/hari-penting-nasional-dan-internasional.html
https://id.wikipedia.org/wiki/26_September
http://www.kembangpete.com/2014/09/25/peristiwa-penting-yang-terjadi-pada-tanggal-26-september/

No comments:

Post a Comment